1,721,006 research outputs found
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN KEJADIAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI BPS ISTRI UTAMI SLEMAN
Latar Belakang : Jenis kontrasepsi hormonal yang saat ini sering digunakan
adalah KB suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA). Resiko peningkatan
berat badan ini secara statistik tidak ada perbedaan pada 12 bulan pertama
penggunaan. Semakin lama penggunaan kontrasepsi hormonal maka resiko
terjadinya obesitas akan semakin besar.
Tujuan : Mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik Depo Medroxi
Progesteron Asetat (DMPA) dengan kejadian peningkatan berat badan di BPS Istri
Utami Sleman.
Metode : Metode penelitian Descriptive Corelasional dengan desain pendekatan
cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 37 responden diambil menggunakan
purposive sampling. Kejadian peningkatan berat badan diukur menggunakan rekam
medis. Data penelitian diuji dengan teknik Spearman Rank.
Hasil : Ada hubungan positif yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi
suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dengan kejadian peningkatan berat
badan di BPS Istri Utami Sleman. Analisis Spearman Rrank menunjukkan bahwa
taraf signifikan p = 0,000 dengan α = 0,05 sehingga p < 0,05.
Simpulan & Saran : Kenaikan berat badan rata-rata 1,0-2,9 kg adalah yang
paling banyak yaitu sebanyak 27 responden (73,0%). Sedangkan yang mengalami
kenaika berat badan 5,0-5,9 kg sebanyak 5 responden (13,5%); terdapat hubungan
yang signifikan dengan p-value sebesar 0,000; terdapat keeratan hubungan penggunan
kontrasepsi suntik DMPA dengan kejadian peningkatan berat badan di BPS Istri
Utami dengan kekuatan hubungan kuat Nilai r menunjukkan r = 0,963 maka r = 0,81,0.
BPS
Istri
Utami
Sleman
diharapkan
dapat
memberikan
asuhan
yang
komperhensif
kepada
akseptor
KB
Suntik
DMPA
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI BPS ISTRI UTAMI SLEMAN
Latar Belakang:\ud
Di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil yang \ud
mengalami \ud
kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 \ud
orang\ud
(28,7%). Pendampingan suami selama persalinan memberikan banyak \ud
keuntungan antara lain menurunkan \ud
sectio caesaria\ud
(50%), waktu persalinan lebih \ud
pendek (25%), menurunkan pemberian epidual \ud
(60%), menuunkan penggunaan \ud
oksitosin (40%), menurunkan pemberian analgesik (30%) dan menurunkan kelahiran \ud
dengan forcep (40%). \ud
Tujuan:\ud
Diketahuinya hubungan dukungan suami dengan kecemasan ibu \ud
hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di BPS Istri Utami Sleman. \ud
Metode \ud
Penelitian\ud
:\ud
Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan \ud
pendekatan waktu \ud
cross sectional\ud
. Subjek penelitian yaitu ibu hamil trimester III di \ud
BPS Istri Utami Sleman dengan teknik pengambilan sampel menggunakan\ud
sampel \ud
accidental\ud
. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data \ud
menggunakan analisis \ud
chi square\ud
.\ud
Hasil:\ud
Di dapatkan \ud
responden \ud
yang \ud
mendapat dukungan yang baik dari suami \ud
sebanyak 31 responden (66,0%)\ud
. Hasil analisis \ud
chi square\ud
didapatkan nilai ρ\ud
value \ud
0,004\ud
< 0,05 \ud
dengan taraf signifikan α 5% (0,05)\ud
dengan nilai keeratan \ud
0,467\ud
. \ud
Simpulan dan saran:\ud
Terdapat \ud
hubungan\ud
yang signifikan \ud
antara dukungan \ud
suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam m\ud
enghadapi persalinan\ud
di \ud
BPS Istri Utami Sleman dengan keeratan hubungan dalam kategori sedang. \ud
Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan keadaannya \ud
dan s\ud
uami dapat selalu \ud
memberikan dukungan kepada ibu\ud
sehingga dapat mengurangi kecemasan pada ibu \ud
hamil trimester II
Pengaruh Pelaksanaan Teknik Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I
Persalinan merupakan proses pengeluaran janin pada kehamilan cukup bulan yaitu sekitar 37-42 minggu dan lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18-24 jam tanpa adanya komplikasi. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penilaian status kesehatan. Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementrian Kesehatan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Gym ball adalah cara menambah ukuran rongga pelvis dengan menggoyang panggul di atas bola yang sangat efektif membantu merespon rasa sakit dan mengurangi lama persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan gym ball terhadap kemajuan persalinan pada ibu primigravida kala I Fase Aktif di PMB Istri Utami. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental menggunakan rancangan Statistic Group Comparison. Jumlah Sampel 40 orang ibu bersalin yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang tidak dilakukan bimbingan gym ball sebanyak 20 orang dan kelompok yang dilakukan bimbingan gym ball 20 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan patograf. Metode pengumpulan data ini menggunakan data primer dilakukan pada bulan 01 April - 30 Juli 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemajuan persalinan ibu pada kelompok yang tidak dilakukan bimbingan gymball yaitu 177,50 menit dan pada kelompok yang dilakukan bimbingan gymball yaitu 32,50 menit. Simpulan terdapat pengaruh bimbingan gymball terhadap kemajuan persalinan ibu bersalin primigravida kala I fase aktif dibuktikan dengan Uji-T nilai p-value = 0,0004(p-value < 0,05)
PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPM ISTRI UTAMI DAN TUTIK PURWANI KABUPATEN SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian ini eksperimen dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri ke BPM Istri Utami dan BPM Tutik Purwani Kabupaten Sleman dengan teknik pengambilan sampel secara random dengan 22 sampel pada masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis data menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, rerata skor nyeri antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terdapat perbedaan (p= 0,025). Hasil analisis multivariat model II didapatkan nilai OR dari variabel hypnobirthing adalah 4,50 yang berarti ibu yang tidak diberikan hypnobirthing berpeluang 4,50 kali untuk mengalami nyeri persalinan berat dibandingkan ibu bersalin yang diberikan perlakuan hypnobirthing. Hypnobirthing yang dilakukan sejak kehamilan trimester III (usia kehamilan 32 minggu) yang diberikan sebanyak 3 kali dalam 3 minggu berpengaruh terhadap intensitas nyeri saat persalinan kala I fase aktif.</jats:p
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE\ud (ANC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPM ISTRI UTAMI SLEMAN YOGYAKARTA
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementrian Kesehatan \ud
memperlihatkan bahwa cakupan K4 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2013 \ud
–\ud
2015 yaitu tahun 2013 sebesar 86,85% dan tahun 2015 sebesar 87,48%. Penelitian \ud
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan keteraturan \ud
Antenatal Care\ud
(ANC) pada ibu hamil Trimester III di BPM Istri Utami di Sleman \ud
Yogyakarta. Metode \ud
Analitik Korelasional\ud
dengan pendekatan \ud
Cross Sectional\ud
. \ud
Teknik pengambilan sampel \ud
total sampling. \ud
Analisis data yang adalah\ud
Chi Square\ud
. \ud
Hasil analisa uji \ud
Chi Square \ud
diperoleh besar korelasi yang terjadi antara kedua \ud
variabel adalah 10,483, sedangkan angka Asimp. Sig (2-sides) adalah 0,001 lebih \ud
kecil dari α= 0,005, maka ada hubungan antara dukungan suami dengan keteraturan \ud
Antenatal Care\ud
PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPM ISTRI UTAMI DAN TUTIK PURWANI KABUPATEN SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian ini eksperimen dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri ke BPM Istri Utami dan BPM Tutik Purwani Kabupaten Sleman dengan teknik pengambilan sampel secara random dengan 22 sampel pada masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis data menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, rerata skor nyeri antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terdapat perbedaan (p= 0,025). Hasil analisis multivariat model II didapatkan nilai OR dari variabel hypnobirthing adalah 4,50 yang berarti ibu yang tidak diberikan hypnobirthing berpeluang 4,50 kali untuk mengalami nyeri persalinan berat dibandingkan ibu bersalin yang diberikan perlakuan hypnobirthing. Hypnobirthing yang dilakukan sejak kehamilan trimester III (usia kehamilan 32 minggu) yang diberikan sebanyak 3 kali dalam 3 minggu berpengaruh terhadap intensitas nyeri saat persalinan kala I fase aktif
HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN MINAT ISTRI TERHADAP PEMAKAIAN IUD DI BPS ISTRI UTAMI YOGYAKARTA TAHUN 2010
Minat istri terhadap pemakaian IUD dipengaruhi oleh motivasi suami yang
selama ini belum diberi prioritas pada pelaksanaan program KB di Indonesia dan
perlu ditingkatkan. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa terdapat 3 (30%)
akseptor KB dari 10 akseptor KByang tidak memakai KB IUD mendapat
dukungan suami, tetapi tidak mempunyai minat terhadap pemakaian IUD. Suami
dan istri dapat mengatur jumlah anak dan interval kelahiran dengan menggunakan
alat kontrasepsi khususnya IUD untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan
sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan motivasi suami
dalam pemilihan alat kontrasepsi dengan minat istri terhadap pemakaian IUD di
BPS Istri Utami Yogyakarta tahun 2010.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitikdengan
pendekatan waktu cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik sampel
jenuh yaitu sebanyak 58 orang. Teknik analisis padapenelitian ini menggunakan
uji kendal taudan diperoleh hasil bahwa motivasi suami dalam pemilihan alat
kontrasepsi dengan kategori cukup baik yaitu sebanyak 49 responden (84,5%) dan
minat istri terhadap pemakaian IUD dengan kategori sedang yaitu sebanyak 32
responden (55,2%). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
kuesioner untuk variabel terikat dan variabel bebas.
Hasil uji kendal taumenunjukkan bahwa nilai sig.2-tailedyaitu 0,004
(p<0,05) dan nilai tau sebesar 0,380, maka hipotesis (ha) diterima dan hipotesis
(ho) ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi suami dalam pemilihan
alat kontrasepsi dapat mempengaruhi minat istri terhadap pemakaian IUD. Saran
bagi tenaga kesehatan supaya membantu suami dan istri dalam mendapatkan
informasi tentang alat kontrasepsi khususnya IUD yang berdampak pada
bertambahnya motivasi suami untuk membantu istri dalam pemilihan alat
kontrasepsi yang tepat sehingga akan meningkatkan minat istri terhadap
pemakaian IUD
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DENGAN FAKTOR RESIKO TINGGI USIA <20 TAHUN DAN OLIGOHIDRAMNION DI BPM ISTRI UTAMI
Latar belakang : Kehamilan pada usia dibawah 20 tahun dianggap sebagai
kehamilan yang terlalu muda karena fisik maupun psikologisnya belum siap untuk
menghadapi proses tersebut. Dinas Kesehatan Yogyakarta mencatat bahwa pada
tahun 2022 kasus kehamilan remaja hampir merata di empat kabupaten yang berada
di DIY, di Kabupaten Sleman sebanyak 228 kasus, Kabupaten Bantul sebanyak 224
kasus, Kabupaten Kulonprogo sebanyak 86 kasus dan Kabupaten Gunung Kidul
sebanyak 133 kasus. Ibu hamil dengan resiko tinggi usia dibawah 20 tahun
mempunyai resiko lebih besar untuk terjadinya komplikasi. Ibu hamil dengan resiko
tinggi usia dibawah 20 tahun beresiko mengalami keguguran, gawat janin,
kehamilan prematur, perdarahan saat persalinan, persalinan lama, berat badan lahir
rendah, hingga kematian ibu dan neonatal. Oleh karena itu, bidan memiliki
wewenang untuk melakukan asuhan secara komprehensif dan menyeluruh untuk
mengatasi resiko tersebut.
Tujuan : Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil,
bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan pendekatan studi kasus, lokasi penelitian dilakukan di BPM Istri
Utami dan pasien dirujuk ke RS KIA Arvita Bunda, penelitian dilakukan selama 2
bulan dimulai dari bulan Maret-Mei, subjek penelitian yaitu Ny.R dengan faktor
resiko tinggi usia < 20 tahun, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
format asuhan kebidanan Varney dan SOAP, buku KIA, rekam medis dan booklet
Hasil : Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny.R pada saat kehamilan
mengalami oligohidramnion, persalinan dengan metode SC atas indikasi
oligohidramnion, bayi lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan, nifas normal dan
ibu telah menggunakan KB IUD post plasenta.
Kesimpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. R usia 20 tahun
P1A0Ah1 dengan faktor resiko tinggi usia <20 tahun dan oligohidramnion tidak
ditemukan adanya komplikasi dan tidak ditemukan adanya kesesnjangan antara
teori dan praktik.
Kata Kunci : Asuhan kebidanan komprehensif, resiko tinggi usia <20 tahun,
oligohidramnio
- …
