196 research outputs found

    Penerapan Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-8 Semester II SMA Negeri 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Wardhana, Triastanta Istiar. Penerapan Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-8 Semester II SMA Negeri 1 Lawang , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra,Sunarmi MPd. (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, MSi   Kata kunci : pembelajaran Think Pair Share, motivasi siswa, hasil belajar   Aspek penting dalam pembelajaran Biologi bagaimana seorang pendidik dapat melibatkan siswa secara aktif untuk belajar dengan obyek, bekerja dalam kelompok dan menggunakan ketrampila mereka untuk memecahkan masalah dan tugas yang menantang. Pembelajaran Think Pair Share(TPS) dari unsur-unsur pembelajaran yang dilakukan akan memberikan pengalaman kepada siswa dalam belajar secara kelompok serta mengemukakan ide dari pengalaman belajar yang dimilikinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan pengaruh pembelajaran TPS dalam meningkatkan motivasi siswa serta pengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Penelitian dilaksanakan pada siswa klas X-8 di SMA Negeri Lawang pada semester II tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif kualitatif. Data penelitian berupa hasil pengamatan aspek aspek motivasi siswa dan hasil belajar siswa. Pengamatan aspek motivasi dan hasil belajar dengan membandingkan pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Peneliti bertindak sebagai guru dalam proses pembelajaran, dibantu 2(dua) orang sebagai  pengamat (observer). Guru matapelajaran Biologi bertindak sebagai penasehat. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua kesimpulan yaitu.1) pembelajaran TPS berpengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa. Dari lima aspek motivasi yang diamati, skore pada siklus II mengalami peningkatan dibanding pada siklus I. Aspek irama perasaan dan penampilan mengalami peningkatan yang baik sehingga pada siklus II taraf keberhasilan menjadi sangat baik. Rerata lima aspek motivasi juga mengalami peingkatan dari siklus I ke siklus II, sebesar 5,29% 2) pembelajaran TPS berpengaruh terhadap peningkatan keberhasilan belajar siswa. Dengan acuan ketuntasan belajar, hasil belajar pada siklus II lebih baik dari siklus I. Peningkatan diketahui dengan adanya peningkatan siswa yang tuntas belajar sebesar 15,16%. Penurunan siswa yang belum tuntas belajar sebesar 55,55%. Skore siswa yang belum tuntas belajar juga mengalami kenaikan sebesar 11,19%

    Metode Penilaian Geometrik Jalan Rel Di Indonesia Berbasis Imu Dengan Analisis Power Spectral Density

    No full text
    Pemeliharaan jalan rel di Indonesia ditentukan oleh nilai Track Quality Index (TQI). Nilai TQI diperoleh dari hasil pengukuran geometrik jalan rel dengan kereta ukur dan nilai tersebut mewakili kondisi geometrik jalan rel tiap 100 meter. Nilai TQI hasil pengukuran kereta ukur belum bisa menggambarkan kondisi jalan rel yang sesungguhnya, karena perubahan geometrik rel bisa terjadi dalam rentang kurang dari 100 meter. Selain nilai TQI, kereta ukur juga menghasilkan data parameter geometrik tiap 25 centimeter panjang jalan rel. Penggunaan kereta ukur untuk pemeriksaan kondisi geometrik jalan rel memiliki beberapa kelemahan, antara lain biaya operasional yang relatif besar, mengganggu jadwal perjalanan kereta api yang telah disusun sehingga frekuensi pemantauan kondisi jalan rel jarang dilakukan, dan optik sensor laser yang ada di kereta ukur sering terganggu oleh lumpur saat musim penghujan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, beberapa negara lain menggunakan alat pengukur inersia (Inertial Measurement Unit, IMU) sebagai alat pemantau kondisi geometrik jalan rel. Dalam penelitian ini juga akan menggunakan alat sensor IMU, yakni akselerometer, untuk menilai kondisi geometrik jalan rel. Alat sensor IMU dipasang pada di dalam gerbong kereta api. Data yang dihasilkan alat sensor IMU harus dikalibrasi terlebih dahulu dan dinormalkan dari noise dengan Metode Kalman Fiter sebelum dianalisi lebih lanjut. Agar bisa digunakan sebagai dasar penilaian kualitas jalan rel, data alat sensor IMU harus divalidasi dengan nilai TQI yang merupakan hasil analisis standar deviasi data parameter geometrik jalan rel hasil kereta ukur. Sebelum divalidasi, data dari alat sensor IMU dan data kereta ukur akan dibandingkan distribusi datanya dengan menggunakan Metode Wilcoxon Student-Rank Test. Karena distribusi data alat sensor IMU dan parameter geometrik jalan rel berbentuk spektrum, maka metode Power Spectral Density (PSD) akan digunakan untuk menganalisis data hasil pengukuran IMU dan data kondisi geometrik jalan rel hasil pengukuran kereta ukur. Model persamaan kurva fit PSD alat IMU adaalah sebagai berikut: Lintas Bandung – Rancaekek, untuk alinyemen vertikal, TQI I: PSDIMU = 8,60.10-6x0,4062; TQI II: PSDIMU = 9,86.10-7x2,6688; TQI III: PSDIMU = 3,96.10-13x10.3831; TQI IV: PSDIMU = 2,324.10-12x9,2451. Sedangkan alinyemen horizontal, TQI I: PSDIMU = 2,33.10-16x7,2259; TQI IV: PSDIMU = 1,27.10-15x5,8825. Untuk Lintas Kediri – Kertosono, alinyemen vertikal TQI I: PSDIMU = 8,60.10-6x0,4062; TQI II: PSDIMU = 7,71.10-4x0,1137; TQI IV: PSDIMU = 6,34.10-3x0,1158. Sedangkan alinyemen horizontal TQI I: PSDIMU = 6,07.10-6x2,3448; TQI III: PSDIMU = 2,23.10-9x6,0983, x adalah panjang segmen jalan rel

    Studi Kelayakan Pembangunan Fly Over di Simpang Gedangan Sidoarjo Ditinjau dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Jalan Raya

    No full text
    Kemacetan lalu lintas adalah masalah umum di Sidoarjo, terutama pada persimpangan Gedangan yang merupakan kawasan industri. Penyebabnya adalah lalu lintas yang padat, terutama pada jam puncak dan adanya perlintasan kereta api di Jalan Sedati. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dibangun jembatan layang (flyover) di persimpangan Gedangan. Sebelum jembatan layang (flyover) dibangun, perlu meninjau studi kelayakan terhadap kinerja lalu lintas dan jalan raya ekonomi. Studi kelayakan yang didasarkan pada kinerja lalu lintas, adalah untuk membandingkan derajat kejenuhan jalan sebelum dan sesudah jembatan dibangun. Sementara studi kelayakan yang didasarkan pada jalan raya ekonomi, ditinjau dari parameter BCR (rasio nilai sekarang manfaat dengan biaya) dan NPV (selisih nilai sekarang antara manfaat biaya) dari konstruksi flyover Gedangan. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja lalu lintas, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Dan untuk metode yang digunakan kendaraan analisis biaya operasi, metode Jasa Marga dan metode Clarkson H. Oglesby &amp; R. Gary Hicks. Dengan pembangunan jembatan, derajat kejenuhan berkurang dari 1,4 ke 0,7 untuk arah Surabaya - Sidoarjo, dan sementara derajat kejenuhan dalam arah yang berlawanan berkurang dari 1,39 ke 0,7. Jadi pembangunan flyover tersebut layak, ditinjau dari kinerja lalu lintas. Sedangkan perhitungan analisis kelayakan ekonomi, diperoleh nilai BCR adalah 24 dan Net Present Value adalah 2.140.715.260.868. Sehingga, pembangunan flyover Gedangan persimpangan Sidoarjo adalah layak secara ekonomis.</p

    PERENCANAAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN JALAN TOL PANDAAN-MALANG DENGAN JENIS PERKERASAN LENTUR

    No full text
    Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama perekonomian di dua kota besar yaitu kota Surabaya dan Malang, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah inipun semakin meningkat. Hal itu tentu menuntut akan adanya perkembangan di segi fasilitas transportasi yang menghubungkan kedua kota ini. Salah satu bagian jalur yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Malang adalah jalur Pandaan-Malang. Jalur ini adalah jalur yang vital dikarenakan banyak kendaraan berat, kendaraan umum seperti bis, serta mobil penumpang yang melewati jalur ini karena jalur ini merupakan jalur utama dan merupakan jalur tercepat untuk menuju kota Surabaya jika dari kota Malang. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Malang-Pandaan dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Tugas akhir ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik, perencanaan tebal perkerasan jalan, kebutuhan akan fasilitas jalan tol, serta besarnya volume pekerjaan. Perencanaan geometrik dilakukan berdasarkan “Tata Cara Perencanaan geometrik Jalan Antar Kota tahun 1997” sedangkan untuk perencanaan tebal perkerasan berdasarkan “Manual Desain Perkerasan Jalan tahun 2013” serta “Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen tahun 1987”. Perencanaan geometrik dan perhitungan volume bahan dan volume cut and fill pada tugas akhir ini dilakukan dengan bantuan software Autocad Civil 3D 2016. Dari hasil perencanaan jalan tol ini didapatkan panjang jalan tol 39,523 km dengan 14 PI dan PPV sebanyak 168. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan adalah sebesar 20 cm untuk lapisan surface dengan bahan Laston MS= 744 kg, 20 cm untuk lapisan pondasi atas dengan bahan batu pecah kelas A, serta 10 cm untuk lapisan pondasi bawah dengan bahan sirtu kelas A. Volume timbunan didapatkan sebesar 11.720.504,65 m3 dan volume galian didapatkan sebesar 2.022.332,38 m3.</p

    Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol Pandaan-malang dengan Jenis Perkerasan Lentur

    Full text link
    Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama perekonomian di dua kota besar yaitu kota Surabaya dan Malang, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah inipun semakin meningkat. Hal itu tentu menuntut akan adanya perkembangan di segi fasilitas transportasi yang menghubungkan kedua kota ini. Salah satu bagian jalur yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Malang adalah jalur Pandaan-Malang. Jalur ini adalah jalur yang vital dikarenakan banyak kendaraan berat, kendaraan umum seperti bis, serta mobil penumpang yang melewati jalur ini karena jalur ini merupakan jalur utama dan merupakan jalur tercepat untuk menuju kota Surabaya jika dari kota Malang. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Malang-Pandaan dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Tugas akhir ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik, perencanaan tebal perkerasan jalan, kebutuhan akan fasilitas jalan tol, serta besarnya volume pekerjaan. Perencanaan geometrik dilakukan berdasarkan “Tata Cara Perencanaan geometrik Jalan Antar Kota tahun 1997” sedangkan untuk perencanaan tebal perkerasan berdasarkan “Manual Desain Perkerasan Jalan tahun 2013” serta “Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen tahun 1987”. Perencanaan geometrik dan perhitungan volume bahan dan volume cut and fill pada tugas akhir ini dilakukan dengan bantuan software Autocad Civil 3D 2016. Dari hasil perencanaan jalan tol ini didapatkan panjang jalan tol 39,523 km dengan 14 PI dan PPV sebanyak 168. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan adalah sebesar 20 cm untuk lapisan surface dengan bahan Laston MS= 744 kg, 20 cm untuk lapisan pondasi atas dengan bahan batu pecah kelas A, serta 10 cm untuk lapisan pondasi bawah dengan bahan sirtu kelas A. Volume timbunan didapatkan sebesar 11.720.504,65 m3 dan volume galian didapatkan sebesar 2.022.332,38 m3

    Evaluasi Kebutuhan Luasan Apron Pada Rencana Pengembangan Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang

    No full text
    Bandar Udara Ahmad Yani akan memiliki terminal yang lebih luas di sebelah Utara runway, lahan parkir yang luas, apron seluas 61.344 m2 serta dua buah taxiway. Pengembangan tahap II akan menjadikan Bandar Udara Ahmad Yani memiliki apron seluas 72.522 m2 dan 10 buah taxiway serta 1 buah parallel taxiway. Studi ini akan mengevaluasi kebutuhan apron Bandar Udara internasional Ahmad Yani Semarang saat ini dan 20 tahun kedepan. Pada evaluasi ini akan diprediksi jumlah pergerakan pesawat pada tahun rencana yang kemudian akan dikonversi menjadi jumlah pesawat pada jam sibuk. Hasil prediksi jumlah pesawat ini akan dianalisis terhadap kebutuhan apron Bandar Udara Ahmad Yani di tahun rencana. Dengan adanya pengembangan apron diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas udara. Untuk perencanaan perkerasan apron menggunakan rigid pavement dengan metode FAA dengan software FAARFIELD. Dari hasil perhitungan didapatkan, kebutuhan total jumlah gerbang landas parkir untuk tahun rencana (2035) adalah 51 pesawat, yang terdiri dari 35 kelas C dan 16 kelas D. Selanjutnya didapatkan dimensi gerbang landas parkir pada tahun rencana (2035) adalah untuk kelas C dengan panjang 2096,50 m dan lebar 98,37 m sedangkan untuk kelas D dengan panjang 1547,20 m dan 104,78 m. Tebal perkerasan landas parkir ini adalah 670 mm. Dalam penulangan perkerasan landas parkir tahun rencana (2035) dibutuhkan wiremesh dengan D14-100 dan Dowel dengan diameter 50 mm, panjang 610 mm, dan jarak 460 mm

    ANALISIS PENGARUH ISLAMIC CORPORATE CULTURE, ISLAMIC WORK ETHIC, DAN ORGANIZATIONAL CITIZEN BEHAVIOR ISALMIC PERSPECTIVE (OCBIP) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Kasus Pada PT. Bank Syariah Indonesia di Kota Bandar Lampung)

    Full text link
    ABSTRAK Industri perbankan Islam di negara ini menunjukkan pertumbuhan yang baik, namun di sisi lain, masih ada beberapa masalah strategis yang menghambat pertumbuhan bisnis perbankan Islam, yakni kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang tidak optimal. Sumber daya manusia merupakan faktor sentral dalam sebuah perusahaan dan sumber daya manusia yang dapat bersaing benar-benar membantu perusahaan mencapai tujuan mereka sehingga menghasilkan kinerja yang baik. Pada perbankan syariah, sumber daya manusia menjadi bagian penting bagi perusahaan terutama dalam mencapai tujuan bersama. Sebagaimana pada BSI KC dan KCP Bandar Lampung, bahwa perusahaan berusaha untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang ada didalam perusahaan. Keadaan demikian mengingat dalam kegiatan perbankan seperti menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat peran penting Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic, dan Organizational Citizen Behavior Islamic Perspective terhadap kinerja karyawan dan dimoderasi oleh religiusitas apakah religiusitas dapat memperkuat atau melemahkan hubungan dengan kinerja karyawan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan moderating. Penelitian dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kota Bandar Lampung. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari karyawan bank syariah dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui aplikasi Google form. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Analisis data menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil studi menunjukkan bahwa Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic dan Organizational Citizen Behavior Islamic Perspective berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Religiusitas memperkuat pengaruh Islamic Work Ethic dan Organizational Citizen Behavior Islamic Perspective terhadap kinerja karyawan. Religiusitas tidak mampu memberikan pengaruh Islamic Corporate Culture terhadap kinerja karyawan. Variabel independen yang lebih dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah Islamic Corporate Culture. Namun, pada variabel religiusitas yang merupakan variabel moderasi iii dalam penelitian ini dapat menjadi variabel dominan yang mempengaruhi kinerja karyawan. Keadaan demikian menunjukkan bahwa penting bagi perusahaan untuk meningkatkan Islamic Corporate Culture dan religiusitas karena perannya yang dominan terhadap kinerja perusahaan. Kata kunci : Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic, Organizational Citizen Behavior Islamic Perspective dan Religiusitas iv ABSTRACT The Islamic banking industry in this country shows good growth, but on the other hand, there are several strategic issues that are still hindering the growth of the Islamic banking business, namely the suboptimal quality and quantity of human resources. Human resources are a central factor in a company, and human resources that can compete really help companies achieve their goals so as to produce good performance. In Islamic banking, human resources are an important part of the company, especially in achieving common goals. As in BSI KC and KCP Bandar Lampung, that the company is trying to maximize the human resources that are in the company. This situation is bearing in mind that in banking activities such as collecting and distributing funds to the public, quality human resources are needed. This study was conducted with the aim of examining the important role of Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic, and Organizational Citizen Behavior Islamic perspective on employee performance and moderated by religiosity whether religiosity can strengthen or weaken the relationship with employee performance. This research is a quantitative study with a moderating approach. The research was conducted at Bank Syariah Indonesia (BSI) in Bandar Lampung City. The data used is primary data obtained from employees of Islamic banks using questionnaires sent via the Google form application. The sampling technique used is random sampling. Data analysis using SmartPLS 3.0. The results of the study show that Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic, and Organizational Citizen Behavior Islamic perspective have an influence on employee performance. Religiosity strengthens the influence of Islamic Work Ethic and Organizational Citizen Behavior Islamic perspective on employee performance. Religiosity is unable to provide an influence of Islamic Corporate Culture on employee performance. The independent variable that is more dominant in influencing employee performance is Islamic v Corporate Culture. However, the religiosity variable which is the moderating variable in this study can be the dominant variable affecting employee performance. This situation shows that it is important for companies to improve Islamic Corporate Culture and religiosity because of their dominant role in company performance. Keywords: Islamic Corporate Culture, Islamic Work Ethic, Organizational Citizen Behavior Islamic perspective, and Religiosity

    Improving Students' 4C Skills Using Video Games

    Full text link
    To be able to apply the knowledge learned in school in the community, students need not only skills but also knowledge of potential problems and decision-making abilities. Therefore, students need four skills (4C skills) that must be imparted at the beginning of learning and nurtured continuously in order to compete and thrive in an academic environment. Educators have recognized that such goals are important yet challenging. For this reason, it is necessary to use supporting media that can assist in honing students’ critical thinking skills. The proposed media for this study was social video games. The selection of games was based on the flexibility of media that can be accessed ubiquitously and allows for interactions with other players in cyberspace. In this article, we examined several methods that can be applied in social games to improve students’ 4C skills. Keywords: 4C skills, game, medi
    corecore