1,720,977 research outputs found
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LAHAN PADA BEBERAPA SUB DAS DI KAWASAN DANAU POSO
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan lahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia maupun secara alamiah di kawasan Danau Poso. Selain itu teridentifikasinya potensi dan permasalahan, serta terciptanya keserasian/keterpaduan pemanfaat kawasan Danau Poso. Obyek penelitian meliputi Sub DAS Kodina-Boe, Bancea-Panja, Taipa, Meko, Salukai, Toinasa, Saluopa-Mayakeli, Peura-Sangele, dan Sub Das Dulumai-Tokilo yang merupakan kawaan Danau Poso. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan non eksprimental, sedangkan analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat degradasi lahan adalah sistem Pakar (Expert System/EXSYS). Model regresi ganda (multiple regression) digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) pada setiap Sub DAS menurut metode Draper dan Smith (1992). Hasil analisis tingkat kerusakan lahan di wilayah penelitian menunjukkan bahwa umumnya pada lahan-lahan usaha pertanian berada pada tingkat kerusakan agak rusak (AR) sampai rusak (R). Sedangkan lahan terbuka pada semua Sub DAS berada pada kategori kelas rusak. Dinamisasi sosial kependudukan yang tinggi merupakan salah satu penyebab penting kerusakan lahan dan menyusutnya luas hutan. Berdasarkan hasil analisis regresi pada setipa Sub Das dalam Kawasan Danau Poso diketahui bahwa terdapat lima variabel yang berperanan penting dalam pendugaan tingkat kerusakan lahan yaitu (1) lahan terbuka, (2) luas hutan sekunder, (3) luas kebun campuran, (4) padang rumput, dan (5) Kepadatan Penduduk
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SEJAHTERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, oleh karena itu dalam pemanfaatannya harus benar-benar mempertimbangkan aspek fisik, kimia dan biologi tanah sehingga tidak terjadi penurunan tingkat kesuburan tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi analisis sifat kimia tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November2019.Beberapa sifat kimia yang digunakan sebagai parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, nitrogen(N), posfor(P), kalium(K), fosfat tersedia tanah. Beberapa sifat kimia tanah dapat menilai apakah suatu tanah merupakan tanah yang potensial atau tidak Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, skop, cangkul, kantong plastik, kamera, peta, alat tulis, kertas label dan peralatan analisis laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lapangan, analisis laboratorium. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Analisi Sifat Kimia Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Sejahterah Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi yaitu: (1) pH Tanah, (2) Kapasitas Tukar Katiom (KTK), (3) C-Organik, (4) Fosfor, (5) N-Total
SERAPAN UNSUR HARA NITROGEN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT
Penelitian ini bertujuan untuk menentukankadar serapan unsur hara Nitrogen dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) akibat pemberian pupuk organik cair limbah pabrik kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2019. Penelitian ini disusun berdasarkanrancangan acak kelompok dengan perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah pabrik kelapa sawit.perlakuan penelitian menggunakan 7 taraf perlakuan yang di ulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 21 unit percobaan. Taraf perlakuan yaitu 1) kontrol, 2) 600 ml/polybag, 3) 650 ml/polybag, 4) 700 ml/polybag, 5) 750 ml/polybag, 6) 800 ml/polybag dan 7) 850 ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian pupuk organik cair limbah pabrik kelapa sawit dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap hasil (bobot segar) dan serapan Nitrogen pada tanaman sawi serta berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya.Dosis 800 ml/polybag memberikan serapan unsur hara Nitrogen tertinggi pada tanaman yaitu 21.6(%. Akan tetapi untuk parameter hasil tanaman dosis yang terbaik terdapat pada dosis 850 ml/polybag yaitu 20.91%
Karakteristik Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik tanah pada penggunaan lahan hutan, lahan kering, lahan kritis, ladang, kebun campuran dan pekarangan di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Penelitian dimulai dengan melakukan survei pendahuluan di lapangan yaitu meninjau dan menentukan lokasi serta melakukan penentuan titik-titik pengamatan pada masing-masing penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan ring pada kedalaman tanah antara 0–20 cm. Tiga sampel tanah diambil pada setiap titik pengamatan pada tiga lokasi dalam setiap penggunaan lahan. Parameter karakteristik fisik tanah yang diamati adalah permeabilitas, bobot isi tanah, porositas, kadar air tanah jenuh dan kapasitas lapang, dan batas atas dan bawah plastisitas tanah. Permeabilitas tanah bervariasi dari kurang cepat hingga sangat cepat sedangkan bobot isi tanah dari ringan hingga berat. Kadar air jenuh berkisar antara 40,35% hingga 53,00% sedangkan kapasitas lapang antara 20,81 hingga 26,50%. Batas atas dan batas bawah plastisitas berkisar antara sedang hingga tinggi
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA TANAH SEKITAR AREA PENGOLAHAN EMAS DI LAGARUTU KOTA PALU
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan merkuri yang terkandung di permukaan tanah sekitar area pengolahan emas di Lagarutu Kota Palu. penelitian lapangan dan pengambilan sampel bertempat di pengolahan emas di Lagarutu Keluharan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Sedangkan sampel tanah dianalisis di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Oktober 2021. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan dengan metode survey, dan titik pengambilan sampelnya ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling). Adapun tahapan tersebut, Tahap Persiapan, Tahap Survey Pendahuluan, Survey Utama, Pengambilan Sampel Tanah dan Analisis Laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Area Pengolahan Emas Di Lagarutu, Memiliki Kandungan Logam Berat yaitu (0,0068-0,0305 ppm) dengan kriteria Normal. C- Organik memiliki nilai (2,32-2,91%) dengan kriteria sedang. pH memiliki nilai (6,26-6,93) dengan kriteria Agak masam dan Netral. Permeabilitas memiliki nilai (0,99-10,02 cm/jam) dengan kriteria Sangat Lambat,Agak Lambat, Sedang dan Cepat
Intensitas Penyakit Pembuluh Kayu (Ppk) Pada Areal Budidaya Tanama Kakao Di Desa Benggaulu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat
The aim of this research is to measure the intensity of wood vein disease and the level of soil fertility in areas of cocoa land affected by the disease and to determine the relationship between the level of maintenance (sanitation) of cocoa and the development of wood disease attacks. The analysis was carried out by calculating the incidence of disease and disease severity using the disease incidence and severity formula and the data was carried out using a simple variable correlation test to see the relationship between the sanitation level of cocoa plants. and the development of PPK disease. The results of disease incidence calculations show that land two (2) has the highest incidence of PPK disease at 69.33% and the lowest disease incidence is found in land four (4), namely 42.67%. Meanwhile, the highest level of PPK disease severity was found on land 2 at 29.47% and the lowest level of disease severity was found on land 4 at 13.73%. The results of the bivariate correlation test (r) show the person value correlation value r = 0.992 with a significance value (5%) = 0.008, which means that sanitation has a very close relationship with the development of wood disease.Penyakit pembuluh kayu (PPK) atau disebut juga Vascular streak dieback (VSD) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kakao yang disebabkan oleh cendawan Ceratobasidium theobremae yang dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas kakao sehingga dapat menyebabkan kerugian produksi kakao dalam jumlah yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur intensitas Penyakit pembuluh kayu dan tingkat kesuburan tanah pada areal lahan kakao yang terserang penyakit serta mengetahui hubungan antara tingkat pemeliharaan kakao (sanitasi) dan perkembangan serangan Penyakit pembuluh kayu. Analisis dilakukan dengan menghitung kejadian penyakit dan tigkat keparahan penyakit dengan menggunakan rumus kejadian dan keparahan penyakit dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi bevariate sederhana untuk melihat hubungan antara tingkat sanitasi tanaman kakao dan perkembangan penyakit ppk. Hasil perhitungan kejadian penyakit menunjukan Lahan dua (2) tingkat kejadian penyakit ppk tertinggi sebesar 69,33% dan sedangkan kejadian penyakit terendah terlihat pada lahan empat (4) yaitu 42,67%. Sedangkan tingkat keparahan keparahan penyakit ppk tertinggi terlihat pada lahan 2 sebesar 29,47% dan tingkat keparahan penyakit terendah pada lahan 4 sebesar 13,73%. Hasil uji korelasi bivariate (r) menunjukan nilai person korelasi r = 0.992 dengan nilai signifikansi (5%) = 0,008 yang berarti Sanitasi memiliki hubunga yang sangat erat terhadap perkembangan penyakit pembuluh kay
Studi Kualitas Tanah Pada Toposequen Sub Das Poboya, Kota Palu
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari dan mengevaluasi kriteria tingkat kualitas tanah pada toposekuen Sub DAS Poboya yang didasarkan pada beberapa topografi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lapangan dan didukung hasil analisis tanah di laboratorium. Kemudian dilanjutkan dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan melakukan penilaian kualitas tanah metode skoring pada tiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di daerah Sub Das Poboya memiliki kualitas tanah dengan kriteria kurang sehat dan sehat. Kualitas tanah dengan kriteria kurang sehat berapa pada daerah puncak dan cekung yang memiliki nilai skoring tertinggi yaitu 2,54 (pada daerah cekung) dan nilai skoring terendah yaitu 2, 36 (pada daerah puncak). Sedangkan kualitas tanah dengan kriteria sehat berada pada daerah lembah dan cembung yang memiliki nilai skoring tertinggi yaitu 3,27 (pada daerah lembah) dan nilai skoring terendah yaitu 3,09 (pada daerah cembung)
STATUS UNSUR HARA FOSFOR PADA TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA DI DESA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status unsur hara fosfor pada tiga tipe penggunaan lahan yang berbeda di desa Lolu kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Bertempat di tiga lokasi yaitu lahan kakao, lahan kelapa dalam dan lahan tegalan. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah, Fakultas Petanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan metode Survey. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada dua kedalaman tanah yaitu 0 – 20 cm dan 21 – 40 cm. hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan P –Total pada tiga tipe penggunaan lahan yang berbeda masing-masing untuk lahan kakao 16,56 dan 17,61 , lahan kelapa dalam 16,95 dan 17,45 , lahan tegalan 14,88 dan 16,70. Pada lahan kakao,lahan kelapa dalam dan lahan tegalan memiliki kandungan P – Total rata-rata lebih tinggi pada kedalaman tanah 0 – 20 cm dibandingkan kedalaman 21 – 40 cm. sedangkan untuk P –Tersedia pada lahan kakao 12,86 dan 13,59 , lahan kelapa dalam 12,68 dan 13,47 , lahan tegalan 11,97 dan 13,65. Pada lahan kakao,lahan kelapa dalam dan lahan tegalan memiliki kandungan P –Tersedia rata-rata lebih tinggi pada kedalaman 0 – 20 cm dibandingkan kedalaman 21 – 40 cm
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA LARIANG KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Karakteristik sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu.penelitian ini dilaksanakan di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu, dan analisis tanah dilakukan di Laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2019. Parameter pengamatan yang terdiri dari 4 variabel, yaitu C-organik, P2O5 (mg.100gr-1), K2O (mg.100gr-1), KTK (cmol(+)kg-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dalam tanah, pada ke lima Blok sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 2.25%-2.98%. kandungan P2O5 (mg.100gr-1) dalam tanah,. Dengan hasil menunjukkan bahwa pada ke lima kode sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 25.67%-39.45%. K2O (mg.100gr-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Blok 1 memiliki kriteria rendah dengan nilai 18.24%, selanjutnya ke empat blok secara berurut memiliki kriteria sedang dengan nilai kisaran 21.85%-23.95%. KTK (cmol(+)kg-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Ke lima Blok Sampel memiliki kriteria sedang dengan nilai 18.6%- 23.13%
Perubahan Sifat Kimia Tanah Serta Pertumbuhan Sawi (Brassica juncea) Akibat Pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis limbah cair kelapa sawit terhadap perubahan beberapa sifat kimia tanah serta pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu limbah cair pabrik kelapa sawit yang terdiri dari 7 taraf dosis sebagai berikut : 0, 100, 200, 300, 400, 500, dan 600 ml/polybag. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tertinggi terdapat pada perlakuan (L5) sebesar 6,69. Kandungan N-total tertinggi terdapat pada perlakuan (L6) sebesar 0,27%. Kadar P-tersedia tertinggi terdapat pada perlakuan (L5) sebesar 18,38 ppm. Kandungan K-tersedia dan C-organik terdapat pada perlakuan (L6) sebesar 2,03 cmol(+)kg-1 dan 2,23%. Nilai jumlah daun dan tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan (L2) sebesar 15,67 dan 34,07. Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit dapat meningkatkan kandungan hara dalam tanah. Dosis efektif penggunaan limbah cair pabrik kelapa sawit yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea) adalah 200 ml/polybag
- …
