MEDIA LITBANG SULTENG
Not a member yet
67 research outputs found
Sort by
PERSISTENSI BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHAN ENDEMIK SULAWESI TENGAHSEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI TERHADAP Spodoptera exigua (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE)
Spodoptera exigua (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama utama yang selalu menimbulkan masalah dalam usahatani bawang merah di sentra produksi Lembah Palu Sulawesi Tengah yang mengakibatkan kegagalan panen.Penelitian ini bertuan untuk mengetahui persistensi beberapa tumbuhan terhadap ulat bawang Spodoptera exigua pada pertanaman bawang merah.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 fakor, faktor pertama yaitu ekstrak tumbuhan Lantana camara, Jatropha gossypifolia, dan Acarus calamus. Faktor kedua adalah level konsentrasi yang terdiri dari 0,0000 ml, 0,0025 ml, 0,0050 ml, 0,0075 ml, 0,010 ml, 0,0125.ml/500ml. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 54 kombinasi. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut organik Metanol kemudian dilakukan fitotoksisitas ekstrak tumbuhan dan uji persistensi ekstrak terhadapS. exiguapada kondisi lapang dan green house.Hasil penelitian ketiga ekstrak tumbuhan pada beberapa level konsentrasi menunjukkan aplikasi beberapa ekstrak tumbuhan endemik Sulawesi Tengah pada tanaman bawang merah terjadi persistensi baik pada kondisi green house maupun uji semi lapang yang dibuktikan adanya kematian terhadap serangga uji dan tidak terjadi fitotoksisitas pada tanaman uji
VirulensiCendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Vuill. Lokal Sulawesi Tengah Untuk Pengendalian Spodoptera exigua(Lepidoptera : Noctuidae) pada Pertanaman Bawang Merah
Serangan hama ulat bawangSpodoptera exiguamerupakan salah satu hambatan dalam pengembangan bawang merah di Kabupaten Donggala. Pengendalian hama dengan cara kimia telah banyak dilaporkan member berbagai dampak negative sehinggadiperlukan alternative teknologi untuk mengurangi pemakaian pestisida kimia sentetik. Salah satu diantaranya adalah penggunaan cendawan entomopatogen sebagai bioinsektisida.Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh salah satu atau lebih isolat cendawan entomopatogen Beauveriaspp. Local Sulawesi tengah yang memiliki virulensi terhadap ulat bawang S. exigua sehingga sehingga dapat dijadikan sebagai bioinsektisida. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan serangkaian penelitian yang meliputi : (1) eksplorasi cendawan entomopatogen Beauveriaspp. Dari berbagi lokasi geografi dan asal iang yang berbeda,(2) isolasi, pemurnian dan karakteristik morfologi isolate-isolat cendawan Beauveriaspp. yang terkoleksi, (3) pengujian virulensi isolate cendawan tersebut terhadap ulat bawang merah S.exigua.Hasil penelitain diperoleg sebanyak 12 isolat Beauveriaspp. dari berbagai lokasi di Sulawesi Tengah, yaitu 5 isolat berasal dari daerah Sigi Biromaru, 3 isolat berasal Parigi Moutong, 3 isolat berasal dari Donggala dan 1 isolat berasal dari Poso. Hasil pengujian lapang Beauveriaspp. dari masing-masing asal isolat yang memiliki virulensi tinggi adalah isolat asal daerah Sigi Biromaru efektif untuk mengendalikan larva S.exiguadengan intensitas serangan larva S.exiguaterendah masing-masing 6,92% (pada awal pengamatan) dan 12,45% (pada akhir pengamatan). Bobot umbi basah dan umbi nkerang bawang merah masing-masing sebesar 77,5g/umbi dan sebesar 59,50g/umbi diperoleh pada perlakuan Beauveriaspp asal daerah Sigi Biromaru
PERTUMBUHAN IKAN HIAS BANGGAI CARDINALFISH (PTERAPOGON KAUDERNI) PADA MEDIA PEMELIHARAAN SALINITAS YANG BERBEDA
Ikan endemik Banggai cardinalfish Pterapogon kauderni (Koumans, 1933) umumnya dinilai terancam punah oleh permanfaatan sebagai ikan hias. Indonesia berkomitmen untuk menjamin kelestarian ikan dengan pola pemanfaatan berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pengelolaan lestari ikan P. kauderni, dilaksanakan penelitian terhadap pengaruh salinitas terhadap pola pertumbuhan. Ikan uji berasal dari populasi introduksi di Teluk Palu. Penelitian terhadap pengaruh salinitas melengkapi penelitian sebelumnya pada kisaran salinitas 27-35 ppt. Kisaran ukuran awal panjang baku (SL) ikan uji berkisar antara 1,2 sampai 1,7cm, perlakuan salinitas yang diterapkan adalah: 16 ppt, 18 ppt, 20 ppt, 22 ppt, 24 ppt dan 26 ppt dengan 3 ulangan dan ikan sampel yang digunakan 5 ekor/ulangan (N=90). Berat tubuh (W) dan panjang baku (SL) diukur setiap 10 hari selama periode/masa pemeliharaan 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak selama periode penelitian P. kauderni juvenil terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), namun tidak berpengaruh nyata (Fhitung<Ftabel). Sintasan terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), salinitas ≤ 24 ppt berpengaruh nyata sampai sangat nyata
ASPEK FISIOLOGI RUMPUT GAJAH TERHADAP INTERVAL DAN TINGGI PEMANGKASAN SERTA PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA
The research was aimed at identifying physiology aspects of elephant grass to the cutting interval and height and different water giving. The research was carried out at experimental garden BPTP Gowa, Pa Bentengan Village Bajeng Sub-district Gowa Regency, South Sulawesi Province, carried out from May until September 2007. The research method was arranged based on split-plot-design in group random design consisting of three repetitions. The treatment arrangement was as follow: main plot S was with and without watering. Sub-plot was the cutting height (T) consisting of three levels, I,e. 10 cm cutting height from the ground surface, 20 cm cutting height from the ground surface, and 30 cm cutting height from the ground surface. The sub plots were the cutting interval consisting of three levels, i.e a-4-week cutting interval, a-6-week cutting interval, and an-8-week cutting interval. The research result showed than an-8-week cutting interval and 20 cm cutting height gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2 level, number of saplings, wet and dry weight of plants and small stomata conduct. Water giving gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2, number of saplings, wet and dry weight of plants, while without water giving gave the highest mean at stomata conduct and transpiration speed
PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM REGIONAL TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Indeks Harga Saham Regional terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dan menganalisis Indeks Harga Saham regional teridentifikasi yang memiliki pengaruh dominan terhadap IHSG di BEI. Ruang lingkup penelitian ini dilakukan terhadap 5 (lima) Indeks Harga Saham Regional yang merupakan Indeks Harga Saham yang sering di publikasikan dan cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia dan IHSG di BEI. Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang meliputi perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan di BEI dan beberapa Indeks harga Saham pada beberapa Bursa Saham Regional. Metode penelitian adalah menggunakan Explanatory Research, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalan analisis jalur (Path Analysis) denganmenggunakan program AMOS 5. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Selama periode 2005–2008, terdapat pengaruh simultan dan parsial Indeks Harga Saham Regional terhadap IHSG di BEI, yakni melalui Indeks Harga Saham di Kuala Lumpur (KLCI) dan Indeks Harga Saham di Singapur (STI),. STI di Singapur memiliki pengaruh yang dominan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pengaruh sebesar 39,83%
PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama diberikan pakan yang berbeda berupa Tubifex, jentik nyamuk dan pellet butiran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yakni perlakuan pemberian Tubifex, perlakuan pemberian jentik nyamuk, perlakuan pemberian pellet butiran. Peubah yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada pemberian Tubifex (3,26 g), kemudian pada pemberian jentik nyamuk (0,79 g) dan terendah diperoleh pada pemberian pellet butiran (0.78 g). Kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama penelitian adalah 100% pada semua perlakuan. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang layak untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)
PENGARUH NARKOBA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SULAWESI TENGAH
The youth in the modern era was exceedly beyond the normal situation. There were many chindren under teens has already exposured with narcotic and psychotropic. Narcotic and psychotropic is the substance if intake by body it will effect particularly to the central nerve so if there were abuse it will couse the physical disturbance, physic and social function. There for the government issued the regulation of drug abuse namely UU No.5 year 1997 about Psychotropic and UU No.22 year 1997 about Narcotic. In the Central Sulawesi, the drug abuse has been used widely in the community particularly to the youth that curious to know and just want to try as the modern life style. Narcotic and psychotropic is the critical and complicated issue that can not be completed only by one part. Because the narcotic and psychotropic was not only the individual problem but also involved old part both in the government, non alignment organization and local community. The prevention of drug abusement is the effort conducted towards some influential factor both directly and indirectly to change the belief, manner and the behavior of youth towards the use of narcotic and psychotropic
ANALSIS KINERJA PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Pembangunan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong tidak terlepas dari perkembangan indikator makro. Perkembangan kinerja indikator makro ekonomi Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan optimisme ke arah yang lebih baik. Artinya dari kecendrungan yang berlangsung, dan berdasarkan indikator ekonomi sudah ada sinyal positip perbaikan ekonomi. Indikasi ini dapat dilihat pertumbuhan ekonomi, yang tercermin dalam perkembangan Produk Domestik Regional (PDRB) sudah cukup tinggi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis indikator sosial ekonomi daerah, untuk melihat perkembangannya dari tahun ke tahun. Selain indikator pertumbuhan ekonomi, juga diiamati gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan sektor-sektor ekonomi daerah, analisis Shift-Share digunakan untuk mengkaji pergeseran struktur perekonomian daerah dalam kaitannya dengan peningkatan perekonomian daerah yang bertingkat lebih tinggi dan Location Quetiont (LQ) digunakan untuk menentukan sektor unggulan atau sektor ekonomi basis suatu perekonomian wilayah. Pola dan struktur pertumbuhan sektor-sektor ekonomi daerah juga sudah terlihat mulai bervariasi kalaupun masih didominasi sector pertanian. Ini dapat terlihat dari pergeseran struktur perekonomian daerah. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa posisi aktivitas ekonomi Parigi Moutong terhadap aktivitas wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan kinerja yang sangat kompetitif
PENGGUNAAN 2,4-D UNTUK INDUKSI KALUS KACANG TANAH
Induksi kalus merupakan salah satu metode kultur jaringan yang dilakukan dengan jalan memacu pembelahan sel secara terus menerus dari bagian tanaman tertentu seperti daun, akar, batang, dan sebagainya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh hingga terbentuk massa sel. Massa sel (kalus) tersebut selanjutnya akan beregenerasi melalui organogenesis ataupun embriogenesis hingga menjadi tanaman baru. Salah satu zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk induksi kalus adalah 2,4-D. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi 2,4-D yang paling efektif untuk menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah yang berasal dari kecambah steril. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Media dasar yang digunakan adalah media MS yang ditambahkan berbagai konsentrasi 2,4-D yaitu M1 = 1,0 mg/l, M2 = 1,5 mg/l, M3 = 2,0 mg/l, M4 = 2,5 mg/l, M5 = 3,0 mg/l, M6 = 3,5 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 2,4-D pada konsentrasi 1,0 mg/l sampai 3,5 mg/l dapat menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah. Semakin rendah konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin cepat, dan semakin tinggi konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin lambat. Kalus yang terbentuk pada semua perlakuan memiliki tekstur yang sama (keras dan kompak) dengan warna putih kehijauan. Konsentrasi 2,4-D yang efektif untuk induksi kalus dari daun kacang tanah adalah 1,5 mg/l dan 3,5 mg/
PENGARUH LAMA PENGADUKAN TERHADAP FAKTOR KEPADATAN ADUKAN BETON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lamanya pengadukan campuran beton terhadap sifat adukan beton segar. Variabel lama pengadukan terdiri atas tujuh perilaku yaitu 2 menit 7, 12, 17, 22, 27, dan 32 menit dan hasil pengadukan selanjutnya diuji faktor kepadatan adukan beton menurut periode umur perawatan benda uji. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh lama pengadukan terhadap faktor kepadatan adukan beton turun dari 0,961 menjadi 0,876 atau turun sebesar 8,84 %. Jadi semakin lama beton diaduk, adukan beton segar akan menjadi lebih kental/kaku, kandungan udara semakin bertambah dan sifat workabilitasnya semakin rendah