205 research outputs found

    EVALUASI JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN ADITIFPROBIOTIK Bacillus DIPERKAYA VITAMIN DAN MINERAL

    Get PDF
    MIA MITASARI. 23010114120066. 2018. Evaluasi Jumlah Eritrosit dan Kadar Hemoglobin Ayam Broiler yang Diberi Pakan Aditif Probiotik Bacillus Diperkaya Vitamin dan Mineral (Evaluation the Number of Erythrocytes and Research of Hemoglobin Broiler Chicken Which are Provided Probiotic Additive Bacillus Traded Vitamin and Mineral). (Pembimbing: ISROLI dan HANNY INDRAT WAHYUNI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin ayam broiler pada umur 14 dan 28 hari yang diberi pakan aditif probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral dalam ransum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 sampai bulan Juli 2017. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 240 ekor day old chick (DOC) ayam broiler (unsex) dengan rata-rata bobot badan awal 45,90 3,24 gram. Probiotik yang digunakan yaitu Bacillus dengan diperkaya vitamin dan mineral yang ditambahkan dalam ransum komersial. Kandang yang digunakan adalah jenis kandang litter sebanyak 16 unit dengan ukuran 1 × 1 × 1 m. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan meliputi berbagai dosis probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral dalam ransum komersial (T0 = 0%, T1 = 0,1%, T2 = 0,5% dan T3 = 1%). Hasil penelitian menunjukkan penambahan pakan aditif probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada kadar hemoglobin umur 14 hari. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan probiotik berbasis Bacillus diperkaya vitamin dan mineral sampai level 1% dalam pakan komersial mampu memperbaiki jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin ayam broiler

    PROFIL DARAH MERAH AYAM KAMPUNG UMUR 30 HARI AKIBAT PENAMBAHAN PROBIOTIK Rhizopus oryzae DALAM RANSUM

    Get PDF
    MUHAMMAD ROIS FATAH. 23010112140331. 2015. Profil Darah Merah Ayam Kampung Umur 30 Hari Akibat Penambahan Probiotik Rhizopus oryzae dalam Ransum (Erythrocytes Profile of 30 Days of Age Native Chickensdue to Administration of Probiotic Rhizopus oryzae in the Ration). (Pembimbing: ISROLI dan SUGIHARTO). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data profil darah merah (jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit) pada ayam kampung umur 30 hari yang diberi tambahan pakan probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 sampai September 2015. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 100 ekor day old chick (DOC) ayam kampung (unsex)dengan bobot badan awal 39,65± 1,46 gram. Probiotik yang digunakan yaitu fungi Rhizopus oryzae yang sudah diinokulasikan dalam media bahan pakan berupa jagung dan bekatul. Kandang yang digunakan adalah jenis battery sebanyak 20 petak dengan ukuran 60×35×35 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan meliputi berbagai konsentrasi probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum (0%, 0,2%, 0,4% dan 0,6%). Hasil penelitian menunjukkanbahwa tidak ada pengaruh penggunaan probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum terhadap rataan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit pada ayam kampung umur 30 hari. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Rhizopus oryzae tidak mengubah profil darah merah ayam kampung umur 30 hari

    PENGARUH PENGGUNAAN GATHOT (KETELA POHON FERMENTASI) DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL ERITROSIT, HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT AYAM BROILER

    Get PDF
    ALTRINA NUGRAHESTININGRUM. 23010112130105. 2016. Pengaruh Penggunaan Gathot (Ketela Pohon Fermentasi) dalam Ransum terhadap Profil Eritrosit, Hemoglobin dan Hematokrit Ayam Broiler. (The Effect of Gathot (Fermented Cassava) in Ration on Profile of Erythrocytes, Hemoglobin and Hematocrit Broiler). (Dosen Pembimbing : ISROLI dan ENDANG WIDIASTUTI). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh gathot dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit ayam broiler, dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober – 19 November 2015 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler sebanyak 160 ekor (unsex) dengan bobot badan 45,39 ± 3,28 g. Bahan ransum terdiri dari gathot, jagung kuning, tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul, Poultry Meat Meal (PMM), pollard dan top mix disusun menjadi ransum isoprotein dan isokalori (20% dan 2900 kkal/kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan gathot dalam ransum terdiri atas T0 (tanpa gathot), T1 (penggunaan 2,5% gathot), T2 (penggunaan5% gathot) dan T3 (penggunaan 10% gathot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gathot dalam ransum tidak mengakibatkan perbedaan rata-rata terhadap profil eritrosit, hemoglobin dan hematokrit darah ayam broiler. Rata-rata eritrosit untuk perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 2,42, 2,37, 2,31 dan 2,45(x 106/mm3), hemoglobin masingmasing 8,02, 7,72, 7,40 dan 7,78 (g/dL), hematokrit masing-masing 30,76, 29,68, 30,28 dan 30,70(%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan gathot sampai kadar10% dapat digunakan pada ransum ayam broiler, karena secara fisiologis tidak mengganggu kesehatan ayam broiler

    PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KAPANG Chrysonilia crassa TERHADAP PROFIL DARAH MERAH DAN BOBOT BADAN AKHIR AYAM BROILER

    Get PDF
    SUKMA PURBANDARI WIDOWATI. 203010114120028. 2018. Pengaruh Penambahan Probiotik Kapang Chrysonilia crassa terhadap Profil Darah Merah dan Bobot Badan Akhir Ayam Broiler (Pembimbing: SUGIHARTO dan ISROLI). Penelitian dilaksanakan bulan Juli – Agustus 2017. Lokasi penelitian di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis profil darah merah dilakukan di Laboratoroium Kesehatan Hewan, Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan probiotik kapang Chrysonilia crassa terhadap profil darah merah dan bobot badan akhir ayam broiler. Penelitian menggunakan 200 ekor day old chick (DOC) ayam broiler dengan bobot awal rata-rata 41,11 ± 0,16 g. Bahan pakan disusun menjadi ransum dengan kandungan PK 21,93% dan EM 3300 kkal/kg. Percobaan dirancang berdasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 (Pakan Basal), T1 (Pakan Basal + 0,04% Zinc bacitracin), T2 (Pakan Basal + 0,01% Bacillus sp.) dan T3 (Pakan Basal + 1% Chrysonilia crassa). Parameter yang diukur meliputi total eritrosit, kadar hemoglobin, persentase hematokrit, serta nilai indeks eritrosit yang meliputi mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular haemoglobin (MCH), mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC) dan bobot akhir ayam broiler. Data dianalisis keragamannya dengan analisis ragam (uji F) dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Chrysonilia crassa tidak memberikan pengaruh terhadap kadar eritrosit, hemoglobin, persentase hematokrit, serta nilai indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC), namun berpengaruh nyata terhadap bobot badan akhir ayam broiler. Kisaran total eritrosit yaitu 2,17 – 2,42 juta/mm 3 , kadar hemoglobin yaitu 9,36 – 10,04 g/dL, persentase hematokrit yaitu 30,36 – 31,32%, nilai indeks eritrosit yaitu MCV 134,8 – 135,5 fl, MCH 42,88 – 43,52 pg, dan MCHC yaitu 31,04 – 32,20 g/dL, serta bobot badan akhir ini yaitu 1601,4 – 1730,92 g. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian Chrysonilia crassa tidak menaikkan profil darah merah, namun dapat meningkatkan bobot badan akhir ayam broiler sehingga mampu menggantikan antibiotik Zinc Bacitracin sebagai pemacu pertumbuhan

    PENGARUH KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT ORGAN LIMFOID PADA AYAM BROILER

    Get PDF
    NURUL DWI APRILLIA. 23010113140274. Pengaruh Kepadatan Kandang yang Berbeda terhadap Bobot Organ Limfoid pada Ayam Broiler (Pembimbing : UMIYATI ATMOMARSONO dan ISROLI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kandang yang sesuai untuk pertumbuhan tanpa mengganggu dan mempengaruhi kondisi organ limfoid pada ayam broiler. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh pemeliharaan pada kepadatan kandang yang berbeda terhadap pemeliharaan ayam broiler dan memberikan informasi mengenai kepadatan kandang yang optimal untuk ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2017 di kandang Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 280 ekor ayam broiler umur 14 hari dengan bobot badan rata-rata 298,37 ± 23,33 g (CV = 7,81%) dan jenis kelamin unsexed. Perlakuan kepadatan kandang dilakukan ketika ayam mencapai umur 14 sampai 42 hari. Ransum menggunakan kadar protein kasar 22,84% dan energi metabolis 3.151,57 kkal/kg. Kandang yang digunakan adalah kandang litter dengan alas sekam berukuran 1x1 m 2 . Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemeliharaan pada kepadatan kandang berbeda dengan taraf sebagai berikut : T1 = 8 ekor/m 2 , T2 = 12 ekor/m , T3 = 16 ekor/m 2 dan T4 = 20 ekor/m 2 . Parameter yang diukur yaitu bobot relatif organ bursa fabrisius, limpa dan timus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot relatif bursa fabrisius secara berurutan adalah T1 = 0,11%, T2 = 0,10%, T3 = 0,09% dan T4 = 0,07 %, rata-rata bobot relatif limpa adalah T1 = 0,13%, T2 = 0,14%, T3 = 0,11% dan T4 = 0,15 %, rata-rata bobot relatif timus adalah T1 = 0,25%, T2 = 0,24%, T3 = 0,21 % dan T4 = 0,18 %. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) kepadatan kandang terhadap bobot relatif organ limfoid seperi bursa fabrisius, limpa dan timus Simpulan dari penelitian ini kepadatan kandang mencapai 20 ekor/m tidak memberikan pengaruh negatif pada kesehatan ayam broiler, hal ini dapat dilihat dari bobot relatif bursa fabrisius, limpa dan timus yang relatif sama

    PENGARUH PENAMBAHAN ANTIBIOTIK DAN PROBIOTIK Bacillus PLUS VITAMIN DAN MINERAL DALAM PAKAN TERHADAP PROFIL DARAH PUTIH AYAM BROILER

    Get PDF
    RENGGANIS WIDYA PUTRI. 23010114120016. Pengaruh Penambahan Antibiotik dan Probiotik Bacillus Plus Vitamin Mineral dalam Pakan terhadap Profil Darah Putih Ayam Broiler. (Pembimbing : ISROLI dan HANNY INDRAT WAHYUNI) Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang pada bulan September – Oktober 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian antibiotik dan probiotik Bacillus plus vitamin dan mineral terhadap profil darah putih ayam broiler. Materi yang digunakan adalah Day Old Chik (DOC) ayam broiler strain Lohman berjumlah 160 ekor dengan bobot awal rata-rata 35,42 ± 0,42 g, ayam dipelihara di kandang tipe panggung, dilengkapi peralatan makan ayam dan peralatan minum selama 35 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T1 (Pakan basal), T2 (Pakan basal + antibiotik 0,04%), T3 (Pakan basal + probiotik 0,05%) dan T4 (Pakan basal + antibiotik 0,04% + probiotik 0,05%). Parameter yang diamati adalah leukosit dan diferensial leukosit meliputi heterofil, eosinofil dan limfosit. Data dianalisis keragamannya pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan antibiotik dan probiotik Bacillus plus vitamin dan mineral tidak berpengaruh nyata terhadap leukosit dan deferensial leukosit. Rerata jumlah leukosit pada perlakuan T0 = 25,56 × 10 /µL, T1= 21,76 × 10 3 /µL, T2 = 23,20 × 10 3 /µL, T3 = 20,56 × 10 3 /µL; Heterofil pada perlakuan T0 = 1,04 × 10 3 /µL, T1= 0,66 × 10 3 /µL, T2 = 0,60 × 10 /µL, T3 = 0,56 × 10 3 /µL; Eosinofil pada perlakuan T0 = 1,20 × 10 3 3 /µL, T1= 1,10 × 10 /µL, T2 = 1,04 × 10 3 /µL, T3 = 0,96 × 10 3 /µL; Limfosit pada perlakuan T0 = 23,32 × 10 /µL, T1= 20,00 × 10 3 /µL, T2 = 21,54 × 10 3 /µL, T3 = 19,00 × 10 3 /µL; Rasio H/L pada perlakuan T0 = 0,04, T1= 0,03, T2 = 0,03, T3 = 0,03. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Bacillus plus vitamin dan mineral dapat untuk menggantikan antibiotik dilihat dari profil darah putih ayam broiler

    TOTAL LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM BROILER YANG DIBERI PROBIOTIK KAPANG Chrysonilia crassa DALAM RANSUM

    Get PDF
    ADE SETYA WIBOWO. 23010114120026. 2018. Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Broiler yang Diberi Probiotik Kapang Chrysonilia Crassa dalam Ransum (Total Leukosit and Differential Leukosit Chicken Broiler Given Probiotic Chrysonilia Crassa In Ranks). (Pembimbing SUGIHARTO dan ISROLI) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil darah putih (total leukosit, heterofil, eosinofil dan limfosit) pada ayam broiler yang diberi probiotik Chrysonilia crassa dan antibiotik. Manfaat dilaksanakan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi Chrysonilia crassa sebagai alternatif pengganti AGPs dalam menunjang kesehatan ayam broiler yang diindikasikan dari profil darah putih. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Juli – 28 Agustus 2017. Lokasi pemeliharaan ayam kampung berada di kandang unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 200 ekor day old chick (DOC)dengan bobot rata-rata 41,11±0,16 g. Antibiotik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu zinc bacitracin dan kapang Chrysonilia crassa yang ditumbuhkan pada media bekatul. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan probiotik Chrysonilia crassa dalam pakan dengan pola T0 (pakan kontrol), T1 (pakan kontrol + antibiotik Zinc bacitracin 0,04%), T2 (pakan kontrol + probiotik Bacillus sp. 0,01 %) dan T3 (pakan kontrol + probiotik Chrysonilia crassa 1%). Analisis total leukosit dan diferensial leukosit dilaksanakan di Lab. Kesehatan Hewan Type B Setiabudi, Semarang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Parameter yang diamati adalah total leukosit, heterofil, eosinofil dan limfosit. Hasil penelitian menunjukkan penambahan probiotik Chrysonilia crassa dalam ransum dapat meningkatkan (P<0,05) jumlah total leukosit dan limfosit ayam broiler. Rata-rata jumlah leukosit untuk T0, T1, T2 dan T3 masing – masing adalah 16,94×10 3 /mm 3 , 25,48×10 3 /mm 3 , 19,72×10 3 /mm 3 dan 20,06 × 10 . Rata-rata persentase heterofil untuk T0, T1, T2 dan T3 masing – masing adalah 0,54%), 0,54%, 0,46% dan 0,60%. Rata-rata persentase eosinofil untuk T0, T1, T2 dan T3 masing – masing adalah 0,86%, 0,98%, 0,96% dan 0,92%. Rata-rata persentase limfosit untuk T0, T1, T2 dan T3 masing – masing adalah 15,54%, 23,96%, 18,30% dan 18,54%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa probiotik Chrysonilia crassa memiliki kemampuan yang sebanding dengan antibiotik Zinc Bacitracin dan probiotik Bacillus sp. dalam memperbaiki profil leukosit, sehingga berpotensi dijadikan sebagai alternatif pengganti Antibiotik Zinc Bacitracin

    Performance of indigenous chicken under intensive rearing with various litter materials

    Get PDF
    The purpose of the research was to  obtain  information regarding the performance of indigenous chicken  under   intensive  rearing. The  performance criteria were the increasing body abdominal weight, fat, rectal temperature, and the indigenous chicken’s mortality within the 5-week starter phase treatment. Research was conducted using 108 Day Old Chick (DOC). Data variance was analysed  based  on  the  split  plot  design  (3  types  of cage  litter  materials,  5 weeks  of data collection,  and   4   replications)   for   weight   gain   and   abdominal   fat parameters,   and completely  randomized  design  in  time  for rectal temperature. The result indicated a significant  effect  of  different  litter  materials  towards  weight  gain  (P  <0.01), the  highest body weight  was found on  chicken treated with rice straw litter; there was  no effect  of litter material on abdominal fat percentage; there was a significant effect (P < 0.01) of age towards rectal temperature; and there were no  interactions  between litter material with age,  on body weight  gain,  abdominal  fat,  and  rectal  temperature.  Chickens  under intensive  rearing  in rice straw floored cages were proven to have a mortality rate reduced by 3.7% in the starter phase. doi: http://dx.doi.org/10.12777/ijse.4.2.2013.52-56 [How to cite this article: Sulistyoningsih, M., Sunarti, D., Suprijatna, E., & Isroli, I. (2013). Performance of indigenous chicken under intensive rearing with various litter materials. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE AND ENGINEERING, 4(2), 52-56; doi: http://dx.doi.org/10.12777/ijse.4.2.2013.52-5

    ENGARUH ONGGOK FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT HATI, ENZIM SERUM GLUTAMAT OKSALOASETAT TRANSMINASE DAN SERUM GLUTAMAT PIRUVAT TRANSMINASE PADA BROILER

    Get PDF
    AGUS DARMAWAN. 23010113130200. 2017. Pengaruh Onggok Fermentasi dalam Ransum terhadap Bobot Hati, Enzim Serum Glutamat Oksaloasetat Transminase dan Serum Glutamat Piruvat Transminase pada Broiler (Pembimbing : ISROLI dan SUGIHARTO) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar enzim Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT), enzim Serum Glutamat Oksaloasetat Tranasminase (SGOT) dan bobot hati ayam broiler akibat pemberian ransum yang mengadung onggok fermentasi Acremonium charticola dan/atau mengandung antibiotik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2016 di kandang ayam broiler Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang Materi yang digunakan adalah 160 day old chick (DOC) Ayam Broiler strain Lohman (jantan) dengan bobot badan awal rata-rata 41,30 ± 2,68 gram. Kandang yang digunakan berukuran 1 x 1 x 1 m, terdapat 20 petak. Masing – masing petak berisi 8 ekor broiler. Perlakuan yang diberikan berupa T0 (kontrol), T1 (ransum ditambah antibiotik), T2 ( ransum ditambah onggok fermentasi dan antibiotik), T3 (ransum ditambah onggok fermentasi). Antibiotik sintetik yang digunakan adalah neomycin. Perlengkapan dan peralatan analisis kadar SGOT dan SGPT meliputi spektrofotometer, SGOT reagen kit, dan SGPT reagen kit. Parameter yang diukur meliputi kadar SGPT, SGOT, dan bobot relatif hati. Data hasil penelitian dianalisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onggok fermentasi dengan Acremonium charticola dalam ransum dan atau antibiotik tidak berpengaruh nyata terhadap kadar SGOT, SGPT, dan bobot relatif hati. Rataan kadar SGOT pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 280,06±47,8 U/L, 239,18±41,31 U/L, 207,34±66,10 U/L, 249,38±46,01 U/L. Rataan kadar SGPT pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 13,62±1,62 U/L, 19,00±6,58 U/L, 15,50±2,34 U/L, 13,18±2,79 U/L. Rataan bobot relatif hati pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 2,93±0,08 %, 2,97±0,60 %, 2,65±0,19 %, 2,76±0,31 %. Simpulan dari penelitian adalah pemberian onggok yang difermentasi dengan kapang Acremonium charticola dalam ransum dan atau mengandung antibiotik aman diberikan dan dikonsumsi ayam broiler
    corecore