395 research outputs found
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUISI BERTEMA PERJUANGAN UNTUK MENGUATKAN NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN : PTK tentang Penggunaan Media Pembelajaran Puisi Bertema Perjuangan dalam Pembelajaran PPKn di Kelas VII A SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung
Nilai nasionalisme merupakan salah satu nilai yang harus dimiliki oleh siswa. Pembinaan nilai nasionalisme itu dikembangkan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah. Media pembelajaran merupakan salah satu alat untuk merangsang semangat kebangsaan mereka. Namun kondisi di sekolah, media yang digunakan guru dalam pembelajaran itu kurang bervariasi dan kurang menggugah para siswa, sehingga pembinaan kompetensi sikap nasionalisme siswa masih kurang optimum. Oleh karena itu, untuk mencapai penguatan nilai-nilai nasionalisme siswa dalam pembelajaran PPKn, digunakanlah media pembelajaran puisi bertema perjuangan, khususnya dalam materi berkomitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian dilakukan di kelas VII A SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung melalui metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi kepustakaan, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan penguatan nilai-nilai nasionalisme siswa pada pembelajaran PPKn melalui tiga siklus pembelajaran. Hasil memperlihatkan sikap belajar siswa yang tinggi, disiplin, saling toleransi dan menghargai teman, serta hormat dan santun kepada guru. Terlihat deskripsi siswa dalam mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi, berani tampil ke depan kelas dan makin berani mengemukakan pendapat. Seiring dengan itu, perkembangan kognitif dan keterampilan mereka terlihat dari berkomunikasi dalam kelompok dan kelas di sekolah. Kesimpulannya, media puisi bertema perjuangan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran, guna menguatkan nilai-nilai nasionalisme siswa di sekolah. Maka seyogyanya media puisi bertema perjuangan terus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran di sekolah.
Kata kunci:
Media, pembelajaran, puisi perjuangan, nasionalisme.
Nationalism is one of many values that must be possessed by students. Development of nationalism is developed through civic education in school. Instructional media is one of tools to stimulate their national spirit. Nevertheless, the conditions in school, the media used by teachers in teaching are less varied and evocative over the students, so student’s competency over nationalism is still less optimum. Therefore, the use of struggle themed poetry is to achieve the reinforcement of student’s nationalism in civic education, especially in part to commit to Pancasila as national principle. The research conducted in JHS UPI Bandung Laboratory Schools class VII A through Classroom Action Research Method. The data collection techniques that used are observation, interviews, documentation studies, literature studies, and field notes. The research results show reinforcement of student’s nationalism in civic education through three cycles of learning. The results show high students learning attitude, discipline, tolerance, respect and well behaved over fellow students and teachers. Students prioritize their group rather than their personal interest, they are able to appear in front of the class, and express their opinions. Along with that, their skills and cognitive development are visible from the way they communicate in groups and class in school. The conclusion is the media struggle themed poetry can be used as an alternative media that can be used by civics teachers to improve the quality of learning process, also reinforces the student’s nationalism in school. Accordingly, the struggle themed poetry media continue to be developed in civic education in school.
Keywords: Media, Learning, Struggle Poetry, Nationalism
DAMPAK EFIKASI DIRI DAN HUSTLE CULTURE TERHADAP KECEMASAN MATEMATIS SISWA
Guru tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga perlu
memikirkan faktor psikologis, seperti kecemasan matematis siswa. Kecemasan
matematis diartikan sebagai perasaan takut, tegang dan tertekan yang dialami
siswa ketika belajar, mengerjakan tugas dan menghadapi ujian matematika.
Kecemasan matematis dipengaruhi oleh keyakinan siswa terhadap kemampuan
dirinya sendiri yang disebut sebagai efikasi diri. Semakin tinggi tingkat efikasi
diri seseorang maka akan semakin rendah kecemasan matematis siswa. Selain
keyakinan, terdapat fenomena budaya yang sedang marak terjadi di kalangan
siswa yaitu hustle culture. Hustle culture adalah budaya siswa yang berambisi
tinggi dalam mencapai kesempurnaan di bidang akademik. Berbeda dengan
efikasi diri, hustle culture diduga akan memperparah kecemasan matematis jika
diterapkan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak efikasi diri
dan hustle culture terhadap kecemasan matematis. Jenis penelitian ini ex – post
facto dengan metode kuantitatif dan pendekatan korelasi. Tempat penelitian
dilakukan di MAN 2 Kota Cirebon dan SMAN 1 Palimanan dengan sampel setiap
sekolah sebanyak 94 orang yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024.
Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner/angket. Teknik analisis data
menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, analisis regresi linear berganda
dan analisis faktor metode PCA. Hasil penelitian pada MAN 2 Kota Cirebon
menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri siswa sebesar 61.083%, hustle culture
63% dan kecemasan 60%. Sedangkan hasil penelitian di SMAN 1 Palimanan
menunjukan bahwa tingkat efikasi diri sebesar 61.067%, hustle culture 64% dan
kecemasan 62%. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel
efikasi diri dan kecemasan yang berarti semakin tinggi efikasi diri maka semakin
rendah kecemasan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.726 untuk MAN dan
0.748 untuk SMAN. Sebaliknya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara
variabel hustle culture dan kecemasan artinya semakin tinggi hustle culture maka
semakin tinggi pula kecemasan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.376 untuk
MAN dan 0.419 untuk SMAN serta dampak yang diberikan kedua variabel
terhadap kecemasan sebesar 40.8% untuk MAN dan 41% untuk SMAN. Hasil
penelitian di MAN 2 Kota Cirebon menggunakan analisis faktor metode PCA
bahwa terbentuk 10 faktor dengan faktor dominan yaitu faktor 1 dengan nilai
eigen terbesar 12.630 serta menjelaskan 30.804% varian dan item dominan yaitu
item 12 karena memiliki nilai korelasi sebesar 0.812. Hasil penelitian di SMAN 1
Palimanan menggunakan analisis faktor metode PCA bahwa terbentuk 10 faktor
dengan faktor dominan yaitu faktor 1 dengan nilai eigen terbesar 12.251 serta
menjelaskan 31.414%% varian dan item dominan yaitu item 13 karena memiliki
nilai korelasi sebesar 0.805.
Kata kunci: Efikasi Diri, Hustle Culture, Kecemasan Matematis Sisw
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA PADA KELAS XII OTKP DI SMKN 1 INDRAMAYU
Tujuan utama dari Sekolah Menengah Kejuruan adalah untuk mencetak siswa agar siap bekerja dengan mempunyai keahlian tertentu. Tetapi data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lulusan SMK merupakan faktor tertinggi adanya pengangguran. Berdasarkan hasil lapangan pra penelitian di SMKN 1 Indramayu, faktor yang sangat mempengaruhi kesiapan kerja siswa adalah program Praktik Kerja Industri dan Motivasi Memasuki Dunia kerja. Penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari variabel yang diambil dan bagaimana pengaruh antar variabel tersebut.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metodoe explanatory survey. Penulis menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada 82 siswa kelas XII OTKP di SMKN 1 Indramayu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Pada kajian pustaka grand theory yang penulis ambil yaitu Teori Belajar Kognitif dari M. Robert Gagne.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat temuan yaitu: (1) gambaran keberhasilan praktik kerja industri berada pada kategori tingi dan berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa; (2) gambaran motivasi memasuki dunia kerja berada pada kategori tinggi dan berpengaruh terhadap kesiapan kerj siswa; (3) gambaran kesiapan kerja siswa berada pada kategori tinggi. Kemudian, hubungan ketiga variabel tersebut sangat kuat dengan nilai sebesar 0,740. Dari hasil uji determinasi juga menunjukan 54,7% merupakan pengaruh dari praktik kerja industri dan motivasi memasuki dunia kerja siswa terhadap kesiapan kerja siswa dan 45,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari praktik kerja industri dan motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa pada kelas XII OTKP di SMKN 1 Indramayu
IMPLIKASI SOSIOLOGIS PENERAPAN GANJIL GENAP LALU LINTAS DALAM MASA COVID TERHADAP KESEJAHTERAAN RAKYAT
Penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat dan massif membuat collaps berbagai negara dibelahan dunia, termasuk Indonesia. Indonesia yang sampai saat ini belum menujukkan curva landai dalam persebaran Covid-19 membuat pemerintah terus-menerus mengganti kebijakannya, mulai dari PSBB ketat sampai kini ke tahap PPKM Level 3 dan 4 yang kemudian menerapkan kebijakan mengenai sistem ganjil genap untuk kendaraan. Agaknya pemerintah lupa bahwa sistem ganjil genap hanya dapat menekan mobilitas kendaraan, tapi tidak dengan persebaran Covid-19. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini berdasar pada komparasi dari daerah-daerah yang menerapkan aturan sistem ganjil genap kemudian dianalisis secara hukum. Timbulnya klaster baru pada penyebaran Covid-19 di transportasi umum menunjukkan bahwa sejatinya tujuan dari kebijakan sistem ganjil genap kendaraan dibuat hanya untuk menekan mobilitas kendaraan pada masa normal, bukan seperti saat ini. Sistem ganjil genap juga dapat membunuh kesejahteraan rakyat yang usahanya masuk kedalam ruas-ruas jalan raya yang terkena ganjil genap
Urgensi Good Will Pemerintah dalam Pembentukan Undang-Undang yang Baik
Perjalanan politik hukum di Indonesia, telah mengalami begitu banyak pembaharuan yang begitu terasa. Berbagai macam isi dari pembentukan peraturan perundang-undangan dipengaruhi oleh berbagai aspek kini kian muncul ke permukaan. Pembentukan peraturan pemerintah yang baik harusnya mengacu kepada UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Peraturan Pembentukan Perundang-undangan. Tujuan dari penelitian ini semoga bisa dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam pembentukan perundangan. Pada akhirnya keseluruhan solusi di masyarakat membutuhkan aturan yang di buat dengan niat baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Metode penelitian dalam tulisan ini mengacu kepada metode penelitian yang bersifat yuridis normatif, yakni meneliti serta menganalisis beberapa aturan perundang-undangan di tahun 2020 apakah sudah sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2011. Peraturan perundang-undangan merupakan tameng serta merupakan kepastian hukum yang akan didapatkan oleh masyarakat dan sebagai pemelihara ketertiban dalam suatu negara
Analyzing Brazilian markets using the Global VAR & IIS Approach
This thesis consists of three chapters. The chapters can be read separately, ie there is no predetermined reading order. However, the suggested order follows a linear evolution of the theme. This work expands the work of Barbosa (2017), in his study the author establishes a model for the Brazilian market taking into account the interdependencies between regions using the Global VAR (GVAR) methodology, and uses this model to estimate the elasticity of regional employment in relation to the country’s economic activity. In this study we expand the Barbosa (2017) model on several fronts. First, the study addresses the use of different weight matrices. Traditionally, the weight matrix used in the literature is based on trade weights and bilateral trade between two countries. Barbosa (2017) proposes a weight matrix based on connections between regions, this study in its turn expands these weight matrix allowing the weight matrix to be based not only on connections between regions but also on macroeconomic variables of each region such as GDP, GDP per capita and population. A second innovation is made with the proposal of a new econometric model. This new econometric model is built from the Global VAR model, which is expanded through a saturation with impulse indicators (henceforth called GVAR-IIS). It is worth mentioning that the hypothesis of weak exogeneity remains a requirement for the validity of the GVAR-IIS. For validation of weak exogeneity, the study applies not only the classical tests of weak exogeneity proposed by Granger and Lin (1995) but expands the tests by applying the concept of separability proposed by Hecq et al. (2002). The first part of the study analyzes the original model proposed by Barbosa (2017) using a weight matrix based on connections between cities. The database is expanded to include the period of forecasts that took place between 2016 and 2018. In this chapter we assess how the forecasts behave in the face of the scenario, we also assess the resilience of the regions and the heterogeneity of the responses. In the second part, the GVAR model proposed by Barbosa (2017) is saturated with impulse indicators, this new model is referred as GVAR-IIS. The chapter proposes an estimation procedure for the GVARIIS. The Chapter also presents an empirical exercise in which the new GVAR-IIS model is evaluated together with other models to assess its predictive power. To validate the hypotheses of weak exogeneity, the classical tests proposed by Granger and Lin (1995) are carried out, in which an innovation is the use of the concept of separability proposed by Hecq et al. (2002) to validate the hypothesis of weak exogeneity. Finally, in the third part, the GVAR-IIS model developed in the previous chapter is used together with a weight.Este trabalho utiliza um modelo para o mercado Brasileiro levando em conta as interdependências entre as regiões utilizando a metodologia do Global VAR (GVAR), o estudo é dividido em 3 partes. A primeira parte do estudo analisa o modelo original proposto por (Barbosa, 2017) utilizando uma matriz de peso baseada nas conexões entre cidades. A base de dados é expandida para contemplar o período de previsões ocorridas entre 2016 e 2018. Neste capitulo avaliamos como as previsões se comportam frente ao cenário ocorrido bem como avaliamos a resiliência das regiões e a heterogeneidade das respostas. Na segunda parte, o modelo GVAR é saturado com a indicadoras de impulso, sendo este novo modelo referenciado como GVAR-IIS. O capitulo propõe um procedimento de estimação para o GVAR-IIS. O Capitulo apresenta também um exercício empírico no qual o novo modelo GVAR-IIS é avaliado juntamente com outros modelos para avaliação do seu poder preditivo. Para validação das hipóteses de exogeneidade fraca é realizado os testes clássicos propostos por Granger (1995), em sendo que uma inovação é a utilização do conceito de separabilidade proposto por Hecq (2002) para validação da hipóteses de exogeneidade fraca. Por fim, na terceira parte, o modelo GVAR-IIS desenvolvido no capitulo anterior é utilizado juntamente com uma matriz de pesos baseado na conexões entre cidades ponderada com informações do PIB per-capta. O capitulo avalia a performance de previsão do modelo GVAR-IIS, juntamente com a matriz de conexões, em um cenário de especificação incorreta
IMPLIKASI SOSIOLOGIS PENERAPAN GANJIL GENAP LALU LINTAS DALAM MASA COVID TERHADAP KESEJAHTERAAN RAKYAT
Penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat dan massif membuat collaps berbagai negara dibelahan dunia, termasuk Indonesia. Indonesia yang sampai saat ini belum menujukkan curva landai dalam persebaran Covid-19 membuat pemerintah terus-menerus mengganti kebijakannya, mulai dari PSBB ketat sampai kini ke tahap PPKM Level 3 dan 4 yang kemudian menerapkan kebijakan mengenai sistem ganjil genap untuk kendaraan. Agaknya pemerintah lupa bahwa sistem ganjil genap hanya dapat menekan mobilitas kendaraan, tapi tidak dengan persebaran Covid-19. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini berdasar pada komparasi dari daerah-daerah yang menerapkan aturan sistem ganjil genap kemudian dianalisis secara hukum. Timbulnya klaster baru pada penyebaran Covid-19 di transportasi umum menunjukkan bahwa sejatinya tujuan dari kebijakan sistem ganjil genap kendaraan dibuat hanya untuk menekan mobilitas kendaraan pada masa normal, bukan seperti saat ini. Sistem ganjil genap juga dapat membunuh kesejahteraan rakyat yang usahanya masuk kedalam ruas-ruas jalan raya yang terkena ganjil genap
Interconnecting Governments, Businesses and Citizens: A Comparison of Two Digital Infrastructures
Public and private organizations in various areas are setting up digital Information Infrastructures (IIs) for interconnecting government, businesses and citizens. IIs can create value by sharing and integrating data of multiple ac-tors. This can be the basis for value added services and especially collaborations of public and private partners can make IIs thrive. Easier access to integrated services and products (jointly) offered by government and businesses may stimulate transparency and innovations. IIs are under development in many do-mains, including for open data and international trade. However, there are nota-ble differences in the design, characteristics and implementation of the IIs. The objective of this paper is to compare two diverse IIs in order to obtain a better understanding of common and differing elements in the IIs and their impact. Among the differences are the roles of government, businesses and users, in driving, developing and exploitation of the IIs.Multi Actor SystemsTechnology, Policy and Managemen
Extracting Citation Relationships from Web Documents for Author Disambiguation
[[sponsorship]]資訊科學研究所[[note]]未出
Kajian Sosiologi Hukum Budaya Scan Aplikasi Peduli Lindungi Pada Kawasan Publik di Kota Besar
Pandemi Covid 19 telah memberikan beberapa perubahan dalam kehidupan manusia di seluruh dunia. Pengaruh dari Virus Sars Covid 19 kepada perilaku hukum masyarakat melalui telaah kebiasaan tertentu di Indonesia. Kasus yang dipaparkan adalah kebiasaan hukum yang timbul akibat virus Covid 19 itu, di mana masyarakat kini dipaksa untuk melakukan scan barcode di aplikasi peduli lindungi apabila ingin masuk ke kawasan publik khususnya yang berada di wilayah kota besar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini memakai metode penelitian normatif/doctrinal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar mengetahui bagaimana perilaku sosial bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Kata Kunci: kawasan publik; peduli lindungi; sosiologi hukum
- …
