5 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PENDIDIKAN (Kasus Mahasiswa STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta)

    Get PDF
    Ina Fitria Ismarlin, S620207004, 2016, “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PENDIDIKAN” (Kasus Mahasiswa STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian Di Yogyakarta) TESIS. Pembimbing I: Dr. Ir. Eny Lestari, M.Si., Pembimbing II: Dr. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si. Magister Penyuluhan Pembangunan, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (PPs- UNS) ABSTRAK Untuk mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia, setiap petugas perlu diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan keterampilan-keterampilan baru dan meningkatkan keahlian khususnya selama ia masih aktif dalam jabatannya. Ini merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas SDM pertanian guna meningkatkan kesejahteraan para petani. Sumberdaya pertanian yang dimaksud, selain petani juga aparaturnya yang didalamnya termasuk penyuluh pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Pertanian, yang bertugas melaksanakan pendidikan profesional di bidang penyuluhan pertanian. STPP Magelang terdiri dari 2 (dua) Program studi yaitu Program Studi Penyuluhan Pertanian di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Program Studi Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Saat ini STPP Jurluhtan Yogyakarta mempunyai 118 orang mahasiswa tugas belajar yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui faktor karakteristik mahasiswa, dukungan dari pengajar, dukungan atas fasilitas belajar terhadap motivasi belajar penyuluh yang mengikuti pendidikan di STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta, (2) Mengetahui faktor karakteristik mahasiswa, dukungan dari pengajar, dukungan atas fasilitas belajar terhadap hasil belajar penyuluh yang mengikuti pendidikan di STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta. Untuk mengumpulkan informasi dalam menganalisis penelitian ini maka 60 orang mahasiswa sebagai responden dipilih dengan teknik sampel berstrata tidak proporsional (disproportional stratified random sampling). Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisa jalur (path analysis). Berdasarkan dari hasil analisis penelitian disimpulkan bahwa : (1) Motivasi belajar mahasiswa dipengaruhi secara simultan oleh karakteristik mahasiswa, dukungan pengajar, dan dukungan fasilitas, (2) Hasil belajar mahasiswa dipengaruhi secara simultan oleh karakteristik mahasiswa, dukungan pengajar, dan dukungan fasilitas secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi belajar sebagai pemediasi. Kata kunci : penyuluh, pertanian, motivasi, kapasitas, pendidikan

    PENGEMBANGAN USAHA ECO-ENZYME MELALUI BENCHMARKING DAN BUSINESS MODEL CANVAS DI KELOMPOK TANI SRIJO BERSERI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan tekhnologi inovasi eco-enzyme dan mengetahui strategi  pengembangan usaha eco-enzyme sebagai model pemberdayaan petani melalui pendekatan benchmarking dan Business Model Canvas (BMC). Penelitian ini melibatkan Kelompok Tani Srijo Berseri dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Makmur sebagai objek perbandingan. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil benchmarking menunjukkan bahwa KWT Srikandi Makmur memiliki keunggulan pada aspek teknis fermentasi, khususnya penggunaan gula merah dan perlakuan pembukaan tutup fermentasi yang berkontribusi terhadap kualitas produk. Sementara itu, analisis BMC pada Kelompok Tani Srijo Berseri mengidentifikasi sembilan elemen model bisnis yang mencakup segmen pasar, nilai produk, saluran distribusi, serta potensi pendapatan. Dari sisi ekonomi, usaha ini menunjukkan kelayakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,36 dan titik impas pada penjualan 73 botol dengan ukuran 100ml. Secara sosial, pelibatan masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan usaha berbasis benchmarking dan BMC dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan usaha eco-enzyme, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN MIE WORTEL DI DESA TARUBATANG, KECAMATAN SELO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel di Desa Tarubatang. Penelitian ini mengguanakan metode kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2024 di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan alat analisis linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 77,37%. Dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita tani adalah motivasi, ketersediaan sarana prasarana, dan peran penyuluh. Kata Kunci: Tingkat Partisipasi, Faktor-Faktor Partisipasi, Pengolahan Mie Worte

    Analisis Bibliometrik dari Penelitian Bank Sampah untuk Pengelolaan Persampahan : 2008 – 2018 (Bibliometric Analysis of Waste Bank Research for Solid Waste Management: 2008 – 2018)

    No full text
    Abstract The concept of waste management through a waste bank was first researched in Thailand in 2008. It is known that waste banks can minimize the volume of waste that will be disposed of to landfill. Waste banks also create economic opportunities and can improve the quality of the environment. This research was conducted to find out how to manage waste through a waste bank. Scientific articles indexed by Dimensions (2008-2018) were analyzed by the systematic library review (SLR) method. The parameters analyzed include aspects of the number of articles published, journal choice, article writer, author's institution and country of origin, author collaboration, and the number of citations. The results of the analysis are visualized with the VOSviewer application. There are 99 scientific articles known and can be known by authors, institutions and any country in the world that study waste banks for waste management. Publications on waste banks tend to experience a significant increase from 2016 to 2018. Popular research topics are community-based waste management, changes in environmental care behavior, and performance evaluation and success factors for waste banks. Keywords: bibliometric, systematic literature review, VOSviewer, waste bank. Abstrak Konsep pengelolaan sampah melalui bank sampah pertama kali diteliti di Thailand pada tahun 2008. Diketahui bahwa bank sampah bisa meminimalkan volume limbah yang akan dibuang ke TPA. Bank sampah juga menciptakan peluang ekonomi dan bisa meningkatkan kualitas lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah melalui bank sampah. Artikel ilmiah yang terindeks Dimensions (2008-2018) dianalisis dengan metode tinjauan pustaka sistematis (SLR). Parameter yang dianalisis meliputi aspek jumlah artikel yang terbit, pilihan jurnal, penulis artikel, institusi penulis serta asal negara, kolaborasi penulis, dan jumlah kutipan. Hasil analisa tersebut divisualisasikan dengan aplikasi VOSviewer. Diketahui ada 99 artikel ilmiah dan bisa diketahui penulis, institusi dan negara mana saja di dunia yang meneliti mengenai bank sampah dalam pengelolaan sampah. Publikasi mengenai bank sampah cenderung mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2016 hingga 2018. Topik popular penelitian adalah manajemen pengelolaan sampah berbasis masyarakat, perubahan perilaku peduli lingkungan, serta evaluasi kinerja dan faktor keberhasilan bank sampah. Kata kunci: bank sampah, bibliometrik, tinjauan pustaka sistematis, VOSviewer

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Petani dalam Produksi Benih Bawang Merah (Allium cepa L.) di Kalurahan Karangrejek, Kabupaten Gunung Kidul, DIY

    Get PDF
    Produksi benih bawang merah secara mandiri merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usahatani hortikultura, khususnya di wilayah pedesaan. Di Kalurahan Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, bawang merah menjadi komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun demikian, sebagian besar petani masih bergantung pada benih dari luar daerah, yang harganya cenderung mahal dan ketersediaannya tidak selalu terjamin. Kondisi ini mendorong pentingnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian petani dalam memproduksi benih bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap kemandirian petani dalam produksi benih bawang merah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang petani bawang merah yang berada di Kalurahan Karangrejek.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner  dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda melalui program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, variabel umur, pengalaman berusahatani, modal usahatani, luas lahan, peran penyuluh, dukungan pemerintah, dan peran kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani (F hitung = 4,385; sig. = 0,000). Namun secara parsial, hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu modal usahatani (t = 2,198; sig. = 0,031) dan dukungan pemerintah (t = 2,420; sig. = 0,018). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,231 menunjukkan bahwa 23,1% variasi kemandirian petani dapat dijelaskan oleh model, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa modal dan dukungan pemerintah merupakan faktor dominan dalam mendorong petani untuk lebih mandiri dalam produksi benih. Oleh karena itu, peningkatan akses permodalan dan penguatan program pendampingan pemerintah perlu menjadi prioritas dalam pemberdayaan petani di daera
    corecore