1,720,966 research outputs found
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT DAN EXPLOSIVE POWER TUNGKAI TERHADAP ACCURACY SERANGAN ANGGAR (Studi Pada Atlet Putra Surabaya Fencing Club)
Abstrak Anggar adalah cabang olahraga beladiri menggunakan senjata, di Indonesia cabang olahraga anggar telah sering dipertandingkan pada suatu kejuaraan daerah maupun nasional. Teknik yang harus dikuasai adalah teknik serangan anggar karena teknik serangan adalah teknik dasar dari setiap gerakan serangan kombinasi lainnya. Sama dengan olahraga beladiri lain, serangan dalam anggar bertujuan untuk mendapatkan sebuah point demi sebuah keberhasilan kemenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data maupun informasi besaran hubungan kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut dan explosive power tungkai terhadap accuracy serangan anggar dengan hubungan individu dan secara bersama-sama. Metode analisa menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dengan pengumpulan data melalui intrumen push up, sit up, standing board jump dan bower fencing test. Hasil dari penelitian dipaparkan: hasil dari ANOVA menjelaskan nilai Fhitung = 2,74 < Ftabel = 3,71. Hal tersebut dijelaskan melalui Fhitung = 2,74 < Ftabel = 3,71 bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kekuatan otot lengan (X1), kekuatan otot perut (X2) dan explosive power tungkai (X3) secara bersama-sama terhadap accuracy serangan anggar (Y). Kemudian hasil dari masing-masing individu menunjukkan variabel kekuatan otot lengan yang memberikan hubungan paling tinggi terhadap variabel accuracy serangan anggar, yang diikuti variabel explosive power tungkai. Untuk kekuatan otot perut (X2) masih perlu mendapatkan perhatian lebih dengan meningkatkan program latihan khusus pada kekuatan otot perut agar mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Kesimpulan: Variable kekuatan otot lengan (X1) memberikan hubungan sebesar 30,25%, Variable kekuatan otot perut (X2) memberikan hubungan sebesar 14,13%, Variabel explosive power tungkai (X3) sebesar 28,62%, Variable kekuatan otot lengan dan explosive power tungkai dari masing-masing individu memiliki hubungan dan secara bersama variable bebas mempunyai hubungan 45,02% terhadap accuracy serangan anggar (Y). Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Kekuatan Otot Perut, Explosive Power Tungkai, Accuracy serangan angga
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA SURYANAGA USIA 13-15 TAHUN KOTA SURABAYA
Abstrak
Pemain sepak bola sangat membutuhkan kebugaran jasmani agar memiliki kondisi fisik yang prima dalam bermain sepak bola meskipun usia para pemain tersebut masih sangar dini. Hal ini diperlukan karena pemain sepak bola dituntut untuk mampu bermain bagus dan prima selama pertandingan berlangsung agar mampu meningkatkan prestasi dan memenangkan pertandingan. Namun sayangnya saat ini banyak pemain sepak bola yang memiliki kondisi fisik yang masih terbilang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa bugar kondisi tubuh para atlit SSB Suryanaga Kota Surabaya usia 13-15 tahun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melalui tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI) tahun 2010 untuk usia 13- 15 tahun untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa. Populasi dalam penelitian in yakni seluruh siswa SSB Suryanaga Kota Surabaya yang memiliki rentang usia 13 tahun hingga 15 Tahun. Dari data yang ada jumlah siswa aktif yang usianya 13-15 tahun sebanyak 10 orang. Sehingga jumlah populasi penelitian ini yakni sebanyak 10 orang siswa SSB Suryanaga Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi kurang dari 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tes yang diujikan dalam hal ini tes sit up termasuk dalam kategori baik sekali, hasil tes lari 50 meter termasuk dalam kategori baik, hasil tes lari 1000 meter termasuk dalam kategori sedang. Serta hasil tes vertical jump termasuk dalam kategori kurang. Sehingga secara keseluruhan hasil tes kebugaran jasmani siswa SSB Suryanaga Surabaya usia 13-15 tahun tergolong dalam kategori sedang.
Kata Kunci: kebugaran jasmani, sepak bola, aktivitas fisik
EFEKTIVITAS TEKNIK KOMITE DAN RANDORI KELAS B SENIOR PUTRA CABANG OLAHRAGA JU-JITSU DI KEJUARAAN JU-JITSU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ANTAR DOJO KE-VII SE-INDONESIA 2018
ABSTRAK Kejuaraan Ju-jitsu Universitas Muhammadiyah Ponorogo antar dojo ke-VII se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pertandingan tersebut mempertandingkan kategori senior putra kelas A, B, C, D, E, F, G, senior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, junior putra kelas A, B, C, D, E, F, junior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, regular putra kelas A, B, C, D, E, F, regular putrid kelas A, B, C, D, E, F tingkat nasional. Teknik pada ju-jitsu ada komite berupa tangkisan dan tendangan serta teknik randore berupa bantingan dan kuncian. Sasaran teknik komite diatas kemaluan hingga dibawah leher, sasaran teknik randori apabila membanting lawan sesuai ketentuan teknik dan kuncian masuk bila lawan tidak bisa bangkit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas teknik komite dan randori kelas B senior putra yang berjumlah 13 peserta. Hasil penelitian ini adalah teknik komite lebih efektiv dibandingkan teknik randori pada kelas B senior putra dengan perolehan poin pukulan 26 kali dengan persentase 35,50%, poin tendangan 30 kali dengan persentase 37,50%, sedangkan perolehan poin masuk pada teknik randore lebih sedikit yaitu poin bantingan 16 kali dengan persentase 20%, poin kuncian 8 kali dengan persentase 10%, jumlah total teknik komite di seluruh babak sebanyak 56 kali dengan total efektivitas 70%, jumlah total teknik randori di seluruh babak sebanyak 24 kali dengan total efektivitas 30%. Kata Kunci : Efektivitas, Ju-Jitsu, Komite, Randori. ABSTRACT Championship Muhammadiyah University of Ponorogo Between Dojo the Seventh Championship as Indonesia at Muhammadiyah University of Ponorogo. The match represents the senior male categories of class A, B, C, D, E, F, G, senior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, junior male categories of class A, B, C, D, E , F, junior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, regular male categories of class A, B, C, D, E, F, regular female categories of class A, B, C, D, E, F nationa grade. Techniques on ju-jitsu there are komite in the form of punch and kicks and randore techniques in the form of takedown and locks. The technical targets of the komite above the genitals to the bottom of the neck, target randori technique when slamming the opponent in accordance with technical provisions and locks in when the opponent can not rise. The purpose of this study is to determine the level of effectiveness of technical komite and randori class B male senior which amounted to 13 participants. The result of this research is the effectiveness of komite technique rather than the technique of randori in the class B male senior with the acquisition of 26 punch points with the percentage of 35.50%, the kick point 30 times with the percentage of 37.50%, while the gain points on the randore technique is takedown points 16 times with percentage of 20%, locking points 8 times with percentage of 10%, the total number of komite techniques throughout the round counted 56 times with a total effectiveness of 70%, the total number of randori techniques throughout the round counted 24 times with a total effectiveness of 30%. Keywords: Effectiveness, Ju-Jitsu, Komite, Randori
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Latihan Agility Ladder Icky Shuffle dan 2 In 2 Out Forward Terhadap Kelincahan, Studi pada Anggota Ekstrakulikuler Karate SMAN 1 Sumenep.
Abstrak Cabang olahraga karate adalah salah satu ilmu beladiri yang tidak sama sekali di ajarkan penggunaan senjata selain anggota tubuh sendiri untuk dapat jadi seorang karateka yang handal di butuhkan kondisi fisik yang prima. Olahraga ini bergantung pada tingkat kondisi fisik maksimum kekuatan, kecepatan, daya ledak, dan kelincahan. (Mitkle, 2014: dalam davaran, Elmieh, & Arazi, 2014). Dalam olahraga karate kelincahan dapat mendukung performance atlet saat bertanding di atas matras. Kelincahan yang baik memungkinkan karateka dapat dengan mudah mengubah posisi tubuhnya untuk menyerang ataupun untuk menghindari serangan lawan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah di rumuskan, yaitu (1). Apakah ada pengaruh latihan icky shuffle terhadap kelinchan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep?, (2). Apakah ada pengaruh latihan 2 in 2out forward terhadap kelincahan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1Sumenep?, (3). Manakah dari latihan icky shuffle dan 2 in 2 out forward yang lebih berpengaruh terhadap kelincahan SMAN 1 Sumenep? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan design “two group pretest posttest design”. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota ekstrakulikuler karate yang berjenis kelamin perempuan yang berjumlah 12 orang. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah T-test untuk mengetahui kelincahan anggota esktarkulikuler karate SMAN 1Sumenp. Analisis data mengguakan uji t. Kesimpulan : (1). Ada pengaruh latihan agility ladder icky shuffle terhadap kelincahan anggota esktrakulikuler karate SMAN 1Sumenep (2). Ada pengaruh latihan agility ladder 2 in 2 out forward terhadap kelincahan anggota esktrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep, (3). Latihan agility ladder 2 in 2 out forward lebih berpengaruh terhadap kelincahan anggota ekstrakulikuler karate SMAN 1 Sumenep. AbstractKarate sports is one of the martial art that is not taught at all by using weapons other than the body myself to be able to becoe a relible karateka who needs excellent physical condition. This sport depends on the level physical condition maximum strength, speed, explosive power, and agility. (Mitkle, 2014: in davaran, Elmieh, & Arazi, 2014). In karateka sports agility ca support the athele’s performance when competing on a mattress. Good agility allows the karateka to easily change his body position to attack or to avoid an opponent’s attack. This study aims to find answers to the formulation of the problems that have been formulated, namely 1. Is there an effect of the icky shuffle training on the karate extracurricular members of SMAN 1 Sumenep?, 2. Is there any effect of exercise 2 in 2 out forward on the agility of karate extracurricular members of SMAN 1 Sumenep? , 3. Which of the exercise for the icky shuffle and 2 in 2 out forward has more influence on the agility of SMAN 1Sumenep?Thsi study uses a quantitative experimental method wuth the design of”two group pretest posttest design”. The sample in this study were karateka extracuricular members who were female, amounting to people. The instrument used in this study is a T-test to determine the agility of members of karateka esktracurricular SMAN 1Sumenep. Data analysis uses t test. Conclusion: 1. There is an effect of training on agility ladder icky shuffle on the agility of members of karate extracurricular SMAN 1 Sumenep, 2. There is an effect training in agility ladder 2 in 2 out forward on the agility of members of karate extracurricular at SMAN 1Sumenep, 3. Agility ladder training 2 in 2 out forward has more influence on the agility of karate extracurricular member of SMAN 1 Sumene
PENGARUH LATIHAN EXPLOSIVE POWER TUNGKAI, KEKUATAN LENGAN DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KETEPATAN SERANG CABANG OLAHRAGA ANGGAR (STUDI ATLET PUTRI SITUBONDO FENCING TEAM)
Latar Belakang: Di dalam permainan anggar terdapat gerakan mendasar yaitu gerakan serang. Dimana dari hasil gerakan serang tersebut dapat menghasilkan point dan dapat memenangkan pertandingan, namun pada saat kejuraan sering kali atlet saat akan melakukan serangan tidak tepat sasaran. Dikarenakan pada saat atlet melakukan serangan, gerakan cenderung lambat dan ketika senjata menuju kearah sasaran sudah bisa dibaca oleh lawan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan box jump, push up dan single leg balance terhadap ketepatan serang anggar pada atlet putri Situbondo Fencing Team. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment kuantitatif dengan desain penelitian control group pre-test post-test. Jumlah sampel 20 orang atlet putri usia 16-17 tahun dan merupakan kategori Kadet. Pemberian latihan selama 6 minggu, setiap minggu terdapat 3 kali latihan. Hasil: Hasil dari Independent Sample T-test dimana uji ini dilakukan menggunakan SPSS versi 20. Adapun hasilnya yaitu mean pre-test signifikansi p-value untuk ketepatan serang anggar 0,844; dan signifikansi p-value untuk waktu serang anggar 0,710. Mean difference bernilai -0,17 (negatif) untuk kelompok treatment menunjukkan bahwa waktu serang lebih rendah dari kelompok kontrol. Dari kedua nilai Signifikansi < 0,05 maka pada latihan box jump, push up dan single leg balance dinyatakan terdapat pengaruh. Simpulan: Bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan box jump, push up dan single leg balance terhadap ketepatan serang anggar pada atlet putri Situbondo Fencing Team.Kata kunci: pengaruh, latihan box jump, push up dan single leg balance, fencing electric test,ketepatan serang
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
