30 research outputs found
Nafis al-Banjari : Muhammad Nafīs b. Idrīs al-Banjarī
NAFIS AL-BANJARI
(MUHAMMAD NAFĪS B. IDRĪS AL-BANJARĪ)
[Indonesia; late 18th century]
[Dictionnaire biographique des savants et grandes figures du monde
musulman périphérique, du XIXe siècle à nos jours, Fasc. no 2. Paris:
CNRS-EHESS, 1998, p. 24-25]
Muhammad Nafīs was an 18th-century Malay Sufi from the sultanate of
Banjar in southeast Borneo. He is the author of the once widely read
Malay Sufi work al-Durr al-nafīs, that has frequently been condemned
by other `ulamā as heterodox because of its unmitigated wahdat alwujûd
metaphysics
KONSEP PENDIDIKAN AQIDAH PERSPEKTIF MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI (WAFAT 1812 M) DAN ABDURRASYID BANJAR (WAFAT 1934 M) DAN IMPLEMENTASNYA DI DESA TANJUNG RAJA LAMPUNG UTARA
ABSTRAK
Pendidikan sangat identik dengan sebuah perkembangan seseorang "جِاَ١ؽٌ َاُُ ١ْ ٍِؼَ ْذ،
َٚ
َؼ١ ُُ َاٌرَ ْؼٍِ ْ١
ُاج ." Pada saat ini masyarakat sudah di permudah oleh kemajuan di bidang teknologi
baik dari segi komunikasi maupun trasportasi, disamping itu juga kemajuan teknologi
membawa dampak negatif bagi masyarakat, hari ini masyarakat banyak yang melupakan
kearifan lokal yang merupakan keaslian dari daerahnya sendiri. Contohnya masyarakat
millenial hari kurang mengenali budaya atau adat sebagai jati diri suku bangsa, seperti halnya
kitab Ad-Durrun Nafis dan Perukunan Besar Melayu yang lekang dimakan zaman. Masyarakat
millenial banyak yang menganggap bahwa mempelajari kitab Ad-Durrun Nafis dan Perukunan
Besar Melayu saat ini adalah hal yang kuno dan tidak mengasikkan untuk di pelajari, padahal
di dalam Ad-Durrun Nafis dan Perukunan Besar Melayu sendiri memuat nilai-nilai luhur yang
tentunya sangat relevan pada saat ini. Berangkat dari latar belakang masalah diatas, penulis
termotivasi untuk meneliti dan mengkaji Pendidikan aqidah yang mengacu pada pemikiran
Muhammad Nafis Al-Banjari Dan Abdurrasyid Banjar. Dengan judul Konsep Pendidikan
Aqidah Perspektif Muhammad Nafis Al-Banjari (Wafat 1812 M) Dan Abdurrasyid Banjar
(Wafat 1934 M) Dan Implementasnya Di Desa Tanjung Raja Lampung Utara.
Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan atau disebut field
research yaitu penelitian yang objeknya mengenai konsep Pendidikan aqidah Muhammad
Nafis Al-Banjari dan Abdurrasyid Banjar dan Implementasinya di desa Tanjung Raja Lampung
Utara yaitu penelitian antropologi spiritual yang mengkaji manusia dalam dimensi spiritual
yang dimilikinya, baik yang menyangkut perilaku aqidah, sistem pengetahuan, dan totalitas
kehidupan manusia. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang mana penelitian ini
bertujuan untuk mengambarkan mengenai suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok
tertentu. Disini penulis menggunakan metode observasi, kemudian wawancara, dan juga
dokumentasi untuk sumber data yang sama.
Kesimpulan dari penelitian ini Implementasi Pendidikan Aqidah Muhammad Nafis
Banjari dan abdurrasyid Banjar. Menamakan keyakinan di dalam diri seseorang dengan cara
mengenali dirinya terlebih dahulu. ketika seseorang telah mengenali dirinya maka hati dan
pikiran ini akan tunduk kepada Allah SWT. Lalu, keyakinan ini menjadikan seseorang rendah
hati dan terjalin keharmonisan antar sesama masyarakat, hal ini dapat kita lihat dari tingginya
antusias masyarakat Desa Tanjung Raja untuk mengikuti kajian-kajian keagamaan di setiap
minggunya. Sedangkan Abdurrasyid Banjar berpendapat agar seorang insan dapat menjalankan
aqidah dengan baik dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, guru atau mursyid harus
lah mengenalkan secara mendalam tentang keimanan terlebih dahulu, di awali dengan
memahami syahadat. Adapun fardhu syahadat itu terbagi menjadi dua; pertama haruslah
diucapkan dengan lidah, kedua haruslah di tasdiqkan atau di benarkan di dalam hati.
Kesempurnaan syahadat terbagi menjadi empat; pertama diketahui, kedua diiqrarkan, ketiga
ditasdiqkan, keempat diyakinkan.
Kata Kunci: Konsep Pendidikan, Aqidah
v
ABSTRACT
Education is very synonymous with a person's development "ُاجَ١ؼُُ َ١ْ ٍِؼَ ْرٌاُُ ، َٚ١ْ ٍِؼَ ْذ جِاَ١ؽٌ َا ."
Currently, society has been made easier by advances in technology both in terms of
communication and transportation. Apart from that, technological advances also have a
negative impact on society. Today, many people forget local wisdom which is the authenticity
of their own region. For example, millennial society today does not recognize culture or
customs as ethnic identity, such as the books Ad-Durrun Nafis and Perukunan Besar Melayu
which are timeless. Many millennial people think that studying the books Ad-Durrun Nafis and
Perukunan Besar Melayu today is old-fashioned and not fun to study, even though in Ad�Durrun Nafis and Perukunan Besar Melayu itself contains noble values which are of course
very relevant at this time. Departing from the background of the problem above, the author is
motivated to research and study aqidah education which refers to the thoughts of Muhammad
Nafis Al-Banjari and Abdurrasyid Banjar. With the title The Concept of Aqidah Education
from the Perspective of Muhammad Nafis Al-Banjari (Died 1812 AD) and Abdurrasyid Banjar
(Died 1934 AD) and its Implementation in Tanjung Raja Village, North Lampung.
The research that the author uses is a type of field research or what is called field
research, namely research whose object is the concept of Muhammad Nafis Al-Banjari and
Abdurrasyid Banjar's aqidah education and its implementation in the village of Tanjung Raja,
North Lampung, namely spiritual anthropology research which examines humans in their
spiritual dimensions, both which concerns religious behavior, knowledge systems, and the
totality of human life. This research is a descriptive analysis in which this research aims to
describe an individual, situation, symptom or certain group. Here the author uses the
observation method, then interviews, and also documentation for the same data source.
The conclusion of this research is the Implementation of Aqidah Education for
Muhammad Nafis Banjari and Abdurrasyid Banjar. Naming beliefs within a person by getting
to know him or herself first. When someone has recognized himself, his heart and mind will
submit to Allah SWT. Then, this belief makes a person humble and creates harmony between
people in the community. We can see this from the high enthusiasm of the people of Tanjung
Raja Village in participating in religious studies every week. Meanwhile, Abdurrasyid Banjar
is of the opinion that in order for a human being to be able to carry out the aqidah well and be
able to get closer to Allah SWT, the teacher or murshid must provide an in-depth introduction
to the faith first, starting with understanding the shahada. The fardhu shahadah is divided into
two; First, it must be said with the tongue, second, it must be tasdiqkan or justified in the heart.
The perfection of the creed is divided into four; The first is known, the second is confirmed,
the third is accepted, the fourth is confirmed.
Keywords: Educational Concept, Aqidah
vi
خالصة
اٌرؼٍ١ِ ُشادف ظًذا ٌرطٛس اٌشخض "اٌ َؽ١َاِج ذَ ْؼٍِْ١َٚ ، ُُاٌرَ ْؼٍِْ١َ ُُؼ١َاجُ". فٟ اٌٛلد اٌؽاٌٟ،
أطثػَاٌّعرّغَأعًَٙتفضًَاٌرمذََاٌرىٌٕٛٛظَٟعٛاءََِٓؼ١سَاالذظاالخَأَٚإٌمً،َٚتظشفَإٌظشَ
ػٓ رٌه، فئْ اٌرمذَ اٌرىٌٕٛٛظٟ ٌٗ أ٠ً ضا ذأش١ش عٍثٟ ػٍٝ اٌّعرّغ، َٚاٌ١ََٛ٠ٕغَٝاٌىص١شََِٓإٌاطَ
اٌؽىّحَاٌّؽٍ١حَاٌرَٟذّصًَأطاٌحَِٕطمرُٙ.َػٍَٝعث١ًَاٌّصاي،َالَ٠ؼرشفَِعرّغَاألٌف١حَاٌ١ََٛتاٌصمافحَ
أَٚاٌؼاداخَوٙٛ٠حَػشل١ح،َِصًَورةَNafis Durrun-Adٚ Melayu Besar Perukunan اٌرَٟ
الَذرأششَتّشٚسَاٌضِٓ.َ٠ؼرمذَاٌؼذ٠ذََِٓظ١ًَاألٌف١حَأَْدساعحَورةَاٌذسَْٚٔف١ظَٚت١شٚوٛٔاَْت١غاسَ
ِال٠َٛاٌ١ََََِٟ٘ٛٓاٌطشاصَاٌمذ٠ٌَُٚ١غدَِّرؼحٌٍَذساعح، َػٍَٝاٌشغََُِٓأَْورابَاٌذسَْٚٔف١ظَ
ٚت١شٚوٛٔاْ َت١غاس َِال٠َٔ ٛفغٗ َ٠ؽرٛٞ َػٍٝ َل١َٔ ُث١ٍح َراخ َطٍح َوث١شج َتاٌطثغ َفٟ َ٘زا َاٌٛلد.َ
ً ِٓ خٍف١ح اٌّشىٍح أػالٖ، ؼشص اٌّؤٌف ػٍٝ اٌثؽس ٚدساعح اٌرشت١ح اٌؼم١ذ٠ح اٌرٟ ذشظغ
ٚأطاللا
إٌَٝأفىاسَِؽّذَٔف١ظَاٌثٕعشَٞٚػثذَاٌشش١ذَتٕعش.َتؼٕٛاَِْفََٙٛذؼٍ١َُاٌؼم١ذجََِٓٚظٙحَٔظشَِؽّذَ
ٔف١ظَاٌثٕعشَٞ)خَ8181َٚ)َػثذَاٌشش١ذَتٕعشَ)خَ8391َٚ)َذٕف١زَٖفَٟلش٠حَذأعٛٔطَساظاَشّايَ
الِثٛٔط.
اٌثؽس َاٌزٞ َ٠غرخذِٗ َاٌّؤٌف َ٘ٛ َٔٛع َِٓ َأٔٛاع َاٌثؽس َاٌّ١ذأٟ َأٚ َِا َ٠غّٝ َتاٌثؽسَ
اٌّ١ذأٟ، ََٚ٘ٛاٌثؽسَاٌزَِٞٛضٛػَِٗفََٙٛذؼٍ١َُػم١ذجَِؽّذَٔف١ظَاٌثٕعشَٞٚػثذَاٌشش١ذَتٕعاسَ
ٚذٕف١ز٘اَفَٟلش٠ح َذأعٛٔطَساظاَشّايَالِثٛٔط، ََٟٚ٘أتؽازَاألٔصشٚتٌٛٛظ١اَاٌشٚؼ١ح َاٌرَٟذذسطَ
اٌثششَفَٟأتؼادَُ٘اٌشٚؼ١ح،َٚاٌرَٟذرؼٍكَتاٌغٍٛنَاٌذ٠ٕٟ،َٚأٔظّحَاٌّؼشفح،َِٚعًَّاٌؽ١اجَاٌثشش٠ح.َ
٘زاَاٌثؽسَػثاسجَػَٓذؽٍ١ًَٚطفَٟ٠ٙذفَ٘زاَاٌثؽسَف١َٗإٌَٝٚطفَفشدَأَِٚٛلفَأَٚأػشاعَأَٚ
ِعّٛػحَِؼ١ٕح.َٕ٘اَ٠غرخذََاٌّؤٌفَأعٍٛبَاٌّالؼظح،َشُ اٌّماتالخ،َٚأ٠ضاَاٌرٛش١كٌَٕفظَِظذسَ
اٌث١أاخ.
خاذّحَ٘زاَاٌثؽسََٟ٘ذٕف١زَذؼٍ١َُاٌؼم١ذجٌَّؽّذَٔف١ظَتٕعاسَٞٚػثذَاٌشش١ذَتٕعش.َذغّ١حَ
. ػٕذِا ٠ؼشف اإلٔغاْ ٔفغٗ، فئْ
اٌّؼرمذاخ داخً اٌشخض ِٓ خالي اٌرؼشف ػٍ١ ٗأٚ ٔفغٙا أٚالً
لٍثٗ َٚػمٍٗ َعٛفَ٠خضؼاْ َهللَعثؽأٗ َٚذؼاٌٝ.َِٚٓ شُ فئْ ٘زا االػرماد ٠عؼً اإلٔغاْ ِرٛاض ًؼا
ٚ٠خٍكَاالٔغعاََت١َٓإٌاطَفَٟاٌّعرّغ،َٚ٠ّىٕٕاَأَْٔشَٜرٌهََِٓخاليَاٌؽّاطَاٌىث١شَألًَ٘لش٠حَ
ذأعٛٔطَساظاَفَٟاٌّشاسوحَفَٟاٌذساعاخَاٌذ٠ٕ١ح َوًَأعثٛع.َٚفَٟاٌٛلدَٔفغٗ، َ٠شَٜػثذ َاٌشش١ذَ
تٕعشَأٌَٔٗىَٟ٠رّىَٓاإلٔغآََِْذٕف١زَاٌؼم١ذج ظ١ًذا ٚ٠ىْٛ لاد ًسا ػٍٝ اٌرمشب ِٓ هللا عثؽأٗ ٚذؼاٌٝ،
٠عة ػٍٝ اٌّؼٍُ أٚ اٌّششذ ذمذ٠ِ ُمذِح ِرؼّمح ٌٍؼم١ذج أٚالً، تذءا ِٓ فُٙ اٌشٙادج. ٚذٕمغُ اٌفشض١ح
تاٌمٍة.
ً
أٚ ذغٛ٠غا
ً
تاٌٍغاْ، ٚاٌصأٟ: أْ ٠ىْٛ ذظذ٠ما
اٌشٙادج إٌٝ لغّ١ٓ؛ األٚي: أْ ٠ىْٛ لٛالً
ٚوّايَاٌؼم١ذجَ٠ٕمغَُإٌَٝأستؼح؛َفاألٚيَِؼشٚف،َٚاٌصأَِٟؤوذ،َٚاٌصاٌسَِمثٛي،َٚاٌشاتغَِؤوذ.
اٌىٍّاخَاٌّفراؼ١ح:َاٌّفََٙٛاٌرشتٛٞ،َاٌؼم١ذ
UPAYA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TERJADINYA KARAT PADA GELADAK UTAMA KAPAL DAN LAMBUNG KAPAL DI MV. TANTO HANDAL
ABSTRAKSI
Muhammad Nafis Majid, 2019, NIT : 51145224 N, “Upaya Penanggulangan
dan Pencegahan Terjadinya Karat Pada Geladak Utama Kapal dan
Lambung Kapal di MV. Tanto Handal”, Skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Capt. H. Moh. Aziz Rohman, M.M., M.Mar
Pembimbing II : Sri Suyanti, S.S.
Dalam skripsi ini latar belakang yang mendasari penulisannya adalah
pentingnya perawatan khususnya perawatan karat guna menunjang kelancaran
operasional kapal. Dengan dasar pemikiran tersebut penulis memberikan
rumusan masalah”Fakor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya karat
diatas kapal, bagaimana cara untuk menanggulangi terjadinya karat pada
geladak utama dan lambung kapal di MV. Tanto Handal dan bagaimana cara
mencegah terjadinya karat pada geladak utama dan lambung kapal di MV.
Tanto Handal”
Metode analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penyampaian
masalah adalah metode fishbone untuk menggambarkan dan menguraikan
objek yang diteliti. Untuk mengetahui prioritas masalah, penulis menggunakan
metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan peneliti selama praktek berlayar di MV. Tanto Handal dengan
menggunakan data-data yang ada dan melihat situasi di lapangan, maka penulis
mendapatkan gambaran yang jelas tentang cara dan sistem perawatan beserta
kendala yang ditemui seperti kurangnya pengetahuan dari awak kapal dan
kurangnya kesadaran akan pentingnya perawatan.
Untuk dapat mengatasi dan dapat mengoptimalkan perawatan maka cara
perawatan yang baik harus disusun dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur
yang ada. Untuk dapat melaksanakan perawatan yang baik, terlebih dahulu
harus mengetahui jenis dan penyebab karat yang terjadi. Dengan mengetahui
penyebab dan jenis karat yang terjadi, maka dapat dipilih cara yang tepat untuk
penanggulangan dan pencegahan yang sesuai dengan karat yang terjadi
tersebut. Sistem perawatan harus disusun agar seluruh kegiatan perawatan dapat
terkoordinir dengan baik, sehingga operator kapal dapat dengan cepat untuk
menyusun program kerja perawatan dan pelaksanaan perawatan berjalan
dengan efektif. Sistem kerja yang dibuat harus disusun secara sistematis
sehingga sistem tersebut dapat dijadikan sumber informasi kearsipan.
Kearsipan tersebut digunakan sebagai bahan referensi terhadap pelaksanaan
perawatan selanjutnya.
Simpulan yang dapat diambil adalah terjadinya karat disebabkan karena
cara dan sistem perawatan yang tidak tepat yaitu cara yang digunakan tidak
sesuai dengan ketentuan dan sistem yang diterapkan tidak disusun secara
sistematis dan karena pengaruh lingkungan, kelembaban udara dan temperatur
udara. Saran yang dapat disampaikan adalah setiap pekerjaan dan perawatan
harus dilakukan secara sistematis untuk mendapatkan hasil maksimal
ABSTRACT
Muhammad Nafis Majid, 2019, NIT : 51145224 N, “Upaya Penanggulangan
dan Pencegahan Terjadinya Karat Pada Geladak Utama Kapal dan
Lambung Kapal di MV. Tanto Handal”, Script of Nautical Study
Program, Diploma IV Program, Semarang Merchant Marine
Polytechnics, 1st Supervisor : Capt. H. Moh. Aziz Rohman, M.M.,
M.Mar, 2nd Supervisor : Sri Suyanti, S.S.
In this background that underlies the writing is the need for special care
for rust treatment to support the operation of the ship. With this reason the author
provides a formulation of the problem "What the factors cause rust on the ship,
how to cope with the need for rust on the main deck and the hull in the MV.
Tanto Handal and how to prevent rust on the main deck and hull in the MV.
Tanto Handal”
The data analysis method used by researchers in delivering problems is
the fishbone method for evaluating and describe the objects discussed. To find out
the priority of the problem, the author uses the USG method (Urgency, Seriousness,
Growth). Based on the results of research conducted during the practice of sailing
in the MV. Tanto Handal use existing data and look at the situation in the field, the
authors get a clear picture of the ways and care system along with the obstacles
faced such as lack of knowledge of the crew and lack of awareness of the
importance of care.
To be able to cope with and be able to optimize maintenance, good
maintenance must be prepared and carried out in accordance with existing
procedures. To be able to take good maintenance, first need to know the type and
cause of rust that occurs. By knowing the cause and type of rust that occurs, it can
be chosen the right way to prevent the corresponding rust that occurs. The
maintenance system must be regulated so that all maintenance activities can be
coordinated properly, so that ship operators can quickly develop a maintenance
work program and carry out effective maintenance. The work system created must
be made a system that can be made an archival information source. This filing is
used as a reference material for the subsequent maintenance.
The conclusions that can be taken are in accordance with the provisions
because the systems and treatments that are not in accordance with the method used
are not in accordance with the provisions and systems applied are not systematically
regulated and because they are related to the environment and air temperature.
Suggestions that can be conveyed are that every job and care must be done
systematically to get maximum result
Konsep tauhid Syaikh' Abdurrahman Shiddiq dalam kitab 'amal ma'rifah
Syaikh Abdurrahman Shiddiq al-Banjari, Mufti Kerajaan Indragiri Riau adalah salah seorang buyut dari Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Beliau adalah seorang ulama besar yang hidup pada tahun 1857-1939 M, sangat terkenal di Pulau Bangka. Dia adalah tokoh ulama yang telah membawa perubahan kultur keberagamaan di Bangka.dia juga telah banyak mencetak kader-kader ulama di kepulauan Bangka yang sampai sekarang nilai-nilai perjuangannya di kenang oleh banyak masyarakat, bahakan namanyapun di abadikan di sebuah perguruan tinggi di Bangka yaitu STAIN Syaikh Abdurrahman Shiddiq. Salah satu karya tulisnya yang populer adalah risalah Amal Ma?rifah. Kitab ini disusun oleh beliau untuk menjadi tuntunan bagi orang-orang yang mencari ilmu-ilmu kesempurnaan di zaman itu, sebab sedikit sekali guru tasawuf yang alim dan mampu mengajarkan tasawuf secara benar. Kitab ini juga sering dijadikan rujukan serta diajarkan oleh ulama atau guru-guru agama di Bangka, dan ada kecenderungan kitab ini diidentikkan dengan kitab al-Durr al-Nafis karya Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, serta dianggap bernuansa ajaran wahdat al-wujud. . Maka dari itu sangatlah penting bagi penulis untuk mengangkat pemikiran Sayikh Abudrrahman Shiddiq dalam karya tulisnya Amal Ma?rifah mudah-mudahan nantinya dapat mendorong kita untuk lebih memahami hakekat dari nilai ketuhanan yang kita jalani selama ini. Karena bagi penulis pemikikran Syaikh Abudrraman Shiddik cukup memberikan pencerahan yang sangat luar biasa dalam mengesakan Allah Swt
RANCANG BANGUN APLIKASI UNTUK MENGELOMPOKKAN TOPIK TWEET DARI TWITTER DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN AUTHOR-TOPIC MODEL (STUDI KASUS: AKUN TWITTER POLITISI INDONESIA)
Twitter merupakan sebuah platform untuk berhubungan satu sama lain agar
tetap berkomunikasi dan tetap terhubung dengan mengirim pesan cepat dan daring.
Pada Twitter juga dapat membuat tweet yang berisi foto, video, tautan, atau teks.
Pada aplikasi Twitter pengguna cenderung lebih mengutarakan isi hati yang
sebenarnya dibandingkan dengan platform media sosial lainnya. Pada tahun 2020
ini telah terjadi wabah atau pandemi Covid-19 dan pada akhir tahun bulan
Desember akan diselenggarakan pilkada serentak seluruh Indonesia. Dari hal
tersebut dibutuhkannya sebuah platform yang mampu memberikan informasi visual
terhadap aktivitas politisi dalam hal mengutarakan isi hatinya di media sosial
Twitter dengan melakukan topic modelling terhadap aktivitas politisi tersebut
ketika membuat sebuah tulisan atau tweet menggunakan metode Author-Topic
Models. Penelitian ini dikhususkan untuk menganalisa data tweet akun Twitter
politisi di Indonesia, proses pengambilan data dilakukan dengan cara crawling data
pada user timeline aplikasi Twitter. Setelah data didapatkan kemudian akan
dianalisa dengan menggunakan Author-Topic Models dan dilakukan visualisasi
terhadap topik pembahasan berdasarkan tweet yang telah dibuat oleh masingmasing akun Twitter politisi. Melalui proses topic modelling, telah didapatkan hasil
terbaik berupa 3 topik. Model 3 topik tersebut dikatakan terbaik karena memiliki
nilai perplexity terendah diantara jumlah topik lain yang diuji. 3 topik yang
terbentuk dianalisis dan diterjemahkan ke dalam label kategori, yaitu “Rakyat Tolak
RUU Cipta Kerja”, “Ucapan Syukur saat Pandemi”, “Kondisi Ekonomi saat
Pandemi” dengan jumlah data tweet yang digunakan adalah 24846 data tweet dari
36 akun Twitter politisi.
Kata kunci: Twitter, Tweet, Politisi, Topic Modelling, Author-Topic Model
Knowledge, language, thought and the civilization of Islam: essays in honor of Syed Muhammad Naquib Al–Attas (kulit keras)
This book contains several chapters like list of contributors, preface and acknowledgement, introduction, 0 Al–attas: a real reformer and thinker by Wan Mohd. Nor Wan Daud, 2 Re–islamising the world by Ali Alawi, 3 Al–balagh, Amar Jah, 4 Shifts of language and turns in worldview:, Naquib Al–Attas’ perspective, Ahmad Kazemi Moussavi, 5 Reflections on Al–Attas’ conception of the islamic university: implications for academic freedom, institutional, autonomy and philosophy of education in South Africa, Yusef Waghid, 6 The negotiation of modernity through tradition in contemporary Muslim intellectual discourse: the neo–ghazalian, attasian perspective, M. Afifi Al–Akiti and H. A. Hellyer, 7 Illuminative knowledge in Mawlana Rumi, Bilal Kuspinar, 8 Kant and Ghazali on human nature: a comparative philosophy of man, Alparslan Acikgenc, 9 Dialogue of civilizations through the corridors of faith and mind: some thoughts concerning the philosophy of Syed, Muhammad Naquib Al–Attas and its contribution for, proper understanding of conditio humana, Ferid Muhic, 10 prolegomena to west and east: Kant and Ibn Khaldun, ernest wolf–gazo, 11 challenges for education in the age of globalization marietta stepanyants, 12 evolution: the epitome of the emerging contemporaneous global civilization, saban teoman durah, 13 science in adab literature, Paul Lettinck, 14 science connecting scholars and cultures in Khwarazm: the case of Khwarazmshah Ma’mun Ibn Ma’mun, Hans Daiber, 15 some remarks on the wakf institution in the ottoman empire, Mehmet Ipsirli, 16 islamic captilalism and the west, Murat Cizakca, 17 Al–Attas’ concept of happiness: a reflection on the contemporary meaning of development, Amer Al–Roubaie, 18 Thai–Iranian relations in history: a glance at the persian community in the Ayutthaya Kingdom, M. Ismail Marcinkowski, 19 the name and the named: on the extent of Hamzah fansuri’s renown in the Malay Indonesian world (notes and materials), Vladimir Braginsky, 20 sufism and architectural art in the Malay world, Md. Salleh Yaapar, 21 concerning one name mentioned in the tuhfat al–nafis: two interesting revelations, Tatiana Denisova, 22 the correct date of the Terengganu inscription: reconfirmed using astronomical computer programs, Muhammad Zainiy Uthman and Azlan Hashim, 23 bibliography, 24 index
Karakterisasi Superkapasitor dengan Pemodelan Rangkaian R-C Tiga Cabang
Perkembangan sistem penyimpanan energi secara masif turut berkontribusi pada pengembangan aplikasi energi baru-terbarukan secara luas. Performa unik superkapasitor yang unggul dalam hal kerapatan energi dan kemampuan charge-discharge secara instan membutuhkan suatu pemodelan yang akurat melalui metode karakterisasi superkapasitor. Pemodelan superkapasitor menjadi rangkaian ekivalen R-C tiga cabang memiliki keunggulan tingkat akurasi yang tinggi dan prosesnya yang lebih sederhana. Dengan metode karakterisasi charge-discharge menggunakan arus konstan 8 A, maka parameter internal superkapasitor Maxwell 100 F dan 650 F dapat dimodelkan menjadi komponen penyusun rangkaian R-C tiga cabang yang terdiri atas resistansi dan kapasitansi serial yang terdiri dari tiga pasang dan dirangkai secara paralel. Serta dilakukan pengujian hybrid pulse power characterization (HPPC) sebagai validasi tingkat akurasi rangkaian pemodelan terhadap profil arus dinamis. Maka berdasarkan dari hasil Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa rangkaian R-C tiga cabang memiliki akurasi pemodelan yang tinggi terhadap hasil pengujian superkapasitor sesungguhnya. Selain itu, rangkaian R-C tiga cabang juga memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada rangkaian R-C sederhana sebagai rangkaian pembanding baik pada metode pengujian charge-discharge maupun HPPC. Sehingga rangkaian R-C tiga cabang sebagai rangkaian pemodelan superkapasitor memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada R-C sederhana.
===============================================================================================================================
The massive development of energy storage systems has contributed to the development of renewable energy applications widely. The unique performance of supercapacitors that are superior in terms of energy density and the ability of instant charge-discharge characteristic requires an accurate modeling through the supercapacitor characterization method. Supercapacitor modeling by R-C three-branch model equivalent circuit has the advantage of high accuracy and a simpler process. With the charge-discharge characterization method using a constant current of 8 A, the internal parameters of the Maxwell 100 F and 650 F supercapacitors can be modeled into a R-C three-branch circuit component that consist of three pairs serial resistance and capacitance. As well as hybrid pulse power characterization (HPPC) testing as a validation of the accuracy of the modeling circuit with dynamic current profiles. Based on the results of this Final Assignment it can be concluded that the R-C three-branch model has high modeling accuracy on the results of the actual supercapacitor testing. In addition, the R-C three-branches model also has a higher accuracy than the R-C standard model as a comparison circuit in both the charge-discharge and HPPC testing methods. So that the RC three-branch model as a series of supercapacitor modeling with higher accuracy than R-C standard model
Istihsan (juristic preference) : the forgotten principle of Islamic law
EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
Pesantren and Interfaith Dialogue
This research examines pesantren’s effort to develop the concept of religious moderation with interreligous dialogue. The pesantren are not static and conservative Islamic institutions. Ngalah Pesantren has developed effective and unique strategies to change religious behavior especially about religious moderation. In the Ngalah’s experience has both religious and formal education and invites some non-Muslimsto teach in the pesantren. It has become a center of inter-religous diologue. Ngalah offer a Model Theory of Architecture with a House Concept in interfaith dialogue in the style of Indonesian Islam-based on Panikkar's theory. The author tries to offer an additional theory of the five Panikkar theories related to interreligious dialogue. Ngalah promote inter-religious dialogue with Architecture model and home concept. This study contributes as the main study material related to the development of interfaith dialogue in pesantren and become the key data that pesantren’s are not a place for the growth of terrorism and radicalism
Smart distribution board overload detector by using microcontroller
A statistic by Economic Planning Unit (EPU) on the electricity growth in Malaysia has shown an increment in line with economic growth [1]. In line with government policies, the energy supply industry has been molding itself to cater to the rapid development of the nation in hopes of creating a better and smarter nation [2]. There are many developments and implementation of smart energy consumption to save energy and cater to future energy challenges
