325 research outputs found
Desacralization of Myths and Beliefs of Malam Jumat Kliwon by Joni Iskandar
The result show that desacralization occurs when the meaning of values and symbols that were previously considered sacred changes, so that the younger generation gets a new, more relevant understanding. Joni Iskandar portrays the figure of the ghost in this song in a humorous and playful way, removing the fear that usually accompanies Malam Jumat Kliwon. The song manages to ease the tension that often arises in mystical contexts through lyrics that tell the relationship between humans and supernatural beings in a humorous way. The purpose of this research is to study the phenomenon of desacralization in Indonesia's local cultural traditions, especially those related to Malam Jumat Kliwon, by analyzing the lyrics of a song created by Joni Iskandar. For centuries, Thursday Night of Kliwon historically considered a sacred time with a mysterious aura, has been an important part of Javanese culture. However, the way people see the world this night has started to change along with modernization, urbanization, and the influence of global culture. A descriptive qualitative method is used in this research to study how sacred elements of culture can be desacralized and incorporated into popular culture through the observation of song lyrics
Joni Mitchell: New Critical Readings
Joni Mitchell: New Critical Readings presents a wide range of critical approaches for thinking about the oeuvre of musician and artist Joni Mitchell. It showcases work by leading academics from the fields of popular music and culture on subjects as varied as Mitchell’s environmentalism, the politics of ageing in her work, and her often fraught relationship with feminism.</p
Joni Mitchell: New Critical Readings
Joni Mitchell: New Critical Readings presents a wide range of critical approaches for thinking about the oeuvre of musician and artist Joni Mitchell. It showcases work by leading academics from the fields of popular music and culture on subjects as varied as Mitchell’s environmentalism, the politics of ageing in her work, and her often fraught relationship with feminism.</p
SIFAT KIMIA TANAH GAMBUT PADA PERKEBUNAN PINANG BETARA (Areca catechu L.) DI DESA LINTAS UTARA KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
SIFAT KIMIA TANAH GAMBUT PADA PERKEBUNAN PINANG BETARA (Areca catechu L.) DI DESA LINTAS UTARA
KECAMATAN KERITANG KABUPATEN
INDRAGIRI HILIR
Joni Iskandar (11880211819)
Dibimbing oleh Ervina Aryanti, S.P., M.Si dan Dr. Irwan Taslapratama, M.Sc
INTISARI
Pinang merupakan salah satu tanaman adaptif dilahan gambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status sifat kimia tanah pada lahan gambut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2020 dan pengambilan sampel di kebun petani pinang yang berada di Desa Lintas Utara Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode observasi lapangan dan analisis laboratorium di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Parameter pengamatan yaitu kadar pH, kandungan nitrogen (N), fospor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), C-Organik, kapasitas tukar kation (KTK). Hasil penelitian menunjukkan pH tanah di lokasi penelitian berkisar 2,68-2,91 berada dalam kategori sangat masam. Kandungan N, P, KTK, dan C-organik berada dalam kategori sangat tinggi, Mg dalam kategori sedang hingga sangat rendah, K, Ca, dan Na berada dalam kategori rendah sampai sangat rendah. Reaksi tanah tergolong sangat masam dan dibutuhkan evaluasi pemupukan K dan penambahan kapur dolomit.
Kata kunci : gambut, pinang betara, sifat kimia tanah
STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN WISATA RELIGI DI KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Nama : Joni Iskandar NIM : 11544101858 Jurusan : Manajemen Dakwah Judul : Straregi Dinas Pariwisata dalam pengembangan Wisata Religi di Kota Pekanbaru Penelitian ini dilatar belakangi bahwa Kota Pekanbaru memiliki potensi Wisata Religi yang kental dengan adanya peninggalan-peninggalan yang bersejarah melayu Islam seperti Masjid Raya Pekanbaru, Makam Marhum Pekan, Rumah Tuan Kadi, Surau Al-Irhas yang menjadi model dalam mengembangkan Wisata Religi.Namun masyarakat Riau khususnya masyarakat Pekanbaru lebih cenderung memilih berwisata ketempat-tempat rekresi seperti Mall, Agro Wisata dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan Pemerintah melalui Dinas Pariwisata kurang gencar melakukan promosi wisata religi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana Strategi Dinas Pariwisata dalam mengembangkan Wisata Religi yang ada di Kota Pekanbaru. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan Strategi Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru dalam mengembangkan Wisata Religi ini mempromosikan kegiatan event-event seperti memperingati Marhum Pekan, Patang Belimau, Masjid Raya Senapelan, dan Surau Al-Irhas. Kemudian pengembangan dari segi akseblitas seperti jalan raya, jaringan komunikasi, penerangan, perairan.Strategi yang dilakukan Dinas Pariwisata selanjutnya dengan pengembangan produk wisata memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan berupa Akomodasi, Restoran, Travel Agent, Souvenir. Dan pengembangan dalam kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang didapat adalah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Penulis mengumpulkan data melalui observasi langsung ke lapangan, dan wawancara dengan pegawai Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru .
Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Wisata Relig
KEPEMIMPINAN PKB PASCA GUS DUR: ANTARA PEMIKIRAN A. MUHAIMIN ISKANDAR DAN ZANNUBA ARIFAH CHAFSOH
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki sikap politik berdasarkan nilai-nilai
dan ajaran agama universal yang sifatnya membebaskan. Landasan ideoligisnya
menyesuaikan dengan tradisi NU. Dalam perjalanannya, konflik-konflik internal
partai senantiasa mewarnainya. Konflik antara Gus Dur berhadapan dengan
Muhaimin Iskandar adalah konflik yang banyak menyita perhatian publik. Dari
konflik inilah kemudian PKB terpecah menjadi dua kubu, yakni PKB kubu Yeni
Wahid dan PKB kubu Muhaimin Iskandar. Masing-masing mengeklaim sebagai
partai yang resmi, hingga akhirnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA)
memenangkan PKB pimpinan Muhaimin Iskandar dan menolak gugatan kubu
Yenny Wahid.
Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana tipologi kepemimpinan Muhaimin
Iskandar dan Zanubbah Arifah Chafsoh dalam melihat dinamika politik PKB.
Kemudian apa persamaan dan perbedaan orientasi kepemimpinan Muhaimin
Iskandar dan Zanubbah Arifah Chafsah dalam membangun PKB. Tujuan dari
penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menelusuri pengaruh kepemimpinan
Muhaimin Iskandar dan Zanubbah Ariffah Chafsah dalam memimpin PKB. Selain
itu juga menelaah sejauh mana persamaan dan perbedaan kepemimpinan
Muhaimin Iskandar dan Zanubbah Ariffah Chafsah.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sifat penelitian ini adalah yuridis-normatif.
Artinya, penulis melakukan telaah kritis terhadap pemikiran Muhaimin Iskandar
dan Zanubbah Arifah Chafsoh, pengaruh terhadap kebijakan politik di PKB
berdasarkan kepada data dari karya-karya kedua tokoh, statemen-statemen kedua
tokoh dalam forum seminar dan lain lain. Analisis yang dikembangkan oleh
penulis adalah deskriptif dengan cara membandingakan tipologi Muhaimin
Iskandar dan Zanubbah Arifah Chafsoh dalam melihat dinamika politik PKB.
Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari pemikiran
kedua tokoh tersebut.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah di bawah pimpinan Muhaimin Iskandar,
akses dan peluang untuk merapat dengan kekuasaan bagi PKB lebih besar.
Sementara Yenny Wahid melihat PKB sebagai kendaraan politik memang
diperlukan, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa ide-ide
politik Gus Dur dalam membela kebenaran tetap berjalan apa pun wadahnya.
Muhaimin Iskandar dan Yenny Wahid sama-sama menggunakan asas ke-Nu-an.
Bila melenceng dari garis-garis NU, nasib PKB akan kesulitan untuk bisa bangkit.
Sikap politiknya antara keduanya tidak mau melangkahi tradisi NU
Humor Writer of the Month: Joni B. Cole
Joni B. Cole, our Humor Writer of the Month, is a writing instructor and author of seven books, including the acclaimed new essay collection Party Like It\u27s 2044
KREATIVITAS GURU SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MENINGKATAKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MAN 1 TRENGGALEK
ABSTRAK
Skripsi dengan judul ‘‘Kreativitas Guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam Meningkatakan Motivasi Belajar Peserta Didik di MAN 1 Trenggalek’’ ini ditulis oleh Joni Iskandar, NIM. 12201183396, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN) Tulungagung, Pembimbing Mohammad Ja’far Ashodiq, S.Kom., M.Pd.I NIP. 8126857733488814.
Kata kunci: Kreativitas Guru, Sejarah Kebudayaan Islam
Kreativitas guru di MAN 1 Trenggalek sudah terbilang kreatif dalam pembelajarannya, terutama guru Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam pembelajarannya guru mampu mengelola kelas dengan baik dan membuat pembelajaran dikelasnya menjadi menarik. Namun, pada dasarnya masih terdapat pula peserta didik yang jarang sekali minat ataupun suka dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Hal ini disebabkan kurangnya daya ingat dan pemahaman anak didik terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam. Maka dari itu, guru dituntut untuk kreatif dalam dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana kreativitas guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam mengembangkan metode untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN 1 Trenggalek? (2) Bagaimana kreativitas guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam menggunakan media untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN
1 Trenggalek? (3) Bagaimana guru Sejarah Kebudayaam Islam dalam mengelola kelas untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN 1 Trenggalek?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian terletak di MAN 1 Trenggalek. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah ebservasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah : (1) Kreativitas guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam mengembangkan metode untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN 1
Trenggalek meliputi, Dalam mengembangkan metode pembelajaran guru harus mempunyai dua metode atau lebih sesuai dengan kondisi saat itu. Dalam memilih metode guru memperhatikan berbagai faktor yakni a) menyesuaikan dengan kondisi atau karakteristik siswa, b) tujuan pembelajaran, c) materi yang akan disampaikan. (2) Kreativitas guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam menggunakan media untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MAN 1 Trenggalek meliputi, Dalam memilih dan menentukan media pembelajaran guru terlebih dahulu memperhatikan beberapa kriteria yakni a) sumber setempat, b) dana yang tersedia, c) faktor yang menyangkut keluwesan, d) kepraktisan dan ketahanan media. (3) Kretivitas guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam mengelola kelas untuk meningkatakan motivasi belajar peserta didik di MAN 1 Trenggalek meliputi, Dalam menentukan atau mengelola kelas harus memperhatikan berbagai aspek yakni, a) pengelolaan kelas secara kondusif dan nyaman, b) teknik dalam memberikan arahan atau tujuan pembelajaran, c) memberikan bentuk kegiatan yang memotivasi peserta didik
PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT HAMKA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRAK
Oleh
Joni Iskandar
Peserta didik dimasa sekarang ini banyak mengalami
dekandensi moral serta hilangnya nilai-nilai sosial yang banyak
ditandai dengan adanya pergaulan bebas, minuman keras, tawuran,
narkoba, dan masih banyak lagi hal-hal yang keluar dari akhlaq tercela
yang dikakukan oleh kalangan pelajar. Banyak tokoh Nasional
maupun Internasional yang menjelaskan di dalam karya-karya tentang
pendidikan akhlak yang seharusnya perlu dijadikan sumber
pembelajaran bagi masyarakat, khususnya bagi para pelajar dan
mahasiswa Tetapi penulis tertarik dengan pemikiran tokoh yang
banyak menjelaskan tentang pendidikan akhlak yaitu Hamka. Hamka
adalah tokoh pendidikan Islam Indonesia. yang pemikirannya masih
relevan dan baik untuk diberlakukan dengan zaman sekarang,
Khususnya terkait tentang Tujuan pendidikan akhlak untuk
menjadikan peserta didik menjadi manusia yang taat kepada Allah
SWT dan berakhlak mulia. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik
untuk mengkaji bagaimana pendidikan akhlak menurut pemikiran
Hamka.. Tujuan dari penelitiann ini yaitu untuk mengetahui
bagaimana pendidikan akhlak Perspektif dan Relevansinya terhadap
Pendidikan Islam. Dalam penelitian yaitu berjenis library research
atau penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan data atau karya tulis
ilmiah yang betujuan dengan objek penelitian atau pengumpulan data
yang bersifat kepustakaan atau telaah yang dilaksanakan untuk
memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada
penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan- bahan pustaka yang
mendadalam. Sumber data yang dipakai adalah sumber data primer
dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dalam penelitian ini
yaaitu menggunakan Content Analysis, analisis naratif dan analisis
simiotik. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa yang harus
bertanggung jawab dalam pendidikan akhlak menuut Hamka adalah :
Orang tua, Guru dan Masyarakat. untuk materi pendidikan akhlak
menurut Hamka dikelompokkan menjadi dua yaitu akhlak luar dan
akhlak dalam. Metode dalam penanaman akhlak menurut Hamka ada
tiga yaitu, Al-Hikmah, Al-Mau’izah Hasnah dan Jadiljum billati hiya
ahsan. Relevansi pemikiran Hamka dengan pendidikan Islam saat ini
yaitu dalam penanaman akhlak kepada anak.
Kata Kunci : Pendidikan Akhlak, Hamka
iii
ABSTRACT
Today's students experience a lot of moral decadence and the loss of
social values which are marked by promiscuity, liquor, brawls, drugs,
and many other things that come out of the despicable morals that are
carried out by students. Many national and international figures
explain in their works about moral education that should be used as a
source of learning for the community, especially for students. Hamka
is an Indonesian Islamic education leader. whose thoughts are still
relevant and good to apply to today's era, especially regarding the
purpose of moral education to make students become human beings
who are obedient to Allah SWT and have noble character. Based on
the description above, the researcher is interested in studying how
moral education is according to Hamka's thoughts. The purpose of this
research is to find out how moral education is from the perspective
and its relevance to Islamic education. In research, it is a type of
library research or library research, namely collecting data or
scientific writings that aim at the object of research or data collection
that is literature or a study that is carried out to solve a problem which
is basically focused on a critical and in-depth study of library
materials. deep. The data sources used are primary data sources and
secondary data sources. The data analysis technique in this research is
using Content Analysis, narrative analysis and simiotic analysis. The
results of this research indicate that those who must be responsible for
moral education according to Hamka are: Parents, Teachers and
Society. According to Hamka, moral education material is grouped
into two, namely external morals and internal morals. There are three
methods of moral cultivation according to Hamka, namely, Al�Hikmah, Al-Mau'izah Hasnah and Jadiljum billati hiya ahsan. The
relevance of Hamka's thinking with current Islamic education is in
inculcating morals in children.
Keywords: Moral Education, Hamk
Malka Marom in conversation with Dr Ruth Charnock [Court and Spark: An International Symposium on the Work of Joni Mitchell]
Malka Marom, author of 'Joni Mitchell: In Her Own Words' in conversation with Dr Ruth Charnock as part of Court and Spark: An International Symposium on the Work of Joni Mitchell, July 3rd, 2015. Thanks to Adam O'Meara for making this film.</p
- …
