530 research outputs found
Analisis Potensi Pasar Tradisional Dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang (Studi di Pasar Gayam, Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan)
Setiawan, Irvan. Analisis Potensi Pasar Tradisional Dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang (Studi Di Pasar Gayam, Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan). Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Program Studi Ekonomi Syariah.
Kata Kunci :Potensi, Pasar Tradisional, dan Peningkatan Ekonomi.
Potensi merupakan suatu daya yang dimiliki oleh sesuatu, tetapi daya tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, yang menjadi tugas berikutnya bagi pengelola yang berpotensi adalah bagaimana mendayagunakan potensi tersebut untuk meraih prestasi. Potensi dapat menjadi perilaku apabila dikembangkan melalui proses yang tertata. Karena potensi tidak dapat terwujud apabila pengelola dan cara pengelolaannya tidak sesuai metode atau teori yang sudah ditentukan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Apa potensi pendukung ekonomi masyarakat di Pasar Gayam?, Bagaimana system pengelolaan potensi Pasar Gayam?, Apa dampak pengelolaan potensi Pasar Gayam terhadap peningkatan ekonomi masyarakat?
Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi pendukung ekonomi masyarakat di pasar gayam, untuk mengetahui pengelolaan potensi di pasar gayam, dan untuk mengetahui dampak pengelolaan potensi pasar gayam terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pendukung ekonomi masyarakat pasar Gayam yaitu harga produk lebih murah, produk yang bervariasi, dan lokasi yang strategis. Untuk sistem pengelolaan potensi pasar Gayam yaitu di kelola bersama dengan desa, karena pasar Gayam merupakan salah satu asset dari desa. Dampak pengelolaan potensi pasar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yaitu sangat berpengaruh bagi peningkatan ekonomi, karena produk yang menjadi keunggulan di pasar Gayam selalu diperhatikan oleh pengurus pasar
'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)
In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH SYARIAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH
ABSTRACT
Thesis with the title "Comparison of Financial Performance Using the Profit and Loss and Sharia Value Added Approach to the Sharia Bank Rakyat Indonesia" was written by Irvan Agus Setiawan, NIM. 17403163035, supervisor Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., MM.
This research is motivated by the discrepancy between the facts and the reality all the foundations and reporting in Islamic financial institutions use sharia value-added reports, but in reality there are still many institutions in Indonesia that use profit / loss statements.
The identification of problems in this study are: 1) How is the financial performance of BRI Syariah as measured by the Return On Asset (ROA) ratio based on the profit / loss approach and the sharia added value approach 2) How is the financial performance of BRI Syariah as measured by the Return On Equity (ROE) ratio ) based on the profit / loss approach and the sharia value added approach 3) How is the financial performance of BRI Syariah as measured by the ratio of net income per earning asset (LBAP) based on the profit / loss approach and the sharia value added approach 4) How is the financial performance of BRI Syariah as measured by Net Profit Margin (NPM) ratio based on the profit / loss approach and the sharia value added approach 5) How is BRI Syariah's financial performance as measured by the Ratio of Operating Expenses per Operating Income (BOPO) based on the profit / loss approach and the sharia value added approach 6) What is the fastest differences in financial performance at BRI Syariah based on the profit and loss approach and the t value approach add to sharia.
This research is a comparative and descriptive study with a qualitative approach, researchers will analyze the Comparison of Financial Performance Using the Sharia Profit and Value Added Approach at Sharia Bank Rakyat Indonesia. The research data was obtained from secondary data, which has been published by BRI Syariah banks. The data is in the form of financial statements from 2014 to 2018. The data collected will be analyzed by descriptive and comparative analysis methods, where researchers will conduct in-depth research on financial performance using the ratio of ROA, ROE, NPM, LBAP and BOPO with the profit and loss approach and value added.
The results of this study indicate that: 1) The financial performance of BRI Syariah banks as measured by Return On Assets (ROA) based on the profit / loss and value added approach of sharia for its performance shows that quantitatively the value added approach has a higher ratio value than the profit and loss approach. . 2) The financial performance of BRI Syariah banks as measured by Return On Equity (ROE) based on the profit / loss and value added approach of sharia for its performance shows that quantitatively the value added approach has a higher value ratio than the profit and loss approach. 3) The financial performance of BRI Syariah banks as measured by the ratio of net income per earning asset (LBAP) based on the profit / loss and sharia value added approach shows quantitatively the value added approach has a higher value ratio than the profit and loss approach. 4) The financial performance of BRI Syariah banks as measured by the Net Profit Margin (NPM) ratio based on the profit / loss and Islamic value added approach shows that quantitatively the value added approach has a higher value ratio than the profit and loss approach. 5) The financial performance of BRI Syariah banks as measured by the Ratio of Operating Expenses per Operating Income (BOPO) based on the Sharia profit / loss and value added approach shows that there is no difference because the BOPO calculation uses the same profit and loss approach and value added approach. 6) Overall financial performance of BRI Syariah banks based on the profit / loss and value added approach of sharia shows quantitatively this shows that the value added performance has high value. However, the range of value-added performance data distribution is also getting wider and with higher standard errors.
Keywords: Financial Performance, Profit and Loss Approach, Sharia Value Added Approach, ROA Ratio, ROE, NPM, LBAP, and BOP
STRATEGI KOLABORASI DALAM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DI KABUPATEN SUBANG
Abstrak Kesenian tradisional memegang peranan dalam pencirian dan menjadi kekhasan suatu daerah. Bagi wilayah administratif yang menjadi cikal bakal suatu kesenian daerah tentu saja tidak sulit untuk menyebut istilah kesenian khas dan menjadi milik daerah tersebut. Lain halnya dengan wilayah administratif yang tidak memiliki kesenian daerah sehingga akan berusaha menciptakan sebuah kesenian untuk dijadikan sebagai kesenian khas bagi daerahnya. Beruntunglah bagi Kabupaten Subang yang menjadi cikal bakal beberapa kesenian yang terlahir dan besar di daerahnya. Tidak hanya sampai disitu, Pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional tampak serius dilakukan. Hal tersebut terlihat dari papan nama berbagai kesenian (tradisional) di beberapa ruas jalan dalam wilayah Kabupaten Subang. Seiring berjalannya waktu tampak jelas terlihat adanya perubahan dalam pernak pernik atau tahapan pertunjukan pada beberapa seni pertunjukan tradisional. Kondisi tersebut pada akhirnya mengundang keingintahuan mengenai strategi kolaborasi apa yang membuat seni pertunjukan tradisional masih tetap diminati masyarakat Subang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang didukung dengan data lintas waktu baik dari sumber sekunder maupun dari pernyataan informan mengenai seni pertunjukan tradisional di Kabupaten Subang. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kolaborasi yang dilakukan meliputi kolaborasi lintas waktu dan lintas ruang yang masih dibatasi oleh seperangkat aturan agar kolaborasi tidak melenceng dari identitas ketradisionalannya.AbstractTraditional arts play a role in the characterization of a region. The Regency of Subang became the pioneer for inventing and creating some traditional arts. They were born and grew in the area, and their preservation and development are seriously taken into consideration. It is evident that some changes occurred over time, for example in the accessories or phase of performances at several traditional performing arts. ThisNaskah Diterima: 28 Februari 2013Naskah Disetujui: 2 April 2013condition makes the author curious about the strategy of collaboration that makes the people of Subang interested in traditional performing art. The author conducted descriptive analytical method supported by cross-time data either from primary or secondary sources. The result shows that the strategy of collaboration across time and space in traditional performing</jats:p
KEBERADAAN KAMPUNG SENI JELEKONG DALAM MENUNJANG KEBUTUHAN EKONOMI RUMAH TANGGA
ABSTRAKKampung Seni Jelekong telah lama menapakkan kiprahnya dalam bidang industri kreatif berbasis kebudayaan. Hasil yang dicapai adalah ketenaran Jelekong hingga ke mancanegara sebagai kelurahan di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang memproduksi lukisan dan kerajinan wayang golek. Berdasarkan pengalaman tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung memberikan predikat Desa Wisata melalui SK Nomor 556.42/Kop.71 – Dispopar/2011. Pengalaman yang telah dicapai sebagai kampung seni tentunya harus melalui proses yang cukup panjang. Di samping itu juga ada kiat-kiat tertentu yang menjadi pedoman mereka untuk tetap menekuni industri berbasis kebudayaan tersebut. Kiat-kiat yang tentunya harus memperhatikan unsur hobi, kemahiran, dan sektor pendapatan yang mereka terima selama bekerja sebagai seniman di Kelurahan Jelekong. Penelitian yang menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif ini menemukan adanya aspek ketekunan, strategi pemasaran, dan pola pembagian kerja yang bervariasi. Aspek ketekunan dicapai oleh para pelopor seni yang secara intensif mengajarkan pada warga Jelekong untuk berkecimpung dan mencari nafkah melalui pemberdayaan produk seni. Strategi pemasaran menuntut kreativitas mereka semaksimal mungkin baik melalui modifikasi karya seni maupun memperbanyak relasi mulai dari strategi door to door hingga membuka galeri seni. Pola pembagian kerja yang fleksibel, yaitu segi kualitas dan kuantitas seniman menjadi tolak ukur besaran pendapatan yang mereka terima untuk nantinya digunakan mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. AbstractJelekong has been famous for its creativity in culture-based industry, especially in producing wayang golek paintings and handicrafts. It was awarded Desa Wisata (Village of Tourism) by the government of Regency of Bandung in 2011. This village has certain tips that guide them running the business, tips that combine many elements like hobby, skill, and income that they receive during they are working as artists in the village. By conducting descriptive method and qualitative approach, the author finds that combination of persistence, marketing strategy and division of work are indirect factors for the artists to rely on art as their main income.</jats:p
BATIK GARUT: Studi Tentang Sistem Produksi dan Pemasaran
AbstrakBatik Garut atau yang lebih dikenal dengan nama batik Garutan, saat ini sudah menampakkan kiprahnya dalam kancah dunia perbatikan Indonesia. Upaya untuk berkiprah ini tidak luput dari beberapa persiapan yang harus dilakukan, terutama dalam sistem produksi dan sistem pemasaran agar dapat bersaing baik dengan motif batik dari daerah lain, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, penelitian yang menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif ini ingin mengungkapkan dua hal tersebut di atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski masih menggunakan sistem manajemen keluarga namun dalam hal sistem produksi yang dilakukan mulai menunjukkan adanya unsur teknologi modern di samping teknologi tradisional yang digunakan untuk mendukung pesanan dalam jumlah banyak. Sistem pemasaran juga sudah mulai menampakkan perubahan dari sistem lama yang hanya menggunakan keahlian berkomunikasi, kini telah mengalami peningkatan terutama dari segi promosi baik dengan menggunakan media elektronik (promosi dengan menggunakan internet) ataupun keikutsertaan dalam berbagai macam pameran dan pergelaran busana. AbstractBatik Garut, or popularly called batik garutan is becoming a more significant asset in the world of batin in Indonesia nowadays. Efforts such as production and marketing system should be into consideration in order to make batik garutan worth competing with batiks of other regions in Indonesia, especially in terms of quality and quantity. These issues were examined in this research, and the author conducted a descriptive method as well as qualitative approach.The result indicates that, although the industries are still applying family management system, modern technology has been adopted without leaving the old and traditional one. In fulfilling great amount of market demands, old marketing system is improved by implementing an online marketing tekchnique as well as participating in fashion shows and other exhibiton events.</jats:p
Patanjala: jurnal penelitian sejarah dan budaya (Vol. 2 No. 3 September 2010)
Patanjala adalah media penyebarluasan tentang Nilai Budaya, Seni, dan Film serta Kesejarahan yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung di wilayah kerja Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Patanjala diterbitkan secara berkala tiga kali dalam satu tahun. Siapapun dapat mengutip sebagian isi dari Jurnal Penelitian ini dengan ketentuan menuliskan sumbernya. Judul-judul artikel di dalam jurnal ini terdiri dari: 1.) Tritangtu di Bumi di Kampung Naga: Melacak Artefak Sistem Pemerintahan (Sunda) oleh Agus Heryana; 2.) Upacara Perkawinan Adat Sunda di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung oleh Aam Masduk; 3.) Fungsi Seni Gembyung dalam Kehidupan Masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis oleh Endang Supriatna; 4.) Organisasi Sosial pada Masyarakat Giri Jaya Padepokan Desa Giri Jaya Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi oleh Ria Andayani Somantri; 5.) Batik Garut: Studi tentang Sistem Produksi dan Pemasaran oleh Irvan Setiawan; 6.) Kajian Nilai Budaya pada Arsitektur Tradisional di Giri Jaya Padepokan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat oleh Lina Herlinawati; 7.) Eksistensi Keraton di Cirebon: Kajian Persepsi Masyarakat terhadapKeraton-keraton di Cirebon oleh Toto Sucipto; 8.) Perkembangan Pemerintahan Kabupaten Cirebon oleh H. lwan Roswandi; 9.) Persepsi Masyarakat terhadap Petilasan Sunan Kalijaga dan Taman Kera di Kota Cirebon oleh Hermana; 10.) Perkembangan Wayang Gantung Singkawang dan Upaya Bertahan dari Ancaman Kepunahan oleh Benedikta Juliatri Widi Wulandari; 11.) Permainan Congkak: Nilai dan Potensinya Bagi Perkembangan Kognitif Anak oleh Dheka D. A. Rusman
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN SISWA KELAS III SD NEGERI BENDUNGAN III DENGAN ALAT PERAGA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi pecahan siswa kelas III SD Negeri Bendungan III, dengan menggunakan alat peraga.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas III SD Negeri Bendungan III semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 15 siswa. Adapun objeknya adalah hasil belajar Matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus memiliki komponen tindakan yaitu, perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi sesuai dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan efisiensi waktu dan keefektifan tujuan, sehingga hasil belajar Matematika siswa kelas III SD Negeri Bendungan III meningkat. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat dilihat dari ketuntasan belajar sebelum tindakan sebesar 26,7%, ketuntasan belajar siklus I sebesar 61,5% dan ketuntasan belajar siklus II sebesar 92,3%. Pada aspek afektif dan psikomotor ditunjukkan dengan perubahan kegiatan guru dan siswa ke arah yang lebih baik. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP dan hasil refleksi siklus I. Siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian, menggunakan alat peraga dengan baik, aktif, bekerjasama dengan baik serta lebih tekun.
Kata kunci : alat peraga pecahan, hasil belajar Matematik
CIPATAT KOLOT: DINAMIKA KAMPUNG ADAT DI ERA MODERNISASI
AbstrakKampung adat merupakan bagian dari aset budaya yang perlu dilestarikan. Rekapitulasi kampung adat di Provinsi Jawa Barat bersifat relatif karena masih ada beberapa kampung adat yang belum terdata, dan salah satunya adalah Kampung Cipatat Kolot di Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Dinamika budaya akibat modernisasi membuat Kampung Cipatat Kolot menjadi sebuah kampung yang mengikuti perkembangan zaman. Aset budaya yang menjadi kunci sebuah kampung adat mulai luntur. Sementara itu, pendataan dan pengkajian mengenai Kampung Cipatat Kolot masih sangat minim. Penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi dan mengkaji aset dinamika budaya yang masih dimiliki Kampung Cipatat Kolot. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menyimpulkan bahwa sangat disayangkan apabila aset budaya Kampung Cipatat Kolot tidak dilestarikan, salah satunya karena makam Buyut Cipatat sebagai sesepuh dan menjadikan Kampung Cipatat Kolot menjadi sebuah kampung adat masih sangat dihormati tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga kasepuhan dalam kesatuan adat Banten Kidul. Selain itu dinamika budaya masih belum begitu jauh yang ditandai oleh masih adanya upacara tradisional yang biasa dilaksanakan oleh kampung adat dalam wilayah kesatuan Banten Kidul. AbstractTraditional village as one of the cultural heritage should be conserved. The numbers of traditional village still in process of recapitulation. One of traditional village is Kampung Cipatat Kolot in Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. The village is not holding the traditional ways anymore; they live long with the modernization. The cultural asset vanished. Meanwhile, there’s still lack of data and research about Cipatat Kolot village. This research tries to explore and examine the cultural heritage existence of Kampung Cipatat Kolot. Using qualitative method, the research concludes that the cultural assets of Kampung Cipatat Kolot were not perpetuated. One of the cultural assetsthat should be conserved is the grave of Buyu Cipatat which is well known as an elder. It should be conserved because of his name Kampung Cipatat Kolotis respected by other traditional village and in the line of Banten Kidul customs. </jats:p
Eksistensi Seni Pencak Silat di Kabupaten Purwakarta (Kajian tentang Strategi Adaptasi)
AbstrakPencak Silat merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.Perkembangan Pencak Silat belakangan ini dapat dikatakan masih berada pada tarafseadanya. Terlihat dari gaung Pencak Silat di Provinsi Jawa Barat yang masih kurangmampu menembus jenis-jenis olahraga ternama seperti sepak bola atau badminton.Sementara dilihat dari segi kesenian juga masih kurang menarik dibandingkan denganjenis kesenian seperti Wayang Golek ataupun Jaipongan. Walaupun demikian, tidaksemua wilayah pasif terhadap upaya pelestarian Pencak Silat. Kabupaten Purwakartasebagai contoh, merupakan kabupaten terkecil dari Provinsi Jawa Barat yang ternyatamemiliki semangat cukup tinggi untuk melestarikan Pencak Silat baik dari segiolahraga ataupun sebagai kesenian tradisional.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategiadaptasi Pencak Silat untuk tetap eksis dan berkembang sebagai bagian dari cabangolahraga maupun sebagai kesenian tradisional di Kabupaten Purwakarta. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskripsi analisis. Data diperoleh dengan carapencarian data primer dan sekunder.AbstractPencak Silat is a kind of Indonesian traditional martial art that has to bepreserved because its progress has been poorly gained proper attentions. As an art itis less popular than Wayang Golek or Jaipongan, and as a kind of sport its popularityis not as much as soccer nor badminton. Kabupaten Purwakarta has very high passionto preserve Pencak Silat.This research tries to describe and analyze the adaptation strategy inmaintaining the existence of Pencak Silat in Kabupaten Purwakarta. The authorconducted descriptive analytical method, and data were obtained through primaryand secondary sources.</jats:p
- …
