158 research outputs found
Coastal erosion project, Diani beach, Kenya
Master project report. Since the seventies, the establishment of hotels and other facilities has increased the pressure on the Kenyan coast. During the last decade, hotel managers and residents in Diani Beach have been experiencing problems with erosion. The only measures taken to address the problem are individually built seawalls to protect private properties. These seawalls are mostly not properly built and do not decrease the erosion rate. Erosion continues and beaches are still disappearing. In some places, coral rock is exposed or buildings collapse. The economy in Diani Beach is strongly depending on tourism. A white beach with a gentle slope and a flourishing ecosystem of lagoon and coral reef is desirable to attract tourists. The current situation in most parts of Diani Beach is far from desired. Diani Beach seems to be subject to structural erosion, due to several reasons. Initially, the narrowness of the African continental shelf leads to an easily loss of sediment into the deep ocean. Also the fact that there are no high mountain ranges along the Kenyan coast results in a low rate of sediment flowing into the ocean. A lack of sand combined with the relative stableness of the African crustal plate can be seen as causes for structural erosion. In Diani Beach the process is accelerated by a number of factors, both human and nature induced. Measures have to be taken to recover and maintain the desired situation. However, it is difficult to determine the optimal solution because of policy issues and lack of data. Several measures are proposed, which can be divided into three categories: management and policy measures, soft measures and hard measures. The first category implies e.g. determination of the setback line, altered approach to fishery and enforcement of legislations. Soft measures include planting of vegetation and beach nourishment. Breakwaters, groynes and improvement of seawalls are hard measures. A combination of measures can have effect on both short and long term, first recovering and subsequently maintaining the desired situation. However, more data have to be gathered to determine the best combination of measures, make a proper design and find the way to implement them.Hydraulic EngineeringCivil Engineering and Geoscience
TOPONIMI DUSUN DAN DESA DI KECAMATAN GIRI MULYA KABUPATEN BENGKULU UTARA
ABSTRAK
Ajeng Cristina Anggraini. 2021. Toponimi Dusun dan Desa di Kecamatan Giri Mulya
Kabupaten Bengkulu Utara. Dr. Irma Diani, M.Hum, dan Dra. Ngudining Rahayu,
M.Hum, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa
dan Seni, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, Universitas Bengkulu.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toponimi yang mendasari penamaan dusun dan
desa di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah
penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi
dari informan yang paham mengenai sejarah dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya.
Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, rekam dan catat.
Langkah-langkah analisis data (1) transkrip data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi
data, (4) analisis dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponimi
dusun dan desa di Kecamatan Giri Mulya pada penamaanya cenderung berkaitan
dengan aktivitas manusia, keadaan sosial, dan perilaku manusia sedangkan penamaan
lainya berkaitan dengan pengharapan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada
penamaan desa dan dusun mengacu pada aspek perwujudan: latar rupa bumi, latar
perairan, latar lingkungan alam, Aspek kemasyarakatan: tradisi, aspek sosial, keadaan
sosial serta tokoh masyarakat, aspek kebudayaan: nilai pikiran positif, dan dari segi
etnolinguistik mengacu pada tiga unsur wujud kebudayaan sebagai sistem ide, aktivitas
dan artefak. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji dan meneliti lebih dalam
untuk melakukan penelitian penelitian yang mengkaji kebudayaan bahasa
masyarakatnya berdasarkan pada teori etnolinguistik.
Kata Kunci : Desa, Kecamatan Giri Mulya, Bengkulu Utra
KESANTUNAN BERBAHASA PADA TUTURAN TENAGA MEDIS DAN PASIEN DI PUSKESMAS MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Rea Utami. 2022. Kesantunan Berbahasa Pada Tuturan Tenaga
Medis dan Pasien di Puskesmas Muara bangkahulu Kota
Bengkulu. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Bengkulu. Pembimbing l Drs. Supadi, M. Hum. dan
Pembimbing ll Dr. Irma Diani, M. Hum.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan realisasi
kesantunan berbahasa pada tuturan perawat dan pasien di Puskesmas
Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan teknik observasi, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil
dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut, yang terdiri dari enam
maksim. Maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim
penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kemufaktan, dan maksim
kesimpatian. Berdasarkan rinciannya yaitu terdiri atas 12 maksim
kebijaksanaan, 4 maksim kedermawaanan, 7 maksim penghargaan, 2
maksim kesederhanaan, 14 maksim kemufakatan, dan 10 maksim
kesimpatian. Maka dapat disimpulkan dari data yang ditemukan sebanyak
49 data bahwa tuturan tenaga medis dan pasien di Puskesmas Muara
Bangkahulu Kota Bengkulu sudah termasuk menggunakan bahasa yang
santun.
Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Tenaga Medis dan Pasien,
Puskesmas Muara Bangkahulu
The representation of evaluative and argumentative procedures: examples from the academic book review article
This paper documents some of the linguistic resources used to construct evaluation and argumentation in a corpus of academic book review articles. The study investigates the discursive strategies the reviewer adopts to present his/her evaluative moves in order to highlight the discursive and argumentative dimension of the genre. Particular attention is paid to the pragmatic functions of lexicalisations of argumentative procedures, when they are used to introduce argumentative discourse. More specifically, the analysis focuses on all the reporting expressions that are associated with explicit signals of the reviewer’s positive or negative evaluation of the position of the reviewed book authors, with varying degrees of conflict or convergence. The findings reveal that the genre of the book review article finds its specificity in a combination of evaluative language and reporting. Reporting the ideas an author discusses in his or her book can be thus seen as a point of departure for the reviewer’s development of an evaluative discourse, particularly in sequences where the reviewed author’s reported opinions are presented in a kind of argumentative dialogue that helps the reviewer illustrate his/her views. The reviewer’s argumentative evaluation thus becomes a major element in the representation of the ideas under discussion. Although the most common and generally accepted interpretation of argumentative dialogue is that of a dialogue between an (active) Proponent and a (passive) Evaluator, the analysis shows that evaluation, whether realised explicitly or in subtle and implicit forms, plays an important role in the kind of dialogue that the reviewer and the reviewed author construct around specific arguments
ANALISIS WACANA KRITIS NASKAH DRAMA PELACUR DAN SANG PRESIDEN KARYA RATNA SARUMPAET (ANALISIS MODEL TEUN A. VAN DIJK)
ABSTRAK
R, Veronica. 2018. Analisis Wacana Kritis Naskah Drama Pelacur Dan Sang
Presiden Karya Ratna Sarumpaet (Analisis Model Teun A. Van Dijk). Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan Bahasa Dan Seni. Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Rokhmat
Basuki, M.Hum., Pembimbing Pendamping Dr. Irma Diani, M.Hum.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur teks, kognisi sosial, serta
konteks sosial pada naskah drama Pelacur dan Sang Presiden. Data dalam
penelitian ini adalah naskah drama Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna
Sarumpaet yang mengangkat topik mengenai permasalahan perdagangan
perempuan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian
ini adalah (1) mengidentifikasi data; (2) mengklasifikasikan data; (3)
mengklatirikasikan data; (4) penyajian data; (5) menyimpulkan hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa naskah drama Pelacur dan Sang Presiden
memiliki tema mengenai persoalan perdagangan perempuan, naskah drama
tersebut memiliki topik utama yang didukung oleh subtopik, serta disusun dengan
menggunakan elemen-elemen struktur yang mendukung mulai dari elemen bagian
sintaksis, semantik, dan retoris. Dari segi kognisi sosial, Ratna Sarumpaet dalam
proses penggarapan naskah Pelacur dan Sang Presiden dibalut dengan pandangan
objektif mengenai dinamika sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia. Dari segi
konteks sosial, tindak pidana perdagangan manusia adalah salah satu persoalan
yang akhirnya muncul karena permasalahan bangsa Indonesia yang dihadapkan
pada kemiskinan dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah, tema besar yang diangkat dalam naskah drama Pelacur dan
Sang Presiden dengan tema perdagangan perempuan hadir karena adanya kognisi
Ratna Sarumpaet terhadap konteks sosial yang sedang terjadi terkait persoalan
perdagangan perempuan di indonesia.
Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Naskah Drama, Pelacur dan Sang Presiden,
Teun A. Van Dij
TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN PINO RAYA KABUPATEN BENGKULU SELATAN
ABSTRAK
Febrina Milenia. 2022. Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Pino Raya
Kabupaten Bengkulu Selatan. Dr. Irma Diani, M.Hum., dan Dra.
Ngudining Rahayu, M.Hum., Program Studi Pendidikan Bahasa
Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan toponimi desa-desa
di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan
kategori aspek penamaan (aspek perwujudan, aspek kemasyarakatan, dan
aspek kebudayaan), 2) untuk mendeskripsikan sejarah dan budaya
penamaan desa di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
menurut kajian Etnolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan
data diperoleh dari wawancara, rekam, dan dokumentasi. Langkah-langkah
analisis data menggunakan 1) transkripsi data, 2) identifikasi data, 3)
klasifikasi data, 4) interpretasi data, 5) kesimpulan. Hasil penelitian
penamaan desa yang meliputi aspek perwujudan yaitu Desa Nanjungan,
Talang Padang, Air Kemang, Pagar Gading, Tanjung Aur II, Kemang
Manis, Tanggo Raso, Telaga Dalam, Napal Melintang, Serang Bulan,
Karang Cayo Padang Beriang. Penamaan desa yang meliputi aspek
kemasyarakatan yaitu Desa Pasar Pino, Padang Serasan, Tungkal I,
Tungkal II, Kembang Seri, Suka Bandung, Bandung Ayu, Cinto Mandi
dan penamaan desa yang meliputi aspek kebudayaan yaitu Desa Selali.
Sejarah berdirinya desa-desa di Kecamatan Pino Raya Kabupaten
Bengkulu Selatan yaitu sebelum Kemerdekaan Indonesia. Wujud warisan
budaya tak benda (intangible heritage) terdapat 16 desa dan wujud
warisan budaya berupa benda (tangible heritage) terdapat 5 desa. Nilai
budaya dalam penamaan desa di Kecamatan Pino Raya terdapat nilai
pikiran positif, nilai peduli lingkungan, nilai pelestarian dan kreativitas
budaya, nilai kerja keras, dan nilai pengelolaan gender.
Kata Kunci : Toponimi, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu
Selata
TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA LEMBAK DI KECAMATAN SUNGAI SERUT KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Indria Pramesuary. 2021. Tindak Tutur Direktif Bahasa Lembak Di Kecamatan
Sungai Serut Kota Bengkulu. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia
FKIP Umiversitas Bengkulu. Pembimbing: (I) Dr. Irma Diani, M.Hum (II)
Dr. Rokhmat Basuki, M.Hum
Kata Kunci : Tindak Tutur, Direktif dan Bahasa Lembak.
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: 1)untuk mendeskripsikan wujud
penggunaan tindak tutur direktif Bahasa Lembak di Kecamatan Sungai Serut
Kota Bengkulu. 2)untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif pada
kegiatan sehari-hari masyarakat Lembak di Kecamatan Sungai serut Kota
Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Penelitian deskriptif tidak mempertimbangkan benar salahnya penggunaan
bahasa oleh penutur-penuturnya, karena hal itu merupakan cirinya yang pertama
dan terutama. Sumber data pada penelitian ini adalah Sumber data penelitian
adalah bahasa yang digunakan, masyarakat berbahasa lembak di kegiatan interaksi
dan transaksi keseharian masyarakat lembak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif .Sumber data penelitian adalah bahasa yang digunakan, masyarakat
berbahasa lembak di kegiatan interaksi dalam suasana banjir dan transaksi jual
beli keseharian masyarakat lembak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil dan
pembahasan tentang tindak tutur direktif dalam intekasi masyarakat Lembak di
Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, diperoleh beberapa wujud tindak tutur
direktif dan fungsi tindak tutur sebagai berikut: Wujud tindak tutur direktif yang
digunakan pada masyarakat Lembak di Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu,
yaitu: 1) wujud perintah sebanyak 17 tuturan , 2) wujud permintaan sebanyak 21
tuturan, 3) wujud ajakan 14 sebanyak tuturan, 4) wujud larangan sebanyak 6
tuturan, 5) wujud nasihat sebanyak 13 tuturan, 6) wujud kritikan sebanyak 3
tuturan. fungsi tindak tutur direktif pada kegiatan interaksi dan transaksi
masyarakat Lembak di Kecamatan Sungai serut Kota Bengkulu, yaitu: fungsi
perintah, fungsi permintaan, fungsi ajakan, fungsi larangan, fungsi nasihat, dan
fungsi kritikan
ANALISIS PERGESERAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT KAMPUNG BOGOR KABUPATEN KEPAHIANG
ABSTRAK
Aulia, Widi Gusti. 2022. Analisis Pergeseran Penggunaan Bahasa Dalam
Komunikasi Masyarakat Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang. Program Studi
Bahasa Indonesia. FKIP. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Irma
Diani, M.Hum. dan Pembimbing Pendamping Dr. Dian Eka Chandra W, M.Pd.
Tujuan penelitian ini untuk Mendeskripsikan pergeseran bahasa Sunda di
Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang.arah pergeseran bahasa Sunda, serta faktor�faktor yang mempengaruhi pergeseran Bahasa Sundadi desa Kampung Bogor
Kabupaten Kepahiang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskripitif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini: (1) wawancara, (3) teknik Rekam, dan (4) observasi. Dalam penelitian ini,
kegiatan analisis data dilaksanakan dengan cara (1) identifikasi data, (2) interpretasi
data, (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pemakaian
bahasa Sunda pada masyarakat Desa Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang dalam
ranah dan konteks tertentu bergeser ke bahasa Indonesia. Pemakain bahasa Sunda
bergeser total ke bahasa Indonesia pada ranah kesehatan,kemasyarakatan,
perdagangan. Pergeseran bahasa Sunda tersebut terjadi ke arah bahasa Indonesia.
Pergeseran bahasa tersebut dipengaruhi oleh faktor bilingualisme; tingkat pendidikan,
dan jenis pekerjaan; konteks kebahasaan; sikap bahasa; kebijakan (politik) bahasa
nasional; dan unsur sopan santun.
Kata Kunci : Pergeseran Bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Sund
Multivoiced interaction in English and Italian academic review discourse: a cross-cultural analysis
The study presented in this chapter is based on an analysis of historical book review articles in English and Italian and investigates the way the genre across national academic cultures represents the typical discursive procedures through the activity of the reviewer and of other voices in the texts. The analysis reveals interesting linguistic features which can shed light on the dialogic and argumentative dimension of the genre under examination. As a result of the analysis carried out, it emerges that both English and Italian historical book review
articles are characterised by a plurality of textual voices involved in argumentative dialogue with the reviewer – reviewed book author, discourse community,
reader. These voices are powerfully active in the interaction and become the reviewer’s partners in a scientific ‘conversation’
Metafora “Kupu-kupu” dan Citra Perempuan dalam Cerpen “Gadis yang Menerbangkan Kupu-kupu dari Untaian Rambutnya” Karya Diani Savitri dan Cerpen “Seorang Perempuan dengan Rajah Kupu-kupu di Dadanya” Karya Seno G.a (Kajian Sastra Bandingan)
Penelitian ini berfokus pada perbandingan mengenai persamaan dan perbedaan metafora “kupu-kupu” yang berkaitan dengan tokoh perempuan, dan citra perempuan dalam cerpen “Gadis yang Menerbangkan Kupu-Kupu dari Untaian Rambutnya” karya Diani Savitri dan cerpen “Seorang Perempuan dengan Rajah Kupu-Kupu di Dadanya” karya Seno G.A yang berhubungan dengan aspek diri maupun aspek sosial perempuan dalam masyarakat. Penelitian menggunakan kajian pustaka dan pendekatan deskriftif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam cerpen “Gadis yang Menerbangkan Kupu-Kupu dari Untaian Rambutnya” karya Diani Savitri dan cerpen “Seorang Perempuan dengan Rajah Kupu-Kupu di Dadanya” karya Seno G.A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Untuk menganalisis digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan kedua cerpen memiliki persamaan mengenai metafora “kupu-kupu” yang sama-sama berkaitan dengan tokoh perempuan yang memiliki keindahan fisik dan menarik. Sedangkan perbedaannya terlihat pada cerpen karya Diani yang tidak hanya menggambarkan metafora “kupu-kupu” dengan perempuan, namun juga terdapat gambaran mengenai masyarakat yang rapuh. Sedangkan cerpen karya Seno menggambarkan metafora “kupu-kupu” dari tokoh perempuan yang keindahan fisiknya dinikmati dengan semu. Selain persamaan mengenai metafora “kupu-kupu”, penelitian ini menemukan persamaan citra perempuan. Persamaan dari citra perempuanya itu, perempuan yang pemberani dan perannya dalam keluarga sebagai anak. Penelitian ini juga menemukan perbedaan citra perempuan dari citra diri dan sosialnya yaitu: cerpen karya Diani yang menggambarkan citra perempuan berwajah cantik dan perannya di keluarga sebagai ibu. Sedangkan cerpen karya Seno, citra perempuan digambarkan berdasarkan bentuk fisik sebagai perempuan dewasa dan perempuan yang bekerja sebagai PSK
- …
