2 research outputs found
Uji Antagonis Bacillus sp. dan Pseudomonas berfluorescens dari Rhizosfer Bambu, Rumput Gajah dan Putri Malu dalam Menekan Bakteri Ralstonia solanacearum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga pada pertanaman rockmelon (Cucumismelo var reticulatus). Penelitian ini dikerjakan dari bulan Maret - Agustus 2020, pada fase vegetatif dangenerative, Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman rockmelon di Daerah Jalan Aneka TambangKelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru. dan di Laboratorium Entomologi Fakultas PertanianUniversitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Dengan menggunakan metode survey eksploratif.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap lalat buah, perangkap likat kuning,pengambilan secara langsung menggunakan tangan dan jaring serangga. Serangga yang diperolehdiletakan didalam botol koleksi yang telah berisi alkohol 70%. Hasil akhir menunjukkan seranggatertangkap di fase vegetatif ada 216 ekor, terdiri atas 10 ordo, 10 famili. sedangkan pada fase generatifserangga yang tertangkap terdiri dari 10 ordo dan 23 famili dengan jumlah populasi serangga lebih besaryaitu 666 ekor. Status serangga yang paling dominan pada pertanaman rockmelon adalah sebagai hama,dengan persentase 56%, terdiri 7 ordo, 19 spesies serta 14 famili, serangga predator sebanyak 26%, 4ordo, 9 spesies dan 6 famili. Polinator sebanyak 18 %, 3 ordo, 6 spesies dan 4 famili
Uji Antagonis Bacillus sp. dan Pseudomonas Berfluorescens Asal Rhizosfer Bambu, Rumput Gajah dan Putri Malu Untuk Menekan Bakteri Ralstonia solanacearum Secara In-Vitro
Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh R. solanacearum tergolong penyakit yang sulit dikendalikan maupun dimusnahkan karena mampu bertahan hidup di tanah cukup lama dengan penyebaran yang cepat melalui air, peralatan pertanian dan lainnya. Sehingga diperlukan cara-cara pengendalian yang ramah lingkungan dengan agens hayati berupa penggunaan antagonis yang berasal dari beberapa rhizosfer tanaman. Rhizosfer sangat banyak mengandung mikroorganisme yang berpotensi untuk menjadi agens antagonis dari pathogen tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui bakteri Bacillus sp. dan P. berfluorescens dari rhizosfer bambu, rumput gajah dan putri malu yang memiliki kemampuan dalam menghambat bakteri R. solanacearum. Metode yang dilakukan dengan mengambil sample isolat pathogen dari tanaman tomat yang bergejala layu bakteri R. solanacearum, diambil dari lahan Kelompok Tani di Karang Anyar, sedangkan isolate agens antagonis diambil dari rhizosfer tanaman bambu, rumput gajah dan putri malu diambil di daerah Palam, Guntung Manggis, Banjarbaru. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan 7 (tujuh) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T1 (P. berfluorescens bamboo) dan T2 (Bacillus sp. Bamboo) berbeda nyata dalam menimbulkan zona hambat terhadap R. solanacearum sebesar 1.15 mm dan 0.64375 mm. Kesimpulan bahwa kemampuan Pseudomonas berfluorescens dan Bacillus sp. dari rhizosfer yang berbeda memiliki kemampuan menghambat yang tidak sama dengan zona hambat terlihat samar atau tipis
