1,720,970 research outputs found
Mitos Pohon Keramat di Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar
Irfansyah, 1301431484, “Mitos Pohon Keramat di Desa Labuan Tabu,
Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar”, Pembimbing 1, Dr. Fatrawati
Kumari, M. Hum dan Dr. Irfan Noor, M. Hum
Kata Kunci: pohon keramat, sakral, makna
Latar belakang masalah skripsi ini bertolak dari terpeliharanya mitos
pohon keramat di desa Labuan Tabu, padahal masyarakat umumnya beragama
Islam dan berpikiran rasional. Mitos pohon keramat diyakini kebenarannya dan
dalam kenyataannya, mitos terpelihara dengan baik sampai saat ini meskipun
terdesak oleh modernitas yang merasuki hingga ke pelosok Desa. Bagaimana
mitos tentang pohon keramat di Desa Labuan Tabu dapat diyakini masyarakat
sampai saat ini perlu kajian khusus dalam bentuk penelitian. Penelitian ini
bermaksud mengkaji mitos pohon keramat di Desa Labuan Tabu secara
filosofis.
Skripsi ini membahas masalah bagaimana mitos pohon keramat di desa
Labuan Tabu dan bagaimana mitos menurut perspektif Claude Levi Strauss.
Untuk memperoleh data yang dimaksud, penulis menggunakan
pendekatan kualitatif, deskriptif, dengan menjadikan persepsi masyarakat
tentang pohon keramat sebagai data primer, sedangkan data sekunder adalah
sumber lain dan buku-buku yang terkait dengan mitos pohon keramat dan
tentang Claude Levi Strauss. Teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi yang relevan dengan penelitian. Objek material
penelitian ini adalah mitos pohon keramat, sedangkan objek formal penelitian
ini mitos filsafat Claude Levi Strauss.
Hasil penelitian ini memuat dua hal: Pertama, mitos tentang pohon
keramat yang mencakup lima kisah yang terdapat pada masyarakat itu. Mitos
menurut masyarakat adalah segala bentuk cerita yang membawa kepada
pelajaran yang berharga, dalam menciptakan kekerabatan dikehidupan sosial
masyarakat, Kedua, mitos pohon keramat dalam Perspektif Claude Levi
Strauss merupakan pertautan antara bahasa dan budaya masyarakat. Mitos dan
bahasa yaitu terbentuknya mitos dalam bentuk tuturan dari masa kemasa secara
lisan. Mitos juga menandakan keramatnya tempat tersebut, dan menununjukan
cerita seorang ulama Syekh Muhammad Arjan sebagai pahlawan Desa pada
masanya. Oleh sebab itu, mitos menunjukkan struktur yang terdapat
dimasyarakat, menandakan terpeliharanya mitos oleh orang-orang yang
dianggap tua, mitos juga menunjukkan nalar sederhana masyarakat, dan mitos
selalu menunjukkan budaya mengandung makna berubah-ubah. Tetapi bersifat
satu arah, yaitu makna pelajaran yang baik
Perancangan Perahu Pembersih Sampah di Aliran Sungai Kota Banjarmasin
Upaya dari pemerintah daerah di Kalimantan Selatan untuk mengembalikan fungsi sungai melalui kegiatan aksi bersih-bersih aliran sungai khususnya kota banjarmasin sudah mulai menjadi perhatian masyarakat dan pemko, untuk menjadikan kota banjarmasin sebagai destinasi wisata air seperti halnya amsterdam. Namun masih belum secara menyeluruh, karena ternyata masih banyak sampah-sampah di aliran sungai kecil yang sulit di bersihkan. Untuk itu sangat perlu adanya koordinasi yang lebih baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di banjarmasin dalam mengatasi permasalahan sampah sungai sudah menggunakan kapal pembersih sampah untuk sungai besar, sedangkan untuk anak sungai yang kecil-kecil lebih kurang lebarnya antara 2 m sampai 4 meter ada yang menggunakan sampan seadanya yang mana petugas kebersihannya kalau membersihkan sungai tersebut terjun kesungai untuk memunguti sampah sedangkan perahunya untuk penampungan sampah sementara sebelum dibuang kepembuangan sampah akhir. Atas dasar itulah maka sangat diperlukan sebuah desain perahu pembersih sampah yang sesuai dengan kondisi sungai di kota banjarmasin. Sehingga kegiatan bersih-bersih tersebut benar-benar efektif dan efesien. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Desain perahu pengangkut sampah sudah sesuai dengan yang diharapkan supaya mampu beroperasi di sungai kecil, sempit dan mampu bekerja pada kondisi air dangkal. Kemampuan apung yang didapatkan adalah sebesar = 4716,648 N, Jika perahu saat kosong bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 3436,7069 N, Sedangkan jika berat perahu terisi maksimal bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 984,2069 N. Titik berat penampang perahu terletak pada Z( Xo , Yo ) = Z( 1650 mm , 750 mm )
PERANCANGAN SUDUT BAGIAN UJUNG SUDU (TIP) PADA TURBIN ANGIN HORISONTAL
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut bagian ujungsudu (tip) pada turbin angin horisontal. Sudut bagian ujung sangat perpengaruhterhadap permulaan putaran (starting) turbin angin horisontal. Modifikasidilakukan dengan menambahkan memvariasikan lapisan tambahan kayu padabagian atas sehingga akan menambah besar sudut pada bagian hub tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kegiatan perancangan,pembuatan, modifikasi, dan pengujian sudu turbin. Bahan pembuatan sududigunakan 2 buah material kayu meranti merah ukuran 1300x160x40 mm.Rancangan pertama menggunakan sudut hub 14°, sedangkan rancangan keduayang dimodifikasi akan menambah sudut hub menjadi 26°. Variasi kecepatanangin sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6 m/s. Alat ukur yang digunakan adalah anemometerdan tachometer digital.Dari hasil penelitian, pada kecepatan angin 1,9 m/s, sudu dengan suduthub 14° mengahasilkan putaran poros 48 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26°menghasilkan putaran poros 107 rpm. Sedangkan pada kecepatan angin 6,8 m/s,sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 234 rpm, dan sududengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 368 rpm
Optimasi Sudut Hub Pada Turbin Angin Horisontal Dua Sudu
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut hub pada turbin angin dua sudu. Sudut bagian hub sangat perpengaruh terhadap permulaan putaran (starting) turbin angin horisontal. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan lapisan tambahan kayu pada bagian atas sehingga akan menambah besar sudut pada bagian hub tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kegiatan perancangan, pembuatan, modifikasi, dan pengujian sudu turbin. Bahan pembuatan sudu digunakan 2 buah material kayu meranti merah ukuran 1300x160x40 mm. Rancangan pertama menggunakan sudut hub 14°, sedangkan rancangan kedua yang dimodifikasi akan menambah sudut hub menjadi 26°. Variasi kecepatan angin sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6 m/s. Alat ukur yang digunakan adalah anemometer dan tachometer digital.Dari hasil penelitian, pada kecepatan angin 1,9 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 48 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 107 rpm. Sedangkan pada kecepatan angin 6,8 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 234 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 368 rpm
STUDI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS SUDU U DENGAN PENAMBAHAN SUDU NACA 0012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan poros yang optimal menggunakan turbin angin savonius sudu U dengan penambahan sudu NACA 0012 dengan variasi kecepatan angin, untuk turbin angin savonius U memiliki dimensi diameter 12,7 cm dengan tinggi 50 cm dan NACA 0012 tinggi 50 cm dengan lebar 14 cm. Dari hasil penelitian turbin angin menunjukkan bahwa dengan penambahan sudu NACA 0012 berpengaruh terhadap putaran poros, dengan menggunakan variasi kecepatan angin 2,3 m/s, 3,5 m/s, 4,0 m/s, 6,2 m/s, 7,2 m/s, dari data yang di dapat dengan menggunakan penambahan sudu NACA 0012 kecepatan poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan angin 7,2 m/s. Dengan penambahan sudu NACA 0012 putaran poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan 7,2 m/s dan kecepatan putaran poros terendah 33,2 rpm dengan kecepatan angin 2,3 m/s.Kata Kunci : Turbin angin, savonius, sudu U, NACA 001
Studi Eksperimental Turbin Angin Savonius Sudu U dengan Penambahan Sudu Naca 0012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan poros yang optimal menggunakan turbin angin savonius sudu U dengan penambahan sudu NACA 0012 dengan variasi kecepatan angin, untuk turbin angin savonius U memiliki dimensi diameter 12,7 cm dengan tinggi 50 cm dan NACA 0012 tinggi 50 cm dengan lebar 14 cm. Dari hasil penelitian turbin angin menunjukkan bahwa dengan penambahan sudu NACA 0012 berpengaruh terhadap putaran poros, dengan menggunakan variasi kecepatan angin 2,3 m/s, 3,5 m/s, 4,0 m/s, 6,2 m/s, 7,2 m/s, dari data yang di dapat dengan menggunakan penambahan sudu NACA 0012 kecepatan poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan angin 7,2 m/s. Dengan penambahan sudu NACA 0012 putaran poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan 7,2 m/s dan kecepatan putaran poros terendah 33,2 rpm dengan kecepatan angin 2,3 m/s.Kata Kunci : Turbin angin, savonius, sudu U, NACA 001
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pengaruh Variasi Bukaan Panel Dinding Fiber Cement Board Terhadap Kekakuan Akibat Beban Monotonik Pada Portal Baja Canai Dingin 2D
Struktur bangunan yang kuat menahan beban tidak lepas dari kekuatan portalnya. Portal yang kuat harus memiliki bahan material yang bisa meminimalisir gaya yang diterima. Portal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu portal terbuka dan portal tertutup. Dalam pengaplikasiannya, portal tidak 100% tertutup melainkan terdapat bukaan sebagai sirkulasi udara maupun pencahayaan ruangan. Struktur bangunan selain kuat juga harus ekonomis, salah satu faktornya yaitu pemilihan material yang ekonomis namun tidak mengabaikan kekuatannya. Canai dingin dapat memenuhi kedua kriteria tersebut, kuat dan ekonomis.
Portal baja canai dingin yang digunakan pada penelitian ini memiliki dimensi 58 cm untuk lebar dan memiliki tinggi 106 cm dengan profil hollow square berdimensi 20.30.0,3 untuk balok dan dimensi 40.40.0,3 untuk kolom. Panel dinding yang digunakan berbahan fiber cement board dengan ketebalan 4 mm. Pada penelitian ini terdapat 4 jenis variasi bukaan panel dinding fiber cement board yaitu sebesar 0%, 25%, 50% dan 100% (open frame). Masing-masing benda uji menggunakan kode yaitu M-F-0, M-F-25, M-F-50 dan M-100. M-F-0 merupakan benda uji yang memiliki panel dinding dan tanpa bukaan. M-F-25 merupakan benda uji dengan bukaan 25%, M-F-50 merupakan benda uji dengan bukaan 50% dan M-100 merupakan benda uji yang tidak memiliki panel dinding. Jenis pembebanan yang dipakai pada penelitian ini adalah pembebanan monotonik. Dengan membaca besarnya beban lateral yang terjadi dari load cell dan besar perpindahan horizontal pada LVDT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekakuan, kegagalan struktur dan momen teoritis (menggunakan software SAP2000)
- …
