131,099 research outputs found
Cigarette smoke regulates the expression of TLR4 and IL-8 production by human macrophages
Abstract Background Toll-like receptors (TLRs) are present on monocytes and alveolar macrophages that form the first line of defense against inhaled particles. The importance of those cells in the pathophysiology of chronic obstructive pulmonary disease (COPD) has well been documented. Cigarette smoke contains high concentration of oxidants which can stimulate immune cells to produce reactive oxygen species, cytokines and chemokines. Methods In this study, we evaluated the effects of cigarette smoke medium (CSM) on TLR4 expression and interleukin (IL)-8 production by human macrophages investigating the involvement of ROS. Results and Discussion TLR4 surface expression was downregulated on short term exposure (1 h) of CSM. The downregulation could be explained by internalization of the TLR4 and the upregulation by an increase in TLR4 mRNA. IL-8 mRNA and protein were also increased by CSM. CSM stimulation increased intracellular ROS-production and decreased glutathione (GSH) levels. The modulation of TLR4 mRNA and surface receptors expression, IRAK activation, IκB-α degradation, IL-8 mRNA and protein, GSH depletion and ROS production were all prevented by antioxidants such as N-acetyl-L-cysteine (NAC). Conclusion TLR4 may be involved in the pathogenesis of lung emphysema and oxidative stress and seems to be a crucial contributor in lung inflammation.</p
Irak Korban Invasi Amerika Serikat Tahun 2003
Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein menjadi target kedua negara
yang akan diganti sistem pemerintahan dan kepemimpinannya oleh Amerika Serikat
dengan tuduhan Irak memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal.
Menanggapi ini PBB membentuk tim inspeksi senjata pemusnah massal yang
diketuai Hans Blix untuk menginvestigasi kepemilikan senjata tersebut. Hasilnya Irak
dinyatakan sebagai negara yang tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti yang
dituduhkan AS. Kontroversi terhadap masalah ini pun muncul ketika AS yang
didukung oleh sekutunya memutuskan untuk tetap menginvasi Irak walau tanpa
mandat dari PBB. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: a) mengapa Irak
menjadi sasaran invasi Amerika Serikat tahun 2003; b) bagaimana reaksi pemerintah
Irak terhadap rencana invasi Amerika Serikat; c) bagaimana perjuangan bangsa Irak
dalam menghadapi invasi Amerika Serikat; d) bagaimana akibat invasi Amerika
Serikat bagi Irak. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji dan
menganalisis lebih mendalam tentang: a) penyebab Irak menjadi sasaran invasi
Amerika Serikat tahun 2003; b) reaksi pemerintah Irak terhadap rencana invasi
Amerika Serikat; c) perjuangan bangsa Irak dalam menghadapi invasi Amerika
Serikat; d) akibat invasi Amerika Serikat bagi Irak.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi. Hasil penelitian menyatakan bahwa alasan Irak menjadi sasaran invasi
AS disebabkan oleh potensi yang dimiliki Irak yang dianggap AS merupakan
ancaman bagi kepentingan AS di kawasan Teluk. Potensi Irak dapat dilihat dari faktor
politik dan ekonomi. Dalam faktor politik Irak di bawah kepemimpinan Saddam yang
anti-barat menyebabkan AS sulit bekerjasama dengan Irak. Selain itu Saddam yang
anti Zionis merupakan ancaman yang harus dihilangkan AS untuk menjamin
keamanan sekutu dekatnya yaitu Israel. Kuatnya lobi Yahudi terhadap pemerintahan
George Walker Bush inilah yang mendorong AS untuk menginvasi Irak. Dalam
faktor ekonomi Irak merupakan negara yang memiliki cadangan minyak terbesar
kedua setelah Arab Saudi. Dengan cadangan minyak sebesar itu Irak akan memiliki
kekuatan besar yang dapat mempengaruhi negara tetangganya bahkan dunia.
Bush yang ingin sekali menggulingkan Saddam awalnya berupaya
mendapatkan mandat dari PBB untuk menyerang Irak dengan kekuatan militer.
Namun karena Prancis, Rusia dan Cina akan memveto usul AS tersebut maka AS
bertekad menyerang Irak walau tanpa mandat dari PBB. Akhirnya pada tanggal 17
vi
Maret 2003 setelah jalan diplomasi mengalami jalan buntu AS mengultimatum
Saddam beserta keluarganya untuk meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam atau AS
akan menginvasi Irak. Menanggapi ultimatum tersebut Saddam tetap pada
pendiriannya yaitu tidak akan meninggalkan Irak. Bahkan Saddam mulai
mengkoordinasi pasukannya dan menjanjikan perang kota kepada pasukan AS dan
sekutunya.
Pada tanggal 20 Maret 2003 AS dan sekutunya mulai menyerang Irak dengan
persenjataan canggih sedangkan pasukan Irak sebaliknya dengan persenjataan yang
sudah kuno. Hal ini menyebabkan Irak jatuh ketangan AS dan sekutunya pada tanggal
9 April 2003. Jatuhnya Irak ke tangan AS dan sekutunya ditandai dengan robohnya
patung Saddam yang berada ditengah taman Firdaus.
Jatuhnya pemerintahan Saddam tentu membawa akibat yang besar bagi Irak di
bidang politik, keamanan, ekonomi dan sosial. Alasan AS menginvasi Irak sebagai
salah satu cara untuk memerangi terorisme pada akhirnya menimbulkan terorisme
baru yang sangat anti-AS. Untuk itu penulis memberi saran: a) bagi PBB, agar
bertindak lebih tegas terhadap semua kebijakan AS yang tidak selamanya benar; b)
bagi AS, walaupun saat ini sebagai negara adidaya tunggal bukan berarti AS dapat
berbuat seenaknya terhadap negara lain. Kekuasaan AS saat ini memang tidak ada
tandingannya namun suatu saat AS pasti jatuh karena tidak ada kekuasaan yang lebih
tinggi daripada kekuasaan Tuhan; c) bagi Irak, bersatulah melawan pasukan
pendudukan AS dan sekutunya. Singkirkanlah perbedaan suku dan mazab agama
untuk membangun Irak yang lebih baik; d) bagi pembaca dan pemerintah Indonesia,
dengan melihat akibat yang ditimbulkan oleh invasi AS ke Irak, diharapkan dapat
memberi masukkan dalam menentukan sikapnya terhadap AS
Irak Türkmenlerinde çocuk oyunları
Türk Dünyasında oyun terimi ve kavramı dünden bugüne değişerek gelmiş; geçmişte sadece saman denilen din adamlarını ifade ederken bu gün çok yönlü kavramları niteler olmuştur. Irak Türkmen çocuk oyunları gerek yapısı ve konusu, gerek oyun çeşitleri ve oyuncuları, gerekse oyunlardaki amaç ve kullanılan araçlar bakımından kendisine has bir özellik göstermektedir. Eski konar-göçer hayatın izleri yanında günümüz modern ve teknik oluşumlarının da etkili olduğu bu durum Irak Türkmen çocuk oyunlarının karakteristiğini de ortaya koymaktadır. Aynı soydan gelen Türk boy ve topluluklarının folklorundaki benzerlik ise isin bir başka boyutudur. Bu durum Irak Türkmenleri için de geçerlidir ve söz konusu çocuk oyunlarının Türkiye Türklerinde varyantları da düşüncemizi bir kere daha doğrular niteliktedir
MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations
Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Irak : un an après (Rapport de mission de la délégation d'«Enfants du monde-droit de l'homme»
Irak : un an après (Rapport de mission de la délégation d'«Enfants du monde-droit de l'homme». In: Recherches Internationales, n°39, 1992. pp. 95-104
PMN membranes disassociate IRAK-M from CD80.
<p>Macrophages were treated with PMN lipid rafts for various times Panel A. Co-IP demonstrates CD80 binds IRAK-M in resting PMA differentiated THP-1 macrophages, lane 1. One hour after lipid raft treatment IRAK-M disassociates from CD80, lane 2. CD86 binds little IRAK-M in resting macrophages, lane3. There is association of IRAK-M with CD86 one hour after lipid raft addition, lane4. Panel B. Confocal microscopy of resting monocyte derived macrophages at baseline (Row 1,4) or stimulated with PMN lipid rafts for 1 hr (Row 2,5) or 4 hrs (Row 3,6). IRAK-M (Red), CD80 (Left Panel-green) or CD86 (Right Panel-green) and co-localization (Yellow). Nucelar stain with DAPI (blue). Panel C. PMA differentiated THP-1 macrophages were stimulated with PMN lipids rafts and harvested at the designated time point. Whole cell extracts were IP for TRAF-6 and blotted for IRAK-M. All lanes (panel A and C) were normalized for protein prior to immunoprecipitation.</p
"Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"
Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
Penyerbuan Amerika Serikat atas Irak dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Irak 2003-2007
Pada awalnya, yang terjadi di Irak pasca perang teluk I dan II telah usai. Suasana politik,ekonomi, dan sosial itu kembali menjadi kondusif, bahkan kerukunan antar etnis pun mulai terbangun sedikit demi sedikit, hingga kondisi di Irak pun pra Invasi AS ke Irak tahun 2003 itu mulai aman dan terkendali. Namun semuanya pecah setelah terjadi peristiwa yang mencenangkan dunia Internasional. Yaitu tragedi 11 September 2001. Gedung menara kembar World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington.ditabrak pesawat, yang menurut istilah AS oleh para teroris. Mereka menggunakan pesawat terbang dengan menggunakan bom bunuh diri. Menara kembar terbakar. Ambruk. Hampir 3000 orang tewas. Inilah mimpi buruk bagi AS, satu-satunya negeri adidaya di dunia ini.Dengan begitu ia memaklumatkan untuk �perang melawan terorisme�. AS menyeret negaranegara lain untuk terjun perang membantu AS ke dalam mandala perang melawan terrorisme. Negara-negara lain diberi pilihan : di pihak dia (AS) atau di pihak lawan (Teroris). Doktrin Bush dikeluarkan. Dengan berpedoman pada doktrin tersebut, AS memamerkan kekuatannya, dengan slogan �perang melawan terorisme�. Doktrin ini pula yang menyingkirkan rezim Saddam Hussein. Korban pertama adalah Afghanistan. Lantaran rezim Taliban pimpinan Mullah Omar yang pernah berkuasa di Afghanistan dituduh telah melakukan sekutu dan melindungi Osama bin Laden. Maka peperangan pun dimulai. Setelah Afghanistan diluluhlantahkan oleh keberingasan AS. Tak pernah terlihat tertangkapnya Osama Bin Laden sebagai target utama peperangan. Dan kedua adalah Invasi yang dilakukan pada April 2003 di Irak oleh AS. Dengan tuduhan yang sama yaitu memerangi para terroris dan selain itu juga AS pimpinan Bush menyatakan, di Irak ada senjata pemusnah massal dan kedekatan Saddam dengan Al-Qaeda dan Taliban, yang mesti diperangi. Perang pun bergejolak, banyak bangunan porak poranda dan pelanggaran HAM terjadi, akibat Invasi yang dilancarkan oleh kejahatan AS dan sekutunya. Setelah dari tahun 2003 s/d 2005 perang digulirkan sampai pemilu di Irak. kondisi politik ekonomi serta kerukunan antar etnis/mazhab/sekte pun menjadi kemelut yang berdampak panjang. Hingga pada tahun 2007 situasi makin tidak menentu
Haseeb (K.) - The national income of Irak, 1953-1961.
Lambert D. Haseeb (K.) - The national income of Irak, 1953-1961.. In: Revue économique, volume 19, n°3, 1968. p. 540
- …
