61 research outputs found
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUTOPLAY PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VII DI SMP NEGERI 1 ATAP SATU SRAGI LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
AUTOPLAY PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VII DI SMP
NEGERI 1 ATAP SATU SRAGI LAMPUNG SELATAN
Oleh:
AIZI TRI UTAMI ROZER
Tujuan dilakukan penelitian dan pengembangan ini adalah
untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis Autoplay pada mata
pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi shalat fardhu sebagai inovasi
dan menjadi solusi permasalahan pemahaman peserta didik terhadap
materi shalat fardhu serta dapat menambah.
Penelitian
ini
menggunakan metode Research and
Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5
tahapan yaitu Analyis, Design, Development, Implementation, and
Evaluatin. Subjek penelitian dan pengembangan ini adalah peserta
didik kelas VII di SMP Negeri Satu Atap 1 Sragi.
Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah
wawancara, angket validasi, dan angket kelayakan.
Hasil uji kelayakan oleh validator ahli materi 1 dan 2 secara
berurutan sebesar 77,1% dan 87,5%, ahli media 87,5%, dengan
kriteria “Sangat layak”. Uji respon kelayakan oleh pendidik
didapatkan persentase sebesar 92,5%, respon kelayakan peserta
sebesar 86,25% dengan kriteria “sangat Layak” di SMP Negeri Satu
Atap 1 Sragi dan dapat dinyatakan bahwa Media Autoplay Layak
digunakan dalam pembelajaran.
Kata kunci: pengembangan media pembelajaran Autoplay
ii
ABSTRAK
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON
AUTOPLAY IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AND
ETHICS CLASS VII IN SMP NEGERI 1 ATAP SATU SRAGI
SOUTH LAMPUNG
Oleh:
AIZI TRI UTAMI ROZER
The purpose of this research and development is to produce
Autoplay-based learning media in PAI and Budi Pekerti subjects on
fard prayer material as an innovation and a solution to the problem of
students' understanding of fard prayer material and can add.
This research uses the Research and Development (R&D)
method with the ADDIE model which consists of 5 stages, namely
Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluatin. The
subjects of this research and development are seventh grade students
at SMP Negeri Satu Atap 1 Sragi. The techniques used in collecting
data are interviews, validation questionnaires, and feasibility
questionnaires.
The results of the feasibility test by material expert validators
1 and 2 were 77.1% and 87.5% respectively, media experts 87.5%,
with the criteria “Very feasible”. The feasibility response test by
educators obtained a percentage of 92.5%, the feasibility response of
students in the large group was 86.25% with the criteria “very
feasible” at SMP Negeri Satu Atap 1 Sragi and it can be stated that
Autoplay Media is feasible to use in learning.
Keywords: Autoplay learning media developmen
“THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SIMPLE PAST TENSE MASTERY AND STUDENTS’ ABILITY IN WRITING SPOOF TEXT
ABSTRACT
By:
Tri Utami
Writing is an activity to product or construct ideas into written form
with good structure of word and understandabl e. Simplie past tieinsie is
a tieinsie that usie for diescribie ievieints iin thie past. People usie thie simplie
past tieinsie to talk about actioin aind situatioin which they sieie as
complietie iin thi
Keywords: Correlation Research, Past Tense, Writing Spoof Text.
e past. This research aimed to find out the correlation
between students’ simple past tense mastery and students’ ability in
writing spoof text at the eleventh grade of SMAN 1 Tegineneng
Lampung. The design of this research was Correlational Research.
The population of the research was the first Semester students at
eleventh grade which consisted of 114 students in 4 classes. The
sample of this research was in 1 class only which consisted of 31
students from XI MIPA 1. The technique was Random Sampling and
the data were collected by the test of past tense and writing ability.
The researcher used SPSS 25.0 to analyze the data. The result of this
study shows that the mean of simple past tense test was 64.65 and the
mean of writing test shows that 66.48. The correlation coefficient was
0.911 at the significant level of 0.05. The correlation coefficient
(0.911) was within the interval 0.800 – 1.000, the meaning was the
interpretation of correlation could be categorized high correlation.
Based on the result, it could be concluded that the correlation
coefficient Ha
was accepted. Therefore, there was a correlation
between students’ simple past tense mastery and students’ ability in writing spoof text.
Keywords: Correlation Research, Past Tense, Writing Spoof Text
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Effective Microorganisms-4 (EM-4) TERHADAP KUALITAS SILASE TANAMAN JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK
ABSTRAK
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Effective Microorganisms-4 (EM-4) TERHADAP KUALITAS SILASE
TANAMAN JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK
Oleh :
Sugma Rizki Tri Utami Yustisiana
Kekurangan persediaan pakan terutama hijauan pada musim kemarau mengakibatkan kerugian yang cukup
besar bagi peternak. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh peternak adalah dengan
memanfaatkan limbah agroindustri pertanian yang tersedia, seperti tebon jagung. Tebon jagung
merupakan seluruh tanaman jagung termasuk batang, daun dan buah jagung yang umumnya dipanen pada
umur 60-80 hari. Tebon jagung cukup banyak digunakan untuk dijadikan sebagai pakan ternak karena
terdapat kandungan nutrisi yang baik dan juga bermanfaat bagi peternak karena mudah dan hemat
secara ekonomi dalam memelihara tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas
silase dari pengaruh waktu fermentasi.. Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan serta 3 pengulangan. Melakukan penelitian secara
langsung dan organoleptic dengan 3 parameter yang diteliti yaitu dari segi bau, warna, dan pH.
Sedangkan pada uji proksimat yang di uji antara lain kadar air dan kadar abu. Proses fermentasi
tanaman jagung dengan waktu fermentasi yang berbeda yaitu selama 14 hari, 21 hari, 28 hari dan 35
hari. Data kualitas silase secara proksimat yang dianalisis menggunakan uji one way anova dengan
SPSS 24. Dari hasil penelitian pengaruh waktu fermentasi menggunakan effective microorganisms-4
(em-4) terhadap kualitas silase tanaman jagung sebagai pakan ternak menunjukkan Silase yang dibuat
dengan penambahan Effective Microorganisms- 4 mengalami adanya kenaikan kandungan protein
tertinggi, Serat yang tinggi dan Lemak yang tinggi. Namun memiliki kandungan karbohidrat yang cukup
rendah dibandingkan dengan perlakuan yang lain.. Karakteristik silase yang diperoleh yaitu berwarna
hijau kekuningan (alami) berbau segar-harum, tekstur padat, utuh, halus, tidak menggumpal dan tidak
berlendir
Optimisasi Desain Heat Exchanger Shell and Tube Menggunakan Teknologi Helical Baffle dan Twisted Tape
Heat exchanger adalah suatu alat yang digunakan untuk pertukaran panas antara dua cairan yang berada pada temperatur yang berbeda. Penukar panas digunakan untuk tujuan menghilangkan panas pada fluida dan sekaligus memberikan panas pada fluida lain. Di antara berbagai jenis heat exchanger yang sering digunakan dalam suatu pabrik yaitu jenis shell and tube. Performansi sebuah heat exchanger ditunjukkan dengan tingginya koefisien perpindahan panas (overall heat transfer coefficient) dan rendahnya penurunan tekanan (pressure drop). Peningkatan koefisien perpindahan panas (overall heat transfer coefficient) dan penurunan tekanan (pressure drop) pada sisi shell dan sisi tube berbeda. Pada sisi shell menggunakan teknologi helical baffle sebagai pengganti segmental baffle dan dilakukan dengan cara mengatur tube pitch dan jarak antar baffle. Tetapi pada sisi tube menggunakan teknologi twisted tape dan dilakukan dengan meningkatkan turbulensi aliran fluida, sehingga membutuhkan optimisasi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan penurunan tekanan (pressure drop). Penyelesaian permasalahan ini merupakan optimisasi multi objektif dan nonlinier, sehingga teknik optimisasi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang komplek dan nonlinier diperlukan salah satu cara adalah memanfaatkan teknik optimisasi stokastik, seperti Genetic Algorithm (GA). Fungsi tujuan (objective function) optimisasi pada sisi shell dan sisi tube yaitu koefisien perpindahan panas (overrall heat transfer coefficient) yang maksimal dan constraint pada optimisasi ini yaitu jumlah panas yang ditransfer dari fluida panas ke fluida dingin yang disebut laju perpindahan panas pada shell and tube heat exchanger atau nilai heat duty (Q) harus sesuai dengan data desain heat exchanger, dan penurunan tekanan (pressure drop) yang nilainya tidak boleh melebihi nilai data desain. Variabel yang digunakan untuk optimisasi pada sisi shell yaitu sudut helical baffle (ß), jarak antar helical baffle (Lbc) dan sisi tube adalah sudut helical baffle (ß), jarak antar helical baffle (Lbc), thickness of twisted tape (δ), dan half pitch of twisted tape (H). Tujuan dari penelitian ini untuk: (a) mendesain shell and tube yang efisien dengan menggunakan kedua teknologi peningkatan heat transfer coefficient pada sisi shell and tube secara bersama-sama, (b) menentukan variabel yang dioptimisasi agar diperoleh heat transfer coefficient yang maksimal dan pressure drop yang minimal, dan (c) menganalisis pengaruh dari penerepan helical baffle dan twisted tape terhadap heat transfer dan pressure drop. Hasil optimisasi pada heat exchanger telah dilakukan dan didapatkan nilai overall heat transfer coefficient yang meningkat dengan rata-rata sebesar 0.02 W/m2K. Sedangkan hasil shell pressure drop pada bagian sisi shell berkurang sebesar -0.02 kPa, dengan nilai rata-rata shell heat transfer coefficient (hs) sebesar -0.01 W/m2K. Sedangkan sisi tube, hasil tube pressure drop berkurang sebesar -0.29 kPa dengan nilai rata-rata tube heat transfer coefficient (ht) sebesar -0.05 W/m2K.=====================================================================================Heat exchangers are a tool used for heat exchange between two liquids located at different temperatures. The heat exchanger is used for the purpose of removing heat on the fluid and simultaneously providing heat to other fluids. Among the various types of heat exchangers are often used in a factory that is shell and tube type. The performance of a heat exchanger is shown by the high heat transfer coefficient and the low pressure drop. Increased overall heat transfer coefficient and pressure drop on shell side and tube side are different. On the shell side uses helical baffle technology instead of segmental baffles and is done by arranging tube pitch and spacing between baffles. But on the side of the tube uses twisted tape technology and is done by increasing the fluid flow turbulence, thus requiring the optimization used to overcome the pressure drop (pressure drop) problem. Solving this problem is a multi objective and nonlinier optimization, so optimization techniques that can solve complex and nonlinier problems one way is required to utilized stochastic optimization techniques, such as Genetic Algorithm (GA). Optimization function on the shell side and tube side is the maximal overrall heat transfer coefficient and the constraint on this optimization is the amount of heat transferred from the hot fluid to the cold fluid called heat transfer rate in the shell and tube heat exchanger or the heat duty (Q) value must fit with heat exchanger design data, and pressure drop (pressure drop) whose value should not exceed the design data value. Variables used for optimization on the shell side are helical baffle angle (ß), helical baffle spacing (Lbc) and tube side are helical baffle angle (ß), helical baffle spacing (Lbc), thickness of twisted tape (δ), and half pitch of twisted tape (H). The purpose of this study was to: (a) design efficient shell and tube by using both heat transfer coefficient technology on the shell and tube side simultaneously, (b) determining the optimized variables to obtain maximum heat transfer coefficient and pressure drop which is minimal, and (c) analyzes the influence of helical baffle and twisted tape forwarding on heat transfer and pressure drop. The optimized result of heat exchanger has been done and the overall heat transfer coefficient value increased by an average of 0.02 W/m2K while the shell pressure drop on the side of the shell decreased by -0.02 kPa with the average value of shell heat transfer coefficient (hs) of -0.01 W/m2K. While the tube side, tube pressure drop results decreased by -0.29 kPa with the average value of tube heat transfer coefficient (ht) of -0.05 W/m2K
Tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan menggunakan teknik Tandur berbasis jembatan keledai hubungannya dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI model pembelajaran Quantum Teaching : Penelitian terhadap siswa kelas VII SMPN 1 Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Guru mata pelajaran PAI kelas VII telah menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching Dengan Menggunakan Teknik Tandur Berbasis Jembatan Keledai dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan pemahaman siswa, mestinya siswa sudah memahaminya. Namun pada kenyataannya masih ditemukan sebagian siswa yang masih belum memahami materi tersebut. Fenomena ini menarik untuk diteliti berdasarkan fenomena yang terjadi, sehingga timbul permasalahan. Apakah ada hubungan antara tanggapan Siswa Terhadap Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Teknik Tandur Berbasis Jembatan Keledai dengan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Materi Hukum Nun Mati Dan Tanwin.
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui: (1) realitas tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching teknik Tandur berbasis jembatan keledai, (2) realitas pemahaman siswa terhadap mata pelajaran PAI materi hukum nun mati dan tanwin, dan (3) hubungan antara antara tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching teknik Tandur berbasis jembatan keledai dengan pemahaman mereka pada mata pelajaran PAI materi hukum nun mati dan tanwin
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DENGAN LABORATORIUM VIRTUAL PhET PADA POKOK BAHASAN TEORI KINETIK GAS KELAS XI SMA NEGERI 2 SUMENEP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKS dengan laboratorium virtual PhET pada pokok bahasan teori kinetik gas secara teoritis dan secara empiris. Kelayakan LKS secara teoritis dapat dilihat dari perolehan hasil validasi RPP, dan validasi LKS. Kelayakan LKS secara empiris dapat dilihat dari hasil keterlaksanaan pembelajaran LKS, hasil aktivitas siswa dan hasil aktivitas guru saat kegiatan pembelajaran LKS, hasil sikap siswa saat melaksanakan kegiatan laboratorium virtual PhET, hasil keterampilan proses siswa saat melaksanakan kegiatan laboratorium virtual PhET, dan hasil angket respons siswa terhadap LKS. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Uji coba terbatas dilakukan pada 20 siswa di SMA Negeri 2 Sumenep. Berdasarkan hasil telaah kelayakan LKS, secara teoritis LKS dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi RPP sebesar 87,82% berkategori sangat baik, hasil validasi LKS (kelayakan tentang isi dan penyajian sebesar 86,00%, berkategori sangat baik, kelayakan tentang kebahasaan sebesar 85,00% berkategori sangat baik, kelayakan tentang kegrafisan sebesar 85,00% berkategori sangat baik dan kelayakan Lembar Kerja Siswa secara keseluruhan sebesar 85,00% berkategori sangat baik). Kelayakan LKS secara empiris, dapat dilihat dari hasil keterlaksanan pembelajaran LKS sebesar 100% berkategori sangat baik, hasil aktivitas siswa saat kegiatan pembelajaran LKS sebesar 88,75% berkategori sangat baik dan hasil aktivitas guru saat kegiatan pembelajaran LKS sebesar 88,75% berkategori sangat baik, hasil sikap siswa saat melaksanakan kegiatan laboratorium virtual PhET sebesar 3,42 berkategori sangat baik, hasil keterampilan proses siswa saat melakukan kegiatan laboratorium PhET sebesar 3,33 berkategori nilai B+, dan hasil respons siswa terhadap LKS sebesar 93,00% berkateogori sangat baik. Berdasarkan deskripsi tersebut dapat dikatakan LKS dengan laboratorium virtual PhET pada pokok bahasan teori kinetik gas layak digunakan pada kegiatan pembelajaran.
Kata Kunci: Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan laboratorium virtual PhET, dan teori kinetik gas
TEACHING AND LEARNINGSIMPLE PAST TENSE BY USING FOLKTALESAT THE FIRST SEMESTER OF THEELEVENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SUMBEREJO TANGGAMUS IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADUKAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP/MTs
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PDEODE (Predict-Discuss-Explain- Observe-Discuss-Explain) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KEMAMPUAN MEMBACA ARTIKEL ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 13 BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strategi Pembelajaran
PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) terhadap hasil belajar
kognitif dan kemampuan membaca artikel ilmiah peserta didik kelas X SMAN 13
Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
Quasi Exsperimen dengan desain penelitian Posttest control grup desain. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster random sampling, sampel ini
terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen (X MIPA 1) dan kelas kontrol (X MIPA 3).
Strategi pembelajaran PDEODE dilaksanakan pada kelas eksperimen, sedangkan
untuk kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvesional. Teknik pengumpulan
data berupa tes multiple choice untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan essay
untuk mengetahui kemampuan membaca artikel ilmiah. Uji hipotesis penelitian
diantaranya uji normalitas, uji homogenitas dan uji t independent. Berdasarkan hasil
analisis data menggunakan uji Independent t-test Microsoft Excel diperoleh uji
hipotesis hasil belajar kognitif dengan hasil thitung > ttabel yaitu 3.902 > 1.999 dan
kemampuan membaca artikel ilmiah dengan hasil thitung > ttabel yaitu 3.021 >1.999.
Maka dalam hal ini H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Strategi Pembelajaran PDEODE (Predict-
Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) terhadap hasil belajar kognitif dan
kemampuan membaca artikel ilmiah peserta didik kelas X SMAN 13 Bandar
Lampung
Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Mts Amrul Huda Palas Lampung Selatan
ABSTRAK
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk
dipelajari, karena karena dengan mempelajari sejarah kebudayaan Islam dapat mengetahui sejarah Islam,
masa kejayaan Islam dan berbagai peristiwa Islam lainnya, dan tentunya dengan mempelajari sejarah
kebudayaan Islam banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah tersebut. Namun amat
disayangkan di zaman sekarang ini banyak siswa yang mulai enggan untuk mempelajari sejarah. Karena
mereka menilai bahwa pelajaran sejarah kebudayaan Islam adalah pelajaran yang membosankan karena
penuh dengan berbagai kisah peristiwa yang harus untuk dibaca dan juga dihafal. Sehingga timbulah
kesulitan pada diri siswa dalam mempelajari sejarah kebudayaan Islam. Banyak yang berpikiran bahwa
sejarah adalah pelajaran menghafal tanggal dan nama belaka. Materi yang diajarkan juga dianggap terlalu
banyak itulah yang membuat pelajaran sejarah kebudayaan Islam kurang diminati siswa. Padahal minat
merupakan modal awal untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya
minat maka siswa akan mengikuti proses pembelajaran dengan serius sehingga tercapai hasil
pembelajaran yang baik. Dalam mengatasi permasalah tersebut, maka para guru terutama guru sejarah
kebudayaan Islam perlu melakukan upaya-upaya atau peran dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
sebagai pendidik agar minat belajar siswa menjadi meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam
meningkatkan minat belajar siswa di MTs Amrul Huda Palas Lampung Selatan. Jenis penelitian ialah
berbasis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data
dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan bahwa upaya guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam
meningkatkan minat belajar siswa di MTs Amrul Huda Palas Lampung Selatan yaitu yang pertama yaitu
dengan mengenali siswa secara individual, dimana guru akan melakukan pendekatan secara pribadi,
pengamatan dilingkungan maupun dari informasi disekitar. Yang kedua guru mempersiapkan dan
menguasai materi pembelajaran dimana dalam perencanaan materi ini guru akan menyesuaikan dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar. Yang ketiga guru menggunakan metode dan media yang
bervariasi dimana dalam pemilihan metode ini guru berpedoman pada tujuan pembelajaran, materi
pembelajaran, berpusat pada peserta didik, mampu mengembangkan kreativitas peserta didik, dan
tentunya juga harus disesuaikan denga kemampuan guru sendiri. Begitu pun dengan pemilihan media,
guru akan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran, sifat-sifat materi yang akan disampaikan, keadaan
lingkungan, dan tentunya metode pembelajaran yang digunakan. Dan yang terakhir guru memberikan
dorongan atau motivasi dengan menjelaskan atau memberikan informasi bahwa tidak ada ilmu yang tidak
penting, termasuk pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. selain itu juga guru Sejarah Kebudayaan Islam
menyampaikan tujuan dari pembelajaran kepada siswa, memberikan skor atau point kepada siswa yang
menjawab, mengumumkan hasil belajar yang diperoleh, dan memberikan pujian atau hadiah.
Kata Kunci: Sejarah Kebudayaan Islam, Upaya Guru, Minat Belajar
iv
ABSTRACT
The course of Islamic Cultural History is a very important subject to study, because by studying
the history of Islamic culture can know the history of Islam, the heyday of Islam and various other Islamic
events, and of course by studying the history of Islamic culture many lessons can be taken from these
stories. But it is very unfortunate that in this day and age, many students are beginning to be reluctant to
study history. Because they consider that the history lesson of Islamic culture is a boring lesson because it
is full of various stories of events that must be read and also memorized. So that difficulties arise in
students in studying the history of Islamic culture. Many think that history is a mere lesson of memorizing
dates and names. The material taught is also considered too much which is what makes the history lesson
of Islamic culture less attractive to students. Even though interest is the initial capital to achieve success
in the teaching and learning process. With interest, students will take the learning process seriously so
that good learning outcomes are achieved. In overcoming this problem, teachers, especially teachers of
Islamic cultural history, need to make efforts or roles in carrying out their duties and functions as
educators so that students' interest in learning increases.
This study aims to determine the efforts of Islamic Cultural History teachers in increasing
students' interest in learning at MTs Amrul Huda Palas South Lampung. This type of research is based on
field research using a qualitative approach. The data collection technique in this study with interviews,
observations and documentation. Data analysis in this study uses data reduction, data presentation and
verification or drawing conclusions.
The results of the research that has been carried out by researchers that the efforts of Islamic
Cultural History teachers in increasing students' interest in learning at MTs Amrul Huda Palas Lampung
Selatan are the first, namely by recognizing students individually, where teachers will approach
personally, observations in the environment and from information around. The second is that teachers
prepare and master learning materials where in this material planning the teacher will adjust to the
standards of competence and basic competencies. The third is that teachers use varied methods and media
where in the selection of this method the teacher is guided by learning objectives, learning materials,
student-centered, able to develop student creativity, and of course must also be adjusted to the teacher's
own abilities. Likewise with the selection of media, the teacher will adjust to the learning objectives, the
properties of the material to be delivered, the environmental conditions, and of course the learning
methods used. And finally the teacher gives encouragement or motivation by explaining or providing
information that there is no unimportant science, including the lessons of the History of Islamic Culture.
in addition, Islamic Cultural History teachers convey the purpose of learning to students, give scores or
points to students who answer, announce the learning results obtained, and give praise or gifts.
Keywords: History of Islamic Culture, Teacher's Efforts, Interest in Learnin
- …
