7 research outputs found

    Strategi Preventif dalam Manajemen Risiko Kebakaran di Wilayah Permukiman Kota Padang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Preventif dalam Manajemen Risiko Kebakaran di Wilayah Permukiman Kota Padang berdasarkan tujuh indikator ISO 31000:2018 (penetapan konsep, identifikasi risiko, analisis risiko, menilai dan evaluasi risiko, mengurangi risiko, pemantauan risiko, serta komunikasi dan konsultasi) dan tiga dimensi literasi bencana yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada strategi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dalam pencegahan kebakaran, khususnya di Kecamatan Koto Tangah sebagai wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko kebakaran oleh Damkar Kota Padang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip ISO 31000:2018. Tahapan peta konteks, identifikasi, dan pengurangan risiko masih menghadapi kendala, seperti belum tersusunnya SOP pencegahan kebakaran, belum adanya sistem klasifikasi risiko, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Di sisi lain, tingkat literasi bencana masyarakat masih rendah; Pengetahuan dan kesadaran mulai tumbuh namun keterampilan teknis seperti penggunaan APAR dan prosedur evakuasi masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem manajemen risiko melalui penyusunan SOP pencegahan kebakaran, pengembangan peta risiko berbasis GIS, pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta peningkatan kapasitas literasi bencana masyarakat secara berkelanjutan

    Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pemulihan Lahan PertanianPasca Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah daerah dalam pemulihan lahan pertanian pasca bencana banjir bandang di Kecamatan Lima Kaum, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan strategi tersebut menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka manajemen strategi dari Fred R.David (2020) yaitu perumusan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dinas pertanian, dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat, dinas penanggulangan bencana daerah, camat, wali nagari, dan masyarakat yang terdampak. Hasil menunjukkan bahwa strategi pemulihan dilakukan melalui program optimasi lahan yang bekerjasama dengan TNI serta masyarakat. Namun strategi ini belum berjalan optimal karena keterbatasan anggaran, sarana prasarana yang mendukung. Selain itu, sebagain besar lahan masih belum bisa ditanami kembali akibat kerusakan irigasi. Secara teoritis penelitian ini memperkuat pandangan dari Fred R. David (2020) bahwa keberhasilan bergantung pada keterpaduan antara perumusan, implementasi dan evaluasi. Analisis SWOT untuk menentukan arah strategi yang adaptif terhadap kondisi pasca bencana Secara keseluruhan pemulihan lahan pertanian di Kecamatan Lima Kaum masih bersifat jangka pendek dan belum mampu menjamin keberlanjutan produktivitas pertanian

    Analisis Inovasi Program Putri Emas oleh DP3AKB dalam Menanggulangi Peningkatan Kasus Kekerasan pada Anak di Kota Pariaman

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana program PUTRI EMAS telah diterima dan diadopsi oleh sasaran program, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pariaman. Jenis dan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada pendekatan teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers (1964). yang mencakup empat elemen: inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUTRI EMAS yang diinisiasi oleh DP3AKB Kota Pariaman telah dilaksanakan melalui sosialisasi langsung ke sekolah dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Program ini mampu meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap isu kekerasan pada anak. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup perencanaan yang belum sistematis, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, serta kendala teknis di lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun program menunjukkan efektivitas awal, penguatan pada aspek implementasi dan dukungan sistemik masih dibutuhkan untuk memperluas dampaknya

    Strategi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan dalam Penerimaan PBB di Nagari Durian Kapeh Darussalam

    No full text
    Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berperan strategis dalam pembiayaan pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemungutan PBB yang diterapkan di Nagari Durian Kapeh Darussalam, Kabupaten Agam, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya optimalisasi yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, meliputi perangkat nagari, petugas pemungut pajak, dan masyarakat wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi door to door yang diterapkan bersifat partisipatif dan edukatif, namun belum optimal karena terbatasnya akurasi data, keterampilan petugas, rendahnya kesadaran wajib pajak, dan belum tersedianya sistem informasi pajak yang terintegrasi. Hambatan struktural dan sosial menjadi tantangan utama dalam pencapaian target penerimaan PBB. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi kelembagaan, pemutakhiran data pajak, pelatihan petugas, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menciptakan sistem pemungutan PBB yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan

    Peran Program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dalam Mengurangi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Wilayah Binaan 1 (Andalas) Kota Padang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dalam Mengurangi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Wilayah Binaan 1 (Andalas) Kota Padang. Fenomena anak tidak sekolah masih menjadi permasalahan serius dalam pembangunan sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi melalui pendidikan nonformal seperti SKB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan dari Dinas Pendidikan, pamong SKB, pihak kelurahan, orang tua, dan peserta didik. Analisis dilakukan menggunakan teori peran pemerintah menurut Gito Saputro (dalam Mustanir, 2020), yang meliputi peranan sebagai pemecah masalah, fasilitator, penghubung sistem, motivator, dan komunikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SKB berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, B, dan C serta pelatihan keterampilan praktis. Peran sebagai pemecah masalah dan fasilitator telah berjalan, namun belum optimal karena keterbatasan tenaga pamong belajar, minimnya dana operasional, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Peran sebagai penghubung sistem dan komunikator dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Pendidikan, kelurahan, dan pamong SKB untuk mendata dan memotivasi ATS agar kembali belajar. Meskipun menghadapi beberapa kendala, keberadaan SKB terbukti membantu mengurangi angka anak tidak sekolah dan mendukung pemerataan pendidikan di Kota Padang

    PERAN DAN LEGALITAS WALI HAKIM DALAM PERNIKAHAN MUALAF: Prespektif Hukum Keluarga Islam

    No full text
    Marriage is a sacred institution in Islam that governs the lawful relationship between men and women based on sharia. One of the essential requirements for a valid marriage involving a woman is the presence of a legal guardian (wali). Problems arise when a female convert to Islam (muallafah) has no Muslim guardian. This article aims to analyze the role and legal status of the wali hakim (judge guardian) in the marriage of converts according to Islamic Family Law in Indonesia. The research applies a qualitative approach using library research methods with sources including the Qur'an, hadith, Islamic jurisprudence, national regulations, and academic literature. The findings indicate that the wali hakim has both sharia and legal authority to act as a marriage guardian in specific circumstances, such as the absence or disqualification of a biological guardian. The function of the wali hakim is carried out by an official from the Office of Religious Affairs (KUA) based on provisions from the Compilation of Islamic Law (KHI) and Regulation of the Minister of Religious Affairs No. 20 of 2019. Therefore, the presence of the wali hakim is a valid legal solution that ensures the legitimacy of a convert’s marriage and protects their religious rights within the framework of Islamic and national law
    corecore