14 research outputs found
KOMPETENSI GEOLOGI IMPLIKASINYA DALAM KESTABILAN LERENG SERTA PRODUKTIVITAS PENAMBANGAN
Suatu lereng dinyatakan stabil atau tidak adalah dengan menggunakan parameter-parameter sebagai
berikut : material, kekuatan tanah dan batuan, sudut lereng (slope angle), iklim, vegetasi, dan
waktu. Sedangkan dalam melakukan pemeliharaan stabilitas lereng yang baik terutama pada area
penambangan perlu dilakukan monitoring secara cermat dan teratur, melalui pemasangan alat-alat
pemantau tinggi permukaan airtanah (piezometer), kecepatan gerakan tanah (extensometer) dan arah
gerakan tanah (inclinometer).
Pemahaman tentang kestabilan lereng, pemahaman proses-proses yang mengakibatkan runtuhnya dinding
pit, penganalisaan sudut lereng yang aman, penirisan air pada lereng pit, pemantauan kondisi lereng dan
koordinasi antar departemen atau instansi terkait. Koordinasi dan komunikasi yang baik dapat dicapai
apabila sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan tambang mempunyai perilaku atau sikap yang
baik. Sikap dan perilaku ini merupakan kompetensi yang tidak tampak yang cukup sulit untuk
ditingkatkan, berbeda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan kompetensi yang tampak
dan mudah ditingkatkan melalui kursus-kursus atau diklat teknis.
Key words : kestabilan leren
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN PRODUKSI ALAT GALI-MUAT & ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGUPASAN TOPSOIL DI STOCKPILE PT. KALTIM PRIMA COAL KALIMATAN TIMUR
PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang terletak di Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang digunakan oleh PT. KPC adalah sistem tambang terbuka (surface mining).Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (topsoil) pada saat ini dilakukan di stockpile pit Bendili. Material hasil Pengupasan topsoil tersebut diangkut menuju ke kancil dump dengan menggunakan 1 unit alat muat yaitu backhoe Komatsu PC-750 dan dikombinasikan dengan 6 alat angkut Articulated dump truck yaitu : 2 unit dump truck Volvo A35E/A35F, 2 unit dump truck Hungry board dan CAT A35E/A35F, dan 2 unit dump truck CAT 740. Jarak angkut terjauh dari lokasi penambangan menuju ke dumping point 1400 m.Kegiatan Pengupasan topsoil PT. KPC di pit Bendili mengunakan rangkaian kerja alat Gali-muat (backhoe) dan alat angkut (articulated dump truck) untuk memindahkan topsoil dari stockpile menuju kancil dump dengan sasaran produksi nyata pengupasan topsoil saat ini hanya 206.525 BCM/bulan, sehingga masih kekurangan terdapat kekurangan produksi sebesar 4.375 BCM/bulan.Upaya yang dilakukan agar target ptroduksi dapat tercapai yaitu melakukan perbaikan jalan di loading point, dengan penambahan jumlah curah pada bucket dapat mengakibatkan bertambahnya beban pada bak articulted dump truck sehingga dapat mengakibatkan amblasan di jalan loading point yang menjadi hambatan yang mempengaruhi produksi untuk itu perlu dilakukan perbaikan agar dapat mengurangi hambatan yang mempengaruhi produksi, kemudian upaya selanjutnya yaitu mengurangi hambatan-hambatan yang dapat di hindari sehingga waktu kerja efektif meningkat dan efisiensi kerja meningkat pula setelah dilakukan perhitungan produksi pengupasan meningkat untuk alat angkut menjadi 209.425,30 BCM/bulan, sehingga target produksi yang di inginkan perusahaan sebesar 211.000 BCM/bulan belum tercapai, upaya selanjutnya dengan penambahan jumlah curah, perkiraan perhitungan produksi alat angkut setelah penambahan jumlah curah yaitu 249.566,44 BCM/bulan, sehingga target produksi tercapai.Kata Kunci : Sasaran produksi, loading point, waktu kerja efektif, penambahan jumlah cura
KAJIAN GEOMETRI JALAN ANGKUT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR ALAT ANGKUT DUMP TRUCK PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI KABUPATEN KULON PROGO YOGYAKARTA
CV. Muncul Karya is one of the andesite mines located in Sidomulyo Village, Pengasih District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Province. The mining process is carried out conventionally using the Komatsu PC-200 loading and unloading equipment and the Mitsubitshi Fuso SHD and Toyota Dyna 130 HT dump truck to the Crusher with a hauling distance of 7,75 km. The purpose of this study was to determine the factors that affect fuel consumption and to know the fuel ratio in Mitsubishi Fuso SHD and Toyota Dyna 130 HT. There are several things that affect the increase in fuel consumption, namely the workload of the equipment, the condition of the haul road geometry, road subsidence, and the distance of transportation from the mining front to the Crusher. Based on observations of actual working conditions, there is a haul road slope that exceeds the company's reference, which is 8% and the haul road condition still has more than 5 cm subsidence. Fuel consumption of Mitsubitshi Fuso SHD and Toyota Dyna 130 HT dump truck based fuel on rimpull calculations of 4,92 liters/hour and 5,56 liters/hour. The production of theory based on observations of the time of circulation of 5,03 tons/hour and 5,20 tons/hour. After repairing the slope of the transport road adjusted to the company's reference ≤ 8% and the condition of the transport road does not have a wheel load of more than 5 cm on the surface of the transport road. Fuel consumption for Mitsubishi Fuso SHD dump truck based on rimpull calculations is 4,73 liters/hour and production is 5,26 tons/hour, while fuel consumption for Toyota Dyna 130 HT dump truck based on rimpull calculations is 5,43 liters/hour and production to 5,50 tons/hour. So the fuel ratio is 0,90 liters/ton for Mitsubitshi Fuso SHD dump truck and 0,98 liters/ton for Toyota Dyna 130 HT dump truck
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI KUARI BATUGAMPING PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri semen yang berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur Penelitian ini dilakukan dari tanggal 3 November 2014 sampai 28November 2014. Kegiatan operasi tambang dilaksanakan oleh anak usaha dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT. United Tractors Semen Gresik (PT. UTSG). Dengan luas daerah penambangan menurut Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Nomor 188.45/1155.IUP/KPOTS/414.058/2012 tanggal 27 Maret 2012, luas daerah penambangannya adalah 797,4379 Ha. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. mempunyai kemampuan produksi semen sebesar 1.425.000 ton/bulan yang dihasilkan dari 4 unit kiln untuk memproduksi semen, dengan komposisi kebutuhan bahan baku pembuatan semen pada kilen terdiri dari 88% batugamping, 8% tanah liat, 4% pasir silika dan pasir besi. Sehingga target produksi batugamping pada bulan November 2014 sebesar 1.254.000 ton yang didistribusikan ke 4 unit kiln. Setiap 1 unit kiln mempunyai target produksi yang harus dipenuhi sebesar 313.500 ton. Produksi aktual alat muat dan alat angkut saat ini sebesar 265.388 ton/bulan, maka masih terdapat kekurangan produksi sebesar 48.112 ton/bulan. Tidak tercapainya target yang diinginkan dikarenakan banyak waktu kerja yang terbuang. Dalam kegiatan penambangan batugamping menggunakan alat muat 1 unit Excavator Komatsu PC750 dan 4 unit Excavator Komatsu PC400 dan alat angkut 15 unit Dump Truck Scania P380 dan 10unit Dump Truck Nissan CWB 520 HDN. Untuk memenuhi kebutuhan batugamping 1 unit kiln dibutuhkan minimal 5 front kerja, dimana kombinasi alat muat dan alat angkut tiap front penambangan terdiri dari 1 unit alat muat dan 5 unit alat angkut. Dengan pembagian waktu kerja menjadi 2 shift, tiap shift memiliki waktu kerja efektif 7 jam. Upaya untuk mencapai target yang ditetapkan dapat dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif. Besarnya efisiensi kerja setelah dilakukan peningkatan waktu kerja efektif untuk PC750 dari 61,88% meningkat menjadi 68,93%, untuk PC 400 dari 62,92% meningkat menjadi 69,52%, Sehingga kemampuan produksi alat meningkat untuk PC 750 dari 85.467 ton/bulan meningkat menjadi 106.057ton/bulan, untuk PC 400 dari 54.721,36 ton/bulan meningkat menjadi 66.817,86 ton/bulan. Sehingga total produksinya dari 304.352 ton/bulan meningkat menjadi 373.328 ton/bulan. Sedangkan untuk alat angkut juga mengalami peningkatan setelah dilakukan perbaikan waktu kerja efektif. Scania P380 dari 62,74% meningkat menjadi 70,60%, untuk Nissan CWB dari 65,12% meningkat menjadi 71,19%. Sehingga total produksinya juga mengalami peningkatan dari 273.302 ton/bulan meningkat menjadi 338.720 ton/bulan. Peningkatan waktu kerja efektif ini dapat mencapai target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan
EVALUASI METODE PENGGALIAN SHORT FACE KAPAL KERUK 11 KARIMATA DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PEMINDAHAN TANAH PADA PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL DI LAUT MATRAS BANGKA, PT.TIMAH (Persero) Tbk
This research was conducted in Dredges 11 Karimata PT. Timah Tbk, Matras, Bangka regency. Dredgers 11 Karimata has a target rate of transfer of land overburden 820 m3/h and on land leaded to 400 m3 / h while the realization of the field in May the rate of transfer of land per hour can be achieved on the top soil is 763,6 m3/h while for leaded soil reaches only 376 m3/h, in this case a layer of soil excavation was leaded by land leaded excavations did not reach production excavation company. Production of subsoil excavation was leaded by leaded soil can be improved by changing methods of excavation and pull wire speed side.The method used in the dredges 11 Karimata is a method of short face to the ground layer is not leaded and leaded coating. Short face methods can not meet the production target excavation company.The steps can increase the rate of removal of land are:1 Changing the method of extracting the layers was leaded by the method of extracting long face while land leaded method is replaced by a combination method (method long face and short face method), replacement method of research is increasing the rate of soil removal was leaded from 800 m3/h to 840 m3/h and leaded soil layer increased from 376 m3/h to 387,9 m3/h, because leaded soil layer has not reached the target rate of removal of land that is leaded 400 m3/h, then made an effort to improve the speed of the wire pull side.2 Increase the speed of the drop wire on the side of leaded soil layer when using long face can increase the rate of transfer of land to the land of leaded than 376 m3/h to 416.2 m3/h while using a combination of methods.Land transfer rate can be improved by changing the method of excavation and pull wire speed side.Keyword : Dredges, Surface, Longface ABSTRAKPenelitian skripsi ini dilakukan di Kapal Keruk 11 Karimata PT. Timah, Tbk, Matras, kabupaten Bangka. Kapal Keruk 11 karimata mempunyai target laju pemindahan tanah lapisan tidak bertimah yaitu 820 m3/jam dan pada lapisan bertimah 400 m3/jam sedangkan realisasi pada lapangan pada bulan mei laju pemindahan tanah per jam yang dapat dicapai pada tanah atas yaitu 763,6 m3/jam sedangkan untuk tanah bertimah hanya mencapai 376 m3/jam, dalam hal ini penggalian lapisan tidak bertimah dengan penggalian tanah bertimah tidak mencapai target produksi perusahaan. Produksi Penggalian lapisan tanah tidak bertimah dengan tanah bertimah dapat ditingkatkan lagi dengan dengan mengubah metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping.Metode yang digunakan pada kapal keruk 11 Karimata adalah metode short face untuk lapisan tanah tidak bertimah dan lapisan bertimah. Metode short face tidak dapat memenuhi target produksi penggalian perusahaan.Upaya yang dapat dilakukan meningkatkan laju pemindahan tanah adalah:1. Mengganti metode penggalian pada lapisan tidak bertimah dengan metode penggalian long face sedangkan metode penggalian tanah bertimah diganti dengan metode kombinasi yaitu metode long face dan metode short face, dari hasil penelitian penggantian metode ini meningkatkan laju pemindahan tanah tidak bertimah dari 763,6 m3/jam menjadi 840 m3/jam dan lapisan tanah bertimah meningkat dari 376 m3/jam menjadi 387,9 m3/jam, karena lapisan tanah bertimah belum mencapai target laju pemindahan tanah bertimah yaitu 400 m3/jam, maka dilakukan upaya meningkatkan kecepatan tarik kawat samping.2. Meningkatkan kecepatan tarik kawat samping pada lapisan tanah bertimah saat menggunakan metode long face dapat meningkatkan laju pemindahan tanah pada tanah bertimah dari 376 m3/jammenjadi 416,2 m3/jam dengan tetap menggunakan metode kombinasi.Laju pemindahan tanah dapat ditingkatkan dengan mengganti metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping.
The Overview of Indonesia Coal Bed Methane Resources
Coal Bed Methane (CBM) is generated by coal layers, there is a preceding process, which is the formation of coal (coalification). Coalification begins with the burial of organic material originating from plants. The burial, lasting hundreds of millions of years, results in increasing temperatures and pressures, causing physical and chemical changes to the organic material. Methane gas, the largest component of CBM, is formed. Two processes: biogenic and thermogenic. In the early stages of coalification, biogenic methane gas is produced as a byproduct of the activities of decomposing microorganisms (anaerobic bacteria), similar to what occurs in the decomposition of organic waste. Only about 5 to 20 percent is stored within coal. There are four mechanisms for gas storage in coal: absorption, adsorption, free gas, and gas dissolved in water. Among these four mechanisms, adsorption is the most significant, accounting for 98 percent of the stored CBM in a combined system of micropores (coal matrix) and cleats. Coal Bed Methane resources in Indonesia can be found across South Kalimantan, East Kalimantan, Sumatra, and Java
KAJIAN TEKNIS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PIT UW PT.BORNEO ALAM SEMESTA KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PT. Borneo Alam Semesta adalah Perusahaan Kontraktor Tambang Batubara yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. PT. Borneo Alam Semesta melakukan kegiatan penambangan batubara dengan menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining). Proses penambangan terdiri dari pembersihan lahan, pembongkaran, pemuatan, pengangkutan serta kegiatan pendukung lainnya. Salah satu kegiatan vital dari seluruh kegiatan penambangan adalah pengangkutan batubara. Hal ini dikarenakan pada proses pengangkutan akan besar pengaruhnya terhadap produksi. Untuk mengantisipasi waktu yang terbuang saat pengangkutan akibat hambatan-hambatan saat bekerja, maka diperlukan perencanaan pengangkutan setiap harinya untuk memenuhi sasaran produksi.Dalam kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup, PT. Borneo Alam Semesta menggunakan rangkaian kerja alat gali-muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck) untuk memindahkan material dari loading point ke disposal dengan sasaran produksi pengupasan lapisan tanah penutup sebesar 270.000 BCM/bulan, Produksi nyata pengupasan lapisan tanah penutup saat ini hanya 220.007 BCM/bulan, sehingga masih terdapat kekurangan produksi sebesar 49.993 BCM/bulan.Pencapaian target produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan melakukan pencegahan atau pengurangan terhadap waktu hilang karena hambatan–hambatan yang terjadi pada kegiatan pemuatan dan pengangkutan, sehingga produksi alat angkut dari 251.852,99 BCM/bulan menjadi 255.444,06 BCM/bulan.. Karena peningkatan waktu kerja efektif tidak mencapai target produksi maka diperlukan penambahan curah, sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 298.018,07 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat angkut ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat angkut , sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 270.569,04 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat muat ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat muat , sehingga produksi alat muat dari 265.477,47 BCM/bulan menjadi 281.196,53 BCM/bulan.Kata Kunci : waktu kerja efektif, penambahan curah, jam kerj
Rancangan Urutan Penambangan Batubara Mingguan Bulan April 2022 Berdasarkan Ketersediaan Alat Mekanis Di Tambang Terbuka Pit B Utara PT. Prima Sarana Gemilang, Job Site PT. Pada Idi, Desa Luwe Hulu, Provinsi Kalimantan Tengah
PT. Prima Sarana Gemilang (PT. PSG) adalah kontraktor pertambangan dan konstruksi umum di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai salah satu jobsite penambangan di PT. Pada Idi yang berlokasi di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Sistem penambangan yang digunakan yaitu sistem tambang terbuka dengan metode strip mine coal mining. PT. PSG memiliki target produksi overburden sebesar 800.000 BCM/ bulan dan batubara sebesar 60.000 MT dengan nilai stripping ratio maksimal 12: 1. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan urutan penambangan batubara mingguan pada bulan April 2022 yang meliputi forecast production berdasarkan ketersediaan alat, rancangan kemajuan penambangan mingguan, dan rancangan disposal mingguan. Metodelogi penelitian yang dilakukan menggunakan studi literatur untuk mencari referensi yang mendukung penelitian ini. Kemudian melakukan studi lapangan mengenai permasalahan yang ada di PT. Prima Sarana Gemilang. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data yang telah didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan software Microsoft excel dan Minescape 5.7 sehingga menghasilkan suatu kesimpulan berupa rancangan urutan penambangan mingguan yang memenuhi perhitungan forecast production dengan rencana target produksi penambangan batubara sebesar 820.837 ton/tahun untuk overburden dan 70.154 MT untuk batubara. Rancangan urutan penambangan mingguan dibuat didasarkan pada rencana target produksi yang telah ditentukan dengan kapasitas besaran dilebihkan 2% untuk menggantikan kehilangan dari proses pengangkutan. Rancangan disposal terletak 1000 m di sebelah barat laut dari pit A. Total kapasitas disposal berdasarkan desain sebesar 1,042,463 LCM. Besarnya kapasitas disposal lebih besar 2% setiap minggunya terhadap reserve berdasarkan desain dengan jenis timbunan yang diterapkan adalah terrance dump. Jenis timbunan terrance dump dipilih karena topografi di daerah penelitian tidak begitu curam. Kebutuhan alat pada setiap minggunya berbeda-beda dikarenakan faktor ketersediaan alat berat dan jarak menuju disposal
RANCANGAN MINE SEQUENCE PADA PENAMBANGAN BATUBARA UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI PIT J NORTH PT MULTI HARAPAN UTAMA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PT Multi Harapan Utama (PT MHU) adalah perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bergerak di bidang pertambangan batubara. PT MHU berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu area kerja PT MHU adalah pit J North, di mana sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode open pit coal mining. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan teknis penambangan batubara dari bulan Februari hingga April 2023. Berdasarkan desain bulan Februari 2023, didapatkan volume overburden sebesar 2.188.953 Bcm dan batubara sebesar 121.899 ton dengan SR 17,38 : 1; pada bulan Maret 2023, didapatkan volume overburden sebesar 2.206.138 Bcm dan batubara sebesar 117.476 dengan SR 18,78 : 1; pada bulan April 2023, didapatkan volume overburden sebesar 1.965.037 Bcm dan batubara sebesar 107.229 ton dengan SR 18,33 : 1. Rancangan disposalterletak di sebelah timur dari pit. Luas dari disposal adalah 52,7 Ha dengan kapasitas sebesar 8.640.258 Lcm. Berdasarkan desain, disposal yang diterapkan adalah teracce dump karena topografi di daerah penelitian relatif landai (author)
Kajian Teknis Produksi Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Di Pit Blok 4 PT Inti Bara Perdana, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu
PT Inti Bara Perdana (PT IBP) merupakan salah satu perusahaan pertambangan dengan komoditas batubara yang berada di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai produksi alat mekanis yang digunakan dalam pengupasan lapisan tanah penutup di tambang batubara Pit Blok 4 PT IBP. Target produksi sebesar 766.800 BCM/bulan yang ditetapkan pada bulan Januari 2023 tidak tercapai pada tiga unit excavator Caterpillar 395, yang merupakan unit terbesar perusahaan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, pengambilan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, serta pengolahan dan analisis data untuk menemukan solusi terhadap masalah yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produksi alat gali muat dan alat angkut pada pengupasan overburden hanya mencapai 70% dan 69% dari target yang ditetapkan. Untuk meningkatkan produksi alat, dilakukan beberapa upaya perbaikan. Pertama, dilakukan perbaikan front penambangan dan menerapkan metode pemuatan double back-up loading. Selain itu, dilakukan penambahan jumlah curah pemuatan alat angkut pada fleet 2 dan fleet 3. Selanjutnya, dilakukan perbaikan lebar jalan angkut untuk meningkatkan waktu edar alat angkut, serta menggunakan simulasi rimpull untuk memperoleh nilai travel time baru. Setelah implementasi upaya perbaikan tersebut, hasil produksi secara teoritis mengalami peningkatan. Nilai produksi alat gali muat meningkat menjadi 775.106,35 BCM/bulan, sementara nilai produksi alat angkut meningkat menjadi 767.741,20 BCM/bulan. Persentase pencapaian produksi setelah perbaikan mencapai 101% dan 100% dari target produksi yang ditetapkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi perbaikan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan ketidakcapaian target produksi. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh PT IBP untuk meningkatkan nilai produksi alat pada setiap fleet penambangan, mencapai target produksi yang ditetapkan, dan mengatasi masalah yang dihadapi
