1,720,956 research outputs found
Hiperealitas Mahasiswa Perspektif Etika Konsumsi Islam Dalam Rangka Antisipasi Impulsive Buying
Pada era post-modernisme yang didukung dengan adanya media digital seperti sekarang ini menjadikan masyarakat lebih banyak melakukan pembelian melalui online shop. Mereka membeli bukan karena nilai manfaatnya melainkan dipengaruhi oleh gaya hidup untuk sebuah citra diri, konsumen remaja lebih mempertimbangkan aspek eksistensi dan gaya hidup daripada nilai manfaat. Dimana tuntutan eksistensi jauh lebih besar daripada kegunaan, seperti mengejar trend dan terlihat up to date sehingga tidak kalah dengan teman lainnya. Fenomena ini juga dapat ditemui di kalangan mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Diponegoro Nganjuk dimana sebagian mahasiswa yang mengakses media online shop untuk sekedar melihat produk-produk postingan pada online shop. Seketika melihat postingan yang menarik dan banyak diskon maka memunculkan keinginan dalam diri mahasiswa untuk membeli di luar perencanaan (impulsive buying). Adanya etika konsumsi dalam Islam berperan untuk mengantisipasi terjadinya impulsive buying seketika terjadi hiperealitas pada produk di online shop.
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara. Responden dalam penelitian ini sebanyak 10 mahasiswa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) postingan produk pada online shop yang memposting produk dengan menarik, menggiurkan, trending, dan brand ambassador terkenal merupakan bentuk hiperealitas produk yang dapat mempengaruhi sebagian mahasiswa untuk melakukan pembelian secara impuls. (2) Kemudahan layanan. diskon, harga murah, promo dan gratis ongkir menjadi faktor-faktor yang memicu terjadinya impulsive buying. (3) Dampak dari adanya hiperealitas produk pada online shop membuat impulsive buying sebagian mahasiswa semakin tidak terkontrol dan tidak terkendali sehingga keuangan semakin boros
Aplikasi Balanced Scorecard untuk evaluasi pengukuran kinerja perusahaan di PT X.
Pengukuran kinerja perusahaan diperlukan untuk dapat mengukur tingkat pencapaian terhadap tujuan yang telah direncanakan. Pengukuran kinerja harus senantiasa dilakukan sehingga perusahaan dapat melayani pelanggan, karyawan, pemilik, dan stakeholder dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja perusahaan dengan menggunakan balanced scorecard serta menganalisis hasil dari kinerja perusahaan yang telah didapatkan dan memberikan skenario rekomendasi untuk meningkatkan nilai kinerja. Pengukuran kinerja dengan balanced scorecard menterjemahkan visi dan misi, yang kemudian dilakukan ukuran sasarannya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menentukan persentase pencapaian masing-masing indikator tiap perspektif, yang kemudian menentukan total skor kinerja perusahaan berdasarkan angka pencapaian setiap indikator pada masing-masing perspektif serta bobot kepentingannya yang dilakukan dengan metode perbandingan berpasangan. Hasil penterjemahan visi dan misi didapatkan 8 sasaran yang kemudian dibagi ke dalam empat perspektif. Persentase pencapaian diperoleh berdasarkan pencapaian indikator dalam mencapai target. Pencapaian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memiliki nilai pencapaian yang tertinggi dibandingkan dengan perspektif lainnya. Total skor kinerja yang dihasilkan perusahaan pada tahun 2018 memiliki rata-rata total skor 88.93. Kinerja perusahaan dapat dikategorikan sangat sehat. Nilai kinerja perusahaan dapat dilakukan peningkatan dengan cara meningkatkan pencapaian perspektif yang masih rendah
..(PERBAIKI LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)...Hiperealitas Mahasiswa Perspektif Etika Konsumsi Islam Dalam Rangka Antisipasi Impulsive Buying
Pada era post-modernisme yang didukung dengan adanya media digital seperti sekarang ini menjadikan masyarakat lebih banyak melakukan pembelian melalui online shop. Mereka membeli bukan karena nilai manfaatnya melainkan dipengaruhi oleh gaya hidup untuk sebuah citra diri, konsumen remaja lebih mempertimbangkan aspek eksistensi dan gaya hidup daripada nilai manfaat. Dimana tuntutan eksistensi jauh lebih besar daripada kegunaan, seperti mengejar trend dan terlihat up to date sehingga tidak kalah dengan teman lainnya. Fenomena ini juga dapat ditemui di kalangan mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Diponegoro Nganjuk dimana sebagian mahasiswa yang mengakses media online shop untuk sekedar melihat produk-produk postingan pada online shop. Seketika melihat postingan yang menarik dan banyak diskon maka memunculkan keinginan dalam diri mahasiswa untuk membeli di luar perencanaan (impulsive buying). Adanya etika konsumsi dalam Islam berperan untuk mengantisipasi terjadinya impulsive buying seketika terjadi hiperealitas pada produk di online shop.
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara. Responden dalam penelitian ini sebanyak 10 mahasiswa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) postingan produk pada online shop yang memposting produk dengan menarik, menggiurkan, trending, dan brand ambassador terkenal merupakan bentuk hiperealitas produk yang dapat mempengaruhi sebagian mahasiswa untuk melakukan pembelian secara impuls. (2) Kemudahan layanan. diskon, harga murah, promo dan gratis ongkir menjadi faktor-faktor yang memicu terjadinya impulsive buying. (3) Dampak dari adanya hiperealitas produk pada online shop membuat impulsive buying sebagian mahasiswa semakin tidak terkontrol dan tidak terkendali sehingga keuangan semakin boros
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
