5 research outputs found
Transformation of Islamic Religious Practices in the Digital Era: Opportunities and Challenges for Contemporary Da'wah
The development of digital technology has significantly transformed various aspects of life, including the religious practices of Muslims. In this digital era, religious practices such as worship, religious learning, and the dissemination of Islamic values have undergone changes influenced by the ease of access to information and digital media platforms. This study aims to analyze the impact of digital transformation on the religious practices of Muslims, focusing on the opportunities and challenges faced in contemporary da'wah. Identified opportunities include the expanded reach of da'wah, efficiency in delivering messages, and global connectivity among Muslims. However, challenges such as the misuse of technology, biased information, and the lack of digital literacy in society also require attention. Through a qualitative approach, this study explores strategies that da'i (preachers) can adopt to maximize digital media as an effective and contextually relevant tool for da'wah in today's socio-cultural landscape
An Analysis of the Use of Religious Values in Commercial Advertising: A Da'wah and Communication Approach Based on Charles Sanders Peirce's Theory
This study analyzes the commodification of religious values in the advertising world with reference to the theory of Charles Sanders Peirce. Religious values are often used as marketing tools to influence consumer perceptions and behaviors. The aim of this study is to understand how religious values are transformed into commodities in advertisements and how this is reflected in Peirce's theory of signs and meaning. This research employs a qualitative approach by analyzing advertisements that utilize religious value elements as their main attraction. The results of the analysis show that these advertisements employ commodification strategies by transforming the meaning of religious values into something that can be traded and consumed. The implication is the importance of critiquing advertising practices that use religious values for commercialization purposes. This study contributes to understanding the dynamics of commodifying religious values and its influence on consumer society in the context of modern advertising
Analisis Pesan Dakwah Toleransi Di Akun Instagram Berbeda Tapi Bersama Episode 8
Instagram itself becomes the most popular medium and becomes the wah media for the da 'i and the da 'iah to deliver their preaching. By uploading or veiling islamic content with such a creative and attractive presentation of the people that islamic up-and-forth activities in predating the media will be popular and a trend in society to continue spreading the preaching. The tolerance dakwah message analysis on the instagram account is different, but together it comes with a semiotical analysis method of Charles sanders Pierce. In order to know the process of symbols found in videos when talking religion with a relaxed atmosphere on a different theme but with episode 8. Tolerance is mutual respect for one another despite differing viewpoints
SUNFLOWER METAPHOR IN DA'WAH THROUGH MUSIC : Analysis of Spirituality and the Meaning of the Song 'Gala Bunga Matahari' by Sal Priadi
This study explores da'wah's spiritual and communicative aspects embedded in Sal Priadi's song "Gala Bunga Matahari." The research investigates how the sunflower metaphor is employed to convey themes of loss, hope, and emotional resilience in the context of da'wah through music. Utilizing a qualitative method with textual analysis, the study delves into the lyrical content to uncover the spiritual messages conveyed. The findings indicate that the song effectively serves as a medium for da'wah, facilitating spiritual reflection and providing solace to its listeners. The study concludes that music, as exemplified in this song, can significantly convey da'wah messages by addressing profound emotional and spiritual experiences.
[Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek spiritual dan komunikatif dakwah yang tertanam dalam lagu "Gala Bunga Matahari" karya Sal Priadi. Penelitian ini menyelidiki bagaimana metafora bunga matahari digunakan untuk menyampaikan tema kehilangan, harapan, dan ketahanan emosional dalam konteks dakwah melalui musik. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis teks, penelitian ini mengkaji isi lirik untuk mengungkap pesan spiritual yang disampaikan. Temuan menunjukkan bahwa lagu ini secara efektif berfungsi sebagai media dakwah, memfasilitasi refleksi spiritual dan memberikan penghiburan kepada pendengarnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik, seperti yang dicontohkan dalam lagu ini, dapat berperan signifikan dalam menyampaikan pesan dakwah dengan mengatasi pengalaman emosional dan spiritual yang mendalam]
KOMODIFIKASI AGAMA DALAM IKLAN POCARI SWEAT DI TELEVISI EDISI RAMADAN TAHUN 2022
Memasuki tahun ke-23 pada abad ke-21, televisi menjadi idola Sebagian besar masyarakat Indonesia. Baik orang tua, anak muda, pria, wanita, maupun mereka yang tinggal di pesisir pantai dan pelosok kampung. Praktik industri media di Indonesia dengan pasar utamanya adalah masyarakat yang mayoritas beragama Islam tentu dengan memasukan muatan agama menjadi praktik kapitalisme yang dapat menghipnotis khalayak media atau masyarakat Indonesia, agama seperti sebuah konten dagangan dengan menampilkan publik-publik figur dengan atribut simbol agama islam. Komodifikasi pada media dapat berbentuk apapun. Salah satunya adalah komodifikasi terhadap agama. Adapun dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti tentang Komodifikasi Agama dalam Iklan Pocari Sweat di Televisi Edisi Ramadan Tahun 2022 dengan memfokuskan penelitian pada iklan Pocari Sweat Edisi Ramadan Tahun 2022 versi “Belajar Puasa Penuh dengan Pocari Sweat #IONSaatSahur. Penelitian ini akan membahas tentang komodifikasi nilai agama dalam iklan Pocari Sweat edisi Ramadan Tahun 2022 dan tentang pemaknaan komodifikasi simbol agamanya. Jenis penelitian analisis isi kritis yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kritis bertujuan untuk menelaah bagaimana kekuatan sosial dan politik dalam memanfaatkan media untuk mempromosikan kepentingan mereka dan pesan-pesan dalam media dapat mempengaruhi pandangan dan tindakan masyarakat didasarkan pada teori ekonomi politik media dan teori kontruksi realitas sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan teknis dokumentasi dan wawancara mendalam dari beberapa narasumber. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis semiotik model Charles Sanders Peirce dengan teori segitiga makna yang dikembangkannya. Penerapan analisis semiotika Peircean ini, peneliti dapat menganalisis makna, simbol, dan pesan yang terkandung dalam rekaman video iklan Pocari Sweat Edisi Ramadan Tahun 2022 versi “Belajar Puasa Penuh dengan Pocari Sweat #IONSaatSahur. Setelah dilakukan Analisa, hasil dari penelitian ini adalah pada Iklan Pocari Sweat di Televisi Edisi Ramadan Tahun 2022 terjadi transformasi nilai guna menjadi nilai tukar yang bersifat komersil untuk menguntungkan salah satu pihak. Komodisikasi konten yang terlihat pada alur cerita serta simbol agama yang digunakan pada iklan Pocari Sweat Edisi Ramadan tahun 2022. Komodifikasi konten media yang sebagaimana dipaparkan Mosco terjadi melalui rekonstruksi realitas. Penggunaan unsur setting tempat, waktu penayangan, brand ambassador dan dialog yang digunakan dalam iklan ini sangat kuat ketika dalam iklan tersebut memunculkan visualisasi yang menyerupai dengan realitas kehidupan masyarakat. Pengiklan memiliki tujuan utama untuk memperoleh keuntungan dari produk atau jasa yang ditawarkan agar penjualan selalu meningkat
