82 research outputs found

    METODE PENGOLAHAN HIDANGAN PANCAKE DI DEMANDAILING CAFÉ SURABAYA

    No full text
    The purpose of this writing is to find out how the processing of pancake desserts at Demandailing cafe Surabaya. The author observes the processing of pancakes at the Demandailing Cafe. The author can conclude that the processing of pancake desserts at Demandailing Café Surabaya is as follows: Processing of pancakes is done according to existing standard recipes. Thus, pancakes have the same shape and taste

    Branding Politik Caleg Perempuan dari Partai Islam: Studi Kasus Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief di Kota Bekasi

    No full text
    Elections of 2019 are simultaneous elections. Elections 2019 require candidates to do a number of things to win the elections. Political branding is the common way of legislature candidates. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief are candidates for legislative members in Bekasi City from the Prosperous Justice Party (PKS). Interestingly, Lilis Nurlia used a success team while Eka Widyani Latief did not use a successful team in facing the 2019 election. Lilis Nurlia does her political branding through face-to-face media and social media and carries the name of the party on every occasion. This study aims to look at the political branding of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief in facing the 2019 election in Bekasi City because there are still few studies that discuss political branding, especially in female legislative candidates. This research uses Kapferer political branding theory to analyze the experience of political branding implemented Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief. This research uses qualitative research with a case study approach. The author obtained primary data from the results of semi structure in-depth interviews and secondary data from article documents, journals, document archives, and so on. The results of the study obtained that Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief were legislative candidates with sequence number 1. Lilis Nurlia does political branding with various activities mainly through tabloids. Lilis Nurlia also uses a group approach to approach the community, while Eka Widyani Latief also carries out various activities, especially gatherings and social relations approached to approach society. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief also introduced themselves and shared the activity on social media.Penelitian ini membahas tentang branding politik dari calon anggota legislatif perempuan dari Partai Islam dengan menganalisis Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif di Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menariknya, Lilis Nurlia menggunakan tim sukses sementara Eka Widyani Latief tidak menggunakan tim sukses dalam menghadapi pemilu 2019. Lilis Nurlia melakukan branding politiknya melalui media tatap muka dan media sosial serta membawa nama partai pada setiap kesempatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat branding politik Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief dalam menghadapi pemilu 2019 di Kota Bekasi dikarenakan masih sedikit penelitian yang membahas mengenai branding politik khususnya calon legislatif perempuan. Penelitian ini menggunakan teori branding politik Kapferer untuk menganalisis pengalaman branding politik yang diimplementasikan Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis memperoleh data primer dari hasil wawancara mendalam semistruktur dan data sekunder dari dokumen artikel, jurnal, arsip dokumen, dan sebagainya. Hasil penelitian diperoleh bahwa Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif dengan nomor urut 1. Lilis Nurlia melakukan branding politik dengan berbagai kegiatan terutama melalui tabloid. Lilis Nurlia juga menggunakan pendekatan kelompok untuk mendekati masyarakat, sementara Eka Widyani Latief juga melakukan berbagai kegiatan terutama silaturahmi dan pendekatan hubungan sosial untuk mendekati masyarakat. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief juga memperkenalkan dirinya dan membagikan kegiatan di media sosial

    Perancangan Media Komunikasi Visual Poli Hamil Rumah Sakit Saiful Anwar sebagai Media Informasi Bagi Ibu Hamil.

    No full text
    ABSTRAK   Sifak, Lilis Faridhotus. 2008. Perancangan Media Komunikasi Visual Poli Hamil Rumah Sakit Saiful Anwar sebagai Media Informasi Bagi Ibu Hamil. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati, (II) Pranti Sayekti, S.Sn, M.Si   Kata kunci: ibu hamil, informasi, media komunikasi visual, perancangan   Angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Indonesia paling tinggi diantara negara-negara ASEAN. Data terbaru Departemen Kesehatan tahun 2007 menyebutkan bahwa penyebab langsung kematian ibu adalah pendarahan (46,7%), eklamsia (keracunan kehamilan 14,5%), dan infeksi (8%). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan merancang media komunikasi visual bagi Poli Hamil RSU Dr. Saiful Anwar. Penyampaian informasi akan lebih efektif dan efisien dengan adanya media dalam menyampaikan informasi mengingat masih terbatasnya media yang ada di Poli Hamil RSU Dr. Saiful Anwar dirasa kurang efektif dan kurang efisien dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah di wilayah kota Malang dan sekitarnya. Perancangan media komunikasi visual ini dilakukan dengan mempertimbangkan pihak-pihak yang berkaitan, yakni klien, konsumen dan kompetitor. Metode perancangan ini dimulai dari survei pasar untuk kemudian dianalisis hasilnya. Dari hasil analisis survei pasar, kemudian diidentifikasi untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk perancangan media komunikasi visual. Media komunikasi visual ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah pengetahuan masyarakat tentang bahaya kehamilan resiko tinggi, yang dapat mengakibatkan kematian bagi ibu melahirkan. Hasil dari perancangan berupa Ad print, antara lain: Poster, X-Banner, Wallchart, Buklet dan Souvenir

    Pengaruh Pengangkatan Beban Pada Kepala WI IJO Terdapat Kekuatan Gigit Gigi Molar Pertama Permanen

    No full text
    Sistem pengunyahan merupakan aktivitas reflek yang melibatkan gigi,sendi rahang dan otot pengunyahan .Kekuatan gigit adalah kekuatan yang dihasilkan oleh otot otot pengunyahan waktu mengigit.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan gigit diantaranya gigi,sendi rahang dan otot otot pengunyahan .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efek pengangkatan beban pada kepala wlijo terhadap kekuatan gigit gigi molar oertama permanen

    PENGGUNAAN PERMAINAN GO BACK SLODOR PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV UPTD SD NEGERI TUNJUNG 1 KECAMATAN BURNEH

    No full text
    Berdasarkan realitas pembelajaran di kelas IV SD Negeri Tunjung 1 Kecamatan Burneh, terdapat permasalahan dalam pembelajaran, yaitu : 1) keaktifan siswa masih rendah, 2) partisipasi siswa pada pembelajaran kelompok sangat kurang, 3) komunikasi antar teman tidak berjalan efektif, 4) siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi bertindak sebagai pekerja dan pemikir serta cenderung mendominasi proses pembelajaran, 5) sebagian siswa cenderung takut dalam menyampaikan ide dan hasil kerjanya.Upaya yang mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan permainan go back slodor dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK ) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Tunjung 1 Kecamatan Burneh yang berjumlah 25 siswa. Peneliti sebagai instrumen kunci dibantu oleh dua orang observer.Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa, tes hasil belajar, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) penggunaan permainan go back slodor terlaksana dengan baik, 2) penggunaan permainan tradisional Warisan budaya go back slodor dapat meningkatkan hasil belajar. yang ditunjukkan oleh hasil observasi dan hasil belajar siswa. Hasil observasi guru pada siklus I mencapai nilai rata-rata 73,75 dengan kriteria baik dan siklus II mencapai 83,30 dengan kriteria sangat baik sedangkan hasil observasi siswa pada siklus I mencapai nilai rata-rata 74,8 dengan kriteria baik dan siklus II mencapai nilai rata-rata 82,7 dengan kriteria sangat baik. Sedangkan Hasil belajar siklus I mencapai 73 % dan siklus II mencapai 81 %

    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA

    No full text
    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong digitalisasi pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar digital. Selain itu, tantangan yang dihadapi peserta didik, seperti meningkatnya kenakalan remaja, menuntut adanya nilai-nilai hukum yang diintegrasikan dalam pembelajaran sehingga bahasa mempunyai peran dalam meminimalisasi kenakalan remaja yang marak terjadi. Berdasarkan wawancara ditemukan bahwa masih banyak peserta didik yang melakukan pelanggaran aturan sekolah. Oleh sebab itu, penulis mengembangkan buku pendamping digital yang berwawasan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku digital nonteks pelajaran bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap: define, design, development, dan diseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi kelayakan produk dari aspek bahan ajar mendapatkan nilai skor dengan rata-rata 4 pada kategori “layak” dari interval 0-5. Aspek materi dengan nilai skor rata-rata 4,6 pada kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Aspek bahasa dengan nilai skor rata-rata 4,4 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Adapun hasil nilai respons peserta didik dengan rata-rata skor 4,0 dengan kategori “layak” dari interval 0-5 dan hasil nilai respons pendidik dengan rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Bahan ajar ini mendapatkan respons positif dari peserta didik dan pendidik. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar digital bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk SMA layak digunakan sebagai buku pendamping dalam proses pembelajaran. Kata kunci: bahan ajar digital, komunikatif-integratif, wawasan hukum. DEVELOPMENT OF A NON-TEXT BOOK OF DIGITAL LESSONS IN INDONESIAN WITH A LEGAL PERSPECTIVE WITH A COMMUNICATIVE-INTEGRATIVE APPROACH FOR CLASS X SENIOR HIGH SCHOOL Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRACT The existence of companion books is still inadequate and challenges in the world of education, such as the increase in juvenile delinquency, require legal values to be integrated in learning so that language has a role in minimizing juvenile delinquency that is rampant. Based on interviews, it was found that there are still many students who violate school rules. Therefore, the author developed a companion book with a legal perspective. This research aims to produce Indonesian digital teaching material products with legal insight for class X SMA. The research method used in this study is research and development (R&D) with the 4D development model consisting of four stages: define, design, develop, and disseminate. The results showed that the validation of product feasibility from the aspect of teaching materials received an average score of 4 in the “feasible” category from the interval 0-5. The material aspect with an average score of 4.6 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The language aspect with an average score of 4.4 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. Overall, an average of 4.3 was obtained in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The results of the learner response value with an average score of 4.0 with the category “feasible” from the interval 0-5 and the results of the educator response value with an average of 4.3 with the category “very feasible” from the interval 0-5. This teaching material received a positive response from learners and educators. This shows that Indonesian digital teaching materials with a legal perspective for high school are suitable for use as companion books in the learning process. Keyword: digital teaching materials, communicative-integrative, legal insight

    PENGARUH PROFITABILITAS, OPINI AUDITOR, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UKURAN KAP TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2020)

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of profitability, auditor opinion, company size, KAP size on audit delay. The population in this study is mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2017-2020. The data used is taken from the financial statements of  mining companies for 2017-2020. The sample in this study was determined by purposive sampling method, so that the sample that met the criteria for taking the sample in this study were 19 companies. The data analysis model used is multiple linear regression model. The results of this study indicate that KAP size influences audit delay, while profitability, auditor opinion, company size have no effect on audit delay

    Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening
    corecore