61 research outputs found
Pengaruh Konsentrasi Glutaraldehida Yang Ditambahkan Pada Membran Kitosan Terhadap Kinerja Biosensor Konduktometri Diazinon
Pengukuran konsentrasi diazinon menggunakan biosensor konduktometri didasarkan pada reaksi hidrolisis diazinon menjadi O,O dietil fosforotioat, 2-isopropil-6-metil pirimidin-4-ol dan ion H+ dengan bantuan enzim Organofosfat Hidrolase (OPH). Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja biosensor konduktometri diazinon adalah metode amobilisasi enzim. Metode amobilisasi enzim sendiri juga dapat dipengaruhi oleh senyawa pengikat silang yang digunakan, sehingga pada penelitian ini akan dipelajari pengaruh konsentrasi glutaraldehida (senyawa pengikat silang) yang ditambahkan pada membran kitosan terhadap kinerja biosensor konduktometri diazinon. Pada penelitian ini, enzim OPH diisolasi
dari Pseudomonas putida . Enzim ini kemudian diamobilisasi pada kutub negatif elektroda stainless steel yang dilapisi oleh membran kitosan yang dimodifikasi oleh glutaraldehida dengan konsentrasi 0 ; 0,01 ; 0,05 ; 0,10 ; 0,15 ; 0,20 % (v/v). Pengukuran daya hantar larutan uji diazinon 0 sampai 30 ppm dilakukan pada temperatur ruang dan pH 9 menggunakan buffer tris-HCl. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa konsentrasi glutaraldehida optimum adalah 0,1 % (v/v). Waktu respon dari biosensor adalah 240 detik. Biosensor ini dapat digunakan untuk mengukur hingga 9 sampel pada kisaran konsentrasi 22,5 sampai 30 ppm dengan kepekaan 3,21 nmho/ppm dan batas deteksi 22,3 ppm
Pembuatan dan Karakterisasi Biosensor Diazinon Menggunakan Organofosfat Hidrolase yang Diamobilkan pada SPCE yang Dimodifikasi dengan BSA-Glutaraldehida
Diazinon adalah salah satu pestisida dari golongan organofosfat yang diizinkan oleh pemerintah Indonesia. Ambang batas residu maksimum yang diperbolehkan adalah 0,5 mg/kguntuk sayur-sayuran dan 0,1 mg/kg untuk beras. Penggunaan diazinon yang berlebihan oleh petani di Indonesia dapat menimbulkan residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu metode deteksi untuk mengukur kadar residu diazinon pada sampel produk pertanian. Salah satu metode yang cepat, akurat, dan memilki selektifitas dan sensitifitas yang tinggi adalah biosensor konduktometri. Biosensor ini memanfaatkan enzim organofosfat hidrolase yang diamobilkan pada elektroda karbon berbentuk lembaran (SPCE) yang dimodifikasi dengan BSA-glutaraldehida.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pembuatan dan karakterisasi biosensor konduktometri diazinon. Selain itu, biosensor ini juga akan diterapkan pada sampel sayuran setelah dilakukan karakterisasi pada kondisi optimum. Faktor yang berpengaruh terhadap kinerja biosensor yang dapat dipelajari saat pembuatan dan karakterisasi biosensor masing-masing adalah jumlah enzim OPH yang ditambahkan di atas SPCE-BSA-glutaraldehida dan pH kerja. Parameter kinerja yang digunakan untuk mempelajari pengaruh dua faktor tersebut adalah kepekaan. Sementara itu, parameter kinerja yang ditentukan saat karakterisasi pada kondisi optimum adalah waktu respon, kepekaan, kisaran konsentrasi linier, dan batas deteksi. Hasil yang diperoleh dari karakterisasi ini digunakan acuan untuk menentukan kadar diazinon pada sampel sayuran.
Hasil penelitian menunjukkan p embuatan biosensor diazinon dipengaruhi oleh jumlah enzim OPH dengan j umlah enzim optimum adalah 118,5 µg. Sementara itu, k arakterisasi biosensor dipengaruhi oleh tingkat keasaman atau pH kerja dengan nilai optimum 8,5. Pada kondisi optimum biosensor memiliki kisaran konsentrasi linier 0 hingga 1 ppm, waktu respon 30 detik, kepekaan 42,21 µS/ppm dan batas deteksi 0, 1 9 ppm. Biosensor konduktometri diazinon dapat diterapkan dengan kinerja yang baik pada sampel sayuran
Construction and Characterization of Conductometric Biosensor for Determination of the Diazinon Concentration
Excessive diazinon residue in vegetables can endanger human health. Therefore, a simple, fast, and accurate method is needed to detect residue. A conductometric biosensor is a good choice because it also offers high selectivity and sensitivity. The principle of detection of the conductometric biosensor is based on enzymatic hydrolysis of diazinon into O,O diethyl phosphorothiate,2-isopropyl-6-methylpyrimidin-4-ol, and H+ catalyzed by organophosphate hydrolase (OPH). The optimum amount of organophosphate hydrolase added to the screen-printed carbon electrode (SPCE) modified with BSA-glutaraldehyde is 118.5 µg, while the optimum pH is 8.5. This biosensor has a response time of 30 sec, a linear dynamic range of 0 to 1 ppm, sensitivity of 42.21 µS/ppm, and limit of detection of 0.19 ppm
Construction and Characterization of Conductometric Biosensor for Determination of the Diazinon Concentration
AbstractExcessive diazinon residue in vegetables can endanger human health. Therefore, a simple, fast, and accurate method is needed to detect residue. A conductometric biosensor is a good choice because it also offers high selectivity and sensitivity. The principle of detection of the conductometric biosensor is based on enzymatic hydrolysis of diazinon intoO,O diethyl phosphorothiate,2-isopropyl-6-methylpyrimidin-4-ol, and H+ catalyzed by organophosphate hydrolase (OPH). The optimum amount of organophosphate hydrolase added to the screen-printed carbon electrode (SPCE) modified with BSA-glutaraldehyde is 118.5 ?g, while the optimum pH is 8.5. This biosensor has a response time of 30sec, a linear dynamic range of 0 to 1 ppm, sensitivity of 42.21 ?S/ppm, and limit of detection of 0.19 ppm.5 hlm
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
Korosi merupakan suatu proses alamiah, yang disebabkan karena logam berusaha untuk kembali pada bentuk aslinya. Proses korosi tidak dapat dihindari, maka logam yang terjadi proses korosi akan merugikan pemakainya sehingga dilakukan proses rekayasa supaya proses korosi dapat diperlambat. Pemakaian material logam dengan ketahanan korosi yang lebih baik merupakan salah satu pilihan yang bisa ditempuh.Sampel uji yang digunakan adalah baja ST 41. Sampel tersebut di potong dengan ukuran 5 mm, lebar 16 mm,dan tebal 16 mm sebanyak 9, sampel yang sudah dipotong dengan ukuran 5 mm,lebar 16 mm,tebal 16 mm selanjutnya dipanaskan menggunakan blender asetilin selama ±1 jam dengan suhu 3000C, 5000C dan 7000C. Sedangkan pada pelapisan Resin didapatkan hasil tertinggi didapatkan oleh larutan H2SO4 dengan nilai 609,3538 MPY, dan nilai terendah pada pengujian didapatkan oleh larutan Air Laut dengan nilai 599,2168 MPY.Kesimpulan laju korosi as baja st 41 lebih besar Karena H2SO4 lebih tinggi rata-rata dari perhitungan metode weight loss dipandingkan air laut di sebabkan oleh H2SO4 mengandung unsur pH basah di pandingkan air laut yang mengandung pH asam pH asam lebih cepat melakukan proses korosi
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN DAN HOLDING TIME PADA PERLAKUAN PANAS BAJA ST 42 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO
Seiring dengan perkembangan industri manufaktur yang semakin berkembang, logam mempunyai peran penting dalam industi manufaktur. Dalam hal ini baja ialah logam paduan yang sering kali banyasekdi gunakan dalam dunia industri manufaktur. Salah satu jenis bahan baja yang sering digunakan adalah Baaja ST-42.peneliitian ini tujuannya untuuk mengetahui pengaaruh suhu temperature dan Hardening mediia pendingin air terhadapp sifat mekanik Baja ST-42 dengan variasi suhu hardening dan quenching. Media pendingin air mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, H = 0,327 J/mm2 dann Holding time 30 Menit media pendingin airr mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, HI = 0.327 J/mm2. Pada spesimen yang dengan Martensit lebih merata yaitu dengan tanpa perlakuan holding time 30 menit memilikii nilai kekerasan rata-rata yaiitu 64,33 HRC dan yang kedua adalah spesimen dengan warna gelap kedua adalah yaitu holding time 22 menit memiliki nilai kekerasan rata-rata 65,26 HRC dan yang yang ketiga adalah spesimen dengan warna paling terang holding time 20 menit yaitu dengan memiliki nilai hasil data kekerasan rata-rata 70,7 HRC dan terakhir spesimen dengann tanpa perlakuann panass butiran-butiran masih terlihat kasar memiliki kekerasan 66,76 HRC
Rancang Bangun Cleaning Fotovoltaik Portable Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )
Matahari memancarkan energi dari radiasi cahayanya. Energi dari pancaran radiasi matahari ini dapat dimanfaatkan bagi manusia di atas bumi ini. Pemanfaatannya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara aktif dan pasif. Dalam kaitannya dengan energi listrik di dalam bangunan maka energi matahari dimanfaatkan secara aktif dengan cara mengubah energi radiasi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan bantuan solar cell Penerapannya pada bangunan adalah dengan mengintegrasikan di kulit terluar bangunan seperti atap dan fasade. Pemasangannya sangat bergantung kepada letak geografis suatu wilayah dimana bangunan itu berdiri, karena letak geografis suatu wilayah sangat mempengaruhi efisiensi pancaran energi dari radiasi cahaya matahari. Konsekuensi dari letak geografis suatu wilayah akan berpengaruh kepada pemilihan jenis sollar cell dan teknik pemasangan pada kulit terluar bangunan. Melalui skripsi ini, pembahasan akan diutamakan mengenai upaya “ Rancang bangun prototype cleaning fotovoltaik portable untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ‘ untuk membersihkan kotoran debu ataupun puing – puing yang berdampak dapat mempengaruhi seberapa banyak sinar matahari menembus untuk mengubah cahaya menjadi energi sehingga di butuhkan alat pembersih solar cell yang tidak merusak/menggores kaca pada panel surya dapat memengaruhi kinerjanya karena goresan akan menimbulkan bayangan.
Kata kunci : sollar cell, alat bantu pembersih sollar cell
The sun emits energy from its light radiation. Energy from the sun's radiation can be utilized for humans on this earth. Utilization can be done in two ways, namely actively and passively. In relation to electrical energy in buildings, solar energy is used actively by converting solar radiation energy into electrical energy with the help of solar cells. Its application in buildings is to integrate it in the outer shell of buildings such as roofs and facades. Its installation is very dependent on the geographical location of an area where the building stands, because the geographical location of an area greatly affects the efficiency of energy emission from solar radiation. The consequence of the geographical location of an area will affect the selection of solar cell types and installation techniques on the outer shell of buildings. Through this thesis, the discussion will prioritize the efforts of "Designing a portable photovoltaic cleaning prototype for solar power plants (PLTS)" to clean dirt, dust or debris that can affect how much sunlight penetrates to convert light into energy so that it is needed. a solar cell cleaning tool that does not damage/scratch the glass on the solar panel can affect its performance because scratches will cast shadows.
Keywords: solar cell, solar cell cleaning too
ANALISIS PENGARUH TIMBULNYA SCALE PADA FEED WATER SIDE EVAPORATOR TERHADAP KERJA FLASH TYPE FRESH WATER GENERATOR DI KAPAL LNG/C SS. TANGGUH BATUR SKRIPSI
ABSTRAKSI
Arfiendho Gagah Prayoga, 2019, NIT: 51145430T, “Analisis Pengaruh
Timbulnya Scale Pada Feed Water Side Evaporator Terhadap Kerja
Flash Type Fresh Water Generator Di Kapal LNG/C SS. Tangguh Batur”,
skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E,
Pembimbing II: Daryanto, SH, MM.
Flash type fresh water generator di atas kapal LNG/C digunakan untuk
memenuhi kebutuhan air tawar untuk akomodasi dan operasional permesinan yang
membutuhkan. Salah satu bagian penting dari flash type fresh water generator
adalah feed water side evaporator yang berfungsi untuk menguapkan air laut
dengan menggunakan media pemanas steam, yang tentunya tidak boleh timbul
kerak atau scale pada bagian tersebut karena akan mempengaruhi kerja dari fresh
water generator itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
faktor yang menyebabkan timbulnya scale pada feed water side evaporator,
dampak dari faktor yang menyebabkan timbulnya scale pada feed water side
evaporator, dan upaya untuk mengatasi faktor yang menyebabkan timbulnya scale
pada feed water side evaporator.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dalam skripsi
ini penulis menggunakan teknik analisa data SHEL dan USG. SHEL digunakan
untuk menentukan kemungkinan faktor masalah berdasarkan software, hardware,
environment, lifeware, dan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data
USG (urgency, seriousness, growth) untuk menentukan faktor masalah yang
menjadi prioritas utama. Teknik pengumpulan data berupa pendekatan terhadap
obyek melalui observasi, wawancara serta studi pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan
bahwa timbulnya scale pada feed water side evaporator disebabkan oleh perawatan
yang dilakukan tidak sesuai maintenance plan, adanya trouble pada chemical
dosing pump, kadar garam air laut yang sangat tinggi, dan kurangnya pengetahuan
dan pengalaman engineer tentang flash type fresh water generator. Hal tersebut
berdampak pada timbulnya scale dan penurunan produksi air tawar. Untuk
mengatasi faktor-faktor tersebut dapat dilakukan dengan melakukan descaling
sesuai dengan jadwal maintenance plan, melakukan daily inspection dan perawatan
pada chemical dosing pump, melakukan penginjeksian chemical dosing sesuai buku
manual, memberikan training dan ujian serta familiarisasi kepada engineer tentang
flash type fresh water generator diatas kapal.
ABSTRACT
Arfiendho Gagah Prayoga, 2019, NIT: 51145430T, “Analysis the Effect of Scale
on Feed Water Side Evaporator to Flash Type Fresh Water Generator’s
Work on LNG/C Vessel SS. Tangguh Batur”, Minithesis of Engine
Department, Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of
Semarang, Supervisor I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E and Supervisor II:
Daryanto, SH, MM.
Flash type fresh water generator on LNG/C vessel is used to fulfill fresh
water consumption on accommodation and operation of machineries. One of
important part on flash type fresh water generator is feed water side evaporator
which is used to boil sea water with heating steam. It is not good if there is a lot
of scale inside because it will affect fresh water generator’s work. The purpose of
this mini thesis are to know the factors which cause scale inside of feed water side
evaporator, the impact of the factors which cause scale inside of feed water side
evaporator and the efforts of the factors which cause scale inside of feed water side
evaporator.
The metods in this mini thesis are qualitative, then it is analyzed by SHEL
and USG. SHEL method is used to find the possibility of any factors by software,
hardware, environment, lifeware, and then analyzed by USG method (urgency,
seriousness, growth) to determine the main priority of factors. In this case,
technique of collecting data is in the form of an approach to objects by observations,
interviews and literature studies using documents and data related to flash type fresh
water generator.
As a result of this mini thesis, author concludes that scale inside of feed
water side evaporator are caused by maintenance carried out is not in accordance
with maintenance plan, there is any trouble in the chemical dosing pump, content
of salt water is very high, and a lack of knowledge and experience of engineer about
flash type fresh water generator. The impact of that factors are scale inside
evaporator and it will decrease in water production. So, the efforts to resolve that
factors are doing descaling as per maintenance plan schedule, doing daily
inspection and maintenance of chemical dosing pump, doing injection of chemical
dosing as per manual book, give some training, examination and familiarization to
engineers about flash type fresh water generator on board
Perancangan Sistem Aplikasi Jasa Bordir Pada Toko Cahaya Bordir Medan Berbasis Website
The development of the embroidery industry is currently growing rapidly along with increasingly advanced technology, so that competition between the embroidery industry is increasing. This encourages the importance of every embroidery industry to always monitor and process quality continuously as a quality control system. Based on the facts above, in writing this final project the author discusses how to design an embroidery service application system. Here the author analyzes and designs the structure of the embroidery service application system that will be built and the programming language used and the integration of the two. This system was developed using the PHP and MySQL programming languages and is accompanied by a database that is tailored to the needs in the process of designing this system.110 HalamanKertas Karya Diplom
Perancangan Sistem Aplikasi Jasa Bordir Pada Toko Cahaya Bordir Medan Berbasis Website
The development of the embroidery industry is currently growing rapidly along with increasingly advanced technology, so that competition between the embroidery industry is increasing. This encourages the importance of every embroidery industry to always monitor and process quality continuously as a quality control system. Based on the facts above, in writing this final project the author discusses how to design an embroidery service application system. Here the author analyzes and designs the structure of the embroidery service application system that will be built and the programming language used and the integration of the two. This system was developed using the PHP and MySQL programming languages and is accompanied by a database that is tailored to the needs in the process of designing this system.110 HalamanKertas Karya Diplom
- …
