1,722,862 research outputs found
Pengindraan Jauh Metode Analisis Dan Interpretasi Citra Satelit
Teknologi Penginderaan jauh atau remote sensing merupakan suatu tool yang sudah ada sejak lama dan dipakai pada hampir semua bidang kehidupan. Hal inilah yang membuat perkembangan teknologi ini sangat cepat. Umumnya, penerapan pengindraan jauh diintegrasikan dengan aplikasi sistem informasi geografis (SIG).
Buku Pengindraan Jauh ini ditulis oleh Indarto dengan tujuan untuk memberikan pengantar atau bekal teori tentang metodologi pengolahan dan intepretasinya serta memberikan tutorial tentang pengolahan citra satelit.
Buku Penginderaan Jauh karangan Indarto ini dapat digunakan oleh mahasiswa untuk belajar secara mandiri, baik untuk memperdalam pengetahuan teori maupun meningkatkan ketrampilan teknik pengolahan citra. Disamping itu, para dosen juga dapat menggunakannya sebagai pedoman untuk mengajar teori di kelas ataupun melakukan praktik laboraturium.
( Pengindraan J
Proses Berkarya dan Nilai Estetik Seni Gambar Seniman Indarto Agung Sukmono
Tokoh inspiratif dan seniman senior dalam bidang seni rupa di Kabupaten
Kudus, Indarto Agung Sukmono. Namanya pernah mencuat setelah menyabet
juara kedua Indonesian Art Award (IAA) tahun 2015. Tecatat dua kali menjadi
finalis UOB Painting of The Year 2016-2017. Mengangkat tema histori dan
memori Kudus dan sekitarnya, tidak ada yang menyangka ada seniman potensial
dari Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses berkarya
& nilai estetik karya seni gambar Indarto Agung Sukmono.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah Seniman dan karya seni gambar
Indarto Agung Sukmono. Objek penelitian ini adalah proses berkarya dan nilai
estetika seni gambar seniman Indarto Agung Sukmono, termasuk konsep karya
berupa tema atau ide kreatif yang disampaikan oleh karya, penguasaan teknik dan
media gambar, gaya/ corak berkarya dan nilai estetika. Teknik pengumpulan data
terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis
melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi.
Sepuluh karya seni gambar yang diteliti, yaitu. (1) Tiga Ban, (2) Pengilon,
(3) Payaman-Tanjung Karang, (4) Bertahan, (5) Yang di Tinggalkan, (6)
Tempuran, (7) Genuk, (8) Tirai Portal, (9) Tiga Rasa, (10) Den Ayu. Hasil
penelitian didapat bahwa (1) proses kreatif karya gambar Indarto terdiri dari tiga
tahapan yakni: pencarian yang bersumber dari pengalaman visual dan batin,
tahapan penyempurnaan ide-gagasan melalui pembacaan dan penafsiran
menggunakan metode antropologi visual-berpendekatan kontekstual, dan tahapan
visualisasi yakni menyiapkan media, proses rancangan, dan pendetailan. (2) Nilai
intrinsik karya menampilkan objek menonjolkan prinsip keseimbangan serta
irama. (3) Nilai Ekstrinsik karya, Indarto ingin menyampaikan pesan terkait
interpretasi tentang histori dan memori seputar Kudus dan sekitarnya.
Saran bagi apresiator seni, perlu adanya pengamatan mendalam mengenai
karya-karya Indarto Agung Sukmono yang belum dibahas, kejelasan dalam
jumlah karya gambar yang telah dibuat Indarto Agung Sukmono. Dan bagi para
seniman, dalam berkarya diharapkan terus melakukan terobosan-terobosan baru
dan inovasi dalam penciptaan karya
Klasifikasi Sub Tipe Iklim Oldeman: Studi Kasus di Wilayah UPT
This research aims to determine the classification sub type climate Oldeman at UPT
PSDAWS Sampean Baru which includes Banyuwangi, Bondowoso, and Situbondo. Methods used in
climate classification of the research is a method of intepolasi Inverse Distance Weighted (IDW).
Of precipitation data that is used rainfall data daily which then processed into data monthly
rainfall to know the wet months (BB) and months of dry (BK). Based on the export of BB and BK
into Geographic Information System (GIS) and using methods interpolation IDW will get the map
Oldeman. Of the research conducted by, there are 11 sub type classifications Oldeman climate
prevailing at UPT PSDAWS Sampean Baru, of them are B1, B2, C1, C2, C3, D2, D3, D4, E3, E4,
and E5
Studi Pemisahan Baseflow menggunakan Metode Grafis dan Metode Recursive Digital Filter
Technique baseflow separation can be performed by graphics and Recursive Digital Filter (RDF) methods. This research was
conducted in to estimate the baseflow contribution at seven watersheds in administratif UPT PSDA Lumajang – Eastern part of East
Java. Two graphical methods of baseflow separation (Local Minimum Method dan Fixed Interval Method) and Eckhardt filter were
compared to separated baseflow from total flow. Eckhardt filter of the Recursive Digital Filter (RDF) method of baseflow separation..
Methodology consist of : (1) data inventorying (2) data processing, (3) calibrating and validating, and (4) models performances
evaluating. Daily discharge were used as main input for the analysis 1996-2005. Furthermore, each algorithm was calibrate using
daily discharge data for each year. The mean values of parameters obtained used to separate baseflow for whole period of record.
RMSE, R Squared and FDC used to evaluate the model performance during dry periode (Juli to September – with assumtion that there
was no rainfall occurred in this period). Calibration was conducted on each watershed with the same technique. Validation was
conducted using parameter values obtained from watershed having more complete data (Rawatamtu watershed) to others watersheds.
The results showed that Local Minimum Method perform better then others algorithms
Penugasan Audit di Masa Krisis
Bernadia Linggar Yekti Nugraheni; Stefani Lily Indarto; Apelina Teresi
Studi Pendahuluan Pemisahan Baseflow: Studi Kasus 6 Metode RDF (Recursive Digital Filter)
Technique baseflow separation can be performed by methods Recursive Digital Filter (RDF). This research dealt with
estimation of baseflow contribution at seven watersheds in the administratif area of UPT PSDA Lumajang. Six methods filter were
used to separated baseflow from total flow. Methodology consist of : (1) data inventorying (2) data processing, (3) calibrating and
validating, and (4) models performances evaluating. Daily discharge were used as main input for the analysis 1996-2005.
Furthermore, each algorithm was calibrate using daily discharge data for each year. The mean values of parameters obtained were
then used to separate baseflow for whole periode of record. RMSE, scatter plot and FDC were used to evaluate the model
performance during dry periode (Juli to September) assuming that for this period no rainfall have occurred. Calibration was
conducted on each the watershed with the same way. Validation was conducted from the watershed complete data (Rawatamtu
watershed). The results showed that filter method, Lynie-Hollick perform better then others algorithm
- …
