1,720,987 research outputs found
AN ANALYSIS OF WORD FORMATION ENCOUNTERED IN MEDICAL TERMS IN THE JAKARTA POST’S ARTICLES
Abstract: The aim of this research was to find out the types of word formation in medical terms in The Jakarta Post?s health articles. This research was designed as a descriptive qualitative research. The population of this research was all medical terms in The Jakarta Post newspaper. The sample of this research was medical terms found in seven health articles in The Jakarta Post newspaper which were published from June until December 2016. Documentation was used as main instrument in this research. The data was collected based on the 10 types of word formation proposed by Yule (2010). The result of this study showed, there are 55 data of derivation, 20 data of compounding, 16 data of borrowing, 11 data of acronym, 2 data of clipping, and one data of backformation. It can be concluded, there are six types of word formation found in seven health articles. Further, there is no coinage, blending, conversion, and multiple processes were found in medical terms in seven health articles in The Jakarta Post?s newspapers.Keywords: Word Formation, Medical Term
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MENEMPEL BERBAGAI BIJI-BIJIAN PADA KELOMPOK B TK NEGERI SATU ATAP GEDUNG AGUNG KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan menempel dengan biji-bijian dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kelompok B TK Negeri Satu Atap Gedung Agung Kabupaten Bengkulu Selatan dan untuk mengetahui cara meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menempel dengan biji-bijian pada kelompok B TK Negeri Satu Atap Gedung Agung Kabupaten Bengkulu Selatan. Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilakukan dalam 4 (empat) langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, melakukan observasi dan evaluasi dan melakukan refleksi dan dilakukan berulang-ulang dan terdiri dari beberapa siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik Kelompok B TK Negeri Satu Atap Gedung Agung Kabupaten Bengkulu Selatan yang berjumlah 15 orang yang terdiri atas 5 orang anak laki-laki dan 10 orang anak perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru dan anak dengan teknik analisis data menggunakan analisis statistik sederhana yaitu persentase. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas diperoleh pencapaian tertinggi indikator penilaian pada siklus I yaitu 60% sedangkan pada siklus II pencapaian tertinggi indicator penilaian yaitu 93,33% yang berarti terdapat peningkatan dari siklus pertama dan kedua sehingga meninjukkan bahwa kemampuan motoric halus anak dapat meningkat melalui kegiatan menempel berbagai biji-bijian
MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIKA SEDERHANA ANAK MELALUI PERMAINAN SETANGGA GUNUNG DAN MERONCE KERTAS ANGKA PADA KELOMPOK B PAUD LESTARI BANDAR AGUNG KECAMATAN ULU MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah permainan setangga gunung dan meronce kertas angka dapat meningkatkan kecerdasan matematika sederhana anak pada kelompok B Paud Lestari Desa Bandar Agung Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dan untuk mengetahui cara meningkatkan kecerdasan matematika sederhana anak pada kelompok B Paud Lestari Desa Bandar Agung Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dengan menggunakan permainan setangga gunung dan meronce kertas angka. Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilakukan dalam 4 (empat) langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, melakukan observasi dan evaluasi dan melakukan refleksi dan dilakukan berulang-ulang dan terdiri dari beberapa siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B Paud Lestari Desa Bandar Agung Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan yang berjumlah 14 orang yang terdiri atas 7 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru dan anak dengan teknik analisis data menggunakan analisis statistik sederhana yaitu persentase. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas diperoleh pencapaian tertinggi indikator penilaian pada siklus I yaitu 64,29% sedangkan pada siklus II pencapaian tertinggi indikator penilaian yaitu 92,86% yang berarti terdapat peningkatan dari siklus pertama dan kedua sehingga meninjukkan bahwa kecerdasan matematika sederhana anak dapat meningkat melalui permainan setangga gunung dan meronce kertas angka
THE MENTORS’ PERCEPTION TOWARD THE ENGLISH STUDENT TEACHERS’ COMPETENCE IN TEACHING PRACTICE
Jenis penelitian ini berupa deksriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa Bahasa Inggris dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Sampel diambil dari seluruh populasi yaitu 13 guru bahasa Inggris SMA di Bengkulu yang menjadi guru pamong mahasiswa PPL Bahasa Inggris FKIP UNIB pada tahun akademik 2013. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasi menunjukkan bahwa persepsi guru pamong terhadap kemampuan mahasiswa Bahasa Inggris adalah: positif pada aspek kompetensi pedagogik (skor mean 3.7); positif pada aspek kompetensi kepribadian (skor mean 3.69); positif pada kompetensi sosial (skor mean 3.66); dan positif pada kompetensi profesional (skor mean 3.8). oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa Bahasa Inggris dalam melaksanakan PPL di Bengkulu pada tahun akademik 2013 adalah positif dengan nilai rata-rata 3.71
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY BY USING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING THROUGH MODELING
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah
menginvestigasi penggunaan contextual teaching and learning melalui modeling dapat
meningkatkan pemahaman membaca siswa pada kemahiran kosa kata. Subjek penelitian
adalah siswa kelas XIph1 SMK N 3 Bengkulu yang terdiri dari 27 orang siswa. Untuk
melihat peningkatan pemahaman membaca siswa, peneliti menggunakan teknik
pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah tes kosa kata
dan lembar observasi. Berdasarkan analisa terhadap nilai tes kosa kata yang diadakan
oleh guru bahasa inggris di kelas tersebut, peneliti menerapkan contextual teaching and
learning melalui modeling di kelas pada siklus I yang kemudian dilanjutkan hingga siklus
III. Dapat dilihat kemahiran kosa kata siswa meningkat. Tes diadakan di setiap akhir
siklus untuk melihat peningkatan kemampuan membaca siswa. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kemahiran kosa kata siswa meningkat. Rata-rata nilai siswa pada
siklus I adalah 58.29, siklus kedua adalah 65 dan siklus ketiga adalah 70.55. Penggunaan
contextual teaching and learning melalui modeling telah berhasil meningkatkan
kemahiran kosa kata siswa dalam peningkatan motivasi dan menampilkan tugas. Hal ini
juga dapat dilihat pada perbaikan perilaku siswa dalam kelas. Siswa termotivasi untuk
mencontohkan tugas dalam kegiatan kelas dan menjadi akti
Media Used in Teaching English at SMPN 1 Kota Bengkulu 2012/2013 Academic Year
Penelitian yang berjudul Media yang digunakan dalam pengajaran Bahasa Inggris di SMPN 1 Kota Bengkulu Tahun Akademik 2012/ 2013. Penelitian ini diadakan dengan menggunakan penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki media yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris, untuk menemukan media yang dominan yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris, dan untuk menemukan alasan dari guru Bahasa Inggris dalam menggunakan media
pengajaran di SMPN 1 Kota Bengkulu Tahun Akademik 2012/ 2013. Subjek penelitian ini adalah semua guru Bahasa Inggris yang mengajar dikelas VII dan VIII. Data diperoleh dengan menggunakan checklist pengamatan dari pembelajaran Bahasa Inggris oleh guru dan wawancara untuk guru dengan menggunakan rekaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media printed materials merupakan media yang dominan digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam pengajaran. Dan dari hasil wawancara, guru lebih suka menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS), buku-buku, dan media yang telah tersedia di sekolah. Media dapat membantu atau memfasilitasi
guru untuk menyalurkan pengetahuan atau informasi dengan mudah dan media memungkinkan guru untuk mengadakan proses belajar dan pengajaran lebih efektif dan efisien
PENERAPAN PERMAIANAN KREATIF MELALUI PEMANFAATAN MEDIA BAHAN BEKAS DAPAT MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HARAPAN BUNDA TANJUNG RAMAN MANNA
Alasan diadakan penelitian ini adalah bahwa: Anak kurang termotivasi mengikuti pembelajaran, anak kurang kreatif dalam belajar, kreativitas anak kurang berkembang guru kurang memanfaatkan bahan bekas untuk meningkatkan kreativitas anak, Tujuan penelitian secara umum adalah Untuk mendiskripsikan peningkatan kreativitas anak melalui penerapan permainan kreatif dengan memanfaatkan media bahan bekas di Kelompok Bermain Harapan Bunda desa Tanjung Raman Manna. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mendiskrisikan peningkatan kretivitas anak melalui penerapan permainan kreatif dengan memanfaatkan kantong kresek, untuk mendiskrisikan peningkatan kretivitas anak melalui penerapan permainan kreatif dengan memanfaatkan bungkus permen. untuk mendiskrisikan peningkatan kretivitas anak melalui penerapan permainan kreatif dengan memanfaatkan kardus bekas. Metode penelitian adalah menggunakan metode penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan permainan kreatif melalui pemanfaatan media bahan bekas dapat meningkatkan kreativitas anak di Kelompok Bermain PAUD Harapan Bunda Tanjung Raman Manna. Pada siklus I Kretivitas anak mulai meningkat, ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh anak baru mencapai :58,32%. Pada siklus II Kretivitas anak mulai meningkat ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh anak sudah mencapai :71,9%. Pada siklus III kretivitas anak sudah meningkat, ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh anak sudah mencapai :85% artinya sudah melebihi keberhasilan kinerja yang itetapkan yaitu 80%
THE CORRELATION BETWEEN WRITING LEARNING STRATEGIES AND WRITING ACHIEVEMENT OF THE FIFTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM IN UNIVERSITAS BENGKULU
Abstract: This research is aimed at identifying writing kearning
strategy used and students’s writing achievement. Then, the research
would like to find out whether or not there is any significant
correlation between writing learning strategies and writing
achievement at the fifth-semester students of English Education Study
Program at Universitas Bengkulu. The research was designed as a
quantitative correlation method. The population of the research was 79
students of English Education Study Program at Universitas Bengkulu
Academic Year 2018/2019. The purposive samples were 69 students,
taken from the population, meawhile 10 students was taken as tryout
sample. The alternative hypothesis: There is any correlation between
writing learning strategy and writing achievement. The instrument
used for collecting the data were writing learning strategies
questionnaire and writing test. The collected data were analyzed by
Pearson Product Moment Formula using Statistical Package for Social
Sciences (SPSS) software version 16. The result of this research
revealed that there is a correlation between writing learning strategies
and writing achievement because the correlation coefficient is 0.357 in
weak correlation categorized. It is concluded that it is needed to
strengh student’s achievement through train and introduce writing
learning strategies deeply.
Keywords: Correlation, Writing Learning Strategies, Writing
Achievemen
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING AND CODE MIXING IN CLASSROOM ORAL PRESENTATION BY THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF THE ENGLISH STUDY PROGRAM AT UNIVERSITAS BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tipe, fungsi, dan alasan Alih Kode dan Campur Kode yang digunakan oleh mahasiswa semester 6 jurusan Bahasa Inggris Universitas Bengkulu yang menjadi presenter dalam presentasi di kelas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sample meliputi 8 presenter dari 2 kelompok diskusi. Peneliti menggunakan rekaman video, daftar pemeriksaan, dan wawancara. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan video rekaman, rekaman ditranskripsi, identifikasi, diberikan kode, dikelompokkan, dan dianalisis. Alasan-alasan tindakan Alih Kode dan Campur Kode diperoleh melalui wawancara terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dasar yang paling banyak digunakan oleh presenter adalah Bahasa Indonesia. Terdapat tiga jenis Alih kode dan tiga jenis Campur Kode. Tipe Alih Kode yang digunakan dalam presentasi kelas adalah inter-sentential code switching (48 %), intra-sentential code switching (30 %), and tag-code switching (22 %) ,serta tiga jenis Campur Kode adalah intra-lexical (66 %), inter-sentential (49 %), the change of pronunciation(14 %). Fungsi-fungsi Alih Kode: message qualification (100%), reiteration(66,6%) ,addressee specification (33 %), Interjection (22,2 %),and change the topic( 43%). Fungsi-fungsi Campur Kode: giving signal that she/he finished mentioning items (56%), talking to him/herself (33%), restructuring the confused turn (22%), signaling to start (56%), telling someone what part to explain (11%), explaining the difficult term in other code(78%), repeating vocabulary meaning in the other code 67%), giving conjunction (44%), connecting to the next explanation (78%), maintaining the standard code in certain language (67%), mentioning the prefix and suffix in the other code (22 %), and talking to particular person (33%). Alasan-alasan dalam Alih Kode dan Campur Kode: the lack of language ability (78%),unconditional habit (78 %), comfortable feeling(78%), no right expression in a language (100 %), the confusion of listeners (67%), interaction habit (44%), formal situation (22 %), informal situation (67%), the change of topic (44%), lack of facility (45%), less preparation (67%), feeling nervous(56 %), other people influence (22%), mood of speakers (45%), clear explanation (89%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Alih Kode dan Campur Kode oleh mahasiswa dalam presentasi menggunakan bentuk, fungsi, dan alasan tersendiri. Namun Alih Kode dan Campur Kode dalam presentasi tidak dapat disangkal keberadaannya
THE STUDY OF STUDENTS’ MASTERY OF ENGLISH HOMOPHONES
The aims of this research were to describe the students’ mastery of English
homophones at the fifth semester students of English Education Study Program of
Universitas Bengkulu in 2018/2019 Academic Year. The subjects were 78 of the
fifth semester students of English Education Study Program of Univeristas
Bengkulu in 2018/2019 Academic Year. The instrument of this research was
English homophones test with 50 questions. The technique of collecting data by
asked the students to circle a word that has different pronunciation from other
words. The result of this research showed that the students’ mastery of English
homophones was low or in the poor category. The score of English homophones
test showed that 81% of the students in the Poor category, 13% of the students in
the Good category, 6% of the students in the Average category, and none of the
students in the Excellent category.
Key words: English Homophones, Phonetics and Phonology, Orthograph
- …
