1,721,180 research outputs found

    MANAJEMEN DAN STRAGTEGI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA AGROINDUSTRI

    No full text
    Tape adalah sejenis makanan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi) ubi kayu. Agroindustri merupakan industri yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan baik produk antara (intermediate product) maupun produk akhir (finish product). Manajemen persediaan bahan baku tape adalah konsep pengaturan yang berkaitan dengan usaha perolehan bahan baku dan strategi persediaan bahan baku berupa ubi kayu untuk dapat diolah menjadi produk tape.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui manajemen pemenuhuan bahan baku pada Agroindustri Tape Sumber Madu di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember (2) mengetahui manajemen persediaan bahan baku pada Agroindustri Tape Sumber Madu di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember (3) mengetahui strategi persediaan bahan baku pada Agroindustri Tape Sumber Madu di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive method). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian adalah teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif, metode Economical Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP) dan analisis Force Field Analysis (FFA). Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Agroindustri Tape Sumber Madu di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember melakukan manajemen dalam pemenuhan bahan baku yang meliputi lima fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengisian staf (staffing), kepemimpinan (leading), pengendalian (controlling). (2) Jumlah pemesanan bahan baku menunjukkan hasil ekonomis karena nilai Economic Order Quantity (EOQ) lebih besar dari jumlah kebutuhan bahan baku. Reorder Point (ROP) menunjukkan hasil efisien karena tingkat pemesanan kembali lebih kecil dari nilai Economic Order Quantity (EOQ), (3) pada analisis Force Field Analysis (FFA) fokus strategi yang harus dilakukan adalah menambah mitra tetap penyedia bahan baku dan produksi harus dilakukan tepat waktu

    Imam syafii : pejuang kebenaran

    No full text
    xxv, 277 hlm.: 23 c

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

    No full text
    Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil olahan ikan dalam kaleng (Sardines) terbesar di Jawa Timur. Sebagian besar yang mengkonsumsi olahan ikan dalam kaleng di Indonesia adalah masyarakat perkotaan. Hal ini seiring dengan perubahan jaman semakin modern, dimana hampir setiap orang menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan dengan cepat dan praktis, termasuk pola konsumsi makan dan minum mereka. Perubahan pola makan dan minum tersebut terjadi pada masyarakat perkotaan, dimana sebagian besar dari mereka telah disibukkan oleh pekerjaan yang menyita banyak waktu, sehingga mereka tidak lagi mempunyai waktu yang cukup untuk menyiapkan makanan atau minumannya. Maka dari itu, produk olahan ikan dalam kaleng yang kini telah diproduksi dan dipasarkan oleh para produsen merupakan suatu solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan adanya produk olahan ikan dalam kaleng tersebut akan memberikan kepraktisan dalam mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi olahan ikan dalam kaleng, hubungan merek terhadap keputusan konsumen, serta segmentasi konsumen olahan ikan dalam kaleng di Kota Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Convenience Sampling dan memperoleh total responden sebanyak 75 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor-faktor yang berpengaruh dominan terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi olahan ikan dalam kaleng di Kota Banyuwangi yaitu faktor internal dan eksternal produk yang terdiri dari variabel citarasa, higienitas, harga, selera, dan gizi. Kemudian faktor kualitas dan pemasaran produk yang terdiri dari kualitas, kemasan, promosi serta faktor sumber informasi konsumen yang terdiri dari sumber informasi; (2) Terdapat hubungan yang nyata antara merek dengan perilaku konsumen pada keputusan pembelian olahan ikan dalam kaleng di Kota Banyuwangi; (3) Segmentasi konsumen yang mengkonsumsi olahan ikan dalam kaleng di Kota Banyuwangi umumnya memiliki pekerjaan berprofesi sebagai ibu rumah tangga yaitu sebesar 40%, dengan pendidikan perguruan tinggi yang meliputi diploma, S1 dan S2 sebesar 62,6%, tingkat pendapatan konsumen yang berkisar Rp 2.100.000,00 – 3.000,000,00 dengan persentase 36%, serta usia konsumen berada pada usia dewasa (30-49 tahun) sebesar 48%

    TELAAH ISTINBATH HUKUM IMAM SYAFII TENTANG KADAR SUSUAN YANG MENGHARAMKAN PERNIKAHAN

    Get PDF
    Fiqih Munakahat mengatur bahwa hubungan persusuan menjadi sebab haramnya penikahan. Namun yang menjadi permasalahan adalah berapa kadar susuan yang dapat mengharamkan pernikahan. Dalam hal ini peneliti berusaha mengkaji pendapat salah satu ulama besar yaitu Imam Syafii terkait dengan Kadar susuan yang mengharamkan Pernikahan. Jenis penelitian dalam penilitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dengan pendekatan bersifat deskriptif analisis. Dan Hasil studi ini menunjukan hasil bahwa imam syafii dalam istinbath-nya dengan menggunakan dua metode yaitu dengan al-Quran Surat An Nisa ayat 23 dan al-Sunnah. Dalam memahami ayat 23 Surat An Nisa tersebut, imam syafii berpendapat bahwa ayat tersebut masih bisa ditakhsis dengan hadits riwayat Aisyah. Sehingga menurut Imam Syafii kadar susuan yang mengharamkan pernikahan adalah lima kali susuan yang terputus-putus

    Fiqh Imam Syafii 3

    No full text
    xviii 716 hlm, 24 c

    Fiqh Imam Syafii 2

    No full text
    xviii 716 hlm, 24 c

    Fiqh Imam Syafii 1

    No full text
    xxiv, 690 hlm, 24 c

    Persepsi Guru Matematika SMA IT Imam Syafii 2 dan SMAS Olahraga Masmur di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru Terhadap Materi Geometri

    Get PDF
    This study aims to find out about the perception of high school mathematics teachers IT Imam Syafii 2 and SMAS Sports Masmur in Marpoyan Damai District Pekanbaru Against Geometry Material 2016/2017 school year. Data collection use a questionnaire. The subjects in this study were high school mathematics teachers IT Imam Syafii 2 and SMAS Sports Masmur in Marpoyan Damai District Pekanbaru. The data analysis technique of this research is to describe or describe the data that has been collected as is. From the results research and discussion about the perception of high school mathematics teacher IT Imam Syafii 2 and SMAS Sports Masmur in Marpoyan Damai District, Pekanbaru Geometry material is included in both categories with a percentage 77.64%. This shows that the high school mathematics teacher Imam Syafii 2 and High School of Sports Masmur has a good level of perception of the material geometry

    Pembatalan nikah karena sakit jiwa: studi komparasi pemikiran Imam Syafii dan kompilasi hukum Islam

    Get PDF
    Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan tentang “Pembatalan Nikah Karena Sakit Jiwa (Studi Pemikiran Imam Syafii dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia)”. penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pembatalan nikah karena sakit jiwa jika ditinjau dari pemikiran Imam Syafii. 2. Bagaimana pembatalan nikah karena sakit jiwa jika ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. 3. Bagaimana kekuatan dan kelemahan pendapat nikah karena sakit jiwa jika ditinjau dari pemikiran Imam Syafii dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia. Data penelitian diperoleh melalui hasil pustaka yang berhubungan dengan pembatalan nikah karena sakit jiwa dengan Studi Pemikiran Imam Syafii dan Kompilasi Hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Metode Deskriptif Analisis dan kesimpulannya menggunakan logika Induktif berupa kasus yang diteliti dan deduktif berupa dalil-dalil. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Imam Syafii berpendapat bahwa penyakit yang menyebabkan dibolehkannya pasangan suami-isteri memutuskan ikatan perkawinan, yaitu penyakit karena gila, atau sesuatu yang tumbuh pada kelamin wanita yang gatal dan penyakit kelamin bukan alasan untuk memutuskan ikatan perkawinan. Pasal 72 KHI yaitu perkawinan yang dilangsungkan di bawah ancaman, status hukumnya sama dengan orang yang dipaksa, dan tidak mempunyai akibat hukum. Sama halnya dengan orang yang salah sangka terhadap diri suami atau istrinya. Status hukumnya sama dengan orang yang khilaf, karena itu tindakan hukum maka tidak berakibat hukum, kecuali bila ada indikasi lain seperti yang diatur dalam ayat 3 pasal 72 di atas. Sehingga akhir dari penulisan skripsi ini menyarankan kepada penegak hukum di pelosok negeri Indonesia untuk menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya, dan para pembuat undang-undang agar dipikirkan betul ketika sedang membuat undang-undang, dan tegaslah kepada pemilihan undang-undang yang akan ditegaskan untuk dimasyarakatkan

    Pengembangan Pupuk Organik pada Peternak Sapi dan Strategi Pengembangan Pupuk Organik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alasan peternak sapi tidak melakukan kegiatan pengolahan pupuk organik di Kabupaten Malang (2) strategi pengembangan pupuk organik sebagai usaha koperasi di Kabupaten Malang.Penentuan penelitian lokasi dilakukan secara sengaja, yaitu KUD Karangploso Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan untuk permasalahan pertama, tentang alasan peternak sapi tidak melakukan kegiatan pengolahan pupuk organik di Kabupaten Malang, menggunakan deskriptif murni. Permasalahan kedua yaitu strategi pengembangan pupuk organik sebagai usaha koperasi di Kabupaten Malang menggunakan Analisis Kekuatan Medan (Force Filed Analysis). Hasil penelitian menunjukkan: (1) alasan peternak sapi tidak melakukan kegiatan pengolahan pupuk organik di Kabupaten Malang antara lain : kurang meningkatkan pendapatan, proses pengolahan pupuk organik yang rumit, para petani kekurangan pengetahuan, tidak ada kepastian pasar dan dukungan pemerintah masih kurang, (2) strategi pengembangan pupuk organik sebagai usaha koperasi di Kabupaten Malang adalah melakukan kerja sama dengan peternak, kelompok peternak, pemerintah desa, Dinas Peternakan, Dinas Pekerjaan Umum dan lembaga keuangan yang bertindak sebagai sasaran pengguna program, pengelola program, fasilitator dan pengontrol sehingga dapat membantu perwujudan usaha ternak yang berkemban
    corecore