46 research outputs found
SINKRETISME DALAM NOVEL HUBBU KARYA MASHURI (Kajian Sosiologis, Budaya, dan Resepsi Pembaca)
Dian Aksanti. S 840809203. Syncretism in Novel of Hubbu Written by Mashuri,
Study of Social Culture and Reader Reception. Thesis. Surakarta: Indonesian
Language Education Program, the Postgraduate of the University of Sebelas Maret
Surakarta, Januari 2011.
Target of this research is to describe and explain: ( 1) structure of social
culture society in novel of Hubbu written by Mashuri, ( 2) form assess and social
culture of syncretism, ( 3) reader reception.
Form of this research is descriptive qualitative with circular method of
hermeneutic. Source of this research data is novel of Hubbu written by Mashuri,
writer’s biography, comments of readers, and dialogue with writer, and article,
newspaper, internet as supporter of problems of research. Technique analyzes of this
research uses sampling purposive. The Data research validity uses method of
triangulation theory. Technique analyze data used is model of interactive dialectic.
Research procedure which is researcher done pass through three steps, they are: (1)
phase of exploration to obtain general view, ( 2) phase of exploration focus, ( 3)
checking phase and authenticity of data.
Based on data analysis pass through study of social culture, can be concluded:
( 1) Background of social culture novel of Hubbu included creative process of author,
background of social culture society ( social faction of Java society, artistic of Java
culture, usage of Ianguage in society, society consanguinity, endowment of
leadership, forwarding of criticism), figure as materialization of Java society
buttonhole; ( 2) form assess and social culture of syncretism covering: ( a) religion
value: form assess of belief in one God, form assess of belief in God, especial value
form, form assess of kewaskitaan; ( b) assess of Java philosophy: form assess of
settled condition, form assess of certainty, form assess of kejatmikaan, form assess of
reconciliation, honorary value form; ( c) ethical of Javanese value: wise value form,
precise value form of promise, form assess of congeniality, form asses of humbleness,
form asses of toleration, form asses of affection, (d) asses of Javanese ethical
MASALAH SOSIAL DALAM CERITA PENDEK JAWA POS EDISI BULAN SEPTEMBER-DESEMBER 2014 (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah sosial dan penyebab masalah sosial dalam cerita pendek Jawa Pos edisi bulan September – Desember 2014 dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. Penelitian masalah sosial dan penyebab masalah sosial ini dibatasi pada enam cerita pendek, yaitu “Sang Primadona” karya Dukut Imam Widodo, ”Perempuan yang Menolak Dipanggil Ibu” karya Mashuri, ”Tempurung” karya Beni Setia, ”Symphony of Lifes” karya Nugroho Suksmanto, ”Hantu Kebun Karet” karya Dahlia Rasyad dan ”Akong” karya Sunlie Thomas Alexander. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, masalah sosial yang muncul dalam enam cerpen tersebut adalah 1) pembunuhan, 2) pelacuran, 3) ekonomi, 4) perselingkuhan, 5) perceraian, 6) perjudian dan 7) korupsi. Kedua, penyebab masalah sosial yang muncul dalam cerita pendek Jawa Pos edisi bulan September – Desember 2014 meliputi: 1) kemiskinan, 2) keluarga yang tidak harmonis, 3) tingkat pendidikan rendah, 4) penyalahgunaan jabatan dalam birokrasi, 5) amoral dan 6) balas dendam
ANALISIS PERSEPSI PENGHULU KUA TERHADAP KEADILAN WALI NIKAH PERSPEKTIF FIKIH KONTEMPORER (Studi Kasus KUA Kabupaten Blitar)
Reyhan Sabilla Haqikhi NIM. 126102212239. “Analisis Persepsi Penghulu KUA Terhadap Keadilan Wali Nikah Menurut Perspektif Fikih Kontemporer (Studi Kasus KUA Kabupaten Blitar)”. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing : Drs. Mashuri M.H.I
Kata Kunci : Wali Nikah, Keadilan Wali Nikah, Fikih Kontemporer
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya wali fasik yang menikahkan anaknya, Imam Syafi’i berpendapat bahwa syarat seorang wali salah satunya adalah adil, hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang pencatatan pernikahan yang sama menyebutkan bahwa syarat wali salah satunya adalah adil, namun dalam PMA tersebut tidak dijelaskan secara rinci kriteria adil, dan jika menggunakan kriteria adil menurut Imam Syafi’i pada zaman sekarang sangat mustahil untuk ditemui.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pemahaman Penghulu KUA terhadap keadilan wali nikah dalam pernikahan di KUA Kabupaten Blitar?. 2) Bagaimana keadilan wali nikah mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan?. 3) Bagaimana pandangan fikih kontemporer terhadap keadilan wali nikah?.
Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini keabsahan data ditentukan dengan menggunakan kriteria kepastian atau dapat dikonfirmasi berupa perpanjangan kehadiran dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan 1) bahwa wali nikah merupakan suatu hal yang harus ada dalam pernikahan dan bersifat wajib, syarat adil bagi wali nikah merupakan syarat yang harus di penuhi oleh seseorang yang akan menjadi wali. 2) keadilan wali nikah sangat berpengaruh dalam sah atau tidaknya perkawinan, karena keadilan wali nikah merupakan syarat seseorang menjadi wali nikah dan jika seseorang tidak memenuhi syarat adil maka orang tersebut tidak dapat menjadi wali nikah, jika hal ini dipaksakan maka akan berpengaruh terhadap keabsahan suatu pernikahan. 3) syarat adil merupakan hal mutlak dan harus dipenuhi namun pada zaman sekarang jika kriteria adil menurut Imam Syafi’i di berlakukan maka sangat sulit untuk mencari wali yang adil dikarenakan maksiat sudah merajarela pada zaman sekarang, islam merupakan agama yang mudah dan tidak memberatkan maka ulama setuju bahwa syarat adil hanya dilihat sebatas kacamata lahiriyah saja. pernikahan dengan wali fasik tetap sah menurut fikih kontemporer karena penentuan kriteria syarat adil lebih di sederhanakan
HADITS-HADITS ASMAAUN AL-NABI MUHAMMAD SAW (Suatu Analisis Berdasarkan Kritik Matan dan Sanad)
ABSTRACT
This paper, entitled "Hadiths about Asmaun al-Prophet Muhammad SAW, (an analysis based on the criticism of the eyes), discusses the subject matter, namely how the quality of the traditions about Asmaun al-Prophet Muhammad Saw. In the research of hadith, the writer uses the maudhu'i method. In general, this research aims to collect the rules of internal criticism of hadith (naqd dakhiily / naqd batiiny) with the subject of hadiths. Applied criticism is expressed starting from the aspect of standardization (ratio) of hadithic information, testing the validity of texts and testing the multiplicity of doctrinal substances for the purposes of formulating shari'iyyah evidence. The author takes one path from the history of Imam At-Tirmidhi to be examined and finally it can be concluded that there are no things that can damage the credibility of sanad and hadith observations. So it can be stated that the hadith is of authentic quality. That means that its accuracy and status can be justified
Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dalam Pewarisan Hak Atas Tanah Menurut Adat Bali Khususnya Di Kabupaten Gianyar
Hukum waris di Indonesia masih bersifat majemuk, kemajemukan ini terjadi karena di Indonesia belum mempunyai Undang-undang Hukum Waris Nasional yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehubungan dengan belum adanya Undang-undang tersebut, di Indonesia masih diberlakukan 3 (tiga) sistem hukum kewarisan yakni hukum kewarisan KUH Perdata, Islam, dan Adat. Berdasarkan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, setiap pelaksanaan peralihan hak atas tanah/atau bangunan adalah objek pajak. Sebagai objek pajak, peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak dari kedua sisi, yaitu dari sisi penjual dan pembeli. Bagi pihak penjual dikenakan pajak penghasilan (yang selanjutnya disingkat PPh) yang diperoleh dari penjualan tanah dan/atau bangunan. Sementara itu bagi pihak pembeli dikenakan pajak yang berupa bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (yang selanjutnya disingkat dengan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan). Pembayaran pajak yang menyangkut PPh dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan adalah jual beli tanah yang ada haknya, perwarisan dan wasiat. Pemerintah daerah senantiasa berusaha menghimpun dana untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pembelanjaan pelayanan bagi masyarakat yang terus menerus meningkat. Pelayanan tersebut tidak saja terbatas di kota-kota besar, akan tetapi harus juga meliputi pelosok-pelosok desa. Kebutuhan atas pelayanan tersebut, yang merupakan pengeluaran pemerintah, akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan urbanisasi vi yang sangat besar.Atas dasar hal tersebut Daerah Kabupaten/Kota diberikan kewenangan memungut pajak BPHTB per 1 Januari 2010 sesuai Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Fungsi dan manfaat BPHTB terdapat perolehan hak atas tanah melalui perwarisan antara lain untuk meningkatkan PAD. Dengan terbitnya Undangundang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pemerintah Daerah kini mempunyai tambahan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari Pajak Daerah, sehingga saat ini Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri dari sebelas jenis pajak, yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, dan Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, dan Bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Sehingga BPHTB bermanfaat dan berfungsi meningkatkan PAD Kabupaten/Kota. Kata kunci:Bea Perolehan, Hak Atas Tanah, Banguna
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPEGARUHI PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI USIAN USIA ( 0-6) BULAN DIPOSYANDU NOREH SERESEH SAMPANG PENELITIAN CROSS SECTIONAL
Latar belakang : Pada umur 0-6 bulan ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, namun setelah usia tersebut bayi mulai membutuhkan makanan tambahan selain ASI yaitu MP-ASI tujuannya untuk memberikan zat gizi yang cukup bagi kebutuhan bayi agar pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan.
Metode : Analitik, desain penelitian cross sectional. Populasi 23 orang, sampel 23 orang, teknik sampling total sampling. Variabel independen pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, budaya, dan dukungan petugas kesehatan. Variable dependen pemberian MP-ASI dini bayi usia 0-6 bulan. Analisa data menggunakan analisis bivariat uji chi square dan analisis multivariate uji regresi logistik.
Hasil : Pekerjaan = 0,270 (<0,05) tidak ada pengaruh pekerjaan dengan pemberian MP-ASI. pendidikan = 0,243(<0,05) artinya, tidak terdapat pengaruh pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI. pengetahuan= 0,472 (<0,05) artinya, tidak ada pengaruh pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI. Budaya/suku= 0,081)(<0,05) artinya, tidak terdapat pengaruh budaya dengan pemberian MP-ASI. Dukungan petugas kesehatan= 0,270 (<0,05) artinya, tidak ada pengaruh dukungan petugas kesehatan dengan pemberian MP-ASI
Kesimpulan :Tidak Ada Pengaruh Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Pada Usia Bayi 0-6 Bulan Di Posyandu Noreh Sreseh Sampan
Pengaruh Pelajaran Fiqih Pondok Pesantren terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII MTs Darul Amien Jajag Banyuwangi
ABSTRAK
Pesantren sebagai salah satu bentuk pendidikan kuno di Indonesia, namun tetap exsis di Era Globalisasi dan mampu menjawab tantangan zaman. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan pesantren mengadakan pembenahan dalam sistem dan metode pendidikannya. Dengan menggabungkan metode khas pesantren dan mengadopsi sistem dan metode pendidikan modern, pesantren mampu menghasilkan out put maupun out came yang berprestasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh pelajaran fiqih pondok pesantren terhadap prestasi belajar mata pelajaran fiqih Kelas VIII MTs Darul Amien Jajag Banyuwangi. Dengan fokus pelajaran fiqih pondok pesantren yang berlangsung di madrasah diniyah, pengajian sorogan, bandongan dan wetonan dengan indikator : (1) keaktifan (2) materi pelajaran (3) penguasaan materi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variable yang diteliti. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik product moment dengan bantuan SPSS 20. Dimulai dari pengumpulan data, tabulasi data, uji validitas dan reliabilitas instrument. Terakhir analisis data dengan product moment.
Hasil penelitian dengan sampel 50 siswa (N=50) dihasilkan r hitung 0, 588 Sig 0,00. (2 Tailed). Sedangkan r tabel dengan taraf kesalahan 5% (0,05) sebesar 0, 279. Ternyata nilai r hitung > r tabel atau 0,588 > 0,279, dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh positif dan signifikan. Alhasil pelajaran fiqih pondok pesantren (X) berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran fiqih (Y). Untuk itu perlu sekali adanya pembenahan system pendidikan pesantren dan juga penjadwalan kegiatan pendidikan di pesantren dengan baik, yang nantinya dapat membantu dan meningkatkan prestasi belajar santri yang juga sekaligus sebagai peserta didik di sekolah formal.
ABSTRACT
Islamic Boarding School as the provider of classic education in Indonesia still exists in this globalization era and can answer its challenge. It cannot be separated from the ability of Islamic Boarding School in reforming its educational system and methods. By combining special methods of Islamic Boarding School and adopting modern educational system and method, Islamic Boarding School can produce well-performed output and outcome.
This research aims to discover the influence of Fiqh subject in Islamic Boarding School towards students’ achievements in Fiqh subject of Eighth Grader in MTs. Darul Amien Jajag Banyuwangi. By focusing in Fiqh Subject in Islamic Boarding School which is run in Madrasah Diniyah, Sorogan teaching, bandongan and wetonan with indicators as follow: (1) activities, (2) materials, and (3) comprehension.
This research uses quantitative approach with research type of correlational associative. This research aims to find the relation between two variables. The data analysis technique uses statistical analysis of product moment by using SPSS 20. Started from data collection, data tabulation, validity and instrument reliability testings, then the data is analyzed with product moment.
The result of sample of 50 students (N=50) produced r count 0.588 Sig 0.00 (2 Tailed). While r table with the error level of 5% (0.05) of 0.279. The result of r count > r table or 0.588 > 0.279, with the significance level of 0.00 < 0.05, then the Ha is accepted and Ho is rejected. It means, there is a significant positive influence. Therefore, the Fiqh Subject in Islamic Boarding School (X) gives significant influence towards students’ achievements in Fiqh Subject (Y). Hence, the system reformation in Islamic Boarding School is needed and the scheduling is important to help and support the improvement of students’ achievements in Islamic Boarding School and Formal School.
مستخلص البحث
يكون المعهد الإسلامي من أحد أشكال التربية القديمة في إندونيسيا، لكنه لا يزال متواجدا في عصر العولمة وقادرا على مواجهة تحديات هذا العصر. وذلك لايتخلص عن قدرته على القيام بتحسين نظامه ومنهجه التعليمي. يستطيع المعهد أن يحصل على الخريجين الممتازين بجمع بين المنهج الخاص له مع النظام والمنهج التعليمي الحديث.
يهدف هذا البحث إلى الكشف عن أثر تدريس فقه المعهد الإسلامي على حصيلة الطلبة في مادة الفقه للفصل الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية دار الأمين جاجاغ بايووانعي. ويكون التركيز على تدريس فقه المعهد الإسلامي الذي أجري في المدرسة الدينية، التلقين (sorogan)، التعليم الحلقي (bandongan) والتعليم الشهري (wetonan) بهذه المؤشرات؛ (1) الحضور (2) المادة التعليمية (3) ايجادة المادة.
يستخدم الباحث المنهج الكمي. ومن نوع البحث الاشتراكي الارتباطي. يهدف هذا البحث إلى معرفة وجود العلاقة بين متغيرتين. وطريقة تحليل البيانات المستخدمة هي التحليل الإحصائي لبيرسون (product moment) باستخدام برنامج SPSS 20. بدأ بجمع البيانات، تسجيلها في الجداول، التحقق من صدقها وثبات أدواتها، وتحليلها.
ويحصل هذا البحث على نتيجة r الحسابي 0،588 sig 0,00 (2 تيلد) بعينات البحث التي تتكون من 50 طالبا. ونتيجة r الجدولي 0،279 بدرجة الأخطأ 5 % (0,05). تكون نتيجة r الحسابي أكبر من نتيجة r الجدولي وهي 0،588 < 0،279 بدرجة الأهمية 0،05 < 0،00. يعني Ha مقبولا. وأما Ho فهو مردود. والمعنى منها هو أن هناك أثر إجابي وهام. أثّر تدريس فقه المعهد الإسلامي (X) على حصيلة الطلبة في مادة الفقه (Y) أثرا هاما. ولذلك فينبغي للمعهد الإسلامي تحسين نظامه التعليمي ووضع الأنشطة التعليمية فيه بشكل جيد، حتى يساعد ويرفع حصيلة الطلبة في المعهد الذين هم في نفس الوقت طلبة في المدرسة الرسمية
PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM RANGKA TOLERANSI UMAT BERAGAMA
The purpose of this study have to know the management of multicultural-based Islamic religious education learning in the build up religious tolerance students of SMK 17 August 1945 Genteng. The data collection have done are passive participatoryobservation, semi-structured interviews and documentation. The sampling technique used purposive sampling that is the technique of taking data sources with certain considerations. while, to analyze the data using descriptive qualitative technical analysis, which is one type of research that seeks to describe objects systematically in accordance with what they are. The results showed that the planning of Islamic religious education learning based on multiculturalism in fostering the tolerance of student, teacher of islamic religion education do not have special planning, Islamic religious education teachers make learning plans in accordance with the curriculum used and in accordance with the material presented. Submission of material only prepare material that is related to multicultural values
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AHLU SUNAH WAL JAMAAH AN-NAHDLIYAH DALAM MEMBENTUK SIKAP MODERAT BERAGAMA DI MADRASAH DINIYAH THORIQUL HUDA KARANGAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul "Implementasi Nilai-Nilai Ahlu Sunah Wal Jamaah An-Nahdliyah Dalam Membentuk Sikap Moderat Beragama Di Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Karangan Trenggalek" ini ditulis oleh Munawir Muslih Mashuri, NIM 1220193115, Progam studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dosen pembimbing: Dr. H. Imam Junaris, S. Ag, M.H.I
Kata Kunci: Implementasi, Aswaja, Moderat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kaum-kaum radikalisme dan liberalisme yang bisa menimbulkan dampak negatif dan berakibat pada aksi terorisme. Berangkat dari persoalan tersebut perlu adanya penanaman nilai Ahlu Sunah Wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah sejak dini pada diri seseorang melalui dunia pendidikan. Salah satunya lembaga pendidikan agama Islam yaitu Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Kerjo- Karangan-Trenggalek yang membentuk pemahaman Aswaja An-Nahdiyah sejak dini kepada para santri melalui Pemahaman, Metode Pembiasaan dan Metode Keteladanan (Uswatun Khasanah).
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana penerapan nilai tawasuth Aswaja An-Nahdliyah di Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Kerjo-Karangan- Trenggalek? 2) Bagaimana penerapan nilai tasamuh Aswaja An-Nahdliyah di Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Kerjo-Karangan-Trenggalek? 3) Bagaimana penerapan nilai tawazun Aswaja An-Nahdliyah di Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Kerjo-Karangan- Trenggalek?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Madrasah Diniyah Thoriqul Huda Kerjo-Karangan-Trenggalek. Sumber data diperoleh dari dua jenis yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecakan keabsahan data menggunakan trianggulasi, perpanjangan keikutsertaan, dan ketekunan pengamatan.
Hasil penelitian menunjukan: 1) Implementasi nilai tawasuth pada pembelajaran dilakukan dengan jalan: a) Implementasi nilai tawasuth akidah melalui, b) Implementasi nilai tawasuth ibadah, dan c) Implementasi nilai tawasuth akhlak. 2) Implementasi nilai tasamuh pada pembelajaran dilakukan dengan jalan: a) Para santri diajarkan untuk menghargai pendapat satu sama lain, b) Penanaman sikap toleransi di lingkungan madrasah, c) Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang toleransi, d) Menumbuhkan gotong royong dan saling toong-menolong antar sesama. 3) Implementasi
nilai tawazun dilakukan dengan: a) Para santri diajarkan untuk hidup seimbang antara dunia dan akhirat, b) Para santri mengaji untuk menyeimbangkan antara dunia dan agama,
c) Adanya penanaman sikap tawazun siswa dalam pembelajaran
Contrastive Pragmatics: Compliment Response Strategies of Indonesian and American Speakers
ABSTRAK Understanding Speech Acts across culture, in particular compliment responses, is very essential nowadays, as it saves us from the communication breakdown during communication with people from different cultural background.Thus, thisstudy aims at studying the major compliment response strategiesperformed by Indonesian and American native speakers. Moreover, it also investigates the differences between Indonesian and American speakers in performing compliment response strategies. Besides, ittries to find out the underlying reasons of one in responding to compliments. This study employs a descriptive qualitative design. The data were obtained from respondents consisting of 40 participants (20 Indonesian and 20 American respondents). Questionnaire was utilized as an instrument to collect the data. There are two types of questionnaires used. First, the questionnaire is in the form of discourse completion test (DCT) which consists of 12 points where the informants are asked to respond to compliments in certain situation. Then, the second questionnaire was aimed at finding the underlying reasons why do people give response to compliments. In this study, questionnaires were distributed twice. The first cycle was the try out which intended to ensure the validity of the questionnaire. The next cycle was distributing the questionnaires to the 40 participants for the actual result of this present study. Furthermore, the data collected were analyzed based on Herbert’s Taxonomy (1990). The findings revealed that (1) Appreciation token becomes the most frequently used strategies by Indonesian native speakers (28.3%). Meanwhile, for American native speakers comment acceptance (34.6%) becomes the major used strategy when they are responding to compliments. (2) Both American and Indonesian native speakers employed the strategies which belong to agreement categories. In other words, either American or Indonesian compliment recipients tend to accept the complimentary force from the Addresser. (3) For Indonesian respondents, cultural matters or being polite to the people who gave the complimentary force to them become the most chosen reason of responding to compliments (100%). Whereas, for the American native speakers, Habit is the highest chosen reason of responding to compliments (95%). This present study of compliment responses in English and Indonesian can serve as a reference to enrich the body of linguistics. Nevertheless, it is strongly recommended that further studies be conducted on daily discourses and from the point of view of other field, especially syntactic pattern of compliment responses, for its betterment
