1,722,110 research outputs found
Implementasi tauhid menurut ‘Imaduddin ‘Abdulrahim
Inti ajaran Islam adalah tauhid, yaitu meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya (Q.s. Thaha [20]: 98). Seorang Muslim yang meyakini tauhid maka ia akan memiliki loyalitas (wala’) tunggal dalam penyembahan hanya kepada Allah Swt. semata. Sebaliknya, bila keyakinan dan landasan tauhidnya lemah, maka berbagai macam masalah dan kehinaan akan menimpa, seperti terjadinya ketidakadilan dan kepincangan dalam hidup, adanya penindasan, kezhaliman dan ketakutan, kerusakan, dan kehancuran jiwa serta moral, timbulnya berbagai penyakit, ketakutan, trauma dan sebagainya.
Hubungan antara tauhid dengan prinsip seorang Muslim inilah yang memunculkan gagasan ‘Imaduddin ‘Abdulrahim tentang perlunya tauhid sebagai prinsip dasar yang menjadi acuan segala aktivitas dan pergerakan seorang Muslim di mana pun berada.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pemahaman ‘Imaduddin ‘Abdulrahim tentang konsep tauhid dan implementasinya atau penerapannya dalam kehidupan dewasa ini. Hasil pemikiran tersebut juga dianalisis untuk mendapatkan kelebihan dan kekurangannya sehingga diharapkan umat Islam dapat mengetahui konsep tauhid secara sempurna dan memperkuat landasan dan keyakinan tauhidnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Jenis penelitian tesis ini adalah penelitian kepustakaan dengan merujuk langsung kepada seluruh karya ‘Imaduddin ‘Abdulrahim terutama yang berkaitan dengan topik tauhid dan segi permasalahannya. Dalam proses pengumpulan dan analisis data dilakukan penelusuran latar belakang sosial, politik, keagamaan dan intelektual ‘Imaduddin ‘Abdulrahim sehingga diperoleh gambaran yang utuh tentang sosok maupun pemikiran yang digagas oleh ‘Imaduddin ‘Abdulrahim. Referensi pokok penelitian ini didasarkan pada buku karya ‘Imaduddin ‘Abdulrahim berjudul Islam Sistem Nilai Terpadu (2001) dan Kuliah Tauhid (2002), ditambah dengan rujukan buku Bang ‘Imad: Pemikiran dan Gerakan Dakwahnya (2002) yang didedikasikan oleh kolega, murid dan tokoh-tokoh pemerhati ‘Imaduddin ‘Abdulrahim.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut Bang ‘Imad (panggilan akrabnya) penyadaran dasar dan landasan tauhid sangat urgen dilakukan, di mana periode Rasulullah berdakwah selama 13 tahun berkonsentrasi pada tauhid. Bang ‘Imad menilai bahwa apabila prinsip tauhid seseorang sudah kuat maka apapun yang dilakukannya akan baik, benar dan lurus. Di samping itu ia melakukan kritik terhadap teologi al-Asy’ariah yang dianggapnya lebih bersandar pada takdir (deterministik). Sedangkan menurutnya, manusia harus memiliki kecenderungan untuk mencari dan ‘menemukan’ Tuhan dengan melakukan upaya rasional dan aktual
Pensyarah UMPSA Mejar Dr. Haji Imaduddin diiktiraf antarabangsa dalam usaha memperkasa TRIZ
YOGYAKARTA, 13 November 2025 - Pensyarah Kanan, Fakulti Pengurusan Industri (FPI), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Mejar Dr. Haji Imaduddin Abidin menerima pengiktirafan antarabangsa apabila dianugerahkan Certificate of Gratitude oleh Presiden International TRIZ Association (MATRIZ), Dr. Sergei Yatsunenko bersempena dengan Persidangan Antarabangsa TRIZFest 2025 yang berlangsung di Universiti Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia baru-baru ini.
Penganugerahan tersebut mengesahkan tahap pencapaian dan kepakaran beliau dalam pendekatan Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) yang telah diiktiraf oleh badan profesional antarabangsa seperti MATRIZ di samping menghargai sumbangan besarnya dalam mengembangkan ilmu ini di Malaysia
Analisis Perhitungan Zakat Perusahaan (Studi Kasus Di Ud. Imaduddin)
Zakat perusahaan merupakan salah satu hasil perluasan jangkauan zakat maal yang terjadi di era bisnis modern. Penghitungan zakat ini melibatkan laporan keuangan sebagai dasar perhitungan zakatnya. Pada umumnya alat yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah akuntansi konvesional sedangkan penghitungan zakat menggunakan dasar nilai-nilai syariah (akuntansi syariah). Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan zakat perusahaan yang dilakukan oleh UD. Imaduddin dan mengevaluasi praktek penghitungan zakatnya dengan menggunakan standar akuntansi zakat. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus dilaksanakan pada perusahaan UD. Imaduddin. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengakuan dan pengukuran yang dilakukan UD. Imaduddin atas rekening-rekening untuk zakat sudah sesuai dengan standar akuntansi zakat. Akan tetapi terjadi kesalahan dalam aplikasi metode penghitungan zakat perusahaan. Sebaiknya perusahaan menerapkan salah satu dari metode alternatif penghitungan zakat perusahaan. Karena metode UD. Imaduddin tidak menghasilkan nominal zakat terbesar. Berdasarkan pertimbangan faktor intenal dan eksternal perusahaan (seperti, besaran zakat, kemudahan dalam pengaplikasian, dan lain-lain), seharusnya metode penghitungan zakat perusahaan yang diaplikasikan oleh UD. Imaduddin adalah metode Yusuf Qardhawi, yaitu modal ditambah laba
Islamisasi penulisan sejarah : pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Imaduddin Khalil (1931 - 2000)
Perkembangan sekulerisme yang terus menjamur hingga kedalam kajian ilmu sejarah menjadikan ilmu ini jauh dari norma terutama kajian sejarah Islam yang mesti ditulis berdasarkan fakta dan data yang akurat tanpa memihak satu golongan sehingga mempersempit andil Islam didalamnya. Kehadiran sekularisme, sebagaimana akar pemikiran sekulerme tersebut yang paling mendasar adalah kekeliruannya dalam memandang posisi “ilmu” dan “agama”. Karena kesalahan yang mendasar ini, akibatnya sekularisme melahirkan tindakan-tindakan yang juga salah dan merusak kemanusiaan. Imaduddin Khalil dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas menyumbangkan suatu pemikiran yang menuntut kajian sejarah terihindar dari kekeliruan yang ditimbulkan oleh sekularisme.
Dari permasalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana biografi Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Imaduddin Khalil? Kedua, bagaimana Islamisasi penulisan sejarah menurut pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Imaduddin Khalil?
Penelitian ini bertujuan menjawab persoalan; pertama, mengetahui biografi Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Imaduddin Khalil. Kedua, mengetahui islamisasi penulisan sejarah menurut pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Imaduddin Khalil.
Penilitian ini dilakukan dengan metode penelitian sejarah yang diawali dengan heuristik, kritik, interpretasi, dan histiriografi.
Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa Syed Muhammad Naquib Al-Attas lahir di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 5 September 1931. Sedangkan Imaduddin Khalil adalah seorang sejarawan asal Iraq yang lahir pada tahun 1941 di kota Mosul. Pemikiran al-Attas dan Imaduddin Khalil adalah sejarah islam harus ditulis dengan cara pandang yang islami yang bermula dari individu peneliti, bahasa, serta objektif terhadap data yang telah dikumpulkan. Kesimpulannya adalah penulisan sejarah Islam harus dilakukan dengan menggunakan islamic worldview menurut pemikiran al-Attas dan tafsir islami littaarikh menurut pemikiran Imaduddin Khalil
Penerapan Strategi Billboard Ranking Pada Pembelajaran Akidah Akhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar
Raudah. 2017. Penerapan Strategi Billboard Ranking Pada Pembelajaran Akidah Akhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Pembimbing: Tamjidnor, S. Ag,
M. Pd.I dan Siti Shalihah, S. Pd, MS
Kata kunci: Strategi Billnoard Ranking, Pembelajaran Akidah Akhlak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi billboard ranking pada pembelajaran Akidah Akhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi billboard ranking pada pembelajaran Akidah Akhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar.
Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas V MI Imaduddin Kabupaten Banjar yang berjumlah 17 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Data yang sudah diolah kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Setelah itu dalam mengambil kesimpulan penulis mengambil metode induktif yaitu kesimpulan yang bersifat khusus kepada kesimpulan yang bersifat umum.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tahap pelaksanaan strategi billboard ranking pada observasi pembelajaran Akidah Akhlak kelas V sudah sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaannya, sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Namun, pelaksanaan strategi billboard ranking pada pembelajaran Akidah Akhlak untuk pembahasan tentang hidup bertetangga dan hidup bermasyarakat langkah-langkahnya ada yang tidak terlaksana, Hal ini dapat dilihat pada observasi pertama, Sedangkan pada observasi kedua dan ketiga tahap pelaksanaannya sudah terlaksana sesuai dengan langkah-langkah strategi billboard ranking, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi billboard ranking pada pembelajaran Akidah Akhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar pada tahap pelaksanaan sudah terlaksana. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi billboard ranking pada pembelajaran AkidahAkhlak kelas V di MI Imaduddin Kabupaten Banjar meliputi Faktor guru yaitu latar belakang pendidikan guru sudah sesuai dengan mata pelajaran yang beliau ajarkan, pengalaman guru sudah cukup berpengalaman. Faktor peserta didik meliputi minat dan motivasi peserta didik Faktor sarana dan prasarana di MI Imaduddin Kabupaten Banjar.
Di sarankan kepada guru Akidah Akhlak di MI Imaduddin Kabupaten Banjar agar terus mempertahankan dan meningkatkan strategi pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Situasional dan Budaya Organisasi Sekolah terhadap Produktivitas Guru di MA Imaduddin Kota Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan situasional dan budaya organisasi sekolah terhadap produktivitas guru di MA Imaduddin Kota Pontianak. Metode penelitian adalah studi kasus, alat pengumpulan data menggunakan angket, analisis menggunakan uji t parsial, korelasi bivariate pearson, dan uji f simultan. Temuan utama adalah terdapat pengaruh kepemimpinan situasional terhadap produktivitas guru di MA Imaduddin Kota Pontianak. Dibuktikan dengan nilai Sig. 0,000 lebih kecil dari pada 0,05. Variabel budaya organisasi sekolah berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas guru di MA Imaduddin Kota Pontianak. Dibuktikan dengan nilai sig. 0,002 lebih kecil dari pada 0,05. Kesimpulan penelitian ini, kepemimpinan situasional dan budaya organisasi sekolah secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap produktivitas guru sebesar 84,1%. Sedangkan sisanya 17,9% (100% - 84,1% = 17,9%) dipengaruhi variabel lain
Implementasi Pembiasaan Aktivitas Keagamaan dalam Menanamkan Karakter Religius Siswa di MI NU Imaduddin Hadiwarno Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi pembiasaan aktivitas keagamaan dalam menanamkan karakter religius siswa di MI NU Imaduddin Hadiwarno Kudus, 2) Kelebihan dan kekurangan Implementasi pembiasaan aktivitas keagamaan dalam menanamkan karakter religius siswa di MI NU Imaduddin Hadiwarno Kudus.
Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian field research, yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan atau di lingkungan tertentu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan data uji kredibilitas yang meliputi perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembiasaan aktivitas keagamaan di MI NU Imaduddin Hadiwarno Kudus terbagi menjadi tiga program; program harian, program mingguan, dan program bulanan. Pada program harian terdapat doa sebelum pembelajaran, doa setelah pembelajaran, dan salat zuhur, program mingguan terdapat salat duha, seni baca qur’an, dan infak, program bulanan terdapat khotmil qur’an, manaqib/istighotsah, dan tahlil. Kelebihan implementasi pembiasaan aktivitas keagamaan di MI NU Imaduddin dapat menanamkan karakter religius siswa dalam indikator religius, disiplin, dan tanggung jawab. Sedangkan kekurangannya adalah adanya wali murid yang tidak mendukung pembiasaan aktivitas keagamaan di madrasah yang akan menjadikan sulitnya penanaman karakter religius pada siswa
ANALISIS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN (SETTING) DI MI NU IMADUDDIN HADIWARNO MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Lingkungan sekitar menyediakan sumber belajar yang tidak ada habisnya untuk dunia pendidikan. Lingkungan sekitar memberikan kontribusi yang baik bagi pembelajaran, diantaranya yaitu memberikan pengalaman nyata, membentuk sikap dan karakter siswa. Pada umumnya, guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih menggunakan metode ceramah atau klasikal sehingga kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Namun, beda halnya dengan MI NU Imaduddin Hadiwarno Mejobo Kudus yang memiliki kekayaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan telah memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran PAI.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui sumber belajar berbasis lingkungan (setting) yang dimanfaatkan oleh guru PAI kelas IV & V di MI NU Imaduddin Hadiwarno Mejobo Kudus (2) Untuk mengetahui pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan (setting) oleh guru PAI kelas IV & V di MI NU Imaduddin Hadiwarno Mejobo Kudus (3) Untuk mengetahui problem-problem dalam pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan (setting) oleh guru PAI kelas IV & V di MI NU Imaduddin Hadiwarno Mejobo Kudus
Jenis penelitian ini adalah Field Research dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru PAI dan peserta didik kelas IV dan V. Analisis datanya menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.
Sumber belajar berbasis lingkungan (setting) yang dimanfaatkan oleh guru PAI kelas IV dan V di MI NU Imaduddin Hadiwarno Mejobo Kudus adalah ruang kelas, perpustakaan,dan masjid sebagai laboratorium keagamaan. Sumber belajar berbasis lingkungan (setting) ini kondisinya masih baik. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya fasilitas yang memadai yang mampu menunjang proses belajar mengajar. Pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan (setting) oleh guru PAI kelas IV dan V di MI NU Imaduddin menurut hasil penelitian adalah baik, dibuktikan dengan proses pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan kelas sebagai tempat pembelajaran Pendidikan Agama Islam, akan tetapi memanfaatkan perpustakaan dan laboratorium agama (masjid) sebagai sumber belajar. Problem-problem yang dihadapi adalah kurangnya sumber belajar seperti alat peraga, minimnya buku panduan ajar, masalah yang berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki guru, kondisi peserta didik yang berbeda, terbatasnya dana madrasah, dan terbatasnya waktu pembelajaran
Kepemimpinan Partisipatif (Shared Leadership) Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI NU Imaduddin Hadiwarno Tahun 2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam, mendeskripsikan dan menganalisis: 1) Kepemimpinan Partisipatif (Shared Leadership) Kepala Madrasah di MI NU Imaduddin Hadiwarno tahun 2019, 2) Mutu Pendidikan di MI NU Imaduddin Hadiwarno tahun 2019, dan 3) Implementasi Kepemimpinan Partisipatif (Shared Leadership) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI NU Imaduddin Hadiwarno tahun 2019.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dan studi kasus dengan teknik pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer bersumber dari informan kunci, yaitu: 1) Kepala Madrasah, 2) Wakil Kepala, 3) Guru Kelas. Sementara informan pendukung, yaitu: 1) Tenaga Kependidikan dan 2) Pengurus Yayasan. Teknik pengumpulan data: (1) wawancara; (2) observasi; dan (3) dokumentasi. Uji keabsahan data melalui Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas) dan confirmability (Objektifitas). Teknik análisis data yang meliputi: (1) Reduksi Data; (2) Penyajian Data, dan (3) Verifikasi. Uji kredibilitas data meliputi: perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, mengadakan pengecekan data dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Kepala MI NU Imaduddin Hadiwarno telah memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang kepala madrasah, selalu memberikan saat penerimaan peserta didik baru, serta membimbing dan mengarahkan para guru untuk selalu lebih baik. 2) Mutu pendidikan di MI NU Imaduddin meliputi: memiliki prestasi yang lebih di banding sekolah atau madrasah sekitar, menjaga kualitas di bidang lulusan. 3) Kepemimpinan partisipatif kepala madrasah dalam meningkatkan mutu Pendidikan di MI NU Imaduddin Hadiwarno meliputi: Pertama, kepala madrasah menyusun program dan kegiatan, merumuskan rencana angggaran sekolah, serta merumuskan rencana kerja tahunan sekolah. Kedua, Pengarahan dilaksanakan dengan mengedepankan sikap ramah dan penuh perhatian, sabar dan membantu, memperlihatkan simpati, dan pemberian motivasi. Ketiga, Pengawasan dilaksanakan oleh kepala sekolah melalui kegiatan monitoring atau sepervisi akademik dengan menggunakan teknik supervisi individual dengan pendekatan secara langsung melalui kunjungan kelas sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat secara berkelanjutan
OPTIMALISASI PERANAN TAKMIR MASJID DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Studi Pada Masjid Imaduddin Pekon Waykerap Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus
Optimalisasi Peranan Takmir Masjid Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat (Studi pada Masjid Imaduddin Pekon Waykerap Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus), 2018
Latar belakang penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa Masjid selama ini hanya dijadikan sebagai tempat ibadah mahdhoh, padahal pada masa Rasulullah SAW masjid berperan sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat pendidikan, pertahanan, dan keamanan, dan lain-lain. Pandangan yang
menganggap masjid hanya sebagai tempat ibadah mahdhoh menyebabkan kurang berkembangnya ekonomi masjid dan Masyarakat disekitarnya, sehingga kondisi masjid tidak bisa mandiri apalagi membantu kesejahteraan masyarakat di
sekitarnya.
Dalam pemberdayaan ekonomi umat ini tentunya peranan takmir masjid sangat signifikan, sebab takmir merupakan ujung tombak semua aktivitas yang dilakukan oleh sebuah masjid.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan mengambil latar belakang Masjid Imaduddin yang berada di Pekon Waykerap Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, quesioner,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Peran Takmir masjid Imaduddin dalam pemberdayaan ekonomi jamaahnya sampai saat ini belum signifikan, bila diukur dalam meningkatkan taraf hidup jamaahnya, namun bila dilihat dari sudut peran
sertanya maka takmir masjid Imaduddin bisa dianggap berhasil, karena masjid Imaduddin mampu berperan sebagaimana fungsinya, sekalipun banyak kekurangan yang harus diperbaiki. (2) kurangnya Sumber Daya Masyarakat (SDM), kurangnya sosialisasi dan minimnya pengetahuan takmir masjid dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat
- …
