1,720,978 research outputs found

    PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 3 SUNGGUMINASA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar matematika siswa melalui Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning yang dilakukan selama dua siklus yaitu empat kali pertemuan siklus I dan empat kali pertemuan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 3 Sungguminasa, dengan jumlah  32 siswa yang terdiri atas 20 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki, dalam pokok bahasan Lingkaran, pada semester genap tahun 2014/2015. Setelah diadakan tindakan, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada siklus I skor rata-rata yang dicapai setelah penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning sebesar 67,97 dengan standar deviasi 16,89 dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 87,5%. Pada siklus II skor rata-rata siswa adalah 66,56 dengan standar deviasi 8,37 dan ketuntasan belajar siswa mencapai 59,37%. Hal ini berarti bahwa ketuntasan belajar secara klasikal tidak tercapai akan tetapi dalam kualitas hasil mengalami peningkatan.Keaktifan siswa dalam kualitas proses belajar mengalami peningkatan, ini terlihat dari perbandingan rata-rata dari lembar observasi aktifitas siswa pada siklus I dan siklus II. Ini menunjukkan penggunaan pendekatan pembelajan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan kesungguhan siswa dalam belajar matematika walaupun tingkat kesulitan pokok materi pada pembahasan di siklus II lebih berat di banding siklus I. Respon siswa terhadap penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning dilihat dari pemberian angket kepada  siswa yang mencakup 6 pertanyaan dimana siswa pada umumnya merespon positif. Dari kualitas penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning di SMP Negeri 3 Sungguminasa dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa

    Praktik Poligami di Masyarakat Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Tinjauan Yuridis dan Sosiologis)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik poligami di masyarakat, untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya praktik poligami dan untuk mengetahui tinjauan yuridis dan sosiologis terhadap praktik poligami di masyarakat kabupaten Mamuju. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan syar’i, pendekatan yuridis formal dan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan 1) Bentuk praktik keadilan dalam poligami di masyarakat Kabupaten Mamuju dilakukan dengan dua hal, yaitu keadilan dalam menafkahi secara finansial dan biologis. Secara finansial secara umum telah terpenuhi berdasarkan konsep keadilan, dilakukan berupa pemberian tempat tinggal (rumah) dan kebutuhan hidup lainya. Sedangkan dalam hal pemenuhan kebutuhan secara biologis masih bersifat relatif dan belum memenuhi unsur keadilan. Disebabkan karena praktik poligami yang dilakukan tanpa sepengetahuan istri serta lokasi tempat tinggal para istri yang berjauhan. 2) Penyebab poligami di Kabupaten Mamuju antara ialah: (1) memperbanyak keturunan, (2) banyak godaan (seksual), (3) mengikuti sunnah rasul, dan (4) tidak ingin istri merosot karena terlalu sering melahirkan anak. 3) Secara yuridis pelaksanaan praktik poligami yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Mamuju tidak memenuhi syarat-syarat atau ketentuan untuk poligami sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-undang RI No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kompilasi Hukum Islam (KHI) maupun Peraturan Pemerintah RI No. 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) perubahan atas Peraturan Pemerintah RI No. 10 Tahun 1983, sehingga kedudukan praktik poligami tidak sah secara hukum negara, tetapi sah secara hukum agama. Sedangkan secara sosiologis poligami awalnya menjadi sesuatu yang tabu sekaligus memalukan dalam kehidupan masyarakat duhulu, seiring berkembangnya kehidupan masyarakat pun mulai membuka diri terhadap poligami sebagai bagian dari ajaran Islam

    EMOSIONAL SPIRITUAL QOUTIENT DAN RELEVASINYA TERHADAP TANGGUNG JAWAB PENDIDIK PADA ANAK (ANALISIS PANDANGAN ARY GINANJAR AGUSTIAN DAN ABDULLAH NASIH ULWAN)

    Full text link
    Penelitian ini menjelaskan tentang konsep Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) menurut pemikiran Ary Ginanjar Agustian dan konsep tanggung jawab pendidik pada anak menurut pemikiran Abdullah Nasih Ulwan serta relevansi Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian terhadap Tanggungjawab Pendidik pada anak menurut Abdullah Nasih Ulwan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif atau penelitian kepustakaan (library research. Hasil penelitian didapati bahwa 1) Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) menurut pemikiran Ary Ginanjar Agustian bahwa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) adalah sebuah mekanisme sistematis untuk mengatur ketiga dimensi kecerdasan manusia, yaitu body, mind dan soul atau dimensi fisik, mental dan spiritual dalam satu kesatuan yang integral. 2) Konsep tanggung jawab pendidik menurut Abdullah Nasih Ulwan bahwa seorang pendidik mempunyai tanggungjawab sebagai pendidikan iman, pendidikan moral/akhlak, pendidikan fisik, pendidikan intelektual, pendidikan psikhis, pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual. 3) Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) dalam pemikiran Ary Ginanjar Agustian terhadap tanggungjawab pendidik menurut pemikiran Abdullah Nasih Ulwan mempunyai hubungan yang sangat erat seorang pendidik harus menanakan nilai-nilai religi ke dalam jiwa anak, agar seorang anak itu bisa menjadi anak sholeh dan sholehah serta lebih bisa memfokuskan dirinya mengerjakan amal-amal yang telah diperintahkan Allah, dan menjauhi larangan Allah

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS HOTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMAN 8 MAKASSAR

    Full text link
    Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking bagi siswa SMA Negeri 9 Makassar. Bahan ajar yang di maksud berupa bahan ajar berbasis Higher Order Thinking serta soal evaluasi untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking. Selain itu melalui bahan ajar ini, siswa menjadi terbiasa berpikir tingkat tinggi sehingga mampu menyelesaikan setiap permasalahan matematika yang diberikan. Dari penelitian ini diperoleh peningkatan rata-rata ke mampuan pemecahan masalah matematis siswa dari 57,50 menjadi 87,90. Dengan demikian pengembangan bahan ajar matematika berbasis HOTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sisw

    Pengaruh model problem based instruction berbantuan software cabri 3D terhadap kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan bangun ruang di kelas VIII MTs. Muhammadiyah - 8 Siabu

    Full text link
    Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah Peneliti melihat bahwa siswa di MTs. Muhammadiyah 8 - siabu tingkat kemampuan pemecahan masalah masih rendah disebabkan guru jarang memberikan latihan dan pembelajaran masih terfokus pada teori saja. Guru masih memberikan konsep hafalan rumus tanpa membuat suatu konsep yang dimana bisa membangun potensi siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Peneliti juga melihat proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga guru lebih aktif dibandingkan dengan siswa. Dalam hal ini pembelajaran masih kurang komunikasi antara guru dan siswa. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara model Problem Based Instruction berbantuan Software Cabri 3D terhadap kemampuan pemecahan masalah bangun ruang di Kelas VIII MTs. Muhammadiyah 8 - siabu?.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara model Problem Based Instruction berbantuan Software Cabri 3D terhadap kemampuan pemecahan masalah bangun ruang di Kelas VIII MTs. Muhammadiyah 8 - siabu.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, sedangkan instrumennya adalah tes (pre-test dan posttest). Pupulasinya berjumlah 48 siswa. Karena populasinya kurang dari 100, maka sampel dalam penelitian ini adalah populasi itu sendiri yang jumlahnya 48 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah tes yang berbentuk Essay yang terdiri dari 5 soal untuk pre-test dan 5 soal untuk posttest. Untuk mengetahui pengaruhantara model Problem Based Instruction berbantuan Software Cabri 3Dterhadap kemampuan pemecahan masalahbangun ruang di Kelas VIII MTS Muhammadiyah 8 siabu, maka data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan metode kuantitatif dengan rumus uji Normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Berdasarkan hasil pengujian uji Normalitas dan uji homogenitas, kedua kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Dengan pengujian uji t diperoleh = 2,708 dan 2,012. Dengan demikian, t berada di daerah penerimaan, Dimana : > , artinya terdapat signifikan pengaruh model Problem Based Instruction berbantuan Software Cabri 3D terhadap kemampuan pemecahan masalahbangun ruang di Kelas VIII MTs. Muhammadiyah 8 - siabu

    PENGGUNAAN ALAT PERAGA (KANCING BAJU) PADA PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS V SD

    Full text link
    Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting, ini dapat dilihat pada struktur dan alokasi waktu yang disediakan dalam kurikulum Sekolah Dasar yang disediakan saat ini, disamping beberapa mata pelajaran yang lainnya. Di kelas V Sekolah Dasar mata pelajaran matematika mendapat alokasi waktu 6 (enam) jam pelajaran tiap minggunya, ini merupakan alokasi waktu terbanyak bersama sama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun demikian tingkat penguasaan materi pelajaran matematika rata-rata masih rendah, dilihat dari banyaknya siswa yang tidak mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat

    PENGARUH POTENSI AKADEMIK, EFIKASI DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

    Full text link
    This type of research was ex-post facto research. The population in this study were all students of class XI of SMK Negeri 2 Makassar while the sample in this study were XI TKJ 1 and XI TKJ 2, totaling 65 students. The sampling technique used cluster random sampling. Data analysis techniques using questionnaires and tests. Data analysis techniques used descriptive statiscal analysis and inferential statistic analysis techniques. The results of this study indicate that (1) Partially, the academic potential variable significantly influences the learning outcomes of students of class XI SMK Negeri 2 Makassar of 17.6%. (2) Partially self-efficacy variables significantly influence the mathematics learning outcomes of class XI students of SMK Negeri 2 Makassar by 43.4%. (3) Partially the learning independence variable has a significant effect on the learning outcomes of Grade XI students of SMK Negeri 2 Makassar by 78.8%. (4) Simultaneously the variables of academic potential, self-efficacy and learning independence significantly influence the learning outcomes of students of class XI in SMK Negeri 2 Makassar with a coefficient of determination R2 = 0.817 which means that the academic potential, self-efficacy and learning independence gave an effect of 81.7% on the mathematics learning outcomes of students of class XI of SMK Negeri 2 Makassar and the remaining 18.3% is influenced by other factor

    ANALISIS KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA DITINJAU DARI KONEKSI MATEMATIKA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VII SMP UNISMUH MAKASSAR)

    Full text link
    The focus of this research is "how is the ability of the seventh grade students of SMP Unismuh Makassar to connect mathematics on the material of quadrilaterals and triangles." The approach used is a qualitative descriptive approach. The research subjects were seventh grade students of SMP Unismuh Makassar which consisted of 1 student who had high mathematical connection ability, 1 student who had moderate mathematical connection ability and 1 student who had low mathematical connection ability. The instrument used is a test of the ability of mathematical connections in the material of quadrilaterals and triangles. The results obtained from this study are students who have high mathematical connection skills have no difficulty in solving mathematical problems with quadrilateral and triangle material. Students who have moderate mathematical connection abilities tend to have difficulty in indicators of applying and connecting concepts between mathematical material. And students who have low mathematical connection abilities have not met the indicators of applying mathematical concepts in solving mathematical problems related to everyday life. 

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore