196 research outputs found

    PENGARUH PENGUASAAN MATERI GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI ANALITIK (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika di IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

    No full text
    IDA HAMIDAH “Pengaruh Penguasaan Materi Geometri Terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal-soal Geometri Analitik” (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon). Matematika merupakan ilmu yang kompleks. Di dalamnya terdapat rumusrumus dan konsep–konsep. Setiap materi matematika masih saling berkaitan, baik dari materi matematika yang satu dengan materi matematika yang lainnya. Matematika di dalamnya memiliki pola keteraturan, yang mana sebelum menguasai suatu konsep sebelumnya tidak bisa mempelajari konsep selanjutnya. Sesuai deskripsi tersebut adakah pengaruh penguasaan materi Geometri terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan materi Geometri, kemampuan menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik, dan penguasaan materi Geometri terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik pada mahasiswa semester V Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pemikiran ini bertolak pada pemikiran bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika materi yang diajarkan diarahkan pada konsep-konsep dan strukturstuktur yang terdapat dalam pokok-pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang saling terkait antara konsep dan struktur dalam pelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berjumlah 114 yang terdiri dari 4 kelas. Dan sampel yang diambil dalam penelitian ini bersifat simple random (acak) melalui pengundian tanpa pandang bulu dari 4 kelas terambil 1 kelas, yaitu kelas MTk-1 semester V Jurusan Pendidikan Matematika. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel X yaitu penguasaan materi Geometri dan variabel Y yaitu kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, sedangkan analisis data dengan menggunakan uji korelasi product moment. Hasil deskripsi data menyatakan bahwa penguasaan materi Geometri termasuk ke dalam Nilai Mutu B dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 82,29 dan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik termasuk ke dalam Nilai Mutu C+ dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 71,71. Sedangkan analisis dan hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi dan uji hipotesis diperoleh koefisien korelasi 0,95 xy r termasuk dalam kategori harga koefisien korelasi tinggi. Sedangkan untuk uji hipotesis diperoleh hitung t = 18,54 dan tabel t = 1,67 pada taraf signifikan 0,05 sehingga hitung t > tabel t . Maka berdasarkan kriteria dapat disimpulkan 0 H ditolak dan 1 H diterima, artinya ada pengaruh penguasaan materi Geometri terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal Geometri Analitik di semester V Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Adapun pengaruhnya ditentukan oleh koefisien determinasi yaitu 0,90 2 r atau 90 %, dan 10% dipengaruhi faktor lain

    Corrosion study of AISI 304 on KOH, NaOH, and NaCL solution as an electrode on electrolysis process

    No full text
    AISI 304 is a kind of austenitic stainless steel that can be applied for various technologies. Since AISI 304 consists of chromium, nickel, and other materials, understanding the performance of this material is different from its parent material (i.e., iron oxide). Here, the purpose of this study was to investigate the characteristics of AISI 304 on various electrolyte solutions (i.e., KOH, NaOH, and NaCl). The electrolyte solution selection is an important parameter for getting high efficiency in the electrolysis process. To precisely investigate the effect of the electrolyte solution on the performance of AISI 304, several analyses were conducted: weight loss method measurement and scanning electron microscope (SEM) equipped with energy dispersive x-ray spectroscopy (EDS). The result showed that the AISI 304 had low corrosion rate in all electrolyte solution variations. The low corrosion rate of AISI 304 can be obtained due to the existence of chromium oxide which can be identified by EDS. During the immersion of AISI 304 into electrolyte solution, pitting corrosion in the microstructure level was formed, detected by the SEM analysis. This study confirmed that although there is some corrosion phenomenon, AISI 304 can be classified as a good candidate material to be applied in the process conducted in the either acid or basic conduction

    Surface of AISI 316 as electrode material for water electrolysis under potassium hydroxide for hybrid car application

    No full text
    This study is to evaluate the surface of AISI 316 as anelectrode material for water electrolysis under various potassium hydroxide (KOH) electrolyte concentrations. In the experimental method, AIS316 electrode and KOH solution put into the water electrolysis system. The electrolysis system was combinedwith the hybrid car engine system that consumed a combinationof hydrogen and gasoline as the fuel source. KOH solution concentration wasvariedfrom 0 to 0.53M, which was then used to evaluate the surface of AISI 316 electrode as well as hybrid car performances. The experimental results showed that electrolyte solution concentration is an important parameter to maintain high-efficiency hydrogen generation. The more KOH added it gavebenefits for creating themore hydrogen gas. However,it brought problems in the electrode surface corrosion. The optimum condition to get more hydrogen gas but with less corrosion damage was obtained when performing the process with 0.40 M of KOH. Indeed, the result also found that the more hydrogen gas being producedhas a direct correlation to the reduction of fuel consumption and exhaust gas emission (e.g., CO2, CO, and NOx)

    Q factor simulation on voltage stabilizer with RLC circuits

    No full text
    Voltage stabilizers are an electronic device that can make an electrical system operate at a constant voltage. A constant voltage is needed to ensure the high efficiency of an electronic device and to protect it from damage. This paper will try to give an alternative way to predict the Q factor using the R programming language. To achieve the research objective, the Q-factor simulation program in the RLC circuits was done using the x64 3.5.1 version. To get a high Q factor, the following processes have been done: (1) varying the RLC circuits and (2) varying the value of resistance, capacitance and inductance. Based on the simulation results, it can be concluded that there is a linear relationship between Q factor and 1/R (R = resistance) for series and ideal parallel circuits. Meanwhile, for practical parallel circuits, the Q factor has a linear relationship with R. Thus, the higher the R, the higher the Q factor would be. The optimum value of the Q factor is expected to meet the performance criteria for the voltage stabilizer

    ANALISIS PENERAPAN PSAK NO. 24 MENGENAI IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK PADA PT. ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY

    No full text
    Eky Hamidah Putri. 2017. 8323136507. Analysis of PSAK No. 24 Concerning Short-Term Employee Benefits At PT. Elangperdana Tyre Industry. Diploma Program.Program Majoring Accountancy. Majoring Accountancy Economic Faculty Universitas Negeri Jakarta. This scientific work has background on the application of PSAK No. 24 regarding short-term employee benefits. The author conducting the study has the purpose of this study is to analyze how the recognition, measurement and disclosure of employee benefits under PSAK No. 24 regarding employee benefits at PT. Elangperdana Tyre Industry that focuses on short-term employee benefits. This research was conducted by qualitative descriptive method through case study approach at PT. Elangperdana Tyre Industry with data collection methods through staff interviews and document analysis obtained from companies that support the research. From the research results can be seen the recognition, measurement and disclosure of employee benefits applied by PT. Elangperdana Tyre Industry is in conformity with PSAK No. 24. Recognition and measurement of short-term employee benefits are recorded at expenses measured at the time the expense is incurred or is payable to the employee. We encourage companies to keep abreast of the generally accepted accounting standards in Indonesia and the latest developments of labor laws and other regulations related to the provision of employee benefits. Key Words: PSAK 24, Recognition and measurement of short-term employee benefit, PT. Elangperdana Tyre Industr

    ANALISIS MAKNA SEMANTIK DAN PRAGMATIK PADA TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN RAYA CIPASUNG KECAMATAN DARMA SAMPAI JALAN SILIWANGI KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN

    No full text
    Iklan merupakan alat yang digunakan untuk mempublikasikan suatu informasi, dengan bahasa yang singkat cukup untuk menarik perhatian dan pemahaman pembaca, bahasa yang digunakan mengandung makna tersendiri maka penulis ingin meneliti makna dibalik teks iklan tersebut. Ruang lingkup penelitian ini adalah analisis makna semantik dan pragmatik pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Rumusan masalahnya adalah bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan Bagaimana makna pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan ingin mengetahui bagaimana makna Pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif analitik. Teknik penelitiannya terdiri atas teknik pemerolehan data dengan cara observasi dan dokumentasi, serta teknik pengolahan data dengan menganalisis jenis makna semantik yang ditinjau berdasarkan jenis makna semantiknya, berdasarkan ada tidaknya referensi, berdasarkan ada tidaknya nilai rasa, berdasarkan ketepatan makna, berdasarkan hubungan makna satu kata dengan kata lain, berdasarkan makna  kias, dan makna pragmatik berdasarkan jenis tindak ujar. Populasi penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat disepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan dan yang dijadikan sampelnya adalah sampel total yaitu seluruh iklan layanan masyarakat disepanjang jalan tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa makna yang ada beragam, berdasarkan makna semantikya 8 iklan bermakna leksikal dan 16 iklan bermakna gramatikal, berdasarkan ada tidaknya referensi 15 iklan bermakna referensial dan 9 iklan bermakna non referensial, berdasarkan nilai rasa 8 iklan bermakna denotasi dan 16 iklan bermakna konotasi, berdasarkan ketepatan makna 8 iklan bermakna kata dan 16 bermakna istilah, berdasarkan hubungan makna 7 iklan bermakna konseptual dan 17 iklan bermakna asosiatif, berdasarkan makna kias 16 iklan bermakna kias dan 8 iklan bermakna non kias, sedangkan makna pragmatik pada teks iklan, makna lokusi yang menyatakan 8 iklan, mengajak 7 iklan, memerintah 8 iklan dan memperingatkan 1 iklan, makna ilokusi asertif 6 iklan, direktif 15 iklan, komisif 3 iklan. Makna perlokusi teks iklan semuanya bermak.Kata kunci : makna semantic, pragmatik, teks layanan ikla

    Aplikasi Data Mining Untuk Memprediksi Masa Studi Mahasiswa Menggunakan Algoritma C4.5 (Studi Kasus: Jurusan Teknik Komputer-UNIKOM)

    No full text
    Pertumbuhan yang pesat dari akumulasi data telah menciptakan kondisi kaya akan data tapi minim informasi. Data mining merupakan penambangan atau penemuan informasi baru dengan mencari pola atau aturan tertentu dari sejumlah data dalam jumlah besar yang diharapkan dapat mengatasi kondisi tersebut. Data mining sendiri memiliki beberapa teknik salah satunya klasifikasi. Teknik klasifikasi terdiri dari beberapa metode, dan decision tree adalah bagian dari metode klasifikasi. Kemudian metode decision tree memiliki beberapa algoritma, algoritma C4.5 adalah salah satu dari algoritma yang dimiliki decision tree. Dengan memanfaatkan data nilai akademik, diharapkan dapat menghasilkan informasi tentang tingkat kelulusan mahasiswa melalui teknik Data mining. Kategori tingkat kelulusan diukur dari lama studi yang terdiri dari dua kategori yaitu 5 tahun dan data nilai akademik yang digunakan adalah 6 mata kuliah yang diantaranya algoritma, fisika1, fisika2, kalkulus1, kalkulus2, dan pengantar sistem komputer. Dalam algoritma C4.5 terdapat dua buah data, yaitu data training dan juga data testing. Data training adalah data akan diolah dalam pembentukan algoritmanya yang kemudian akan di uji dengan data testing yang hasilnya berupa informasi hasil prediksi masa studi. informasi yang ditampilkan berupa prediksi masa studi permahasiswa dan persentase kecocokan hasil prediksi dengan data asli mahasiswa dalam jumlah yang banyak dengan data training yang berbeda

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA PADA SISWA TUNARUNGU

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan siswa tunarungu dalam menulis kalimat secara terstruktur berdasarkan gambar, sehingga maksud dan makna dari kalimat yang dibuatnya sulit dipahami dan tidak sesuai dengan makna dari gambar tersebut. Oleh sebab itu penulis mencoba menggunakan metode demonstrasi sebagai metode pembelajaran pada pelajaran Bahasa Indonesia untuk membantu meningkatkan kemampuan siswa tunarungu dalam menulis kalimat sederhana secara terstruktur berdasarkan yang dilihatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjeknya seorang siswa tunarungu SDLB kelas D3 di SLBN Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis sebanyak 10 soal. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif, dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase hasil tes baik pada intervensi maupun baseline-2. Data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada baseline-1(A-1) persentase subjek sebesar 43,75%, pada fase intervensi (B) sebesar 100%, dan pada baseline-2 (A-2) sebesar 93,75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana pada siswa tunarungu kelas D3 di SLBN Kabupaten Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode demonstrasi anak secara langsung dapat mengamati subjek dan predikat, sehingga verbalisme dapat dihindari. Hasil penelitian ini seyogianya menjadi masukan bagi guru-guru dan pihak SLBN Kabupaten Tasikmalaya dalam memberikan pembelajaran Bahasa Indonesia pada aspek menulis dengan menggunakan metode demonstrasi guna meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana pada siswa tunarungu

    Kajian hukum dakwaan pencucian uang terhadap istri tersangka pelaku tindak pidana korupsi menurut undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencucian uang

    No full text
    Kejahatan umumnya sering berkaitan dengan materi atau uang. Demikian pula dengan Tindak Pidana Korupsi yang seringkali hasil dari kejahatan itu disamarkan dengan dialirkannya dana dari korupsi kepada Tindak Pencucian Uang. Tindak Pidana Pencucian uang ini bertujuan agar hasil kejahatan ini terlihat bersih dan sering kali melibatkan pihak keluarga. Suami yang bertanggungjawab memenuhi nafkah keluarga biasanya memberikan hasil kerjanya kepada istri, namun sebagian istri yang hanya menerima dan menikmati hasil dari suami tidak mempertanyakan dari mana saja uang yang dia terima. Sehingga ketika suami terjerat kasus korupsi maka istripun ikut terseret pada dakwaan kasus pencucian uang dalam Undang-Undang No.8 Tahun 2010. Karena setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan. Namun tidak seluruh harta milik istri berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh suaminya. Oleh karena itu penegak hukum pun memberi kesempatan istri untuk membuktikan kepemilikan hartanya yang tidak terkait dengan tindak pidana korupsi maupun pencucian uang. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dakwaan pencucian uang terhadap istri yang menerima uang dari suami koruptor menurut Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Tentang Pencucian Uang. Penelitian ini bertitik tolak dari adanya dakwaan pencucian uang terhadap istri yang tidak tahu bahwa uang yang dia terima itu hasil dari korupsi. Namun hukum harus tetap ditegakkan karena dia menggunakan uang yang bukan haknya bahkan merugikan orang lain. Maka harus bertanggung awab atas perbuatannya, namun demi tegaknya keadilan diberikan pula kesempatan untuk membuktikan harta miliknya yang bukan dihasilkan dari kejahatan korupsi atau pencucian uang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Conten Analisis. Karena tujuan pokok dari penelitian ini adalah untuk menerangkan bagaimana dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap istri yang menerima aliran dana dari suami yang melakukan Tindak Pidana Korupsi menurut Undang-Undang No.8 Tahun 2010. Penelitian ini dilakukan dengan menempuhlangkah-langkah sebagai berikut: menentukan metode penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, dan akhirnya mengolah dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 seorang istri yang menerima, menguasai atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana bisa dijerat Undang-Undang Pencucian Uang yang sanksinya pun telah diatur. Namun demi terciptanya keadilan, diberikan pula kesempatan untuk membuktikan kepada pengadilan mana saja harta yang bukan berasal dari hasil tindak pidana. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Dakwaan Pencucian Uang Terhadap Istri Tersangka Pelaku Tindak Pidana Korupsi dapat dikenakan pasal 3, pasal 4, atau pasal 5 Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencucian Uang
    corecore