1,720,972 research outputs found
Pahlawan nasional Frans Kaisiepo
Kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai ini sebenarmya tidaklah terlepas dari peran serta seluruh lapisan rakyat Indonesia yang bergerak secara serentak mulai dari Sabang sampai Merauke , wilayah Irian Barat. Dalam proses menegakkan kemerdekaan tersebut telah muncul para tokoh, pemuka masyarakat dan patriot-patriot bangsa heroik dan menyatukan langkahnya kedalam satu tujuannya itu untuk menancapkan panji-panji kemenangan. Kondisi dan situasi daerah Irian Barat tanah tempat kelahiran Frans Kaisiepo sangat berbeda bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Daerah ini memiliki ciri tersendiri dan corak budaya yang sangat khas, serta latar belakang sejarah yang khusus juga
Sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di daerah Lampung
Adan ya sekian banyak pahlawan bangsa dengan pelbagai
kriterianya itu tentu bersurnber dari adan ya perlawanan yang pernah dilakukan terhadap penjajahan bangsa asing, terutama bangsa Belanda. Di daerah Lampung juga telah terjadi berbagai bentuk perlawanan yang dilakukan oleh penduduk setempat pada masa lampau. Secara terperinci dan jelas memang daerah Lampung tidak mempunyai catatan yang lengkap. Perlawanan Indra Kesuma pada abad ke-17 hanya diungkapkan beberapa kali saja dalarn sejarah perlawanan yang pemah di catat. Demikian juga perlawanan Batin Mangunang hampir tidak banyak yang diungkapkan. Yang agak banyak dan lengkap ialah perlawanan Raden Intan I. Raden Imba dan Raden Intan II. Perlawanan pada zaman Jepang hampir tidak ada yang dapat diungkapkan karena rakyat di daerah Lampung betul -betul lumpuh karena terkesima oleh janji-janji Jepang bahwa mereka akan mengalami nasib yang lebih baik daripada daJam penjajahan Belanda
Ensiklopedi tokoh kebudayaan IV
Perlu dicermati, bahwa budayawan itu adalah aset kekayaan nasional yang mempunyai nilai lebih. Didalam bidangnya masing-masing mereka telah berbuat dan berkarya untuk memperkaya khasanah kebudayaan, teristimewa dalam membina dan mengembangkan buclaya bangsa pada tingkat yang dihormati. Mereka itu adalah pelaku-pelaku dan pemikir kebudayaan yang kreatif, karena tanpa permintaan atau pesanan, apalagi doa restu dari pihak atau pejabat manapun, mereka telah menjalankan tugas dalll missinya dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Lewat e:iptaan dan karya-karyanya yang bermakna filosofi telah disumbangkannya bagi kehidupan bangsa yang majemuk ini. Berangkat dari kenyataan tersebut, maka sudah selayaknyalah kita sebagai bangsa yang besar untuk mengangkat dan menginformasikan para budayawan tersebut, baik tingkat lokal (daerah) maupun peringkat nasional. Upaya tersebut bukan saja untuk mempertontonkan parade kekuatan pasukan budayawan besar, tetapi melainkan yang paling hakiki adalah menginformasikan mereka sebagai exponen bangsa yang sangat peduli terhadap nilai-nilai budaya bangsanya. Sehubungan dengan itu, maka dipandang perlu untuk menghimpun informasi tentang budayawan dalam tulisan singkat, padat, dan cermat. Himpunan tulisan ini semoga menjadi sumber acuan dan informasi tentang tokoh kebudayaan dan karyanya baik yang bersifat daerah maupun yang bersifat nasional. Dalam rangka penulisan budayawan tersebut, tim penulis telah bekerjasama untuk mendata tokoh-tokohnya yang dihimpun dari berbagai sumber, baik dari lembaga-lembaga terkait maupun diperoleh dari koran, majalah dan catatancatatan lainnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Usman bin haji muhammad ali alias janatin
Kariernya sebagai militer terus berlangsung ketika berkumandang kembali suara Presiden Soekarno dengan Dwikoranya.Usman terus melangkahkan kakinya maju ke medan juang membawakan panji Indonesia untuk berjuang sebagai realisasi konfrontasirnyang sudah digariskan pemerintah Indonesia dalam menentang berdirinya Negara Malaysia. Dalam menjalankan tugas yang berat ini Usman bersama rekan-rekannya dapat menyusup dan menyamar memasuki daerah Singapura. Ketika ia berada di daerah basis Indonesia di Pulau Sambu, ia berkenalan dengan Harun yang juga sebagai sukarelawan
- …
