1,720,957 research outputs found
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL HIDAYAT LASEM JAWA TENGAH
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menjawab 2 (dua) permasalahan pokok, yaitu Bagaimana sejarah perkembangan dan sistem pendidikan pondok pesantren Al Hidayat Lasem; Bagaimana analisis perkembangan dan sistem pendidikan pondok pesantren Al Hidayat Lasem.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut, digunakan penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan penelitian kualitatif yang berjenis historis. Data primer diperoleh melalui observasi nonpartisipatif di lingkungan pondok pesantren Al Hidayat Lasem, dan wawancara kepada pengasuh pondok pesantren Al Hidayat saat ini yang juga putri satu-satunya K.H Ma’shum Ahmad sebagai pendiri pondok pesantren, santri-santri pada masa kepemimpinan K.H Ma’shum Ahmad saat ini, serta ustadz-ustadz yang mengajar di pondok pesantren Al Hidayat saat ini. Informan berjumlah 5 orang, terdiri dari pengasuh pondok pesantren Al Hidayat Lasem, 2 alumni yang menjadi saksi kehidupan pendiri pondok pesantren Al Hidayat, 1 ustadz yang juga termasuk keluarga pondok, 1 santri pada masa kepemimpinan putri K.H Maksum Ahmd. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari dokumentasi arsip pondok pesantren Al Hidayat dan buku-buku yang berhubungan dengan sejarah dan sistem pendidikan pondok pesantren Al Hidayat Lasem. Analisis yang dilakukan yaitu sebelum di lapangan dan selama di lapangan.
Adapun hasil penelitian menunjukkan; (1) Sejarah perkembangan pondok pesantren Al Hidayat Lasem tidak dapat dipisahkan dengan sosok pendirinya yang kharismatik yaitu K.H Maksum Ahmad. Hingga saat ini pondok pesantren Al Hidayat Lasem tidak kekurangan santri karena kemasyhuran pendiri pondok tersebut. Sehingga pondok pesantren tersebut melakukan perkembangan-perkembangan baik dari segi bangunan maupun dalam sistem pendidikannya. (2) Sistem pendidikan di pondok pesantren Al Hidayat Lasem tidak jauh berbeda dengan pondok pesantren tradisional lainnya. Memiliki tujuan yang sama dalam mendidik santri yang soleh dan bermanfaat. Kiai yang tidak hanya sekedar mempin namun juga sebagai teladan, dan santri yang memiliki sikap ta’dzim dan tawadhu’. Tempat pendidikan yang berupa pondokan juga musholla. Materi yang merupakan materi keagamaan, dengan metode sorogan, bandongan, dan dikembangkang dengan klasikal. Dari hasil penelitian yang ada maka dapat diketahui bahwa pondok pesantren Al Hidayat Lasem memiliki sistem pendidikan yang mampu menjadikan pondok pesantren tersebut mampu bertahan di zaman globalisasi hingga saat ini berusia satu abad lebi
Implementasi Moderasi Beragama Santri (Analisis Kultur Pendidikan di Pondok Pesantren Kauman Lasem Rembang)
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pokok mengenai kultur pendidikan di pondok pesantren Kauman Lasem Rembang, moderasi beragama santri pondok pesantren Kauman Lasem dan persepsi masyarakat terhadap kultur moderasi beragama di pondok pesantren Kauman Lasem.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut, digunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini adalah santri, kiai dan masyarakat sekitar. Dengan sumber primer yaitu observasi non partisipatif di pondok pesantren Kauman Lasem, dan wawancara terstruktur kepada santri dan kiai. Sedangkan sumber sekunder yaitu didapat dari wawancara masyarakat sekitar dan dokumentasi yang berhubungan dengan moderasi beragama santri dengan analisis kultur pendidikan di pondok pesantren Kauman Lasem.
Penelitian ini menemukan hasil antara lain: (1) Kultur pendidikan moderasi beragama di pondok pesantren Kauman Lasem menekankan pembelajaran yang didesain langsung oleh kiai, sehingga kiai memiliki peran dalam menjalankan kultur pendidikan moderasi beragama dengan karakter kemanusiaan, toleransi, adaptif, pluralisme dan keseimbangan. (2) Moderasi beragama santri pondok pesantren Kauman Lasem tercermin dalam sikap keseharian baik di lingkup internal maupun eksternal. (3) Masyarakat sekitar memiliki persepsi positif terhadap sikap yang dimiliki baik santri maupun kiai yang menggambarkan nilai moderasi beragama
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Kiai Sebagai Figur Toleransi Kearifan Lokal di Lasem
This article wants to portray the role of Kyai as inspiration for tolerance in Lasem Central Java, Indonesia. Inter-religious tolerance as Lasem peoples' local wisdom. This research focuses on a complete picture of the phenomenon being studied. The approach used is a case study by exploring community interactions in the research object. In-depth interviews were done to get the data. The result of this research shows that tolerance is an appreciation and respect between individuals or groups with different backgrounds. The role of a kyai to raise people's tolerance, exemplify attitudes, and words to become a role model for the peoples of Lasem. An unwritten rule in the form of tolerance which has become a reference for the community in life and has become local wisdom in Lasem
Nilai-nilai Konstruk Harmoni Perspektif Tokoh Wayang Semar
Keberadaan masyarakat yang heterogen tentu memunculkan berbagai tafsiran mengenai perlunya upaya dalam membangun harmoni antar umat. Keharmonian dapat dicapai dengan berbagai upaya, salah satunya dengan berbasis budaya lokal. Salah satunya tokoh wayang Semar yang begitu terkenal dan penuh dengan pesan moral dan nilai-nilai. Dalam cerita pewayangan terselip nilai-nilai yang dapat dijadikan teladan oleh masyarakat. Melalui wayang pula dapat dijadikan wujud dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia sendiri.Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, dengan pendekatan analisis isi. Secara umum berbagai peneliti mengkaji mengenai tokoh wayang Semar. Akan tetapi setiap peneliti memiliki penekanan yang berbeda, pada penelitian ini bertitik pada nilai-nilai yang dapat dijadikan upaya dalam membangun harmoni.Terdapat berbagai nilai konstruk dengan berdasar pada tokoh wayang Semar, bahwa nilai-nilai ikhlas, toleransi, kebebasan, kejujuran, persaudaraan, dan kebijaksanaan merupakan upaya konstruk dalam mewujudkan keharmonian. Nilai-nilai ini memberikan pesan tentang pentingnya upaya dalam usaha membangun harmoni
- …
