2 research outputs found
Sinergitas Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Erlinasari, Intan. 2016. Sinergitas Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) danPemerintah Desa di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, JurusanHukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universita NegeriMalang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum. (II)Drs. H. Petir Pudjantoro, M.SiKata Kunci: Sinergitas, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, DesaDalam rangka keberhasilan Pemerintahan Desa baik dibidang pembangunan,pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan sinergitas yang utuhdan berkesinambungan di antara Kepala Desa, perangkat desa dan BPD, hal itudilakukan agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan semakin berdayaguna. Hubungan BPD dengan Kepala Desa adalah sebagai mitra kerja. Dimana BPDdan Kepala Desa harus melaksanakan fungsi dan tugasnya masing-masing. Sehinggaterciptalah sinergi dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Tetapi dalammewujudkan hubungan yang bersinergi selalu ditemui kendala, terkadang KepalaDesa tidak transparan dengan BPD. Atau sebaliknya, BPD selalu mengatasnamakankepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1)sinergitas Pemerintah Desa dan BPD dalam membahas dan menyepakati PeraturanDesa di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan; (2) sinergitasPemerintah Desa dan BPD dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakatdi Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan; (3) sinergitas PemerintahDesa dan BPD dalam melakukan pengawasan pembangunan desa dan kinerja KepalaDesa di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan Deskriptif Kualitatif. Sumber data yangdigunakan yaitu, sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Untuk menjagakeabsahan data, dilakukan dengan cara meningkatkan ketekunan/keajeganpengamatan, triangulasi data, dan member check. Kegiatan analisis data dimulaidengan tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian untukmengumpulkan data, menyusun data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan.Serta, tahap penyelesaian laporan penelitian untuk mengolah data yang telahdiperoleh dan dianalisis secara sistematis.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, Sinergitas antara Pemerintah Desa Manaruwi dan BPD dalam membahasdan menyepakati Peraturan Desa tercermin dari kerjasama Pemerintah DesaManaruwi dan BPD dalam membuat rancangan mengenai Peraturan Desa. RancanganPeraturan Desa disusun baik oleh Pemerintah Desa atau oleh BPD. Pemerintah Desadan BPD kemudian mengadakan rapat dengan mengundang para tokoh masyarakat iidan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat setempat. Bila RancanganPeraturan Desa disetujui bersama, selanjutnya disahkan menjadi Peraturan Desa yangbaru. Setiap pengambilan keputusan antara BPD dan Pemerintah Desa selalu denganjalan musyawarah guna mencapai kata mufakat.Kedua, Sinergitas antara Pemerintah Desa Manaruwi dengan BPD dalammenampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di Desa Manaruwi tercermin darikerjsama melalui penyaluran aspirasi masyarakat saat ada acara Yasinan dan saatberkumpul di Pos Kamling dan kegiatan kerjabakti. Setelah aspirasi tertampungkewajiban BPD menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada Pemerintah DesaManaruwi. BPD dan Pemerintah Desa Manaruwi melaksanakan Musrenbangdes(Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) guna membahas dan menindaklanjutiaspirasi masyarakat.Ketiga, Sinergitas antara Pemerintah Desa Manaruwi dan BPD dalammelakukan pengawasan pembangunan desa dan kinerja Kepala Desa tercermin daripengawasan terhadap Peraturan Pemerintah Desa, Keputusan Kepala Desa, danAPBDesa. BPD dan Pemerintah Desa mengadakan rapat atau musyawarah sebelummelaksanakan program pembangunan desa agar program bisa dilaksanakan denganbaik. BPD memberikan teguran ke Pemerintah Desa Manaruwi bila melakukankesalahan.Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada: (1) BagiPemerintah Desa Manaruwi hendaknya lebih transparan perihal laporan Akhir MasaJabatan Kepala Desa dan Akhir Tahun Anggaran, serta sebaiknya Pemerintah Desamenambah intensitas pertemuan dengan BPD dengan mengadakan rapat agar selaluterjalin kerjasama dengan baik dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa; (2) BagiBPD Desa Manaruwi hendaknya lebih mengutamakan kepentingan bersama dari padamementingkan kepentingan pribadinya; (3) Bagi Masyarakat hendaknya lebih terbukadan tidak canggung dalam menyampaikan segala kehedaknya kepada BPD Desa Manaruwi agar apa yang dikehendaki oleh masyarakat juga segera direalisasikan
Pengembangan Kerjasama Profesional Program Bimbingan dan Konseling
Aims of this descriptive qualitative research are organizing cooperational models of guidance and counseling and analizing use of those professional cooperation activities between counselor and other professionals for students as targeting subject of guidance and counseling service. Author got the needed data from observation method, interview method, and documentation method, while subject of this research are guidance and counseling teachers and students. Guidance and counseling teachers have created some cooperational patterns with motivator, psychology institution, college, and alumna. By these cooperational programs, students acknowledged that they got many supports in understanding and developing their potentials, coping their obstacles, and programming their individual planning.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mengorganisasikan pola-pola kerjasama bimbingan dan konseling dan menelaah manfaat yang diperoleh siswa sebagai subjek sasaran layanan BK dari kegiatan kerjasama profesional antara konselor dengan pihak-pihak profesional lainnya. Data penulis peroleh dari observasi, wawwancara, dan dokumentasi, subjek dalam penelitian ini adalah Guru BK dan siswa. Penulis memperoleh hasil penelitian berupa pola kerjasama yang dijalin oleh tenaga BK ialah dengan: (1) motivator; (2) lembaga psikologi; (3) perguruan tinggi; dan (4) alumni. Dengan program kerjasama tersebut siswa mengakui banyak terbantu dalam memahami-mengembangkan potensinya, mengatasi hambatannya, dan melakukan perencanaan individual
