1,721,008 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
INTERPRETASI TINDAKAN SOSIAL DALAM NOVEL 7 PRAJURIT BAPAK KARYA WULAN NURAMALIA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya fenomena sosial yang marak terjadi saat ini. Tentunya fenomena sosial yang terjadi sebagai akibat dari adanya tindakan sosial yang terjadi pada masyarakat baik dalam lingkup kecil maupun besar. Tindakan sosial inilah yang akan mengakibatkan munculnya fenomena sosial mulai dari fenomena positif maupun negatif. Sesuai dengan definisinya sebagai cerminan dari kehidupan nyata, novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia juga memiliki beberapa fenomena yang tentu didasari oleh tindakan sosial yang terjadi. Novel 7 Prajurit Bapak menjelaskan kisah perjuangan 7 orang anak seorang prajurit dengan berbagai problematika yang dihadapi. Novel ini memiliki fenomena-fenomena yang sering ditemukan di kehidupan sehari-hari, misalnya fenomena balas dendam, meraih mimpi, dan perjuangan dalam cinta. Ketiga fenomena tersebut termuat dan dikemas dengan menarik dalam novel ini. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif yang mendeskripsikan data tanpa menggunakan angka untuk mengungkap kebenarannya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mimetik yang melihat karya sastra sebagai cerminan atau gambaran dari kehidupan nyata. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dan teknik baca catat. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif hermeneutika. Hasil dari penelitian ini berupa temuan tindakan sosial dalam novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia sesuai dengan teori Max Weber yang memiliki 4 konsep meliputi: (1) Ditemukan 18 bukti data yang menunjukkan adanya tindakan rasionalitas instrumental. (2) Ditemukan 22 bukti data yang menunjukkan adanya tindakan rasional nilai. (3) Ditemukan 35 bukti yang menunjukkan adanya tindakan afektif. (4) Ditemukan 12 bukti data yang menunjukkan adanya tindakan tradisional.
Kata Kunci: Tindakan Sosial, Tindakan Rasionalitas Instrumental, Tindakan Rasional Nilai, Tindakan Afektif, Tindakan Tradisional
ENTITAS EGO DALAM KUMPULAN PUISI KASMARAN KARYA USMAN ARRUMY: KAJIAN METAFISIKA MUHAMMAD IQBAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, 1) kebebasan ego Tuhan dan manusia dalam kumpulan puisi Kasmaran karya Usman Arrumy, 2) kebebasan ego manusia dan sesamanya dalam kumpulan puisi Kasmaran karya Usman Arrumy. Teori yang digunakan adalah teori kebebasan ego Muhammad Iqbal. Teori tersebut terdiri atas sembilan gagasan yaitu jangka waktu asali, filsafat ketuhanan, panenteisme, tingkat-tingkat pengetahuan, akal dan intuisi, pengalaman religius, filsafat manusia, kekekalan ego dan kehendak kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data yang berhubungan dengan unit-unit rumusan masalah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan puisi Kasmaran karya Usman Arrumy dengan data berupa kata, baris, dan bait yang berhubungan dengan unit-unit rumusan masalah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat. Teknik analisis data dilakukan menggunakan penafsiran pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan sembilan kajian metafisika Muhammad Iqbal: jangka waktu asali yang memuat tujuh puisi, filsafat ketuhanan yang memuat delapan puisi, panenteisme memuat dua puisi, tingkat-tingkat pengetahuan terdiri dari delapan puisi, akal dan intuisi terdapat lima puisi, pengalaman religius terdiri dari tiga puisi, filsafat manusia terdiri dari lima puisi , kekekalan ego terdiri dari lima puisi, dan kehendak kreatif terdiri dari tiga puisi
POLIGAMI DALAM NOVEL DUA BARISTA KARYA NAJHATY SHARMA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA KURT LEWIN)
Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan konflik batin tokoh akibat poligami pada novel Dua Baristakarya Najhaty Sharma. (2) mendeskripsikan upaya tokoh mengatasi konflik batin akibat poligami pada novel Dua Barista karya Najhaty Sharma. Kajian teori yang digunakan untuk mengetahui konflik batin tokoh menggunakan teori psikologi sastra Kurt Lewin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi. Data yang digunakan berupa unit-unit teks dalam novel yang menunjukkan konflik batin tokoh kemudian dikaji berdasarkan rumusan masalah. Sumber data berupa novel Dua Barista karya Najhaty Sharma. Novel tersebut diterbitkan pada bulan Januari 2020 oleh penerbit Telaga Aksara yang beralamat di Jl. Depokan II/530 Peleman Rejowinangun Kotagede Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini tokoh mengalami konflik batin yaitu (1) mendekat-mendekat, (2) menjauh-menjauh, (3) mendekat-menjauh. Upaya tokoh mengatasi konflik batin akibat poligami menggunakan cara (1) valensi positif, (2) valensi negatif. Kata Kunci: Psikologi, Konflik Batin, dan Poligami
DORONGAN KEAKUAN DALAM NOVEL MINE KARYA DEWI WULANSARI (TEORI PSIKOLOGI ADLER)
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dorongan keakuan pada tokoh dalam novel Mine karya Dewi Wulansari. Dorongan keakuan merupakan upaya seseorang untuk mencapai superioritas pribadi dengan dilandasi pada perasaan inferior tertentu. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan dilandasi pada psikologi karya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah novel berjudul Mine karya Dewi Wulansari yang diterbitkan oleh Pastel Book pada tahun 2017. Data penelitian berupa unit-unit teks yang merujuk pada kutipan dalam novel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan penganalisisan dilakukan dengan teknik hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan keakuan dalam novel Mine karya Dewi Wulansari tidak hanya ditemukan pada tokoh utama saja, melainkan juga beberapa tokoh pendukung. Dorongan keakuan yang ditemukan pada tokoh utama cenderung kompleks, karena terbagi ke dalam beberapa sub-superioritas yang merujuk pada superioritas besar (akhir). Sedangkan pada tokoh pendukung, dorongan keakuan cenderung singkat dan berhasil dicapai hanya dengan satu kali perjuangan. Dorongan keakuan diklasifikasikan ke dalam tiga permasalahan, yaitu permasalahan percintaan permasalahan sekolah, dan persahabatan (interaksi antar siswa).
Kata kunci: inferior, superioritas, pribad
- …
