200,240 research outputs found

    Peluang dan Tantangan Kalender Islam Internasional Mohammad Ilyas

    No full text
    Abstrak:         Keberadaan kalender Islam internasional sangat urgen, namun sampai saat ini belum ada metode dan kriteria yang mapan untuk dijadikan pedoman. Salah satu sarjana Muslim yang melakukan penelitian komprehensif untuk menemukan metode dan kriteria yang tepat adalah Mohammad Ilyas. Sistem kalender yang diusulkan Mohammad Ilyas memiliki dua unsur pokok yaitu: Pertama, hisab imkanu rukyat atau visibilitas hilal (crescent visibility); dan Kedua, Garis Tanggal Kamariah Antar Bangsa atau International Lunar Date Line (ILDL). Implementasi terwujudnya ILDL yang digagas oleh Mohammad Ilyas masih sangat sulit diterima oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan permulaan garis-garis tanggal tersebut setiap bulannya berubah-ubah dengan menyesuaikan kedudukan atau posisi hilal di mana wilayah pertama kali terlihat (imkanu rukyat), sehingga tidak memberikan kepastian garis nol derajatnya. Masyarakat Islam juga belum mampu memisahkan pergantian hari dengan IDL yang digunakan pada kalender Masehi sehingga terjadi double standard perubahan hari. Bagi Mohammad Ilyas, tantangan dan hambatan menuju unifikasi kalender Islam internasional menjadi tanggung jawab ilmiah bagi kaum intelektual Islam, sehingga tidak mustahil jika Ilyas memberikan sebuah harapan pasti akan tercapai unifikasi kalender Islam internasional pada tahun 2020 M/ 1442 H. Kata Kunci:   Mohammad Ilyas, Kalender Islam Internasional, Peluang dan Tantangan   Abstract:        The existence of the international Islamic calendar is very urgent, but until now there is no established method and criteria to be used as guidelines. One of the Muslim scientists who conducted comprehensive research to find appropriate methods and criteria is Mohammad Ilyas. The calendar system proposed by Mohammad Ilyas has two main elements: First, imkanu rukyat or crescent visibility; and Second, the International Armed Date Line or the International Lunar Date Line (ILDL). Implementation of the realization of ILDL initiated by Mohammad Ilyas is still very difficult to be accepted by society. This is because the beginning of the date lines are changing each month by adjusting the position or position of the new hilal where the area first seen (imkanu rukyat), so as not to provide certainty zero degrees. The Islamic community also has not been able to separate the change of days with the IDL that is used on the Christian calendar so that there is a double standard day change. For Mohammad Ilyas the challenges and obstacles to the unification of the International Islamic Calendar became a scientific responsibility for Islamic intellectuals. So it is not impossible if Ilyas gave a hope would be achieved unification of International Islamic Calendar in 2020 M / 1442 H. Keywords:      Mohammad Ilyas, International Islamic Calendar, Opportunities and Challenge

    Kesinleşmiş hapis cezasının infazı için ceza infaz kurumunda bulunan ergin kişinin kısıtlanması

    No full text
    Türk medeni hukukundaki kısıtlama nedenlerinden biri, Türk Medeni Kanunu’nun 407. maddesinde düzenleme altına alınan “özgürlüğü bağlayıcı ceza”dır. Bu maddenin her iki fıkrası da Anayasa Mahkemesi tarafından iptal edilmiştir. İlgili kararın Resmi Gazete’de yayımlanmasından başlayarak dokuz ay sonra yürürlüğe gireceği hüküm altına alınmıştır. Anayasa Mahkemesi’nin söz konusu kararı 23.06.2023 tarihinde Resmi Gazete’de yayımlanmıştır. Diğer taraftan, 12.03.2024 tarihinde Resmi Gazete’de yayımlanan “7499 sayılı Ceza Muhakemesi Kanunu ile Bazı Kanunlarda Değişiklik Yapılmasına Dair Kanun” m. 5 ile TMK m. 407’nin iki fıkrası da değiştirilmiştir.7499 sayılı Kanun ile birlikte “özgürlüğü bağlayıcı ceza” mutlak bir kısıtlama nedeni olmaktan çıkarılmıştır. Dolayısıyla, süresi önemli olmaksızın, özgürlüğü bağlayıcı ceza, doğrudan hükümlünün kısıtlanmasına neden olmamaktadır. Nitekim hükümlünün kısıtlanması, onun talepte bulunmasına bağlıdır (TMK m. 407/1). Ancak toplam kesinleşmiş hapis cezası süresinin beş yıl veya daha fazla olduğu durumlarda eğer hükümlünün kişiliğinin ya da malvarlığının korunmasına dair bir gereklilik de mevcutsa, talepte bulunmasa dahi, hükümlü kısıtlanabilmektedir (TMK m. 407/2)

    Çok eşlilik kurumunun Türk Medeni Hukuku çerçevesinde değerlendirilmesi

    No full text
    743 sayılı Türk Medeni Kanunu ile birlikte Türk medeni hukukunda yasak- lanmış olan çok eşlilikle, bu Kanun’un yürürlüğe girmesinden günümüze neredeyse yüz yıl geçmiş olmasına rağmen hâlâ karşılaşılabilmektedir. 864 sayılı Kanun m.9 gereğin- ce, 743 sayılı Türk Medeni Kanunu öncesi gerçekleşmiş olan çok eşli evlilikler geçerliliğini korumaya devam etmiştir. Ancak aradan geçen uzun süren nedeniyle bu evliliklerin günümüzde devam ediyor olması oldukça zordur. Diğer taraftan 4721 sayılı TMK m.130’daki evlenme engeline rağmen çok eşli evlilikler gerçekleşebilmektedir. 4721 sayılı TMK m.145/b.1’in eşlerden herhangi birinin evlilik esnasında evli olmasını mut- lak butlan sebebi olarak kabul etmesi m.130’a rağmen çok eşlilikle karşılaşılabileceğine işaret etmektedir. Ayrıca bazı ülkelerin hukuk düzenleri çok eşli evliliklere belirli şartların varlığı durumunda müsaade etmektedir. Söz konusu ülkelerden herhangi birinin vatandaşı iken geçerli şekilde birden fazla kişiyle evlenmiş olan bir kimse, sonradan Türk vatandaşlığını kazanabilmektedir. Bu durumda, Türk vatandaşlığını sonradan kazananların çok eşliliği gündeme gelebilmektedir.No sponso

    PERAN KH. ZAENI ILYAS DALAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN DI RAWALO KABUPATEN BANYUMAS (1932-2020 M)

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai peran dari KH. Zaeni Ilyas dalam pendidikan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Rawalo Kabupaten Banyumas (1932-2020 M). Penelitian ini mengkaji mengenai pelbagai peran yang dilakukan dengan tujuan agar bisa menjadi teladan yang baik bagi generasi saat ini serta secara singkat mengulas mengenai biografinya. Hal ini dilatarbelakangi atas sumbangsih KH. Zaeni Ilyas dalam berdakwah melalui pelbagai media serta berperan dalam bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana data diambil melalui proses observasi, wawancara dan penganalisaan data mengenai pelbagai peran yang dilakukan oleh KH. Zaeni Ilyas. Pelbagai pisau analisis yang digunakan beragam oleh karena penulis ingin mengharapkan hasil yang komprehensif, sebagai kajian tokoh maka yang pertama digunakan adalah teori yang berhubungan dengan peran, serta ditambah dengan pendekatan-pendekatan seperti pendekatan historis serta pendekatan sosiologi agama. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini bahwa KH. Zaeni Ilyas merupakan kyai atau tokoh mashur di kawasan Banyumas Selatan yang kehidupanya dicurahkan untuk kepentingan penyebaran Islam dan kebaikan umat. Hal ini bisa dilihat dari pelbagai aktivitas yang ia lakukan misalnya dalam hal pendidikan keagamaan ia mendirikan pondok pesantren, sekolah-sekolah formal dan perguruan tinggi. KH. Zaeni Ilyas termasuk kyai yang produktif dalam menulis kitab dan menjadi tokoh yang dihormati, mengingat kedalaman serta pemahaman yang luas mengenai pelbagai bidang agama yang ia kuasai. Mengingat petualangan belajar keagamaanya terbilang lama dan jauh, karena bagaimanapun ia memang amat sangat mencintai ilmu pengetahuan. Dalam hal sosial kemasyarakatan ia aktif dalam mengurusi dan mengelola ormas keagamaan dan pembina salah satu tarekat yang ada di Indonesia, hal ini sebagai bentuk pertanggung jawabannya kepada masyarakat sekitar. Karena pelbagai peran itulah dan inovasi-inovasi yang dilakukan KH. Zaeni Ilyas semakin menambah nilai manfaat positif didalam masyarakat itu sendiri. Kata Kunci: KH. Zaeni Ilyas, Pendidikan Keagamaan dan Sosial Kemasyarakata
    corecore