111 research outputs found
Pranayama Nadi Sodhana untuk Meredakan Overthinking
Overthinking is an act of overthinking something for a long time. Overthinking can be done by anyone, both young and old. This study was conducted to determine the causes and effects of overthinking, along with appropriate pranayama to relieve it. This research is a qualitative research using the literature review method and modified with the opinions and thoughts of the author. Overthinking is caused by many factors, both internal and external, such as a lack of ability to manage negative emotions and negative thoughts that arise, an unsupportive environment and unpleasant past experiences, as well as problems in life. Overthinking can interfere with physical and psychological health, such as stress and anxiety, insomnia, headaches, digestive system disorders, as well as hypertension and heart disease. Overthinking can be relieved by concentration and relaxation through pranayama nadi sodhana.Keywords : overthinking, pranayama, nadi sodhana, yog
NU - abstract : political aesthetic
Supplement to "NU-Abstract : Political Aesthetics" exhibition by Dewa Ngakan Made Ardana, Gede Mahendra Yasa, I Putu Bonuz Sudiana, Kemalezedine, and Ketut Moniarta at Nadi Gallery, 5-22 July, 2018.44 p. : col. ill. ; 26 cm
Kata pengantar "Candra Brata"
Abstract
Skrip karya seni ini secara substansinya merupakan uraian atau deskripsi dari suatu karya komposisi Karawitan Kreasi pepanggulan yang digarap dan disajikan
The impact of service quality, price, and perceived convenience on customer loyalty in conventional building material stores
The study aimed to determine the effect of service quality, price, and perceived convenience on customer loyalty at the building material store UD. Puspa Nadi, located in Badung Regency. The population in this study comprised all residents of Badung Regency, totaling 543,681 people. The sampling technique used was purposive sampling, which involves selecting respondents based on specific criteria to ensure they are relevant to the study topic. The number of respondents was determined using the Slovin formula, resulting in a total sample of 100 respondents. The data analysis technique used to test the hypotheses in this study was multiple linear regression analysis. Based on the results, it was found that service quality, price, and perceived convenience had a significant positive effect on customer loyalty, both partially and simultaneously. These results indicate the higher the quality of services provided by UD. Puspa Nadi, the more affordable the prices of building materials offered to consumers, and the higher the perception of customer convenience when transacting with UD. Puspa Nadi, the greater the increase in customer loyalty
PERBAIKAN WAKTU ISTIRAHAT PENYETERIKA PADA PERUSAHAAN LAUNDRY MADE DI KEROBOKAN BADUNG
Abstrak
Mengelola waktu yang terdiri dari 24 jam, harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Secara umum waktu sehari tersebut dibagi menjadi tiga kegunaan yaitu: 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk bersosialisasi dan 8 jam untuk tidur. Jam kerja optimal manusia adalah 8 jam, dengan 1 kali makan siang dan dengan 2 kali rehat pendek. Jika dipandang perlu maka lembur bisa diadakan dengan menambah 3-4 jam setelah delapan jam kerja, dengan makan malam dan 1 kali rehat pendek. Penyetrika bekerja menggunakan mesin setrika dengan operator minimal 2 orang, dengan jam kerja 8 jam sehari, sehingga operator akan terpapar panas dari mesin selama waktu menyetrika. Dengan kondisi kerja seperti itu operator mendapat beban kerja tambahan berupa panas. Kondisi kerja di lapangan menunjukkan, setrika yang dipakai adalah jenis setrika roll, 3 orang penyetrika bekerja bersama-sama, 2 orang memasukkan bahan yang disetrika dan 1 orang mengambil hasil setrikaan. Kelembaban udara pada ruang setrika 80%, Denyut nadi kerja 150, tergolong kerja sangat berat. Upaya menurunkan beban kerja adalah penyetrika diusahakan memperpendek paparan panas dari mesin setrika dengan cara, menambah waktu istirahat dengan memberikan istirahat pendek setiap 1 jam. Untuk memberikan istirahat pendek pihak perusahaan harus menambah 1 orang tenaga setrika pada setiap shift sehingga jika 1 orang sedang istirahat pendek tenaga setrika yang bekerja tetap 3 orang. Biaya yang dikeluarkan pihak perusahaan akan bertambah karena ada penambahan tenaga kerja.
Kata Kunci: waktu istirahat, penyetrika, laundry made
Abstract
Managing time which consist of 24 hour], have to earn to be exploited better. In general the time one day divided to become three usefulness that is: 8 hour/ to work, 8 hour for have socialization and 8 hour for the sleep of. Optimal office hours of human being is 8 hour/, by 1 times lunch and by 2 times rest shortly. If considered necessary hence overtime can be performed by adding 3-4 hour after eight office hours, with dinner and 1 times rest shortly. Fresher work to use machine iron with minimum operator 2 people, with office hours 8 hour one day, so that operator of hot hiting of machine during iron. With condition of activity like that operator get additional work load in the form of heat. Condition of activity in field show, iron weared by type iron roll, 3 people of fresher work together, 2 people enter ironed materials and 1 people take result of iron. Dampness of air at room iron 80%, Pulse work 150, pertained activity very heavy. Strive to degrade work load is fresher laboured to cut short hot presentation of machine iron by, adding breathing space by giving short rest each;every 1 hour. To give short rest of company party ide have to add 1 energy people iron in each shift so that if 1 people is taking a rest is short of laboring iron energy remain to 3 people. Expense of which by company party will increase caused by addition of labour
Keyword: rest time, fresher, Made Laundr
ANALISIS DAMPAK KENAIKAN BBM TERHADAP TARIF ANGKUTAN UMUM
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sangat menentukan besarnya tarif pada angkutan umum, BBM juga merupakan urat nadi dari transportasi, Tahun lalu harga minyak berkisar pada angka USD 80/barrel. Sementara tahun ini harga minyak naik drastis pada tingkat USD 130/barrel. Oleh sebab itu pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM dengan menaikkan Harga BBM dalam negeri dan pada tanggal 24 mei 2008 yaitu dari Rp.4500 menjadi 6000. Tentunya dengan naiknya harga BBM sangat berpengaruh dengan tariff angkutan umum, dimana para operator pasti akan menyesuaikan kenaikan harga BBM dengan tarif, karena sudah pasti para regulator tidak mau rugi .Tapi disisi lain para operator dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit dimana tanpa menaikkan tarif saja pengguna jasa angkutan umum sangat sedikit, apalagi dengan menaikkan tarif angkutan umum. Berkenaan dengan uraian diatas, penulis melakukan analisis untuk mengetahui tarif atau sewa yang layak yang harus di bayar penumpang, sebelum dan sesudah harga BBM naik. Total Biaya Operasi Kendaraan (BOK) per bus per tahun yang di dapat dari hasil perhitungan untuk trayek Ubung-Tegal adalah sebesar = Rp. 4.822,54 /km. Tarif yang dihasilkan berdasarkan perhitungan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) adalah Rp. 2.450 / penumpang, dengan perhitungan jumlah penumpang 100%penuh. Dari hasil wawancara tarif yang berlaku untuk trayek Ubung-Tegal adalah Rp. 3.000, sehingga usaha angkutan umum penumpang dalam kota cukup menjanjikan, tapi masalah yang ada di lapangan adalah memenuhi tingkat isian ideal tersebut. Pada kondisi saat ini di Kota Denpasar, khususnya pada Trayek Ubung-Tegal , tingkat isian riil adalah berkisar antara 3-5 penumpang atau 36 %, kondisi ini sangat jauh dari tingkat isian ideal. Jadi dengan kondisi seperti itu kelangsungan dari microbus tersebut sangat sulit dipertahankan dan lama kelamaan semua angkot akan gulung tikar seandainya tidak ada tindakan dari instansi terkait. Komponen biaya langsung yang sangat berpengaruh adalah biaya penyusutan kendaraan, biaya buga modal, gaji sopir, bahan bakar dan biaya tak langsung
- …
