1,720,985 research outputs found
MODEL EMIL (EDUCATION FOR MYOCARDIAL INFARCTION LITERACY) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN JANTUNG PADA PASIEN ST ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION
Latar Belakang: Tingginya angka perawatan ulang dan angka kematian setelah pemulangan pada pasien STEMI menuntut adanya perubahan gaya hidup secara paripurna sejak fase akut sampai pemulihan. Perawat memiliki peran penting sebagai pendidik/educator bagi pasien dalam melakukan upaya perubahan perilaku kesehatan. Namun intervensi yang tersedia belum bersifat memberikan dukungan dan belum disusun sesuai dengan kebutuhan pasien. Untuk itu, penting bagi pasien melakukan upaya peningkatan kesehatan jantung yang diajarkan melalui pendidikan kesehatan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah terbentuknya model Education for Myocardial Infarction Literacy (EMIL) untuk pendidikan kesehatan pada pasien infark miokard akut dengan ST elevasi (STEMI) yang berpengaruh dalam peningkatan kesehatan jantung.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian multi phases yang terdiri dari 4 tahap penelitian. Penelitian tahap I terdiri atas 2 bagian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan survey deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi substansi pendidikan kesehatan pasien infark miokard pada saat rawat inap dan pasca rawat inap. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengidentifikasi harapan pasien terhadap konstruksi pendidikan kesehatan khususnya metode dan media pendidikan kesehatan. Penelitian tahap II dilakukan untuk penyusunan blue print Model EMIL dan penelitian tahap III adalah pengembangan model EMIL. Penelitian tahap IV menggunakan desain non-equivalent control group, time series design. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan perorangan sebanyak 2 sesi yang diikuti dengan pemberian video edukasi. Pengukuran variabel dilakukan pada awal rawat inap, 1 bulan dan 3 bulan setelah pengukuran pertama. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, sikap, perilaku kesehatan jantung, status emosional, perawatan ulang dan kematian. Analisis statistik yang digunakan adalah t-test dan General Linear Model-repeated measures (GLM-RM).
Hasil: Hasil penelitian tahap I menunjukkan kebutuhan belajar yang tinggi dari pasien infark miokard pada saat di ruang rawat inap (Mean ± SD = 4,19 ± 0,39) dan pasca rawat inap (Mean ± SD = 4,15 ± 0,35). Harapan pasien tentang media pendidikan kesehatan adalah media cetak dan audiovisual sedangkan metode pendidikan kesehatan adalah ceramah individual. Pada tahap II dan III terbentuk Model EMIL yang terdiri dari pemberian dua sesi pendidikan kesehatan tatap muka perorangan dengan media berupa modul pendidikan kesehatan dan video edukasi. Hasil penelitian tahap IV menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan, peningkatan sikap, peningkatan perilaku, dan penurunan status emosional antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p <0,05), serta tidak ditemukan adanya perawatan ulang dan kematian.
Kesimpulan: Model Education for Myocardial Infarction Literacy (EMIL) yang dibentuk sesuai dengan substansi kebutuhan belajar pasien dan harapan pasien tentang konstruksi pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku kesehatan jantung dan menurunkan status emosional pasien yang dapat berpengaruh terhadap penerapan perubahan gaya hidup
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
