28 research outputs found

    Batik Warna Alam: Antara harapan dan kenyataan (Studi pada Industri Batik Rumahan di Jarum, Klaten)

    No full text
    Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan telah dipublikasikan di jurnal lain

    Pemulihan Korban Kekerasan dalam Berpacaran dengan Teknik Desensitisasi Sistematis: Studi Kasus di Kota Salatiga

    No full text
    Kecemasan adalah sebuah kegelisahan atau ketakutan pada sesuatu yang bisa dirasakan oleh semua manusia, termasuk perempuan korban kekerasan dalam berpacaran (KDP). Perempuan yang mengalami kecemasan dalam berpacaran disebabkan oleh perilaku kasar yang terus-menerus dilakukan oleh pasangannya yaitu tindakan kekerasan baik kekerasan secara fisik, psikis, maupun secara ekonomi. Perempuan korban kekerasan dalam berpacaran dapat menyebabkan munculnya beberapa perilaku negatif diantaranya suka melamun, perasaan cemas yang berlebihan, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, rasa takut pada laki-laki, dan selalu berprasangka buruk pada sesuatu yang belum mungkin akan terjadi.Dampak kekerasan ini cukup banyak ditemui pada perempuan yang menjalin hubungan berpacaran. Di Indonesia, berdasarkan data dari Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan tahun 2017 menyebutkan fenomena KDP menempati urutan kedua setelah kekerasan terhadap istri (KTI). Dijelaskan bahwa kasus ini terus meningkat setiap tahun dan jumlahnya cukup besar, pada tahun tersebut terdata 2.171 kasus. Penelitian ini berusaha menjawab fenomena yang ada dengan memberikan intervensi kepada perempuan yang mengalami kecemasan akibat dari KDP di Kota Salatiga. Intervensi ini merupakan terapi dengan teknik desensitisasi sistematis (TDS) yang diberikan kepada dua orang partisipan.Berdasarkan hasil intervensi ditemukan bahwa kedua partisipan merasakan lebih tenang, perasaan cemas berkurang, lebih rileks dari sebelumnya, dan selalu berfikir positif dalam kondisi apapun. Peneliti juga melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi untuk mengetahui efek TDS, hasil pengukuran menunjukan terjadi penurunan tingkat kecemasan pada kedua partisipan. Penurunan tingkat kecemasan bervariasi tergantung masalah dan pemahaman partisipan dalam proses intervensi. Kedua partisipan ini telah mengikuti intervensi sesuai dengan prosedurnya seperti memberikan rasional, memberikan ikhtisar, membuat hirarki, memberikan latihan relaksasi, dan kegiatan inti TDS. Penelitian ini berhasil dilakukan dalam mereduksi tingkat kecemasan perempuan korban kekerasan dalam berpacara

    Praksis Perempuan Penenun Menjaga Budaya Tenun Ikat Dari Prespektif Pierre Bourdieu (Studi Khasus Kabupaten Sumba Timur).

    No full text
    Tenun ikat Sumba adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang merupakan karya penenun, khususnya perempuan. Para penenun menjadikan pekerjaan menunun sebagai sumber ekonomi sehari-hari. Dalam perkembangannya Tenun Sumba mengalami proses modernisasi sehingga mendorong usaha tenun semakin berorientasi pada kebutuhan pasar. Namun ditengah gempuran arus moderenisasi ini, masih ada perempuan penenun yang masih tekun mempertahankan tenun ikat asli. Paper ini akan memaparkan Praksis penenun yang dipaparkan dalam tiga hal, antara lain; habitus penenun sebagai sumber kekuatan; modal yang dimiliki penenun; arena produksi tenun. Dengan mengunakan teori Pierre Bourdieu (habitus x modal) + ranah= praktik. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan mengunakan metode studi kasus. Industri kain tenun ikat adalah suatu industri rumahan yang mengasilkan produk berupa barang jadi, dimana pelaku industri kain tenun ini sebagian besar adalah wanita yang bekerja di rumah-rumah mereka secara paruh waktu. Tenun adalah bagian dari pengalaman perempuan dan identitas perempuan, sedangkan menenun adalah pengalaman dan ketrampilan yang telah diajarkan sejak dulu yang telah diturunkan dari orang tuanya secara turun temurun ke anak perempuannya sejak masih kecil, serta telah menjadi pengetahuan alami yang ada dalam diri mereka yang terjadi secara informal yang menjadikannya sebagai modal, identitas dan kekuatan perempuan. Dalam mengerjakan tenun dan menghasilkan karya tenun, kebanyakan para penenun masih mempertahakan dan mengunakan bahan alami dalam memproduksi kain tenun ikat, walaupun tergolong lama proses produksi kain tenun

    Vocal-Point Kebijakan: Praksis dalam Transformasi Klaster Tenun-Ikat Berbasis Kearifan Lokal dari Perspektif Ekofeminisme di Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    East Sumba Regency is included in the 3T area category (underdeveloped, isolated, and poorest). Covid-19 pandemic, flash floods, and Seroja hurricane are predicted to increase the worsening poverty. This condition encourages the pursuit internal strength to increase the community’s resilience. This paper describes two findings: 1) the praxis of focal point in the transformation of local wisdom-based tenun ikat (handwoven fabric) clusters from an ecofeminism perspective, and 2) best practices as the basis of integrating tenun ikat in the Regional Medium-Term Development Plan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/RPJMD) of East Sumba Regency. The paper uses several conceptual frameworks such as agent, agency, and agent network from an ecofeminism perspective. The research used the Participatory Action Research method from an ecofeminism perspective. The results show that the praxis of the focal point is significant in the transformation of local wisdom-based tenun ikat and the supervision of the integration of tenun ikat in policies implemented in the RPJMD of East Sumba Regency in 2021-2025

    Mengharap Kehadiran Wakil Legislatif Perempuan pada Masa Pandemi Covid-19 : Kajian Awal

    No full text
    Tulisan ini merupakan kajian awal, dimaksudkan untuk melihat apakah wakil perempuan di legislatif hadir dan berkontribusi bagi perempuan di masyarakat selama masa pandemi Covid-19
    corecore