238 research outputs found
Profil Universitas Diponegoro
Universitas Diponegoro yang lebih dikenal dengan singkatan Undip, adalah sebuah Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Swasta dan baru mendapat status sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 1961. Kata Diponegoro diambil dari nama pahlawan nasional yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat ini turut menginspirasi pendirian Undip.
Terkait hubungan Indonesia dengan Malaysia yang memanas, pada Agustus 2009, rektor perguruan tinggi Susilo Wibowo menyatakan bahwa Universitas Diponegoro Semarang sudah berhenti menerima pelajar Malaysia bagi tahun akademik 2009-10
PROGRAM PUBLIC RELATIONS UNDIP
Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuda di tanah air, Undip akan terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan Universitas lain di Indonesia. Salah satu cara adalah mendayagunakan Public Relation secara maksimal.
Oleh karena itu, sejak awal tahun 2009 lalu, Publik Relations Undip, yang dipimpin kepalanya, Drs. Agus Naryoso, MSi, menyusun konsep program baik ke dalam (internal)maupun ke luar (external) secara terpadu dan bersinambungan demi kemajuan Undip di masa sekarang dan akan datang
HUMAS UNDIP MASIH DIPERSIMPANGAN JALAN
PENDAHULUAN
PERSAINGAN antarperguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta semakin ketat, terutama berubahnya status sejumlah PTN di republik ini menjadi badan hukum pendidikan milik negera (BHPM), sehingga PTN ini pun banyak membuka kelas-kelas nonreguler, di luar SPMB (seleksi penerimaaan mahasiswa baru) sebagai program reguler. Perubahan status PTN ini, pada kenyataannya telah “menyedot” mahasiswa PTS, dalam beberapa tahun berselang ini, masuk ke kelas nonreguler PTN. Akhirnya, sejumlah PTS “menjerit” kekurangan mahasiswa, bahkan sejumlah PTS terancam kolaps atau tutup karenanya.Persaingan yang semakin ketat antarperguruan tinggi, tentunya perlu dilakukan pendekatan strategi lain, yaitu sudah mulai harus mengedepankan aspek citra dan reputasi perguruan tinggi melalui kegiatan atau upaya-upaya public relations (PR/humas).
Dunia humas saat ini sudah memasuki era yang disebut era kompetisi, di mana pembentukan, pemeliharan dan peningkatan citra (termasuk reputasi) menjadi sangat krusial (penting).Pencitraan dan reputasi perguruan tinggi (PT) sekarang ini bukan lokal lagi, tetapi harus go national dan go international.
Diibaratkan, PT saat ini jangan berenang di kolam, sedikitnya harus di danau dan sungai besar, kalau memungkinkan sudah harus mulai berenang di samudra yang luas, yang banyak “ikannya” untuk memperluas kiprah PT dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi opini, sikap, dan perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur suatu individu atau sebuah organisasi dengan kepentingan publik, dan nmerencanakan serta melaksanakan program aksi untuk memeroleh pengertian dan dukungan publik (Cutlip, Center dan Broom. 200: 4)
OUTCOMES DARI HUBUNGAN JANGKA PANJANG ANTARA HUMAS UNIVERSITAS DAN MEDIA DI SEMARANG
viii
OUTCOMES DARI HUBUNGAN JANGKA PANJANG ANTARA HUMAS UNIVERSITAS DAN MEDIA DI SEMARANG
Abstrak
Humas universitas telah melakukan evaluasi kesuksesan dan kegagalan mereka berdasarkan pada outputs seperti jumlah siaran pers yang dibuat, jumlah berita yang dimuat di media, panjang kolom yang dipublikasikan sebagai cerita. Walaupun penting untuk tetap mempertahankan pengukuran outputs, lebih penting untuk mengukur outcomes dan kualitas hubungan organisasi dan publik kuncinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur outcomes hubungan jangka panjang humas universitas dan media di Semarang. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan komunikasi antar pribadi yang diuraikan dalam 4 variabel yakni kepercayaan, komitmen, kendali bersama dan kepuasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan pada media di Semarang. Penelitian kualitatif dilakukan pada enam humas universitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan humas universitas negeri dipersepsikan media lebih baik daripada humas universitas swasta. Persepsi media tentang kepercayaan, komitmen, kendali bersama dan kepuasaan adalah berdasarkan perilaku humas universitas dalam melakukan kegiatan media relations. Perbedaan persepsi ditemukan antara persespsi humas universitas dan media. Perbedaan ini menyangkut persepsi tentang bagaimana humas universitas memposisikan peran dan apa yang telah mereka lakukan dalam media relations dan bagaimana persepsi media tentang hal tersebut. Perbedaan ini menemukan ada beberapa humas universitas yang menilai mereka telah berperan dan melakukan tugasnya dalam media relations dengan baik, namun media mempersepsikan buruk. Sebaliknya, ada beberapa humas universitas yang menilai mereka belum berperan dan melakukan tugasnya dalam media relations dengan baik, namun media mempersepsikan mereka telah melakukan dengan baik.
Disarankan humas universitas menggunakan pengukuran outcomes dalam evaluasi kegiatan humas mereka. Humas universitas negeri diminta untuk mempertahankan kuantitatas dan kualitas persepsi media. Humas universitas swasta diminta untuk menambah jumlah publik media untuk kegiatan media relations dan merubah persepsi mereka tentang manajemen media relations yang ideal.
Key Words: hubungan masyarakat, media relations, mixed methodology, outcomes hubungan.
ix
OUTCOMES OF LONG TERM RELATIONSHIP BETWEEN PUBLIC RELATIONS UNIVERSITY AND MEDIA IN SEMARANG
Abstract
Public relations university has done their success and failure evaluation based on outputs such as numbers of press release, numbers media exposure, number of column that published as story. Never before it had done mini thesis about outcomes although it is important to keep outputs but, it is more important to measure outcomes and quality of organization relations and its key public. This paper uses
The mini thesis objective is to measure outcomes long term relationship between PR universities and media in Semarang. Means to answer the mini thesis question and mini thesis objective is done by using interpersonal communication approach which is outlined in 4 variables such as trust, commitment, mutual control and satisfaction. Mini thesis method in this paper uses mixed method quantitative and qualitative. Quantitative mini thesis is done to media in Semarang. Qualitative mini thesis is done to six PR universities.
Mini thesis finding shows state universities got better media perception than private universities. Media perceptions consist of trust, commitment, mutual control and satisfaction which are based on public relations universities attitudes on media relations. Difference perception is found between media perception and public relations university perception. The differences are about perception on how public relations universities positioned their role and what they had done in media relations and how media perception upon them. These differences found several public relations universities perception about their role and their duty in media relations are better but, media perceptions are bad. The other way there are several public relations universities perception about their role and their duty in media relations yet good enough but, media perceptions are good
Public relations universities are suggested to use outcomes measurement to evaluate their public relations activities. PR of state university is demanded to keep their quantity and quality of media perception. PR of private university is demanded to increase their number of media publics for media relations activities and to change their mind set about ideal media relations management.
Key Words: public relations, media relations, mixed methodology, relationship outcomes.
OUTCOMES DARI HUBUNGAN JANGKA PANJANG ANTARA HUMAS
UNIVERSITAS DAN MEDIA DI SEMARANG
Malta Nur Doa
Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro Semarang
Abstrak
Humas universitas telah melakukan evaluasi kesuksesan dan kegagalan mereka
berdasarkan pada outputs seperti jumlah siaran pers yang dibuat, jumlah berita
yang dimuat di media, panjang kolom yang dipublikasikan sebagai cerita.
Walaupun penting untuk tetap mempertahankan pengukuran outputs, lebih
penting untuk mengukur outcomes dan kualitas hubungan organisasi dan publik
kuncinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur outcomes hubungan
jangka panjang humas universitas dan media di Semarang. Upaya menjawab
permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan
komunikasi antar pribadi yang diuraikan dalam 4 variabel yakni kepercayaan,
komitmen, kendali bersama dan kepuasan. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan
pada media di Semarang. Penelitian kualitatif dilakukan pada enam humas
universitas. Hasil penelitian ini menunjukkan humas universitas negeri
dipersepsikan media lebih baik daripada humas universitas swasta. Persepsi media
tentang kepercayaan, komitmen, kendali bersama dan kepuasaan adalah
berdasarkan perilaku humas universitas dalam melakukan kegiatan media
relations. Perbedaan persepsi ditemukan antara persespsi humas universitas dan
media. Perbedaan ini menyangkut persepsi tentang bagaimana humas universitas
memposisikan peran dan apa yang telah mereka lakukan dalam media relations
dan bagaimana persepsi media tentang hal tersebut. Perbedaan ini menemukan ada
beberapa humas universitas yang menilai mereka telah berperan dan melakukan
tugasnya dalam media relations dengan baik, namun media mempersepsikan
buruk. Sebaliknya, ada beberapa humas universitas yang menilai mereka belum
berperan dan melakukan tugasnya dalam media relations dengan baik, namun
media mempersepsikan mereka telah melakukan dengan baik. Disarankan humas
universitas menggunakan pengukuran outcomes dalam evaluasi kegiatan humas
mereka. Humas universitas negeri diminta untuk mempertahankan kuantitatas dan
kualitas persepsi media. Humas universitas swasta diminta untuk menambah
jumlah publik media untuk kegiatan media relations dan merubah persepsi
mereka tentang manajemen media relations yang ideal.
Key Words: hubungan masyarakat, media relations, mixed methodology, outcomes
hubungan.
Pendahuluan
Humas universitas memiliki fungsi yang melekat pada manajemen dalam
menjalin dan membina hubungan harmonis dengan publik internal dan fungsi
yang kedua yakni terkait fungsi komunikasi untuk menciptakan komunikasi dan
mengatur arus informasi dengan publik eksternal demi tercapinya citra positif bagi
kedua belah pihak. Semakin banyaknya praktisi dan akademisi kehumasan
meyakini bahwa tujuan dasar dari humas adalah untuk membangun dan kemudian
meningkatkan hubungan yang berlangsung atau jangka panjang dengan publik
khusus dari organisasi. Penelitian hubungan humas dan publik membantu untuk
menentukan derajat dari organisasi dan publik khusus, secara khusus juga
memberikan pandangan mendalam pada manajemen dari organisasi dan
menampilkan nilai dari humas strategis.
Humas universitas telah melakukan evaluasi kesuksesan dan kegagalan
mereka berdasarkan pada outputs seperti jumlah siaran pers yang dibuat, jumlah
berita yang dimuat di media, panjang kolom yang dipublikasikan sebagai cerita.
Pengukuran outputs melihat berapa banyak perhatian pelayanan media yang
didapatkan. Pengukuran outputs menyampaikan sedikit tentang efek medium
komunikasi yang digunakan pada publik yang melihatnya. Outputs tidak
menyampaikan jika publik memperhatikan pesan dari humas dan tidak mengukur
kualitas hubungan antara organisasi dan publik. Evaluasi ini melalui pendekatan
simetris satu arah yakni dilihat dari sisi efek komunikasi yang dilakukan humas
universitas .
Berbagai humas universitas di Semarang memiliki target pencapaiaan dan
kegiatan yang berbeda setiap tahun. Target ini mencakup berapa peningkatan
media coverage dan outputs kegiatan. Sebagai contoh humas Undip yang
memiliki target mengirimkan siaran pers ke 20 media di Semarang yang ketika
dievaluai 85 persennya dimuat. Berbeda dengan humas universitas lain yang
target media kurang dari 20 media. Tentu hasilnya tidak dapat dibandingkan satu
sama lain. Jumlah kegiatan yang dilakukan terkait dengan media relations pun
berbeda setiap universitas dan setiap tahunnya.
Data tambahan penelitian humas universitas di Semarang menyebutkan
peran humas di universitas negeri cenderung bertindak sebagai communication
technician dan hanya sedikit berperan sebagai communication facilitator
(Luqman, 2011 : 38). Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh
humas belum mencapai pada level outcome hubungan dan baru pada level outputs
kegiatan. Salah satu keterbatasan dari evaluasi outputs adalah evaluasi ini terbatas
pada model komunikasi satu yakni evaluasi yang dilakukan pada humas dan
dilakukan oleh humas itu sendiri yang sesuai dengan peran humas sebagai
communication technician.
Lindenmann mengatakan walaupun penting untuk tetap mempertahankan
pengukuran outputs, lebih penting untuk mengukur outcomes dan kualitas
hubungan organisasi dan publik kuncinya(1994 : 18). Keterbatasan dari evaluasi
pengukuran kesuksesan dan kegagalan humas universitas melalui pengukuran
outputs menjadi permasalahan komunikasi. Menjawab permasalahan keterbatasan
pengukuran outputs perlu dilakukan evaluasi pengukuran melalui pengukuran
outcomes dari hubungan jangka panjang humas universitas di Semarang.
Penelitian ini dilakukan terhadap humas universitas di Semarang karena
menjawab keterbatasan dari model evaluasi outputs dan mereka memiliki publik
kunci yang sama yakni pihak media di Semarang. Data dari penelitian ini akan
dijadikan acuan untuk membuat peringkat outcomes dari hubungan jangka
panjang humas universitas di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk
mengukur dan menjelaskan outcomes dari hubungan jangka panjang antara humas
universitas dengan media di Semarang.
Huang (1998 : 12) mendefinisikan hubungan organisasi dan publik sebagai tingkat
dimana organisasi dan publiknya percaya satu sama lain, setuju pada kewenangan
satu pihak untuk memengaruhi, pengalaman kepuasan masing-masing dan
komitmen satu dengan yang lain. Para peneliti mengembangkan sebuah instrumen
pengukuran yang mencakup dimensi hubungan yakni kepercayaan, kendali
bersama, kepuasaan hubungan dan komitmen hubungan. Huang menambahkan
dimensi yang merefleksikan karakter dari budaya timur.
Skala Huang (2001 : 82) membuktikan bahwa empat dimensi yang
mencakup kepercayaan, komitmen, kendali bersama dan kepuasan memiliki
reliabilitas dan validitas yang baik dimana sebuah organisasi dapat
menggunakannya untuk memahami lebih baik persepsi publiknya melalui kualitas
hubungan dan demikian meningkatkan praktik humas. Para peneliti merancang
instrumen pengukuran ini untuk dapat digunakan oleh organisasi yang berbeda.
Mereka memberi saran untuk menyesuaikan skala atau menambahkan agar sesuai
dengan kebutuhan penelitian untuk mengukur hubungan organisasi dan publiknya.
Grunig dan Huang (1999: 38) mengembangkan indikator yang dapat
dipercaya dari persepsi publik terhadap hubungan organisasi dan publik. Awal
mula skala pengukuran mereka terdiri dari enam indikator yakni : kepercayaan,
kendali bersama, kepuasaan, komitmen, hubungan komunal dan pertukaran
hubungan.
Metoda
Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif dan kualitatif. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan
fakta dan identifikasi (Basuki, 2006 : 111). Teknik dan instrument khusus dapat
digunakan untuk mengatasi kelemahan peneliti. Keandalan mengacu pada
konsistensi teknik atau instrument yang digunakan.
Penelitian dengan metoda penelitian campuran menggunakan dua kategori
populasi. Populasi ini ditujukan pada penelitian kuantitatif dan kualitatif yang
akan dilakukan. Pada penelitian kuantitatif yang akan dilakukan, populasi yang
digunakan adalah seluruh media massa di kota Semarang. Populasi yang
digunakan pada uratan penelitian kualitatif dalam metoda penelitian campuran ini
adalah seluruh humas universitas negeri dan universitas swasta di Semarang.
Tambahan populasi dalam media di Semarang adalah kantor berita Antara.
Sampel humas universitas yang akan diteliti adalah sebagai berikut; (1)
Universitas Diponegoro; (2) Universitas Negeri Semarang; (3) Universitas Dian
Nuswantoro; (4); Universitas Islam Sultan Agung; (5) Universitas Katolik Soegija
Pranata; (6) Universitas Semarang.
Analisis data yang digunakan yakni analisis paralel campuran. Pada analisis data
ini dilakukan analisis bersamaan terhadap data kuantitatif dan kualitatif. Analisis
data kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur kecendrungan sentral yakni
melalui peringkasan kelompok pengamatan/penilaian ke dalam bentuk tunggal,
kemudian dilanjutkan dengan mengukur kedudukan relatif. Analisis data kualitatif
pada penelitian ini berkaitan dengan reduksi data yakni memilah-milah data yang
tidak beraturan menjadi potongan-potongan yang lebih teratur dengan mengoding,
menyusunnya menjadi kategori (memoing), dan merangkumnya menjadi pola dan
susunan yang sederhana. Kemudian, interpretasi yakni mendapatkan makna dan
pemahaman terhadap kata-kata dan tindakan para partisipan riset dengan
memunculkan konsep dan teori yang menjelaskan temuan (Daymon dan
Holloway, 2008 : 369).
Pembahasan
Persepsi Media dan Humas tentang Kepercayaan
Media menilai kepercyaan dan keinginan dari humas universitas negeri untuk
terbuka adalah yang paling banyak dan paling baik dibandingkan dengan
universitas swasta. Unika memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas swasta
dan Undip memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas negeri pada
penilaiaan ini.
Humas universitas mempersepsikan beragam tentang kepercayaan dalam
media relations. Humas universitas terbagi menjadi dua yakni humas universitas
negeri dan swasta dimana humas universitas negeri disimpulkan bahwa humas
universitas negeri memiliki kepercayaan pada media lebih luas. Humas universitas
swasta memiliki kepercayaan yang lebih selektif kepada media, sehingga hanya
beberapa media yang dipercaya oleh humas universitas swasta.
Temuan ini ada yang konsisten dan ada yang tidak konsisten. Temuan ini
konsisten ketika persepsi media yang menilai humas universitas memiliki
kepercayaan yang kurang optimal dan didukung dengan persepsi humas yang
menyatakan kepercyaan pada media yang mereka lakukan adalah lebih selektif.
Temuan yang konsisten ditemukan juga pada persepsi media dan humas dimana
media yang menilai kepercayaan pada humas sudah cukup baik dan humas
universitas mempersepsikan kepercayaan kepada media yang luas.
Temuan yang tidak konsisten juga ditemukan ketika persepsi media yang
menilai humas universitas memiliki kepercayaan yang cukup baik dan persepsi
humas yang menyatakan kepercyaan pada media yang mereka lakukan adalah
lebih selektif. Temuan yang tidak konsisten ditemukan juga pada persepsi media
dan humas dimana media yang menilai kepercayaan pada humas sudah kurang
optimal dan humas universitas mempersepsikan kepercayaan kepada media yang
luas.
Persepsi Media dan Humas tentang Komitmen
Media menilai komitmen hubungan yang terbentuk dengan humas universitas
negeri lebih sebanding dengan apa yang telah masing-masing upayakan untuk
saling mempertahankan dan memajukan jika dibandingkan dengan universitas
swasta. Unika memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas swasta dan Undip
memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas negeri pada penilaiaan ini
Humas universitas mempersepsikan beragam tentang komitmen dalam
media relations. Humas universitas terbagi menjadi dua yakni humas universitas
yang memiliki komitmen yang tinggi dan rendah dimana humas universitas yang
memiliki komitmen tinggi disimpulkan bahwa humas universitas memiliki variasi
kegiatan personal media relations yang lebih banyak. Humas universitas memiliki
komitmen yang rendah ketika variasi kegiatan personal media relations sedikit.
Temuan ini ada yang konsisten dan ada yang tidak konsisten. Temuan ini
konsisten ketika persepsi media yang menilai humas universitas memiliki
komitmen yang kurang optimal dan didukung dengan persepsi humas yang
menyatakan komitmen pada media rendah dengan variasi kegiatan personal media
relations sedikit. Temuan yang konsisten ditemukan juga pada persepsi media dan
humas dimana media yang menilai komitmen yang cukup baik dan didukung
dengan persepsi humas yang menyatakan komitmen yang tinggi dengan kegiatan
personal media relations yang lebih banyak.
Temuan yang tidak konsisten juga ditemukan ketika persepsi media yang
menilai humas universitas memiliki komitmen yang cukup baik dan persepsi
humas yang menyatakan komitmen pada media rendah dengan variasi kegiatan
personal media relations sedikit. Temuan yang konsisten ditemukan juga pada
persepsi media dan humas dimana media yang menilai komitmen yang cukup baik
dan didukung dengan persepsi humas yang menyatakan komitmen yang tinggi
dengan kegiatan personal media relations yang lebih banyak.
Persepsi Media dan Humas tentang Kendali Bersama
Media menilai kendali bersama humas universitas negeri adalah paling banyak
dan paling baik dalam memberikan media ruang untuk mereka memberikan
pengaruh bagi universitas. Media menganggap melalui ruang ini menunjukkan
bahwa media memiliki peran penting bagi humas universitas. Unika memperoleh
penilaiaan terbaik untuk universitas swasta dan Undip memperoleh penilaiaan
terbaik untuk universitas negeri pada penilaiaan ini.
Humas universitas mempersepsikan beragam tentang kendali dalam media
relations. Humas universitas terbagi menjadi dua yakni humas universitas yang
memiliki kendali bersama yang tinggi dan rendah dimana humas universitas yang
memiliki kendali bersama tinggi disimpulkan bahwa humas universitas
menempatkan jumlah peran media yang lebih banyak dilibatkan. Humas
universitas memiliki kendali bersama yang rendah ketika menempatkan jumlah
peran media yang sedikit dilibatkan.
Temuan ini ada yang konsisten dan ada yang tidak konsisten. Temuan ini
konsisten ketika persepsi media yang menilai humas universitas memiliki kendali
bersama yang kurang optimal dan didukung dengan persepsi humas yang
menyatakan komitmen pada media rendah dengan menempatkan jumlah peran
media yang sedikit dilibatkan. Temuan yang konsisten ditemukan juga pada
persepsi media dan humas dimana media yang menilai kendali bersama yang
cukup baik dan didukung dengan persepsi humas yang menyatakan komitmen
yang tinggi dengan menempatkan jumlah peran media yang lebih banyak
dilibatkan.
Temuan yang tidak konsisten juga ditemukan ketika persepsi media yang menilai
humas universitas memiliki kendali bersama yang cukup baik dan persepsi humas
yang menyatakan komitmen pada media rendah dengan variasi kegiatan personal
media relations sedikit. Temuan yang konsisten ditemukan juga pada persepsi
media dan humas dimana media yang menilai kendali bersama yang cukup baik
dan didukung dengan persepsi humas yang menyatakan kendali bersama yang
tinggi dengan kegiatan personal media relations yang lebih banyak.
Persepsi Media dan Humas tentang Kepuasan
Media menilai harapan-harapan positif media yang dipenuhi oleh humas
universitas negeri lebih banyak dan lebih baik jika dibandingkan dengan
universitas swasta. Harapan-harapan itu tertuang dalam bagaimana humas
universitas memperlakukan dan memposisikan peran media dalam hubungan yang
terjalin. Unissula memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas swasta dan
Undip memperoleh penilaiaan terbaik untuk universitas negeri pada penilaiaan ini.
Humas universitas mempersepsikan beragam tentang kepuasan dalam
media relations. Humas universitas terbagi menjadi dua yakni humas universitas
yang memiliki kepuasan yang tinggi dan rendah dimana humas universitas yang
memiliki kepuasan tinggi disimpulkan bahwa humas universitas memiliki
optimisme terhadap pemenuhan manajemen hubungan yang ideal dan harapan
serta kebutuhan media. Humas universitas memiliki kepuasan yang rendah ketika
mempersepsikan belum optimalnya pemenuhan terhadap manajamen hubungan
yang ideal dan harapan serta kebutuhan media.
Temuan ini ada yang konsisten dan ada yang tidak konsisten. Temuan ini
konsisten ketika persepsi media yang menilai humas universitas memiliki
kepuasan yang kurang optimal dan didukung dengan persepsi humas yang
menyatakan kepuasan pada media rendah dengan mempersepsikan belum
optimalnya pemenuhan terhadap manajamen hubungan yang ideal dan harapan
serta kebutuhan media. Temuan yang konsisten ditemukan juga pada persepsi
media dan humas dimana media yang men
PENGUKURAN KINERJA KOPERASI DENGAN PENGEMBANGAN BALANCED SCORECARD STUDI KASUS KPRI UNDIP
ABSTRAK
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UNDIP merupakan koperasi milik UNDIP yang didirikan sejak tahun 1974. Dengan adanya persaingan pada era globalisasi saat ini, KPRI UNDIP harus memperhatikan dan terus melakukan perbaikan kinerja koperasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi para anggota dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dalam upaya memperkenalkan dan memberikan dasar pengukuran kinerja yang memadai, penulis menggunakan pendekatan balanced scorecard untuk mengukur kinerja Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI). Balanced scorecard merupakan salah satu metode pengukuran kinerja yang komprehensif, koheren, seimbang dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sistem pengukuran kinerja yang dilakukan KPRI UNDIP (2) Mengetahui gambaran peta strategi yang sesuai dengan kondisi KPRI UNDIP (3) Mengetahui kinerja KPRI UNDIP dengan metode Balanced Scorecard (4) Mengetahui faktor- faktor yang harus diperhatikan dan perlu ditingkatkan, sehingga sebagai sarana untuk memberikan masukan pada koperasi dalam mengambil keputusan strategi bisnis yang benar sesuai hasil kinerjanya, sehingga diharapkan koperasi dapat berkembang dalam rangka peningkatan usahanya.
Pembobotan elemen- elemen yang terdapat dalam perancangan pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software Expert Choice dan perhitungan manual dengan batuan Microsoft Excel. Pembobotan ini dilakukan untuk mengetahui bobot proritas antara sasaran strategis pada tiap-tiap prespektif.
Hasil pembobotan sasaran strategis pada prespektif finansial adalah 0,373, prespektif organisasi 0,193, prespetif keanggotaan 0,178, prespektif kemitraan 0,062, prespektif pelayanan atau usaha 0,106, dan prespektif kepedulian terhadap lingkungan 0,088.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kinerja KPRI UNDIP dalam kondisi baik dengan kinerja sebesar 81,47 %. Kinerja sebesar itu terdiri dari kontribusi macam-macam prespektifnya yaitu pada prespektif finansial sebesar 36,61 %, prespektif organisasi sebesar 14,67 %, prespektif keanggotaan sebesar 15,93 %, prespektif kemitraan sebesar 1,54 %, prespektif pelayanan atau usaha sebesar 4,61 %, dan prespektif kepedulian terhadap lingkungan sebesar 8,11 %.
Agar KPRI UNDIP mampu meningkatkan kinerjanya, prespektif kemitraan dan prespketif pelayanan atau usaha harus ditingkatkan. Rekomendasi yang harus dilakukan pada prespektif pelayanan atau usaha yaitu : (1) Meningkatkan pertumbuhan jumlah usaha (2) Meningkatkan kepuasan terhadap pelayanan atau usaha, sedangkan rekomendasi pada prespektif kemitraan adalah dengan cara (1) Lebih optimal terhadap
ii
pengenalan KPRI UNDIP terhadap para mitra yang akan diajak kerjasama (2) Selalu melakukan survey terhadap kepuasan mitra kerja.
ABSTRACT
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UNDIP is a cooperative owned by Diponegoro University established since 1974. In competition in the globalization era, KPRI UNDIP must be concerned and continue to improve the performance in order to give best services to its members and improve members' welfare. In an effort to introduce and provide an adequate basis of performance measurement, the author uses a balanced scorecard approach to measure the performance of Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI). Balanced scorecard is one method of performance measurement that is comprehensive, coherent, balanced and orderly. This study aimed to (1) Determine the performance measurement system of KPRI UNDIP (2) Determine the appropriate strategy overview map with the condition KPRI UNDIP (3) Knowing KPRI UNDIP performance with the Balanced Scorecard method (4) Identifying the factors that must be considered and need to be improved, so as a means for providing input on the cooperative in taking the right decisions based on the results so that cooperatives can develop in order to improve its business.
Weighting of the elements in the design of performance measurements were calculated using Analytical Hierarchy Process (AHP) with Expert Choice software and manual calculations with Microsoft Excel. This weighting is to determine the priority weight between strategic target in perspectives.
The result of the strategic target weightings are 0.373 in financial perspective, 0.193 in organization perspective, 0.178 in membership perspective, 0.062 in partnership perspective, 0.106 in service or business perspective, and 0.088 in environment perspective.
The result of data analyze showed that performance of KPRI UNDIP was in good condition in 81.47 %, consist of 36.61% in financial perspective, 14.67 % in organization perspective, 15.93 % in membership perspective, 1.54% in partnership perspective, 4.61% in service or business perspective, and 8.11% in environment perspective.
In order to improve performance or KPRI UNDIP, performance of partnership perspective and service or business perspective must be increased. Recommendation in service or business perspective are: (1) Increase growth of its business (2) Improve satisfaction of its service, and recommendation in partnership perspective are (1) More optimal to introduce KPRI UNDIP to partners which will allowed cooperation (2) Always make survey about partnership satisfaction
Uji rasio peluang sekuensial
adalah•fungsi diferensial da7.1undan di bawah H.
1
(i=00.,,rasionya diperoleh kesimpulan
Proses peenarikan sampel dihentikan'
• dengan menerima Ht.
Proses peenarikan sac pel dilanjutkan dendan menenambah sampel baru sampai.• . ditemukan kesimpulan 1 atap 2
A dan• 8 konstanta.
This document is Undip Institutional Repository Collec-don. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR: may, without: changing the content, translate the srnission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright: owner(s) also agree that UNDIP-IR e;than one!copy of this submission for purpose of security, back-up and preservation:
hftp:fieprints.und ip.a
Kampanye Public Relations STOP NII “Cintai Negeri Bubarkan NII” Sebagai Koordinator Program dan Acara
ABSTRAKSI
Banyaknya pemberitaan tentang Gerakan NII yang melibatkan mahasiswa sebagai korban doktrin yang dilakukan Gerakan NII sebagai wujud dalam penghancuran negara berdampak banyak terhadap UNDIP, sebagai instansi Pendidikan UNDIP harus menunjukan kepedulian terhadap mahasiswanya bahwa pemberitaan yang ada dimedia tentang adanya keterlibatan mahasiswa tidak berpengaruh buruk terhadap UNDIP.
Dalam kasus ini kami sebagai mahasiswa FISIP UNDIP DIII HUMAS mendapatkan ijin untuk melakukan kampanye sebagai salah satu cara yang kita pilih dalam pemberian informasi dan kepedulian kepada mahasiswa terhadap bahaya Gerakan NII sebagai tujuan dalam kampanye kami, sebelum melaksanakan kampanye kami melakukan riset dengan menyebar quesioner kepada 100 responden mahasiswa UNDIP untuk mengukur pengetahuan dan kepedulian mahasiswa terhadap bahaya Gerakan NII, cara yang digunakan dalam riset adalah dengan non random dengan cara accidental sampling. Berdasarkan riset yang kami lakukan tingkat pengetahuan responden mengenai modus penyimpangan NII sebanyak 59% dan mengenai kepedulian mahasiswa hanya 25% yang tertarik dalam pencegahan Gerakan NII, berdasarkan riset yang diperoleh kami memilih taktik penggalangan dukungan dan talkshow dalam kampanye kami, penggalangan dukungan dilakukan dengan tanda tangan dikain putih sepanjang 6 meter yang dilaksanakan di 11 Fakultas yang ada di Universitas Diponegoro, acara Talkshow dilakukan dengan mengundang Narasumber dan Testimoni yang relevan sebagai daya tarik dalam Talkshow kami, acara Talkshow dilaksanakan di Gedung Theater FISIP UNDIP 50 peserta yang merupakan aktivis 11 Fakultas menjadi terget peserta dalam acara Talkshow.
Kampanye Gerakan Stop NII “Cintai Negeri, Bubarkan NII” yang dilakukan sebagai kepedulian UNDIP terhadap mahasiswa sangat efektif dalam pemberian informasi dan pengetahuan tentang Gerakan NII. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel quesioner evaluasi yang menunjukan peningkatan kepedulian mahasiswa yang semula dari 25% menjadi 50% dan pengetahuan mahasiswa yang semula 59% menjadi 95%. Hal tersebut dapat diartikan bahwa UNDIP harus mengadakan kampanye untuk memberikan informasi atau wujud sebagai kepedulian UNDIP terhadap mahasiswanya.
Key words : Kampanye Public Relations, NII, dan Mahasiswa
Title : Public Relations Campaign STOP NII "Love Affairs sup-NII" Program and
Event Coordinator Name : Kholiful Muttaqin Nim : D0C008049 ABSTRACT
The amount of news about the NII movement involving students as victims of the doctrine that made NII movement as a manifestation of the destruction of the country have much impact on UNDIP, as the agency UNDIP Education must demonstrate concern for students that are mediated news about student involvement does not adversely affect UNDIP. In this case we as students FISIP UNDIP DIII PR obtain permission to conduct the campaign as one of the ways that we choose in the provision of information and awareness to students of the dangers of NII movement as a goal in our campaign, before carrying out our campaign to spread research quesioner to 100 UNDIP student respondents to measure student knowledge and awareness of the dangers of NII movement, the means used in research is a non-random sampling in a way accidental. Based on our research respondents level of knowledge about the mode of a 59% deviation of NII and the concern of only 25% of students who are interested in the prevention of NII movement, according to research obtained by raising tactics we choose and talk shows in support of our campaign, raising support is done by the signature 6 meter long white dikain held on 11 faculty at the University of Diponegoro, the show Talkshow done by inviting resource persons and the relevant testimony as an attraction in our talk show, Talkshow event held at the House Theater FISIP UNDIP 50 participants who are 11 faculty activists to terget Talkshow participants in the event. NII Stop Campaign Movement "Love Affairs, sup-NII" conducted as UNDIP concern to students is very effective in providing information and knowledge about the NII movement. This can be seen from the table quesioner evaluation shows increased awareness of students originally from 25% to 50% and knowledge of students who initially 59% to 95%. This may mean that UNDIP must hold a campaign to provide information or forms as UNDIP concern to students. Key words: Public Relations Campaign, NII, and Student
Pengoptimalan matrik segi tiga bawah pada sistem persamaan linier sporse dan difinit positif dengan pendekatan teori graph
Pada penyelesaian sistem persamaan linier Ax = b, dimana A matrik koefisien berukuran (nxn), sparse, dan definit positif, melalui metode cholesky yaitu dengan mendekomposisi A menjadi LLT seringkali matrik segitiga bawah L yang diperoleh tidak sparse lagi.
This document 'is Undip Institutional Repository Collection. The auOris) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may,• withoHt :hanging the content, translate the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or cor Dwner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back-up and preservatic
http://eprints.undip.ac.i
RUANG NORMAL DALAM TOPOLOGI
Dalam tulisan ini
later belakang pembicaraan
adalah ruang topologi . Pada ruang topologi akan di
normal
ruang normal ini akan dikaitkan dengan
misalnya : regular ,pa sebagainya .
definisi-definisi yang
berkaitan dengan ruang topologi , ruang normal. , regu
lar dan sebagainya juga berikan,contoh-contoh.
9
right owner.(s) agree•that UNDIP-IR may, withOl urpose of preservation. The author(s) or copyright purpose of security, back-up and Preservation:- •
This document- is Undip Institutional Repository Collection. .1 The .o i• ,op
changing the content, translate the submission to:any medium or format for the owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy of this '5ubmission fOr
http://eprintiL:rdtp.ac.id
Ruang topologi pergandaan
Dalam tulisan ini, latar belakang pembahasan adalah ruang topologi.
Pada ruang topologi dikembangkan konsep tentang pemetaan pemetaan pada ruang topologi.
Selanjutnya berdasarkan konsep ini,dikembangkan konsep ten tang topologi pergandaan.
Salain definisi dan teorema yang menyangkut topologi per - gandaan, diberikan juga beberapa akibat,catatan,contoh ser to kesimpulan.
This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that .UNDIP-IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back-up and preservation:
(http://eprints.undip.ac.id
- …
