1,721,371 research outputs found
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LAPTOP MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DI ZEADA CELL
Huda, Muhammad Nurul, 2022. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop Menggunakan Metode TOPSIS, Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Pembimbing Utama Hestie Audytra, S.Kom., M.T. dan Pembimbing Pendamping Ita Aristia Sa’ida, M.Pd.
Banyaknya spesifikasi yang ada pada laptop dan berbagai penggunaan yang bisa dilakukan akan membuat perusahaan pengembang laptop meluncurkan produk-produk baru. Dengan inovasi baru dan juga perkembangan penggunaan laptop menjadi hal biasa yang bahkan harus ada dalam setiap pekerjaan bahkan sistem pendidikan. Dengan menggunakan TOPSIS (Technique for Others Preference by Similarity to Ideal Solution) yang menghasilkan rekomendasi atau referensi terbaik pada laptop memungkinkan pengguna lebih bijak dalam pemilihan laptop sebagai bekerja ataupun hiburan. Dalam pengambilan keputusan TOPSIS membutuhkan kriteria-kriteria yang harus ditentukan, kriteria dalam pemilihan laptop ini berdasarkan spesifikasi laptop yaitu Processor (C1), RAM (C2), Penyimpanan (C3), VGA (C4), Display (C5) dan Harga (C6). Dengan enam kriteria yang telah ditentukan maka algoritma TOPSIS akan menghasilkan rekomendasi terbaik pada tiga kriteria rekomendasi yaitu Kriteria Game, Kriteria Editing dan Kriteria Office. Pada kriteria Office berat menghasilkan ASUS TUF F15 dengan nilai preferensi sebesar 0,6261470 atau 63%, Game midel dan Editting 2D menghasilkan Vivobook Ultra 15 K513ea dengan nilai preferensi sebesar 0.571932 atau 57.19 % sebagai pringkat pertama. Dengan tingkat akurasi sistem sebesar 87,5% yang mana termasuk dalam kategori akurasi baik dan keleyakan sistem sebesar 81% maka sistem ini dapat dinyatakan laya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Kinerja Mediator Pada Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pacitan Prespektif PERMA No 1 Tahun 2016 Tentang Mediasi
ABSTRAK
Huda, Muhammad Nur. 2019, Kinerja Mediator Pada Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pacitan Prespektif PERMA No 1 Tahun 2016 Tentang Mediasi, Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Rif’ah Roihanah, S.H, M.Kn.
Kata kunci: Kinerja Mediator, Perceraian Pengadilan Agama, PERMA No 1 Tahun
2016 tentang Mediasi.
Pengadilan Agama merupakan salah satu lembaga peradilan yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung. Mahkamah Agung menetapkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, salah satunya mengenai proses mediasi tersebut. yaitu melalui proses mediasi yang bertuhuan mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa. Dalam Kinerja Mediator Pada Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pacitan Prespektif PERMA No 1 Tahun 2016 tentang Mediasi peneliti mengangkat masalah bahwa di dalam menangani masalah perceraian, khususnya dalam tahap mediasi, peran mediator di Pengadilan Agama Pacitan dalam menjalankan proses mediasi bervariasi ada yang dua kali, tiga bahkan sampai lima kali. Dalam melaksanakan proses mediasi tersebut, mediator di Pengadilan Agama Pacitan ada satu dan bersertifikat mestinya peran mediatorpun di dalam proses mediasi juga tidak begitu dapat membantu para pihak untuk memecahkan suatu masalah.
Untuk menindaklanjuti permasalahan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana upaya mediator untuk memediasi pada perkara perceraian di Pengadilan Agama Pacitan Prespektif PERMA No 1 Tahun 2016? (2) Faktor yang mempengaruhi kinerja mediator dalam melaksanakan proses mediasi pada perkara perceraian di Pengadilan Agama Pacitanl? Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksud dalam penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Dalam pengambilan data, peneliti peneliti menggunakan data primer berupa PERMA No 1 Tahun 2016, sedangkan data sekunder menggunakan menggalian data dengan wawancara dan menggunakan teknik analisa reduksi data dan penarikan kesimpulan
Dari hasil penelitian diketaui bahwasannya kinerja mediator di Pengadilan Agama Pacitan terbialang masih banyak yang gagal dan berujung perceraian, karena pada penerapan mediasi terutama dari para pihak yang enggan beritakad baik dan tidak adanya kesadaran para pihak mengenai PERMA No 1 Tahun 2016 .Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat yaitu: lembaga atau penegak hukum itu sendiri, yang mana honorarium pada pasal 9 ayat 1 PERMA No 1 Tahun 2016 yaitu bahwasannya penggunaan jasa mediator tidak dipungut biaya dan dari para pihak juga yang enggan beritikad baik sehingga dalam benak pihak yang dimediasi memilih untuk berpisah. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab kinerja mediator di Pengadilan Agama Pacitan kurang efektif
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Manajemen Pengelolaan Fungsi Wakaf Mushola Al-Amin Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun
Ainul Huda, Muhammad. 2020. Manajemen Pengelolaan Fungsi Wakaf Mushola
Al-Amin Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Agung Eko Purwana, SE, MSI
Kata Kunci : Ibadah, Pendidikan, zakat Infaq Sedekah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara teori dengan fakta yang ada. Teori menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan mushola dapat dikatakan baik apabila memenuhi tujuh fungsi mushola, penulis mengambil tiga fungsi mushola yang dirasa sesuai dengan kondisi lingkungan dan seharusnya dapat dimaksimalkan. ketiga fungsi tersebut adalah pengelolaan fungsi mushola sebagai tempat ibadah, sebagai tempat pendidikan keagamaan dan pengelolaan fungsi mushola sebagai tempat pengumpulan ZIS. Faktanya dalam penelitian ini fungsi mushola sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan keagamaan dan tempat pengelolaan ZIS kurang tercapai secara maksimal, sebab dari masalah tersebut diantaranya adalah minimnya atau tidak adanya jamaah yang datang apabila diberlakukan salat jamaah lima waktu, yang kedua yaitu tidak adanya petugas adzan yang memiliki kemauan untuk mengumandangkan adzan, yang ketiga yaitu alasan bahwa kebiasaannya memang tidak melakukan salat jamaah lima waktu dimushola Al-Amin. Alasan lain adalah tidak adanya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengajar ilmu keagamaan, merasa sudah ada tempat pendidikan di lingkungan lain, sehingga tidak perlu mendirikan tempat pendidikan sendiri, dan juga karena minimnya minat masyarakat apabila diadakan suatu kajian keagamaan, sehingga hal ini membuat kajian atau pengajian dihentikan di mushola Al-Amin tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data sebanyak tiga orang narasumber memlalui metode wawancara. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan kurang maksimalnya fungsi sebagai tempat ibadah terjadi karena jamaah masih bekerja diwaktu tersebut, karena alasan mengantuk, dan karena tidak adanya petugas adzan, sehingga baiknya pihak pengurus membuat jadwal adzan di mushola tersebut, hal ini membuat mushola lebih terstruktur, juga memberikan rasa tanggung jawab bagi mereka yang terpilih, sehingga diharapkan pengelolaan fungsi mushola berjalan sebagaimana mestinya, dalam pengelolaan sebagai tempat pendidikan keagamaan yang tidak berjalan, baiknya mushola memberikan fasilitas tempat belajar di lingkungan mushola tersebut, mengenai kendala tenaga pengajar, hal itu dapat diatasi dengan meminta bantuan kepada pemuda organisasi yang bergerak dibidang keagamaan. untuk memaksimalkan fungsi pengelolaan ZIS yang tidak berjalan maksimal atas alasan ketidak percayaan masyarakat, pihak pengelola mushola dapat bekerja sama dengan lembaga filantropi di sekitar wilayah mushola, hal ini penulis rasa cukup bagus dilaksanakan di mushola Al-Amin dan akan menambah kepercayaan masyarakat
- …
