1,720,981 research outputs found

    URGENSI KETELADANAN PELATIH DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANGGOTA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KOMISARIAT IAIN PONOROGO

    No full text
    Huda, Miftakul. 2020. Urgensi Keteladanan Pelatih Dalam Pembentukan Akhlak Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Di Komisariat IAIN Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Kadi M.Pd,I Kata Kunci: keteladanan, Akhlak. Keteladanan adalah hal yang paling penting untuk di miliki setiap pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate, karena anggota akan meneladani dari keteladanan setaip pelatihnya. Seiring berjalanya organisasi banyak pelatih yang tidak menerapkan keteladanan kepada anggotanya, hal ini terjadai karena adanya geseran di dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Hal yang sama juga terjadi di Komisariat IAIN Ponorogo sebagian pelatih tidak mencerminkan berprilaku yang disiplin terhadap anggota karena adanya sebagian pelatih yang melanggar ketentuan tata tertib AD/ART Bab IV Pasal 13. salah satunya yaitu sebagian pelatih terlambat datang di tempat latian, hal tersebut menimbulkan tidak kedisplinan waktu. Selain itu juga ada yang tidak berpaikan sacral lengkap. Mengingat pelatih itu sosok figur yang sangat berpengaruh dalam pembentukan dan pembinaan akhlak terhadap anggota, maka sangat diperlukan keteladanan yang baik dari seorang pelatih. Adapun tujuan penelitian ini untuk; (1) mengetahui faktor yang mempengaruhi pelatih tidak menerapkan keteladanan kepada anggota PSHT Komisariat IAIN Ponorogo. (2) mengetahui implikasi keteladanan pelatih terhadap akhlak anggota PSHT Komisariat IAIN Ponorogo. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, serta Pengumpulan data menggunakan teknik mewawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data menggunakan teknik analisis data Miles serta Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Faktor yang mempengaruhi pelatih tidak menerapakan keteladanan, ada dua faktor; a). faktor internal, yaitu; yang ada pada diri pelatih itu sendiri, kurangnya kesiapan dalam melatih, dan kurangynya pengalaman dalam melatih. b). faktor eksternal, yaitu; banyak warga PSHT yang bergabung di PSHT Komisariat IAIN Ponorogo, dan meliliki budaya yang berbeda-beda dari setiap pelatih. (2) Implikasi keteladanan pelatih yang kurang baik membuat anggota berprilaku tidak sopan santun, berpakaian tidak baik dan sebagian anggota tidak berakhlak terpuji di lingkungan kampus maupun di masyarakat

    Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) Mapel PAI bagi Peserta Didik di SMP N 2 Guntur Demak Tahun 2012

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari sebuah permasalahan terkait fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mempunyai konsep sebagaimana dikatakan Andi Prastowo dalam bukunya Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, bahwa “tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya”. Permasalahan yang sering ditemui dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah ialah penggunaan LKS tidak dilengapi dengan buku teks (sering disebut buku paket). Secara prosedural, LKS dengan buku teks merupakan suatu bahan ajar yang tidak terpisahkan penggunaannya. Apabila penggunaan LKS tidak dilengkapi buku paket, bisa dikatakan LKS tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Fungsi LKS dengan latar belakang demikian perlu dikaji lebih dalam, agar kegiatan belajar mengajar yang selama ini banyak menggunakan bahan ajar LKS tidak berjalan sia-sia. Fokus penelitian ini terletak pada fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) mapel PAI bagi peserta didik di SMP N 2 Guntur Demak yang di-cross check-an dengan teori fungsi LKS bagi peserta didik menurut para ahli. Tujuannya ialah untuk mengetahui Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) Mapel PAI Bagi Peserta Didik di SMP N 2 Guntur Demak Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis menurut model Miles and Huberman. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode: 1) Wawancara, yaitu untuk mengetahui tentang berbagai informasi yang berhubungan dengan Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) Mapel PAI Bagi Peserta Didik di SMP N 2 Guntur Demak Tahun 2012. 2) Dokumentasi, yaitu untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) Mapel PAI Bagi Peserta Didik di SMP N 2 Guntur Demak Tahun 2012 seperti daftar informan peserta didik klas IX. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di antara tiga fungsi LKS sebagaimana teori yang telah di–cross check-an dengan kondisi fungsi LKS di SMP N 2 Guntur Demak, maka dua dari tiga fungsi LKS tersebut dinyatakan tercapai. Fungsi LKS yang pertama yaitu fungsi LKS sebagai bahan ajar yang mengaktifkan peserta didik dalam belajar dinyatakan kurang tercapai. Sedangkan fungsi LKS yang kedua dan ketiga dinyatakan tercarapai, yaitu fungsi LKS sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan, dan fungsi LKS sebagai bahan ajar yang mendorong peserta didik dalam berlatih

    Perancangan pusat seni musik blues di Kota Malang: Tema architecture as music

    No full text
    INDONESIA: Pusat seni musik blues ini merupakan suatu wadah atau tempat sebagai media bagi pecinta musik blues untuk dapat menyalurkan semua bakat, minat dan apresiasi musik lebih mendalam demi meningkatnya kemampuan baik untuk sekedar hobi maupun tujuan profesi/karir. Perkembangan yang menonjol adalah perkembangan terhadap kebutuhan pendidikan dan ruang pertunjukan musik, showroom penjualan alat musik dan produk musik juga studio rekaman yang memenuhi syarat dan berkualitas. Untuk melakukan penggalian serta pengembangan musik diperlukan perhatian khusus, yang menampung kegiatan-kegiatan berkaitan dengan musik secara terpusat dimana didalamnya menyediakan fasilitas pendidikan, promosi, penjualan alat musik, pameran serta konser musik yang mempunyai visi utama untuk membina dan mengembangkan apresiasi musik blues dikalangan masyarakat. Sesuai dengan objek perancangan yang menjadikan arsitektur itu sebagai acuan dalam obyek rancangan, serta melihat bahwa arsitektur memiliki banyak sekali kesamaan dengan seni musik, Maka tema yang di pilih adalah architecture as music. Dalam arsitektur sangat banyak digunakan istilah harmoni, balance, ritme, dan lain sebagainya untuk mengartikan sebuah prinsip dasar dalam arsitektur. Tema architecture as music lebih melihat bahwa arsitektur adalah sebuah media dimana kita dapat berkreatifitas tanpa batas dan terus berkembang, memberikan kenyamanan bagi para pengguna karya arsitektur tersebut, serta selalu menghadirkan nuansa baru dalam kehidupan sosial di seluruh dunia. Apabila kita tinjau lebih jauh lagi keteraturan dan perwujudan arsitektur itu sendiri dapat mempengaruhi kita sebagai manusia yang selalu mengalami arsitektur. Manusia dikatakan mengalami arsitektur dikarenakan semua aspek kehidupanmanusia tidak akan lepas dari arsitektur. Sebuah karya arsitektur yang baik akan mampu memberi pengaruh baik bagi seluruh komponen didalamnya, sama halnya dengan musik, sebuah karya musik yang baik juga akan memberi pengaruh baik terhadap penggemar aliran musik tersebut. ENGLISH: The blues music arts center is a place or places as the medium for blues music lovers to be able to channel all their talents, interests and appreciation of music deeper for increased ability for both hobbyists and professional goals/career. Development that stands out is the need for the development of education and music performance space, showroom sales of musical instruments and studio recording music products also are eligible and qualified. To carry out excavation and development of music necessary special attention, which accommodate activities related to music centrally where in providing educational facilities, promotion, musical instrument sales, exhibitions and music concerts that have the vision to nurture and develop a major appreciation of blues music in the community. Objects according to their architectural design that makes it the object reference in the draft, and see that the architecture has many similarities with the art of music, then the selected theme is architecture as music. In a very widely used term architectural harmony, balance, rhythm, and so forth to define a basic principle in architecture. Architecture as music over to see that architecture is a medium where we can creativity without limits and continue to grow, providing convenience for users of the architectural work, and always brings new nuances in the social life around the world. If we review the order and further realization of the architecture itself can affect us as human beings are always experiencing architecture. Man is said to experience all aspects of the architecture caused kehidupanmanusia will not be separated from the architecture. A good piece of architecture will be able to have a positive impact for all its components, as well as music, a good piece of music that will also have a positive impact on fans of the genre

    Perancangan Website E-Commerce Sebagai Upaya Meningkatkan Pemasaran dan Penjualan Produk Jajanan Khas Kabupaten Tulungagung

    Full text link
    Jajanan Khas Kabupaten Tulungagung terdiri dari berbagai produk seperti contohnya rambak, krupuk gadung, dan roti pisang. Beberapa UMKM yang memproduksi jajanan khas tersebut adalah rambak Pak Djarwo, roti pisang Kereta Api, dan krupuk gadung Mangga. Produk-produk tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas. Pemasaran yang dilakukan pada UMKM jajanan khas Tulungagung masih sangat terbatas dengan menggunakan media sosial yang masih terpisah antar UMKM yang membuat penjualan dari UMKM masih belum memenuhi target yang ditetapkan. Selain itu sistem transaksi yang dimiliki masih menggunakan sistem tansaksi secara langsung dan menggunakan telepon. Transaksi yang dilakukan secara langsung menyulitkan pelanggan yang memiliki jarak yang jauh dari pusat penjualan dan memilki keterbatasan waktu. Sedangkan dengan menggunakan telepon memiliki keterbatasan informasi produk yang diberikan oleh pelanggan. Oleh karena itu diperlukan peancangan sistem website yang dapat membantu UMKM jajanan khas Tulungagung dalam melakukan pemasaran dan penjualan secara online sehingga transaksi dapat dilakukan dengan cepat tanpa terbatas jarak dan waktu dan dapat meningkatkan penjualan produk. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem website jajanan khas Tulungagung dengan 4 tahap yaitu perencanaan, analisis, desain sistem, dan implementasi. Pada tahap perencanaan ditentukan mengenai lingkup sistem yang dikembangkan beserta batasan dan asumsi. Kemudian tahap analsis dilakukan dengan mengidentifikasi masalah menggunakan tools PIECES, merancang kebutuhan dengan system requirement checklist, membuat model data dan model proses. Model data dibuat dengan menggunakan Data Flow Diagram (DFD) untuk mengetahui aliran informasi antar entitas. Tahap selanjutnya adalah system design yang terdiri dari desain database, desain user interface, dan desain algoritma. Kemudian implementasi yang dibuat dengan menggunakan bantuan wordpress dengan plugins woocommerce dan menggunakan PHP serta database MySQL yang memiliki 7 tabel penyimpanan. Hasil dari penelitan ini adalah sistem website yang memiliki 4 proses utama yaitu proses akses UMKM, proses pengolahan data, proses pelaporan, dan proses pemesanan. Sistem website yang dirancang melibatkan 3 user yaitu admin, user (UMKM), dan customer. Setelah dilakukan uji coba didapatkan hasil bahwa implementasi yang dilakukan sudah memenuhi uji verifikasi, uji validasi dan testing. Dengan adanya website maka dapat memudahkan UMKM memasarkan produknya pada website sehingga informasi produk dapat diketahui dengan mudah dan cepat oleh pelanggan dan memberikan transaksi pembelian yang mudah dan cepat secara online
    corecore