1,722,969 research outputs found
Yung Ho Chang. Luce chiara camera oscura.
“Lookingfarward, rooted in the past”. Yung Ho Chang rappresenta la strada intrapresa dalla nuova cultura architettonica cinese contemporanea. Un’architettura dotata, insieme, di una forte sensibilità locale e di una chiara consapevolezza globale. Un’architettura coinvolta in questioni di ecologia, riuso, tradizione e storia, pur mantenendo un’attenta curiosità nei confronti delle contraddizioni della realtà contemporanea
PERBANDINGAN ALGORITMA HO-CHANG DAN ALGORITMA POUR PADA OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI SUWAR-SUWIR
Penelitian dilakukan melalui beberapa langkah. Tahap pertama, mengolah
data yang diperoleh menjadi data urutan mesin dan waktu proses kemudian
menjadwalkan dengan kedua algoritma. Tahap kedua, menghitung kompleksitas
waktu dari tiap algoritma. Tahap ketiga, membandingkan hasil makespan dan
kompleksitas waktu yang diperoleh. Tahap keempat yaitu menentukan
kesimpulan berdasarkan perbandingan sebelumnya.
Penjadwalan yang dilakukan melibatkan 5 buah mesin dan menghasilkan
5 jenis rasa suwar-suwir. Setiap jenis produk suwar-suwir diproses pada 5 buah
mesin yang sama dengan urutan yang seragam. Penjadwalan dengan
menggunakan algoritma Ho-Chang dan algoritma Pour menghasilkan nilai
makespan yang sama yakni 540 menit. Begitu pula berdasarkan kompleksitas
waktu yang diperlukan dalam perhitungan, penggunaan algoritma Ho-Chang
dengan ) membutuhkan waktu yang sama jika dibandingkan dengan
menggunakan algoritma Pour dengan ). Berdasarkan nilai makespan dan
kompleksitas waktu yang diperoleh, penggunaan algoritma Ho-Chang dan
algoritma Pour memiliki performa yang baik untuk menjadwalkan produksi
suwar-suwir di U.D Super Rasa, tetapi secara umum analisis performa yang
dihasilkan melalui perhitungan dengan bantuan aplikasi yang menggunakan
beberapa kemungkinan solusi awal, algoritma Pour menghasilkan nilai makespan
yang lebih kecil dibandingkan nilai makespan yang dihasilkan oleh algoritma Ho-
Chang. Artinya penggunaan algoritma Pour lebih efektif karena dapat
mengurangi waktu operasional mesin dalam proses produksi sehingga dapat pula
mengurangi biaya produksi
PENERAPAN ALGORITMA HO-CHANG DAN TABU SEARCH ADA PENJADWALAN FLOWSHOP (Studi Kasus: Industri Jamu Instan Sari Hutani)
Penjadwalan merupakan suatu kegiatan pengalokasian sumber daya yang
terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. Proses penjadwalan timbul jika
terdapat keterbatasan sumber daya yang dimiliki, sehingga diperlukan adanya
pengaturan sumber-sumber daya yang ada secara efisien. Penjadwalan produksi
merupakan kegiatan perencanaan produksi yang terdapat pada perusahaan
manufaktur. Adapun tujuan dari penjadwalan produksi umumnya ialah untuk
mengoptimalkan dimensi tertentu, yaitu makespan (waktu penyelesaian semua tugas
atau pekerjaan), keuntungan perusahaan dan waktu tunggu mesin (machine idletime).
Penjadwalan flowshop adalah salah satu jenis penjadwalan produksi dimana setiap
job akan melalui setiap mesin dengan urutan yang seragam. Industri jamu instan Sari
Hutani merupakan salah satu industri rumahan yang menggunakan pola aliran
flowshop dalam proses produksinya. Industri tersebut menggunakan 5 buah mesin
yakni mesin pencuci (bahan), mesin penggiling (bahan), mesin pemasta, mesin
penghancur (pasta), dan mesin pengering, dan menghasilkan 9 jenis produk yaitu
pelancar asi, kunci sirih, temulawak, sari jahe, kunyit asam, sari urat, som java,
diabetes, kolesterol. Industri Sari Hutani sering kali menambah waktu operasional
guna memenuhi permintaan konsumen yang mengakibatkan penambahan biaya
produksi. Oleh karena itu, dalam skripsi ini dibahas penyelesaian flowshop dengan
algoritma Ho-Chang dan Tabu Search untuk membangun jadwal dengan makespan
yang optimal serta perbandingan kedua algoritma berdasarkan kompleksitas waktu
yang diperlukan.Penelitian dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu mengolah data yang
diperoleh menjadi data urutan mesin dan waktu proses kemudian menjadwalkan
dengan kedua algoritma. Selanjutnya menghitung kompleksitas waktu dari tiap
algoritma, dan membandingkan hasil makespan dan kompleksitas waktu yang
diperoleh. Yang terakhir adalah menentukan kesimpulan berdasarkan perbandingan
sebelumnya.
Penjadwalan yang dilakukan melibatkan 5 buah mesin dan menghasilkan 9
jenis produk jamu instan. Dimana setiap jenis produk jamu instan diproses pada 5
buah mesin yang sama dengan urutan yang seragam. Penjadwalan dengan
menggunakan algoritma Ho-Chang dan Tabu Search menghasilkan nilai makespan
masing-masing yakni 950 dan 925, sehingga algoritma Tabu Search 2,63% lebih
efektif jika dibandingkan dengan makespan yang dihasilkan dengan algoritma HoChang.
Artinya, penggunaan algoritma Tabu Search lebih efektif jika diaplikasikan
pada penjadwalan produksi jamu instan di industri Sari Hutani, karena dapat
mengurangi waktu operasional mesin dalam proses produksi sehingga dapat pula
mengurangi biaya produksi. Namun berdasarkan kompleksitas waktu yang diperlukan
dalam perhitungan, penggunaan algoritma Tabu Search dengan (
)
membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan menggunakan
algoritma Ho-Chang dengan (
2
) . Artinya, penggunaan algoritma Ho-Chang
lebih efisien jika dibandingkan dengan algoritma Tabu Search. Oleh karenanya,
dalam skripsi ini disertakan sebuah program Aplikasi Penjadwalan Flowshop yang
memanfaatkan bahasa pemrograman PHP untuk membantu mempercepat dalam
proses perhitungan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Phase stability and microstructure evolution of yttria-stabilized zirconia during firing in a reducing atmosphere
Toughening and strengthening zirconia through the addition of a transient solid solution additive
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Whole genome sequencing of “Faecalibaculum rodentium” ALO17, isolated from C57BL/6J laboratory mouse feces
Background: Intestinal microorganisms affect host physiology, including ageing. Given the difficulty in controlling for human studies of the gut microbiome, mouse models provide an alternative avenue to study such relationships. In this study, we report on the complete genome of "Faecalibaculum rodentium" ALO17, a bacterium that was isolated from the faeces of a 9-month-old female C57BL/6J mouse. This strain will be utilized in future in vivo studies detailing the relationships between the gut microbiome and ageing. Results: The whole genome sequence of "F. rodentium" ALO17 was obtained using single-molecule, real-time (SMRT) technique on a PacBio instrument. The assembled genome consisted of 2,542,486 base pairs of double-stranded DNA with a GC content of 54.0 % and no plasmids. The genome was predicted to contain 2794 open reading frames, 55 tRNA genes, and 38 rRNA genes. The 16S rRNA gene of ALO17 was 86.9 % similar to that of Allobaculum stercoricanis DSM 13633T, and the average overall nucleotide identity between strains ALO17 and DSM 13633T was 66.8 %. After confirming the phylogenetic relationship between "F. rodentium" ALO17 and A. stercoricanis DSM 13633T, their whole genome sequences were compared, revealing that "F. rodentium" ALO17 contains more fermentation-related genes than A. stercoricanis DSM 13633T. Furthermore, "F. rodentium" ALO17 produces higher levels of lactic acid than A. stercoricanis DSM 13633T as determined by high-performance liquid chromatography. Conclusion: The availability of the "F. rodentium" ALO17 whole genome sequence will enhance studies concerning the gut microbiota and host physiology, especially when investigating the molecular relationships between gut microbiota and ageing.open
- …
