1,720,954 research outputs found
Penanaman Akhlak Terpuji Terhadap Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Slb Negeri 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di lapangan yang
menunjukkan bahwa masih terdapat siswa tunagrahita yang belum mampu
menerapkan akhlak terpuji kepada guru secara optimal. Hal ini terlihat dari berbagai
perilaku, seperti kurang santun dalam berkomunikasi, tidak membiasakan diri
memberi salam atau menyapa guru, berbicara ketika proses pembelajaran sedang
berlangsung, serta belum menunjukkan sikap hormat secara konsisten dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mengindikasikan
bahwa penanaman nilai-nilai akhlak pada siswa tunagrahita memerlukan
pendekatan yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan melalui
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Negeri 2 Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses
penanaman akhlak terpuji kepada guru pada siswa tunagrahita dalam pembelajaran
PAI, sekaligus mengkaji berbagai faktor yang menjadi pendukung maupun
penghambat dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya
menggambarkan praktik pembelajaran, tetapi juga memberikan gambaran
kontekstual mengenai dinamika yang terjadi di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan wakil
kepala sekolah bidang kurikulum. Objek penelitian mencakup perencanaan
pembelajaran, metode, strategi, media, serta pendekatan yang digunakan guru
dalam menanamkan akhlak terpuji kepada siswa tunagrahita. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun perencanaan
pembelajaran yang inklusif dan menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam
pelaksanaannya, guru menggunakan strategi variatif, keteladanan, media yang
sesuai, serta pendekatan emosional, dengan evaluasi melalui pengamatan dan
penilaian individual. Namun, penanaman akhlak terpuji masih terkendala oleh
pergaulan peserta didik dan ketidakkonsistenan keteladanan sebagian guru,
sehingga menghambat proses internalisasi nila
Penanaman Akhlak Terpuji Terhadap Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Slb Negeri 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di lapangan yang
menunjukkan bahwa masih terdapat siswa tunagrahita yang belum mampu
menerapkan akhlak terpuji kepada guru secara optimal. Hal ini terlihat dari berbagai
perilaku, seperti kurang santun dalam berkomunikasi, tidak membiasakan diri
memberi salam atau menyapa guru, berbicara ketika proses pembelajaran sedang
berlangsung, serta belum menunjukkan sikap hormat secara konsisten dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mengindikasikan
bahwa penanaman nilai-nilai akhlak pada siswa tunagrahita memerlukan
pendekatan yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan melalui
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Negeri 2 Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses
penanaman akhlak terpuji kepada guru pada siswa tunagrahita dalam pembelajaran
PAI, sekaligus mengkaji berbagai faktor yang menjadi pendukung maupun
penghambat dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya
menggambarkan praktik pembelajaran, tetapi juga memberikan gambaran
kontekstual mengenai dinamika yang terjadi di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan wakil
kepala sekolah bidang kurikulum. Objek penelitian mencakup perencanaan
pembelajaran, metode, strategi, media, serta pendekatan yang digunakan guru
dalam menanamkan akhlak terpuji kepada siswa tunagrahita. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun perencanaan
pembelajaran yang inklusif dan menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam
pelaksanaannya, guru menggunakan strategi variatif, keteladanan, media yang
sesuai, serta pendekatan emosional, dengan evaluasi melalui pengamatan dan
penilaian individual. Namun, penanaman akhlak terpuji masih terkendala oleh
pergaulan peserta didik dan ketidakkonsistenan keteladanan sebagian guru,
sehingga menghambat proses internalisasi nila
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
