431 research outputs found

    Respon mahasiswa komunikasi dan penyiaran Islam terhadap metode dakwah ustadz Arifin Ilham

    No full text
    Dakwah merupakan kewajiban setiap individu muslim kapan pun dan dimana pun berada. Berdakwah tidak dapat dilaksanakan dengan asal-asalan, melainkan harus dengan metode. Karena yang diseru adalah manusia yang mempunyai pikiran dan pendirian. Dakwah juga merupakan kegiatan utama dalam syiar Islam. Keberhasilan syiar Islam ditentukan pada keberhasilan dakwah. Ustadz Arifin Ilham merupakan salah satu da?i yang populer di masyarakat. Salah satu faktor yang menarik ratusan hingga ribuan jamaah karena beliau dalam berdakwah bertutur kata baik, lembut dan banyak memberi nasehatnasehat kepada jamaahnya. Ciri-ciri dakwah tersebut termasuk dalam bentuk metode dakwah mauidzah al hasanah. Dalam surat an-Nahl ayat 125, metode dakwah terdapat tiga bentuk, yaitu bi al hikmah, mau?idzoh hasanah, dan mujadalah. Berdasarkan latar belakang di atas ada beberapa pertanyaan yang menjadi rumusan masalah penelitian ini yaitu, bagaimana respon kognitif, afektif, dan konatif mahasiswa KPI angkatan tahun 2011 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap metode dakwah mauidzah al hasanah Ustadz Arifin Ilham? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori SOR yaitu kepanjangan dari Stimulus-Organism-Respon menerangkan bahwa efek yang muncul tergantung diterima atau ditolak. Komunikasi sendiri berlangsung jika ada perhatian dari komunikan mengerti, mengolah dan menerimanya sehingga muncul efek dengan wujud kesediaan merubah sikap. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa metode dakwah Mauidzah al Hasanah yang digunakan Ustadz Arifin Ilham mampu menghasilkan respon kognitif, respon afektif, dan respon konatif yang baik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2011-2012

    PENGARUH PENGGUNAANMEDIA PEMBELAJARAN MICROSOFT SWAY TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Ilham Sidik Hidayatullah MW (2025) : Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Microsoft Sway terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran microsoft sway terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dengan bentuk non-equivqlent control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 317 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa, dengan rincian 30 siswa dari kelas eksperimen dan 30 siswa dari kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tes “t” (Indepedent-samples t test). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih antara penggunaan media microsoft sway dengan penggunaan media cetak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru. dibuktikan dengan nilai 2,268 > 2,00 pada taraf signifikasi 5% dan nilai signifikan (2-tailed) 0,011 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan penggunaan media pembelajaran microsoft sway terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru, dimana nilai rata rata (mean) kelas eksperimen 81,90 lebih besar dari kelas kontrol 79,10. Kata Kunci: Media Pembelajaran Microsoft Sway, Minat Belajar Sisw

    Efektivitas Manajemen Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Melalui Facebook

    No full text
    Di zaman modern ini, banyak sekali sarana untuk berdakwah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti televisi, radio, dan berbagai media cetak. Dakwah merupakan suatu rutinitas atau bahkan kewajiban bagi setiap umat muslim, mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada kemungkaran. Sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis dan di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan adanya berbagai macam media sosial online seperti Facebook, Twitter, Blogger, Path, dan semacamnya, tentunya bisa dimanfaatkan sebagai media untuk berdakwah. Memang telah banyak para pendakwah yang memanfaatkan media-media tersebut diatas, seperti salah satunya adalah Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Inilah yang menjadi salah satu alasan penulis untuk mengadakan suatu penelitian dan menjadikannya sebuah skripsi. Dalam hal ini adalah analisis naratif efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad arifin Ilham melalui facebook. Berdasarkan di atas, maka penulis memunculkan sebuah pertanyaan sebagai objek pembahasan skripsi ini, bagaimana efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menurut bogdan dan taylor, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dari hasil penelitian didapatkan dalam satu bulan saja, terhitung dari tanggal 1 oktober 2015 sampai 1 november 2015, keseluruhan yang menyukai postingan dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham adalah sebanyak 641.943 pengguna facebook, dan yang telah di bagikan sebanyak 1.030.804 pengguna facebook, dan yang memberikan komentar sebanyak 40.708 pengguna facebook. Kemudian dapat dihasilkan penerapan fungsi-fungsi manajemen dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook sangat efektif dan mempunyai implikasi positif bagi perkembangan metode berdakwah melalui media sosia

    Pemeliharaan dan penyusutan arsip dinamisInaktif di unit pusat arsip kementrian energidan sumber daya mineral

    No full text
    Ilham Cahyarida (NIM 11140251000014). Pemeliharaan dan PenyusutanArsip Dinamis Inaktif di Unit Pusat Arsip Kementerian Energi danSumber Daya Mineral. Di bawah bimbingan Nurul Hayati, M.Hum.Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan HumanioraUniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2018.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemeliharaan danpenyusutan arsip dinamis inaktif serta mengetahui upaya yang dilakukan UnitPusat Arsip Kementerian ESDM untuk mengatasi hambatan pemeliharaan danpenyusutan arsip. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah : observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi : reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa Unit Pusat Arsip Kementerian ESDM telah melakukanusaha-usaha pemeliharaan arsip dan juga penjagaan ruangan arsip sepertifumigasi, menjaga suhu udara, penggantian boks-boks, dll. Serta dalammelakukan penyusutan arsip terdapat 3 kegiatan yaitu pemindahan,pemusnahan, dan penyerahan arsip. Kendala-kendala yang muncul dalamkegiatan pemeliharaan dan penyusutan arsip yaitu kurangnya tenaga SDM,kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kesadaran terhadap pentingnyaarsip bagi organisasi. Maka dari itu sangat disarankan untuk mengusulkanperekrutan tenaga professional kearsipan, mengusulkan penambahan dana gunamembeli mesin pencacah arsip serta peralatan dan perlengkapan yangdibutuhkan, mengawal setiap usulan yang telah dilakukan agar usulan tersebutdipenuhi oleh pihak yang berwenang.x, 86 lemba

    Strategi Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Di Kalangan Masyarakat Perkotaan

    No full text
    Dalam kehidupan manusia yang sangat berkembang pada saat ini, dakwah Islam memerlukan sebuah strategi dalam penyampaiannya. Seorang da?i berperan sebagai subjek dakwah diharuskan memiliki strategi, pola pikir yang berkaitan dengan sistem. Mengingat masyarakat kota yang masing-masing pribadinya memiliki sifat individualistik dan akibat adanya sikap individualistik itu adalah masyarakat kota tidak membutuhkan orang lain. Maka sebuah strategi dakwah diperlukan seorang da?i agar mampu menyampaikan pesan dakwah secara langsung kepada mad?u dan mampu menerima isi pesan dakwah dengan baik dan tepat sasaran. Merujuk dari latar belakang tersebut maka timbul sebuah rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana strategi dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan? Dari sini, peneliti menggali berbagai upaya strategi dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan. Meskipun Ustadz Muhammad Arifin Ilham sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam hal berdakwah, ia tetap memerlukan strategi agar aktivitas dakwah yang dijalaninya sesuai dengan tujuan. Strategi dakwah yang beliau pakai sesuai dengan metode dakwah yang berada di ayat suci al-Qur?an tepatnya pada surah an-Nahl ayat 125. Dalam pengertiannya terdapat tiga metode, yaitu: bil- Hikmah, mauidzah al-Hasanah, dan al-Mujadalah. Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori Fred R. David dalam Manajemen Strategi Konsep yang menjelaskan bahwa dalam sebuah proses strategi ada tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan termasuk dijelaskannya harus melewati tahapan perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan tehnik analisis deskriptif. Kemudian sumber data diperoleh melalui observasi di lapangan, melalui wawancara dengan Ustadz Muhammad Arifin Ilham selaku da?i yang menjadi subjek dakwah dalam penelitian ini. Dokumentasi dari aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan, metode dan taktik untuk mencapai tujuan dakwah. Dalam mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pemikliran-pemikiran yang matang baik tehnik maupun taktik yang harus dilakukan seorang da?i dalam mencapai tujuan dakwahnya

    HUKUM AKAD NIKAH MELALUI MEDIA VIRTUAL CONFERENCE DI MASA PANDEMI (STUDI KOMPERATIF MAZHAB IMAM HANAFI DAN SYAFI’I)

    Full text link
    ABSTRAK M. ILHAM HIDAYATULLAH (2021) : Hukum Akad Nikah melalui Media Virtual Conference di Masa Pandemi (Studi Komparatif Mazhab Imam Hanafi dan Syafi’i) Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh dua Mazhab Mu‟tabaroh yaitu Mazhab Hanafi dan Syafi‟i yang mempunyai perspektif berbeda berkaitan dengan Hukum Akad Nikah melalui Media Virtual Conference di Masa Pandemi. Adapun penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Mazhab Imam Hanafi dan Syafi‟i berkaitan dengan Hukum Akad Nikah melalui Media virtual Conference di Masa Pandemi dan dalil yang digunakan oleh Mazhab Imam Hanafi dan Syafii untuk mempertahankan pendapat mereka dan dilihat dari Aspek Muqoronnya. Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat Mazhab Imam Hanafi dan Syafi‟i tentang Hukum Akad Nikah melalui Media virtual Conference di Masa Pandemi serta apa saja dalil yang digunakan oleh Mazhab Imam Hanafi dan Syafii berkaitan dengan Hukum Akad Nikah melalui Media virtual Conference di Masa Pandemi. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Reseach) bersifat kualitatif,dengan menela‟ah litelatur yang berhubungan dengan pembahasan ini. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu Kitab kitab Mazhab Hanafi seperti kitab Hasyiyah Radd al- Mukhtar dan kitab Al-Bahr- al- Raiq Syarah Kanz Al Daqa‟iq Maupun Kitab Raudhah al-Thalibin wa „Umdah al-Muttaqin Karya Mazhab Syafi‟i serta sumber data sekunder lainnya yang mendukung penelitian ini. Adapun pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Muqaran yaitu dengan membandingkan pendapat Mazhab Imam Hanafi dan Syafi‟i. Dari hasil penelitian penulis ditemukan jawaban bahwa dalam Masalah Hukum Akad Nikah Melalui Media Virtual Conference Mazhab Imam Hanafi dan Syafi‟i sama sama teguh berpegang dengan argumen masing masing. Mereka menggunakan pendekatan dalil yang berbeda, Mazhab Imam Hanafi menggunakan dalil hadis yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw tentang kebolehan Akad Nikah Melalui Surat dan Utusan yang dimana ini berpengaruh kepada pemaknaan yang berbeda terhadap Ittihadul Majlis di sisi Mazhab Imam Hanafi. Sedangkan Mazhab Syafi‟i lebih cenderung kepada pemahaman bahwa sejatinya pernikahan haruslah dihadiri oleh kedua mempelai dan para saksi sehingga pemaknaan Ittihadul Majlis yang menjadi syaaraat sah sebuah akad nikah bukan hanya dimaknai sebagai kesinambungan waktu saja melainkan harus memenuhi kesinambungan waktu dan tempat, yang dimana ini menjadi titik perbedaan antara pendapat mazhab Imam Hanafi dan Syafi‟i. Setelah di kaji dan diteliti, penulis lebih cenderung menguatkan (tarjih) pendapat Mazhab Hanafi karena dalil yang digunakanMazhab Hanafi disisi penulis lebih Kuat serta Akad Nikah versi Mazhab Hanafi ini dapat digunakan sebagai salah satu landasan dalil kebolehan menikah melalui media Conference yang dimana ii dapat dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah pernikahan di masa Pandemi Covid 19 yang dimana kita dianjurkan untuk meminimalisir semaksimal mungkin penyebab penyebaran covid 19 di ruang publik. Kata Kunci : Akad Nikah, Media Virtual Conference, Pandemi Covid 19, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi,

    Program Pendidikan Akhlak Qur'ani untuk Guru di Pesantren Hidayatullah

    Full text link
    Education is a core component in building civilization. The development and progress of a civilization will not be realized unless there is an educated society. Educated society is people who care about the world of education, without education it is impossible to realize the lofty ideals of humans. Education in schools is the basis for the formation of individuals in an effort to fulfill the provision of nutritional knowledge so that their roles are able to adapt as well as color social diversity in society. Therefore, the quality of education is a prerequisite for shaping individual morals and mentality in priority for teachers with their best programs to become a link in an effort to create a superior generation under the auspices of Islam.AbstrakTujuan penelitian ini guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan akhlak di Pesantren Hidayatullah Depok. Pendidikan merupakan komponen inti dalam membangun peradaban. Perkembangan kemajuan sebuah peradaban tidak akan terwujud kecuali terdapat di dalamnya masyarakat yang terdidik. Masyarakat terdidik ialah orang-orang yang peduli terhadap dunia pendidikan, tanpa pendidikan maka mustahil akan mampu mewujudkan cita-cita luhur manusia. Pendidikan di sekolah merupakan dasar pembentukan individu dalam upaya pemenuhan bekal nutrisi ilmu agar peranannya mampu beradaptasi sekaligus mewarnai keberagaman sosial di  masyarakat. Maka dari itu mutu pendidikan menjadi syarat dalam pembentukan akhlak serta mentalitas individu secara prioritas yang diperani oleh para guru dengan program terbaiknya guna menjadi mata rantai sebagai upaya mewujudkan generasi unggul dalam naungan Islam.

    Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham. Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu), maupun sumpah (bai?a&#7717; ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh (mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya. Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada, afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham secara terpusat dan serius

    Respon Jamaah Terhadap Metode Dakwah Ustadz Arifin Ilham Melalui Jejaring Sosial Twitter

    No full text
    Perkembangan teknologi yang berpengaruh pada menjamurnya media sosial seperti twitter pada zaman sekarang ini tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga membawa dampak yang positif terhadap perkembangan pendekatan dakwah yaitu pendekatan dakwah bi al-qalam, yang tergolong kedalam pendekatan baru. Ustadz Arifin Ilham merupakan salah satu da?i yang menggunakan pendekatan yang tergolong baru tersebut. Beliau berdakwah menggunakan media sosial twitter dengan akun @marifinilham dengan jumlah followers yang sampai skripsi ini ditulis adalah ± 691.000. Dengan berdakwah menggunakan media sosial twitter tersebut, para followers yang juga jamaah dapat berinteraksi langsung dengan Ustadz Arifin Ilham dengan membalas, mention, atau me-retweet ke twitter tersebut. Berdasarkan konteks diatas, maka pertanyaan penelitian ini adalah metode dakwah apa yang digunakan oleh Ustadz Arifin Ilham dalam berdakwah melalui jejaring sosial twitter dan bagaimana respon follower terhadap dakwah Ustadz Arifin Ilham dalam berdakwah melalui jejaring sosial twitter? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus, Organism, Response. Teori ini melihat efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan yang dapat menghasilkan atau merubah sikap kognitif, afektif dan konatif. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori kegunaan dan gratifikasi Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch (1974) yang menyatakan bahwa orang secara aktif mencari media tertentu dan muatan (isi) tertentu untuk menghasilkan kepuasan (atau hasil) tertentu. Berdasarkan hasil temuan dan analisis, dalam menyampaikan dakwahnya melalui media sosial twitter Ustadz Arifin Ilham menggunakan metode dakwah Bi al-Hikmah dengan cara yang bijaksana, tidak memaksa sehingga para mad?u menerima dakwah secara sukarela tidak ada paksaan dan rasa tertekan karena dakwah dilakukan dengan cara persuasif. Metode dakwah Bi al-Hikmah yang digunakan Ustadz Arifin Ilham secara signifikan mampu merubah respon kognitif atau pengetahuan keagamaan para jamaah, dan respon konatif atau perilaku keagamaan para jamaah tetapi tidak mampu merubah respon afektif yaitu apa yang disukai oleh jamaah dalam beragama. Respon afektif lebih mampu didekati dengan metode dakwah mauizah hasanah. Karena metode dakwah mauizah hasanah dilihat lebih mampu merubah respon afektif dibanding respon kognitif dan respon konatif para jamaah yang juga followers dari twitter Ustadz Arifin Ilham

    The Use of Spelling Bee Game In Teaching Vocabulary At The Seventh-Grade Students of MTs Hidayatullah Mataram

    Full text link
    Learning English subject matter using Modal auxiliary verbs is felt difficult for students especially in creating simple sentences. Based on the results of the initial researchers' observations at SMPN 7 Mataram, English learning is still dominated by conventional learning. Therefore class VIII must be given an action in the form of more effectiveSpelling bee is a competition that asks students to spell the words as well as the sounds of a buzz. The Spelling bee is conducted orally, and it looks at contests of accuracy rather than speed. In this game, the pronouncer should allow students to ask for repetitions, sample sentences, the meaning of the word. The pronouncer has to give them the possible chance of spelling their words correctly. Regarding the definition, the researcher tries to conduct the spelling bee game in teaching vocabulary at the seventh-grade students of MTs Hidayatullah Mataram. The objective of the research is to investigate whether the use of spelling bee game has a positive effect on students' vocabulary or not, and the scope of the study only focuses on noun and verb. This research uses a quasi-experimental design and purposive technique sampling. The researcher takes two classes that are divided into an experimental and a control class. The population of the seventh-grade students consists of 50 students where the control class or VIIA consists of 25 students, and the experimental class or VIIB consists of 25 students. This research uses pre-test and post-test to collect the data. To analyze the data, the researcher uses SPSS program and manual computation in order to investigate whether the use of spelling bee game has a positive effect or not. Based on the result data  by using SPSS program shows that the mean score of the experimental class in pre-test is 50.84 which is classified as fairly score, and post-test is 80.96 is classified as Good score. The value of significance 2-tailed of Mann Whitney is 0.000 smaller than 0.05, it means that Ha is accepted. On the other hand, the manual computation shows that The value of t test = 2.800, df= 48, and t table for sig 0.05=1.677, and t table for sig 0.01= 2.406, it means that  t test is higher than t table.. Thus, the use of spelling bee game has a positive effect to the students' vocabulary at the seventh-grade students of MTs Hidayatullah Mataram in the academic year 2018/2019
    corecore