1,113 research outputs found
MENGEMBANGKAN MINAT BACA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN LITERASI PERPUSTAKAAN DI PAUD HASANUDDIN MAJEDI BANJARMASIN
Abstrak
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan untuk belajar. Sekolah sangat berperan penting dalam bidang pendidikan dan tempat yang paling efektif dalam proses belajar. Pendidikan merupakan hal utama yang dilakukan oleh setiap bangsa untuk mencapai kemajuan. Semakin berkualitas suatu bangsa itu semakin memberikan efek positif bagi kemajuan bangsa dan negara yang merupakan suatu proses degnan tujuan untuk mengembangkan sikap, tingkah laku dan membantu dalam pembentukan karakter serta mencerdaskan setiap individu dengan membaca akan memperoleh berbagai macam informasi. Upaya orang tua akan lebih optimal akan adanya dukungan dari pihak lain, seperti lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.Tujuan yang hendak dicapai dari program ini adalah: Untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan minat baca anak usia dini melalui kegiatan literasi perpustakaan di PAUD Hasanuddin Majedi Banjarmasin. Sedangkan metode pelaksanaan dengan bersosialisasi langsung kepada guru PAUD dan anak-anak yang ada di sekolah tersebut, dengan membawa beberapa bahan dasar buku cerita bergambar yang disukai anak-anak. Adapun hasil yang diperoleh adalah Anak yang terbiasa melihat buku dan kebiasaan membaca dari orang tuanya akan membuat mereka gemar membaca. Simpulan dari pengabdian ini diperlukan usaha keras untuk mendorong anak untuk berkenalan dengan perpustakaan dapat dilakukan di rumah melalui pembuatan perpustakaan keluarga
Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Hikayat Indraputra
Hikayat Indraputra (HI) adalah salah satu karya sastra Melayu yang sangat populer. Jumlah naskahnya yang banyak dan telah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa lain menunjukkan pentingnya naskah itu untuk dikaji dengan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model pengasuhan anak usia dini dalam naskah HI, dengan menggunakan metode penelitian lingkaran fungsi Braginsky dengan beberapa indikator tertentu sebagai pedoman operasional. Fungsi yang dimaksud di sini adalah apa yang dituju oleh pengarang dan signifikansi teks-teks tertentu dalam keseluruhannya. Penelitian ini berusaha menemukan bentuk pengasuhan anak pada keluarga kerajaan yang hidup pada masa lampau, yang tentu terdapat banyak perbedaan lingkungan sosial budaya dengan bentuk pengasuhan pada masa sekarang. Penelitian ini menemukan bahwa, isi cerita yang mempunyai konteks pengasuhan anak usia dini yaitu bentuk pengasuhan yang diterapkan oleh Maharaja Bikrama Bispa kepada anaknya antara lain adalah ketika Maharaja Bikrama Bispa bersyukur dan bersukacita atas kelahiran, memberi nama yang baik, memberi perlindungan, mengenalkan agama, menjaga kebersihan, membahagiakan, dan mendoakan anak. Temuan atas indikator-indikator pengasuhan anak tersebut direduksi dari data inti aspek-aspek pengasuhan yaitu asuh, asih, dan asah
Upaya Penguatan Nilai-Nilai Karakter Islam Moderat pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Pesatnya perkembangan teknologi menimbulkan kekhwatiran dalam pembentukan karakter anak usia dini yang lahir sebagai generasi “digital nativeâ€. Hal tersebut menjadi tantangan para orang tua dan guru dalam membimbing kepribadian anak yang beradab. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan upaya yang dilakukan oleh lembaga TK Islam Assakinah dalam penguatan karakter Islam moderat di tengah ancaman kondisi intoleransi yang banyak berkembang di kalangan umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif naturalistik dengan wawancara bersama kepala sekolah, guru dan orang tua siswa selama proses pembelajaran serta dilengkapi dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai karakter yang mendukung penanaman moderasi beragama sejak dini dapat dilakukan dengan berbagai upaya seperti: penyeleksian awal (screening) calon guru, pemilihan bahan ajar, penanaman sikap moderat dalam pembelajaran, mengadakan parenting education. Berbagai upaya tersebut dapat mewujudkan generasi yang memiliki karakter islam moderat sejak dini dan membawa dampak positif saat anak berada pada tingkat pendidikan yang lebih lanju
Implementasi Media Pembelajaran Kolase dalam Mengembangkan Kemampuan Seni Rupa Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Askuriyah, Anis Nurul Hidayati 2023, Implementasi Media Pembelajaran Kolase dalam Mengembangkan Kemampuan Seni Rupa Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing, Ratna Nila Puspitasari, M.Pd.
Kata Kunci: Pembelajaran Kolase, Kemampuan Seni Rupa, Anak Usia Dini
Dalam mengembangkan seni rupa anak salah satunya dengan pembelajaran kolase, di TK Muslimat NU 001 Ponorogo merupakan sekolah yang sangat memperhatikan perkembangan seni anak. Melalui pembelajaran kolase ini anak dituntut untuk kreatif, mengembangkan imajinasinya sendiri dengan menghasilkan karya yang baru.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pembelajaran kolase di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. (2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat Implementasi media pembelajaran kolase dalam memgembangkan kemampuan seni rupa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Dan (3) Mengetahui capaian perkembangan kemampuan seni rupa anak usia dini setelah guru mengimplementasikan media pembelajaran di TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi berupa foto pembelajaran kolase, foto rpp dan lain-lain. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik Milles dan Hiberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari penelitian.
Adapun hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran kolase di TK Muslimat NU 001 Ponorogo adalah kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak, kegiata ini tidak setiap hari dilaksanakan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo tetapi mengacu pada tema embelajaran dan modul ajar yang telah dijadwalkan sebelumnya. Pembelajaran kolase ini cukup mudah dilakukan pada anak yang mana media yang digunakan aman dan mudah didapat dan kolase ini adalah kegiatan tempel menempel dengan berbagai jenis bahan pada pola gambar. (2) Adapun faktor pendukung dan penghambat implementasi media pembelajaran kolase dalam mengembangkan kemampuan seni rupa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo adalah faktor pendukungnya berupa kegiatan kolase cukup menyenangkan bagi anak, bahan-bahannya pun mudah didapat dan tentu pembelajaran ini tidak membahayakan anak. Adapun hambatannya anak lebih aktif di kelas dengan bertengkar berebut media yang sudah di bagikan oleh guru sebelumnya sehingga ada anak yang belum selesai mengerjakan tugasnya sesuai waktu yang telah disepekati bersama, tetapi dari hambatan tersebut jarang terjadi pada anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. (3) capaian perkembangan kemampuan seni rupa anak usia dini setelah guru mengimplementasikan media pembelajaran di TK Muslimat NU 001 Ponorogo bisa dikatakan baik dan bisa mengembangkan kemampuan seni rupa anak, dengan banyak berlatih dan membuat anak akan menghasilkan suatu karya yang indah dan menarik. Anak diajak untuk turut belajar langsung dan menciptakan suatu karya dari hasilnya sendiri yang mungkin karya tersebut belum mereka temui sebelumnya
Analisis Parenting Stress Orang Tua Bekerja yang Memiliki Anak Usia Dini di Kecamatan Lima Kaum
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang variabel parenting stress pada orang tua anak usia dini yang bekerja di Kecamatan Lima Kaum melalui metode deskriptif kuantitatif. Metode penelitian deskriptif kuantiatif merupakan metode yang digunakan untuk mendeskripsikan data-data numerical (angka) yang diolah melalui metode statistika. Populasi dan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proposional random sampling melalui nomogram harry king. Hasil penelitian menggambarkan bahwa parenting stress pada orang tua anak usia dini di kecamatan lima kaum masuk kepada kategori sedang. Orang tua yang bekerja menghabiskan waktu ditempat kerjanya juga masih dapat memaksimalkan pengasuhan melalui bantuan orang lain seperti keluarga dekat maupun tempat penitipan anak dan memaksimalkan kesempatan yang ada bersama anak dengan selalu mengikuti tahapan perkembangan anak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu parenting stress orang tua anak usia dini yang bekerja di kecamatan lima kaum masuk kepada kategori sedang
Pendampingan Orang Tua dalam Membatasi Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Dini
Penggunaan gawai semakin diadopsi dan digunakan oleh anak sejak dini sehingga orang tua memainkan peranan penting dalam membentuk penggunaan gawai yang aman dan sehat agar terhindar dampak negatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendampingan orang tua dalam membatasi, mengatur, dan mengelola penggunaan gawai pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis grounded theory melalui open coding, focus coding, axial coding, dan theoretical coding. Subjek pada penelitian ini adalah tiga orang tua yang memiliki anak dengan usia 2- 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan pendampingan dengan membatasi, mengatur, dan mengelola penggunaan gawai. Adapun batasan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya dalam penggunaan gawai yaitu, batasan waktu, batasan aplikasi, batasan jarak, batasan konten, dan batasan perangkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi orang tua mengenai batasan-batasan yang dapat digunakan untuk membentuk penggunana gawai yang aman, nyaman, dan sehat bagi anak
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A RA BINTANG KECIL KETANGGUNGAN, WIROBRAJAN, YOGYAKARTA
LATIFAH NURUL HIDAYATI. Peran Guru dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini di Kelompok A RA Bintang Kecil Ketanggungan Wirobrajan Yogyakarta.Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih banyaknya anak yang tidak percaya diri ketika memasuki usia remaja untuk memilih jalan hidupnya. Pentingnya pengembangan rasa percaya diri sejak dini karena setiap manusia adalah khalifah bagi dirinya sendiri sehingga perlunya rasa percaya diri yang kuat agar mampu mengambil berbagai keputusan dengan baik untuk kelangsungan hidupnya. Selain itu pengembangan rasa percaya diri sejak dini juga mampu mengembangkan berbagai potensi dalam dirinya dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dalam rangka mengembangkan rasa percaya diri anak usia dini, peranan guru dalam mengambangkan rasa percaya diri anak usia dini, serta faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan rasa percaya diri anak.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri anak usia dini di kelas A RA Bintang Kecil Ketanggungan, Wirobrajan, Yogyakarta. Adapun pengambilan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi, Analisis data yang sudah terkumpul dan tersusun secara sistematis kemudian ditarik kesimpulan dan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan model pembelajaran sentra dengan membebaskan anak untuk memilih kegiatannya sendiri, (2) peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri anak: peran guru dalam berinteraksi (mencakup peran guru sebagai motivator, pengajar, dan mediator), peran guru dalam pengasuhan (mencakup peran guru sebagai pelatih), peran guru dalam mengatur tekanan/stress (mencakup peran guru sebagai penasehat, pendidik, motivator, dan pengelola kelas), peran guru dalam memberikan fasilitas (mencakup peran guru sebagai pendorong kreativitas, pengelola kelas, dan fasilitator), peran guru dalam perencanaan (mencakup peran guru sebagai kulminator dan evaluator), peran guru dalam pengayaan (mencakup peran guru sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, mediator, pendamping, dan penasehat), peran guru dalam menangani masalah (mencakup peran guru sebagai penasehat dan emansipator), peran guru dalam pembelajaran (mencakup peran guru sebagai mediator, pengajar, dan fasilitator), peran guru dalam bimbingan dan pemeliharaan (mencakup peran guru sebagai pembimbing, pelatih, emansipator, mediator, dan fasilitator), dan (3) faktor pendukung dalam mengembangkan rasa percaya diri yaitu guru, teman, orang tua, kegiatan ekstrakulikuler kemudian faktor penghambatnya meliputi pola asuh orang tua, teman, kondisi anak
Strategi pembelajaran anak usia dini
Buku ini disusun sebagai bahan acuan bagi para pendidik, mahasiswa, dosen serta para widiaiswara dan pembaca umum yang ingin memperdalam tentang berbagai strategi pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran pada Pembelajaran Anak Usia Dini. Isi buku ini sudah sesuai dengan materi dan kurikulum yang disajikan pada program studi dan jurusan yang berada di bawah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan atau pada perguruan tinggi islam yang membuka jurusan ilmu pendidikan atau keguruan. Buku Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini yang penulis tulis lebih dapat diterapkan dalam kaitannya dengan pendekatan komunikatif dan interaktif serta profisiensi dalam pembelajaran
A refined CLNA model in fretting fatigue using asymptotic characterization of the contact stress fields
Using the Atzori-Lazzarin criterion, the first author has recently proposed a unified model for fretting fatigue (FF), called the crack-like notch analogue (CLNA) model. Two possible types of behaviour were suggested: either 'crack-like' or 'large blunt notch,' and these are immediately studied in the typical condition of constant normal load and in phase oscillating tangential and bulk loads. The former condition ('crack-like') was treated by approximating the geometry to the perfectly flat one of the crack analogue (CA), improved in some details, reducing all possible geometries to a single contact problem. The latter ('large blunt notch'), with a simple peak stress condition i.e. a simple notch analog-Lie model. In the present paper, the calculation of the 'crack-like' behaviour is unproved using the recent asymptotic characterisation developed by Dini, Hills and Sackfield, which extracts the asymptotic singular stress field of the fretting contact. A significant difference is found in the 'equivalent' geometric factor obtained for the Hertzian geometry, particularly near full sliding, where the new criterion is more conservative, but still not large enough to permit to find, for example in Nowell's FF experimental data, if the refinement is an improvement of predictive capabilities. In flatter geometries, the difference is expected to be even smaller than in the case of the Hertzian geometry, and in this case, the original CLNA model, for its simplicity, remains a very convenient simple closed form criterion
STRATEGI KOMUNIKASI LEMBAGA KESEHATAN DALAM MEMINIMALISIR PERNIKAHAN DINI GUNA MENCEGAH GANGGUAN PSIKOLOGIS REMAJA DI DESA BANGUNAN KECAMATAN PALAS
ABSTRAK
Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan laki-laki
dan perempuan yang salah satu atau keduanya belum cukup umur sesuai dengan
peraturan undang-undang di Indonesia. Kasus pernikahan dini di Desa Bangunan
Kecamatan Palas meningkat seiirng pandemic Covid-19 yang terjadi karena beberapa
faktor. Dampak psikologis dari pernikahan dini adalah rasa cemas dalam memasuki
kehidupan rumah tangga, kecemasan tentang batasan pergaulan akibat peran baru
sebagai orang tua, ancaman perceraian, rasa putus asa atau penyesalan (depresi)
kecemasan dalam beradaptasi di keluarga baru. Dampak psikologis dari pernikahan
dini dapat menimbulkan stress, depresi dan perceraian. Secara biologis pernikahan
dini akan mengakibatkan inveksi kandungan dan kanker mulut Rahim, perempuan
yang menikah diusia muda kehamilannya lebih beresiko dari pada perempuan yang
menikah diusia 20 an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
memahami bagaimana strategi komunikasi lembaga kesehatan puskesmas kecamatan
dalam meminimalisir pernikahan dini di Desa Bangunan Kecamatan Palas.
Metode Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan
berjenis penelitian lapangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik
purposive sampling sumber data yang diperoleh yaitu dari sumber data primer dan
sumber data sekunder, sumber data primer dihasilkan dari 2 petugas puskesmas
dengan yang bertugas di pelayanan kesehatan keluarga, dan 5 remaja dengan kriteria
remaja umur 15-20 tahun, berstatus pelajar atau masih bersekolah, aktif di kegiatan
posyandu remaja, sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen
lainnya.. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah data reduksi,
penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Strategi komunikasi yang
digunakan yaitu teori komunikasi Harold D. Lasswell dengan model perencanaan
komunikasi Philip Lesly yaitu model yang menggunakan dua komponen dalam
pelaksanaannya yang meliputi organisasi dan publik. Komponen utama dalam
penelitian ini menurut Philip Lesly yaitu organisasi yang di gerakan oleh lembaga
kesehatan puskesmas kecamatan palas dan publik yang menjadi target kegiatan.
Temuan dari penelitian ini menggunakan perencanaan model komunikasi adalah
terbentuknya posyandu remaja di desa bangunan kecamatan palas yang bertujuan
untuk memberdayakan kesehatan remaja dan meminimalisir pernikahan dini agar
terhindar dari dampak psikologis bahkan biologis. Media yang digunakan dalam
menyampaikan informasi adalah komunikasi interpersonal, komunikasi dua arah
komunikasi organisasi, dan komunikasi audio visual. Bentuk komunikasi tersebut
dilakukan dalam sebuah organisasi posyandu remaja yang dilakukan satu kali dan
sebulan. Lembaga kesehatan puskesmas kecamatan palas mempunyai tanggung jawab
atas kesehatan remaja di desa bangunan kecamatan palas salah satunya kesehatan
secara psikologis akibat perniakhan dini yang berdampak buruk bagi remaja. Lewat
program posyandu remaja desa bangunan kecamatan palas remaja di edukasi di
berikan informasi mengenai bahaya menikah di usia dini, dari program tersebut
lembaga kesehatan mendapat umpan balik melalui komunikasi tatap muka.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia remaja memang masih banyak
membutuhkan bimbingan dari segala aspek yang dapat mempengaruhi kehidupannya
lebih baik dari posyandu remaja ini Setidaknya beberapa remaja dapat mengerti
bahaya pernikahan dini bagi perkembangan psikologis remaja. Program ini
memberikan harapan tentang perubahan prilaku dan sikap remaja menjadi lebih baik
Kata kunci: Strategi komunikasi, Lembaga kesehatan, Pernikahan dini, komunikasi
interpesona
- …
