1,722,017 research outputs found
Photoinduced luminescence quenching and insolubilization of star-like branched organosilicon compounds
This article may be downloaded for personal use only. Any other use requires prior permission of the author and AIP Publishing. This article appeared in Tooru Sonoda, Hidayat Rahmat, Masanori Ozaki, Katsumi Yoshino, Wolfgang Schneider, Kyung Koo Lee, Akinobu Naka, and Mitsuo Ishikawa, Appl. Phys. Lett. 75, 2193 (1999) and may be found at https://doi.org/10.1063/1.124961.Soluble star-like branched organosilicon compounds having silanylene and oligothienylene in their arms are stable in vacuum upon light irradiation, and remain highly light emissive, but degrade upon light irradiation in air. Though the change of absorption spectrum upon light irradiation is not so large, photoluminescence (PL) intensity is strongly suppressed without notable change in spectrum shape. Remarkable shortening of PL decay time due to degradation upon light irradiation in air has been confirmed by time-resolved PL measurement. These results are discussed in terms of scission of Si–Si bonds and oxidation. Optical recording utilizing photoinduced insolubilization of these materials has also been demonstrated
Dampak Tutupan Lahan Terhadap Peningkatan Curah Hujan di Palangkaraya Menggunakan Back-Trajectory Massa Udara.
Interaksi dan pengaruh tutupan lahan terhadap pola curah hujan di Indonesia masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami hubungan antara tutupan lahan dan pola curah hujan di Kota Palangkaraya. Interaksi antara atmosfer dengan berbagai jenis tutupan lahan menggunakan trajektori mundur massa udara yang melewati permukaan yang direpresentasikan oleh Leaf area index (LAI) dan evapotranspirasi (ET) mampu menjelaskan keterkaitan antara parameter atmosfer dan permukaan. Trajektori massa udara dianalisis menggunakan data permukaan, ketinggian tekanan, dan geopotensial dari ECMWF. Data permukaan berupa LAI dan ET dihasilkan dari produk MODIS MOD15A2H dan model GLDAS. Keterpaparan massa udara oleh LAI dan ET dari hasil trajektori massa udara selanjutnya diregresikan dengan curah hujan di Kota Palangkaraya. Kondisi LAI dan evapotranspirasi memengaruhi curah hujan melalui proses biokimia dan biofisik meliputi jejak gas, fluks energi, momentum, dan kelembaban. Pada penelitian ini, ditunjukan hubungan eksponensial kedua parameter permukaan terhadap curah hujan di Kota Palangkaraya. Hubungan keterpaparan massa udara oleh LAI dapat meningkatkan curah hujan di Palangkaraya pada R-squared 52.66% (40.49%) di bulan-bulan basah (kering) dan ET pada R-squared 62.74% (49.64%) di bulan-bulan basah (kering). Hasil uji t dan uji P menunjukan hubungan signifikan dari LAI dan ET terhadap peningkatan curah hujan pada bulan-bulan basah dan kering. Nilai ET sebesar 622.85 mm dari total 1004.6 mm curah hujan berkontribusi terhadap peningkatan 62% curah hujan pada bulan basah dan nilai ET sebesar 115.28 mm dari total 235.3 mm curah hujan berkontribusi terhadap peningkatan 49% curah hujan pada bulan kering
Pengaruh Cold Surge dan MJO terhadap Peningkatan Hujan di Indonesia pada Periode East Asian Winter Monsoon
Intensitas curah hujan di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh daya konveksi dan pergerakan angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara cold surge dengan fenomena variabilitas iklim intra-musiman Madden-Julian Oscillation (MJO) dalam mempengaruhi peningkatan curah hujan di Indonesia. Data yang digunakan dalam identifikasi cold surge adalah data kecepatan angin meridional menggunakan ERA-Interim. Selain itu, identifikasi MJO dilakukan menggunakan data indeks RMM1 dan RMM2 dari Bureau of Meteorology (BOM). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peran cold surge dan MJO dalam mempengaruhi curah hujan di Indonesia. Pada periode East Asian Winter Monsoon (EAWM) tahun 2000-2015, terdapat 362 kejadian cold surge, 186 kejadian MJO, dan 113 kejadian cold surge-MJO. Pengaruh cold surge dapat melewati daerah ekuator dan berpotensi membawa massa uap air yang menyebabkan curah hujan tinggi di lautan Indonesia mencapai 50-75% dari kondisi klimatologis curah hujan periode EAWM. Aktifitas konveksi (MJO) yang bergerak dari barat ke timur juga berperan dalam meningkatkan intensitas curah hujan, namun sebaran curah hujannya lebih luas dibandingkan kejadian cold surge, terutama di Indonesia bagian timur. MJO dan cold surge yang terjadi secara bersamaan dapat meningkatkan curah hujan hingga 100-150%. Meningkatnya curah hujan dapat dijelaskan oleh mekanisme transpor uap air yang tinggi di daerah seperti Laut Jawa dan wilayah pesisir Indonesia. Dampak kejadian cold surge terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia memerlukan jeda waktu sekitar 1-2 hari
Idetifikasi Cemaran Bakteri Staphylococcus aureus Pada Daging Ayam yang di Jual di Pasar Tradisional dan Modern di Sekitar Kampus Institut Pertanian Bogor
Chicken meat is one of foodstuffs which derived from animal that can be used by bacteria as a medium to grow and multiply. One of bacteria which uses this medium is Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is one of the microbial pathogens that can cause food intoxication. The purpose of this research is to determine the contamination of S. aureus in chicken meat which is sold in traditional and modern markets. The meat samples were taken ten times from a traditional and modern market once a week regularly. This research used Gram Coloring test, Catalase test, glucose and mannitol fermentation in aerobic test, coagulase test, and Mannitol Salt Agar (MSA). The results of this study showed that the bacteria in the samples was identified as S. aureus
Efikasi Antibiotik D-1 terhadap Bakteri Escherichia coli dan Mycoplasma gallinarum pada Ayam Pedaging
Broilers is a superior breed that as cross breed chickens with high productivity. Productivity can be decreased due to the disease such as colibacillosis and mycoplasmosis. Antibiotics could support the productivity of chickens. The aims of the research is to determine the effectiveness of antibiotic D-1 against Escherichia coli and Mycoplasma gallinarum. Research was conducted from August 2, 2012 until August 24, 2012. Observations during research has been conducted including on body weight, morbidity and mortality of each cage after infections. The results showed that antibiotic D-1is more effective against Mycoplasma gallinarum than Escherichia coli. The right time to give the antibiotic D-1 to againt Escherichia coli is between 6 hours to 3 days post-infection, while for Mycoplasma gallinarum is 6 hours post-infection
Bimbingan Konseling: Konsep, Teori Dan Aplikasinya
Bimbingan dan konseling sebagai ilmu dan profesi diharapkan mampu
memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan serta berkontribusi dalam
kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kegiatan bimbingan dan konseling tidak
dibatasi hanya di madrasah/sekolah, melainkan juga menjangkau bidang-bidang di
luar sekolah yang memberikan nuansa dan corak pada penyelenggaraan
pendidikan formal dan pengembangan sumber daya manusia. Guru bimbingan
konseling diharapkan lebih tanggap, antisipatif, proaktif, dan responsif terhadap
perkembangan peserta didik yang terjadi dalam masyarakat.
Bimbingan dan konseling mempunyai peran yang sangat penting dalam
pendidikan yaitu membantu setiap pribadi siswa agar berkembang secara optimal.
Bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan yang berlangsung antara konselor
dan klien yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi oleh klien. Konselor merupakan orang yang memberikan bimbingan
sedangkan klien adalah orang yang diberi bimbingan. Pembahasan tersebut
bersifat mendalam menyentuh hal-hal penting tentang diri klien (bahkan sangat
penting yang boleh jadi rahasia pribadi klien).
Guru BK bertanggung jawab untuk membimbing siswa sehingga dapat
memiliki kepribadian yang matang dan mengenal potensi dirinya secara
menyeluruh. Dengan demikian siswa diharapkan mampu membuat keputusan yang
terbaik untuk dirinya, baik dalam memecahkan masalah mereka sendiri.
Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari pendidikan.
Setiap elemen pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
intelektual dan membentuk karakter. Sesuai dengan perumusan Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa fungsi
pendidikan untuk mengembangkan keterampilan dan pembentukan karakter serta
peradaban dan martabat dalam konteks kehidupan intelektual bangsa, bertujuan
untuk mengembangkan potensi siswa di untuk menjadi manusia yang beriman dan
takut akan Tuhan Yang Maha Esa, mulia, sehat, berpengetahuan, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab
Studi Kasus: Desa Kuning 1 Kec.Bambel Kuta Cane
Tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Mengetahui saluran pemasaran kemiri di desa kuning 1 kecamatan bambel kutacane. 2). Untuk mengetahui bagaimana share margin pemasaran di daerah penelitian. 3). Untuk mengetahui efisiensi pemasaran setiap saluran pemasaran di daerah penelitian.
Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara vorposive. Sampel petani dalam penelitan ini sebanyak 15 orang, sampel pedagang pengumpul sebanyak sebanyak 2 orang dan sampel agen sebanyak 3 orang. Metode penentuan sampel penelitian dilakukan secara sensus. Metode analisis data untuk rumusan masalah pertama di analisis dengan analis deskriptif, rumusan masalah kedua dianalisis dengan metode share margin dan rumusan masalah ketiga dianalisis dengan rumus total biaya pemasaran dibagi harga beli konsumen akhir dikali 100%.
Kesimpulan diperoleh hasil sebagai berikut: 1). Saluran pemasaran didaerah penelitian terdiri dari dua saluran pemasaran, saluran pemasaran yang pertama dari petani ke pedagang pengumpul, dan pedagang pengumpul ke pabrik. Saluran pemasaran kedua dari petani agen kecil lalu dari agen kecil ke pedagang pengumpul (agen Besar) lalu dari pedagang pengumpul ke pabrik. 2). Biaya pemasaran terdiri dari biaya transportasi, tenaga kerja, karung goni, dan biaya pengeringan untuk pedagang pengumpul (agen Besar). 3). Share margin yang di peroleh pada saluran I sebesar 79.63% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 378,3/Kg. Share margin yang di peroleh pada saluran II sebesar 82% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 546/Kg. 4). Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 6,079% < 50%, Efisiensi pemasaran pada saluran II sebesar 11,11%< 50%
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada Sarang Burung Walet Ekspor ke Tiongkok
Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan merupakan salah satu komoditas unggulan yang diekspor ke Tiongkok. Sarang burung walet yang akan diekspor ke negara Tiongkok harus memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada sarang burung walet ekspor ke Tiongkok. Sebanyak 40 sampel sarang burung walet putih yang akan diekspor ke negara Tiongkok diuji di Laboratorium Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP). Pengujian dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) terdiri dari uji pendugaan (LC broth) dan uji peneguhan (EC broth), uji pada media L–EMBA, dan uji IMVIC (Indole, Methyl–Red, Voger Proskauer, Citrate). Hasil penelitian menunjukkan 8 sampel positif pada uji pendugaan (LC broth) dan peneguhan (EC broth) yang dinyatakan sebagai suspect bakteri E. coli. Hasil pengujian terhadap 8 sampel suspect dengan uji pada media L–EMBA menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan adanya bakteri mikroba patogen E. coli pada semua sampel sarang burung walet. Kat
Upwelling di Laut Banda dan Pesisir Selatan Jawa serta Hubungannya dengan ENSO dan IOD
Analisis kejadian upwelling di Laut Banda dan pesisir selatan Jawa telah dilakukan dengan identifikasi data re-analisis ECMWF (The European Centre for Medium-Range Weather Forecasts), yaitu angin permukaan dan suhu permukaan laut (SPL) serta data satelit Aqua MODIS chlorophyll-a dari ocean color. Ketiga parameter yang diteliti memiliki selang waktu selama 14 tahun (2002-2016). Kejadian upwelling juga dianalisis dengan estimasi Ekman pumping dan Ekman transport.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA), kecepatan Ekman pumping di Laut Banda mencapai maksimum sekitar 3,65x10ˉ⁶ m/det sedangkan di perairan selatan Jawa mencapai sekitar 4,9x10ˉ⁶ m/det. Ekman pumping dan ekman transport di pesisir selatan Jawa memberikan kontribusi yang setara terhadap proses coastal upwelling dengan indikasi tingginya konsentrasi chlorophyll-a di pesisir selatan Jawa pada saat periode JJA. Ekman pumping memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan dengan ekman transport terhadap proses upwelling lokal di Laut Banda. Analisis korelasi parsial antara chlorophyll-a dengan dengan variabilitas iklim antar tahunan, IOD (Indian Ocean Dipole) - (ENSO (El Niño Southern Oscillation) dikendalikan), terlihat secara signifikan di Laut Banda dan pesisir selatan Jawa. Pengaruh IOD (ENSO dikendalikan) terhadap peningkatan chlorophyll-a terlihat secara signifikan di pesisir selatan Jawa pada periode JJA-SON (September-Oktober-November) bersamaan dengan berlangsungnya monsun Timur. Fenomena ENSO (IOD dikontrol) memberikan pengaruh peningkatan chlorophyll-a secara signifikan di Laut Banda pada periode JJA
Kajian Cold Surge dan Borneo Vortex serta Hubungannya dengan Sistem Konvektif
Kajian mengenai cold surge dan Borneo vortex dan dampaknya terhadap sistem konvektif telah diteliti. Cold surge (CS) yang terjadi di Kontinen Maritim seringkali memutar sirkulasi siklonik (yaitu Borneo vortex). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi mekanisme pembentukan Borneo vortex di atas ekuatorial Laut Cina Selatan dan hubungannya dengan konveksi kumulus kuat melalui kejadian cold surge. Hasil menunjukkan terdapat 209 hari kejadian strong surge (SS) dan 228 hari kejadian no surge (NS) selama DJF tahun 2002-2017, yang diklasifikasikan menggunakan CS index. Saat SS, kondisi atmosfer mendukung dalam pembentukan Borneo vortex, diantaranya angin horisontal positif dengan kecepatan angin menuju selatan, vortisitas absolut positif, divergensi dari vortisitas absolut negatif, dan transpor uap air lebih tinggi dari saat NS di selatan Laut Cina Selatan dan Kontinen Maritim. Selain itu, ditemukan bahwa nilai Maritime Borneo vortex (MBV) index dan nilai CS index berbanding lurus dan berkorelasi positif dengan nilai 0.5 pada significance level 95%, yang berarti cold surge yang kuat seringkali memutar intensitas Borneo vortex di atas ekuatorial Laut Cina Selatan. Cold surge dan Borneo vortex yang terjadi secara bersamaan akan mengintensifkan pembentukan Borneo vortex dan akan meningkatkan curah hujan di atas ekuatorial Laut Cina Selatan dan Kontinen Maritim Indonesia
- …
