60 research outputs found

    PENERAPAN SSAS GUNA MENGATASI PEROMPAKAN DI ATAS KAPAL MV. KT 02

    Get PDF
    Ferdian Hernawan, 2018, NIT: 50134873.N, “Application of SSAS to Resolve Piracy On The Vessel MV. KT 02”, thesis of Nautical Study Program, Diploma IV Progra, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Counselor I: Capt. I Kadek Laju, SH, MM, M.Mar, Counselor II: R.A.J Susilo Hadi Wibowo, S.IP, MM. Piracy becomes one of the causes that the vessel can’t sailing with care and safely, with thus thing Ship Security Alert System (SSAS) security system required that was a part of ISPS Code. Because of that SSAS need to be applied on the vessel to resolve piracy aboard and minimize terrorist act to a minimum. In this research, learned the factors that was causing lack of understanding of SSAS aboard and studying the efforts that must be done for solving piracy by implementing SSAS. Remembering the importance of SSAS, in this thing author uses qualitative method with analysis data method is fishbone diagram and fault tree analysis method. Where is fishbone diagram method use for identifying root of caused that was happened, while fault tree analysis use for looking efforts that must be done about problems that was happened. The results shows the factors that caused SSAS less understood is lack of socialization, rare drill, drill isn’t appropriate with procedure and lack of knowledge about SSAS. And result from this research indicate that efforts must be done is routinely held safety meeting, controlling, routine held drill and also make a manual book to be learned by all crew. By implementing these efforts is expected application of SSAS can be move accordance with the procedure at ISPS Code and security on the vessel can be more guarded until sailing activities can be moved with smooth and no harm to peope and company be concerned. Keywords: application of SSAS, piracy

    Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Upah dan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Otsuka Indonesia Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Hapsari, Ferdian Vivi. 2007. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Upah dan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Otsuka Indonesia Lawang. Skripsi, Progaram Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Drs. Fattah Hidayat, M.Si.   Kata Kunci: persepsi, kepuasan kerja, keadilan upah   Kemajuan industri dan organisasi dewasa ini telah berkembang pesat, faktor Sumber Daya Manusia sebagai pekerja dan penentu keberhasilan dalam industri dan organisasi perlu mendapatkan perhatian khusus sehingga diperlukan penghargaan terhadap hasil kinerja karyawan misalnya dalam bentuk promosi dan upah sebagai imbalan atas jasa dan prestasi kerja yang telah diberikan karyawan kepada organisasi. Hal inilah yang seringkali menjadi permasalahan dalam organisasi karena karyawan menghendaki adanya penetapan  upah yang adil yaitu upah yang didasarkan pada spesifikasi jabatan. Apabila upah dipersepsikan adil oleh karyawan maka akan terjadi kepuasan kerja. Seseorang yang memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keadilan upah dan kepuasan kerja. Rancangan yang digunakan adalah penelitian korelasional. Uji coba instrumen dilakukan pada 47 karyawan PT. Kasih Karunia Sejati Malang sedangkan penelitian dilakukan di PT. Otsuka Indonesia, Lawang, Malang dengan 60 subjek penelitian dan menggunakan teknik sampling stratified proportional random sampling. Metode yang digunakan untuk menyusun skala persepsi terhadap keadilan upah dan skala kepuasan kerja adalah metode Rating yang Dijumlahkan (Methods of Summated Ratings) dari Rensis Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap keadilan upah pada karyawan PT. Otsuka Indonesia termasuk dalam kategori tepat yaitu sebanyak 31 orang sedangkan kepuasan kerja karyawan termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 43 orang. Ada hubungan positif antara persepsi terhadap keadilan upah dan kepuasan kerja dengan hasil uji korelasi product moment r = 0,578;p < 0,05 yang berarti bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang cukup kuat.             Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi para karyawan agar dapat seobyektif mungkin dalam memandang keadilan upah sehingga dapat menggambarkan realitas yang sebenarnya terjadi di lingkungan organisasi. Bagi pemilik perusahaan atau manajemen diharapkan memiliki kebijakan yang tepat dalam menentukan dan menetapkan tingkat upah bagi karyawan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan yang pada akhirnya akan berdampak pada tingkat kepuasan kerja karyawan. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan teori dan faktor-faktor lainnya dari kepuasan kerja seperti kondisi kerja, promosi, ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan, hubungan dengan rekan kerja dan pimpinan sehingga hasil penelitian yang diperoleh semakin akurat.

    Penentuan Kerapatan Tanaman Typha Latifolia Dengan Menggunakan Lahan Basah Buatan (Constructed Wetlands) Dalam Mereduksi Logam Kadmium (Cd) Pada Limbah Penyamakan Kulit

    Get PDF
    Industri penyamakan kulit merupakan salah satu industri rumah tangga yang sering dipermasalahkan karena limbahnya yang berpotensi mencemari lingkungan yang ada di sekitarnya baik melalui air, tanah, maupun udara. Karena merupakan industri rumah tangga, maka dalam proses pengolahan limbahnya belum mengutamakan faktor kelestarian lingkungan dan kurang memperhatikan kesehatan kerja para karyawannya. Tinja yang terkandung dalam air limbah penyamakan kulit mengakibatkan terkandungnya kadmium dalam air limbah penyamakan kulit. Kebutuhan air bersih yang meningkat seiring dengan peningkatan populasi memicu adanya pengolahan daur ulang limbah. Namun, constructed wetland (CW) menawarkan teknologi mudah dan murah dalam perencanaan maupun pengoperasian sistem pengolahan air limbah rumah tangga. Maka dari itu, dalam rangka meningkatkan kualitas air limbah buangan dari tanaman yang tumbuh di dalam lahan basah. Karena selain permasalahan mengenai kebutuhan akan sumber energi yang berkelanjutan dan dapat diperbarui, hal lain yang kini perlu diperhatikan adalah mengenai keberadaan limbah yang dapat merusak lingkungan. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tanaman Typha latifolia. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan bak eksperimen untuk pengaruh pereduksian logam kadmium dengan perbedaan kerapatanviii tanaman, yaitu 2 tanaman, 4 tanaman, dan 6 tanaman dengan 3 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan selama 5 hari dan 10 hari. Hasil dari proses constructed wetlands selama 5 hari, effluent air limbah dengan kandungan kadmium terkecil pada perlakuan dengan kerapatan 6 tanaman sebesar 0,0036 ppm, sedangkan nilai akumulasi logam kadmium paling besar terjadi pada perlakuan dengan kerapatan 2 tanaman sebesar 0,0089 ppm. Hasil pada proses 10 hari, effluent air limbah dengan kandungan kadmium terkecil pada perlakuan dengan kerapatan 6 tanaman sebesar 0,0042 ppm, sedangkan nilai akumulasi logam kadmium paling besar terjadi pada perlakuan dengan kerapatan 2 tanaman sebesar 0,0095 ppm. Penelitian pada detensi 5 hari dan 10 hari didapatkan nilai kandungan kadmium terbesar pada perlakuan Kontrol (tanpa tanaman) dan nilai akumulasi terkecil pada perlakuan 6 tanaman

    POLA PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MI AL KHAIRIYAH KUPANG TEBA TELUK BETUNG

    Get PDF
    ABSTRAK POLA PEMINAAN AKHLAK SISWA DI MI AL KHAIRIYAH KUPANG TEBA TELUK BETUNG OLEH DONNY ARYA FERDIAN Pola pembinaan akhlak siswa adalah usaha yang dilakukan secara sadar, berencana, dan terarah serta teratur pada suatu pengelolaan, pembinaan serta mendidik siswa kepada ajaran baik dalam membentuk sikap, tingkah laku. Tingkah laku merupakan salah satu karakteristik penting dari manusia sebagai makhluk sosial. Kita sering kali melakukan penilaian baik dan buruk, dan penilaian tersebut berpengaruh pada bagaimana kita berperilaku dan memperlakukan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui Pola pembinaan Akhlak Siswa Di Mi Al Khairiyah Kupang Teba Teluk Betung. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif , dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dataprimer yang digunakan yaitu wawancara yag dilakukan dengan kepala sekolah, guru PAI dan siswa kelas IV MI al Khairiyah kupang teluk betung. Data sekunder yang peneliti gunakan yaitu buku-buku yang berkaitan dengan pembinaan akhlak. HasilPeneliian menunjukkan bahwa pola pembinaan akhlak yang digunakan di MI Al Khairiyah Kupang Teba Teluk Betung adalah menggunakan pola pembinaan melalui pembiasaan dan pola pembinaan melalui modelling. Pola pembiasan ini diantaranya adalah dengan membiasakan hal-hal kecil seperti senyum, sapa, salam, kepada seluruh warga Masyarakat khususnya yang ada didalam kelas. Untuk pola Modelling guru melakukan usahanya dengan menjadikan dirinya sebgai role model dengan selalu membiasakan sholat berjamaah. Selain melalui pola pembiasaan dan modelling, guru Aqidah Akhlak melakukan pola pembinaan pada siswa dengan menggunakan metode pembinaan demokrasi. Kata Kunci : Pola, Pembinaan, Akhlak iv ABSTRACT PATTERNS OF IMPROVING STUDENTS' MALACTS AT MI AL KHAIRIYAH KUPANG TEBA TELUK BETUNG BY DONNY ARYA FERDIAN The pattern of developing student morals is an effort carried out consciously, planned, and directed and regularly in managing, coaching and educating students to good teachings in forming attitudes and behavior. Behavior is one of the important characteristics of humans as social creatures. We often make judgments about good and bad, and these judgments influence how we behave and treat other people. This research aims to determine the knowledge of students' moral training patterns at Mi Al Khairiyah Kupang Teba Teluk Betung. This research uses a qualitative descriptive method, in collecting data the author uses interview, observation and documentation methods. The primary data used were interviews conducted with the principal, PAI teacher and class IV students at MI Al Khairiyah Kupang Teluk Betung. The secondary data that researchers use are books related to moral training. Results Research shows that the moral coaching pattern used at MI Al Khairiyah Kupang Teba Teluk Betung is to use a coaching pattern through habituation and a coaching pattern through modeling. This pattern of refraction includes getting used to small things such as smiling, saying hello, greetings to all members of the community, especially those in the classroom. For the modeling pattern, the teacher makes his efforts by making himself a role model by always getting into the habit of praying in congregation. Apart from using habituation and modeling patterns, the Aqidah Akhlak teacher carries out coaching patterns for students using democratic coaching methods. Keywords: Patterns, Development, Moral

    Optimalisasi Kesehatan Remaja Dalam Strategi Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Apendisitis di SMA Negeri 1 Kota Ternate

    Get PDF
    Penyakit usus buntu atau apendisitis, merupakan kondisi peradangan pada usus buntu (apendiks). Perlu diketahui bahwa usus buntu merupakan organ berbentuk kantong yang tersambung ke usus besar dari sisi kanan bawah perut. Meski siapa pun dapat terkena radang usus buntu, tapi penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 tahun keatas salah satunya pada remaja sekolah. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit usus buntu dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntu pecah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri hebat yang dapat berdampak fatal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Kota Ternate. Metode pentingnya pencegahan penyakit apendisitis melalui melalui penyuluhan kesehatan, sehingga dapat tercapai perilaku hidup sehat dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang baik

    Bunga Mawar Sebagai Simbol Cinta Dalam Karya Seni Lukis Kontemporer

    Get PDF
    Tujuan pembuatan karya ini untuk memvisualisasikan berbagai permasalahan kisah cinta yang di alami oleh kalangan remaja diera sekarang ini, serta mengekspresikannya dalam bentuk karya seni yang dapat menjadi wadah sebagai pengingat terhadap kalangan remaja. Harapan dari karya ini adalah sebagai kesadaran diri seseorang untuk memperbaiki dirinya akan kesalahannya tentang memaknai cinta, serta meningkatkan pengetahuan dan memperkaya ide-ide dalam mewujudkan karya seni lukis kontemporer. Ada beberapa tahapan yang dilaksanakan sesuai dengan metode yang digunakan dalam penciptaan karya, yaitu : 1). Persiapan merupakan tahap awal dalam penciptaan sebuah karya seni mulai dari mencari sebuah ide dan gagasan. 2). Elaborasi, merupakan gagasan pokok yang telah ditetapkan nantinya akan dituangkan pada sebuah karya Lukis kontemporer. 3). Sintesis, merupakan langkah-langkah dalam pembuatan karya. 4). Realisasi Konsep merupakan tahap proses dalam berkarya dan. 5). Penyelesaian, merupakan tahap akhir dalam berkarya. Secara keseluruhan karya ini menyampaikan permasalahan tentang perasaan cinta yang di rasakan setiap remaja diera sekarang ini. Karya yang ditampilkan terdiri dari sepuluh karya yang setiap karya di beri judul yang berbeda-beda yaitu : Restu, Materi, Cinta Buta, Cinta Sejati, Obsesi, Jantung Hati, Patah Hati, Cinta Segitiga, Cinta Dalam Diam, Terakhirkal

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN POST POWER SYNDROME PADA LANSIA DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KELURAHAN LABU BARU TIMUR KOTA PEKANBARU: Bahasa Indonesia

    No full text
    Masa tua merupakan penyesuaian diri terhadap kenyataan sosial yang baru yaitu pensiun, menduda atau menjanda yang membuat Perubahan psikologis pada lansia seperti takutnya kehilangan, kesepian takut menghadapi kematian, dan defresi. Perubahan psikologis lainnya seperti perubahan status sosial yaitu perubahan peran seperti post power syndrome. Post power syndrome adalah kumpulan gejala yang timbul pasca kekuasaan pada orang-orang yang mempunyai jabatan namun sudah tidak menjabat lagi akan terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang tidak stabil. Oleh karna itu diperlukan dukungan dari keluarga untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian post power syndrome pada lansia, dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional yang di lakukan di Puskesmas Payung Sekaki Kelurahan Labu Baru Timur Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sample 100 orang. Data di analisis secara univariat dan bivariat. Uji univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara dukungan instrumental (p-value 0,028), dukungan emosional (p-value 0,002), dukungan penilaian (p-value 0,001), dukungan keluarga (p-value 0,001) dengan kejadian post power syndrome pada lansia. Diharapkan bagi keluarga lansia dapat memberikan informasi kepada lansia baik melalui media apapun, agar lansia terhindar dari post power syndrome
    corecore