1,722,039 research outputs found

    16011056 herna febriana uts senin

    No full text
    penjualan minuman adalah sebuah minuman kekinian atau disebut dengan nama hitsnya THAI TEA. thai ini banyak macam rasa dan harganya terjangkau

    Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan

    No full text
    The quality of services applied in a hospital is close related with performance of medical personnel. Their performance as employee is influenced by quality rate of internal communication upon improving quality in serving public. The performance of medical personnel on Rumah Sakit Umum Herna Medan Hospital has influenced of the total admittance rate of patient, it is surely that bed occupancy rate is still under 60%. The objective of this study is to know the influence of internal communication upon the performance of medical personnel in the hospital. This study adopted the explanatory survey. The population of this research involved those medical personnel and some non medical personnel comprised 324 personnel. Total sample in this case included 77 persons, to take them with a stratified sampling technique. The data collected by questionnaire, interview and by documentation. In analyzing the data by using a multiple linear regression technique. The result of study showed that in vertical communication is (p=0.013) and horizontal communication of (p=0.029), have significant influence toward the medical personnel who serve the hospital. Diagonal communication in this research is not influenced to those medical personal who served to Rumah Sakit Umum Herna Medan. Re-building the internal communication amongst those medical personnel is a demanded especially to improve their performance who serve the Rumah Sakit Umum Herna Medan Hospital, the service in this case should be provided to patients.Kualitas pelayanan di rumah sakit berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan. Kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal terhadap peningkatan kinerja tenaga kesehatan rumah sakit. Rendahnya kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Herna Medan berdampak pada jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit atau bed occupancy rate, masih di bawah 60%. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Survey Explanatory. Populasi dalam penelitian ini petugas medis dan non medis sebanyak 342 orang, dengan jumlah sampel 77 orang, yang diambil dengan teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal (p =0,013) dan komunikasi horizontal (p =0,029) mempunyai pengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan. Komunikasi diagonal dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Herna Medan. Disarankan kepada pimpinan Rumah Sakit Umum Herna Medan supaya memperbaiki komunikasi internal untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan dalam memberi pelayanan terhadap pasien.152 HalamanTesis Magiste

    Guy Poitevin et Herna Rairkar. Inde. Le développement, une impasse ?

    No full text
    Vernochet Jean-Michel. Guy Poitevin et Herna Rairkar. Inde. Le développement, une impasse ?. In: Politique étrangère, n°1 - 1986 - 51ᵉannée. pp. 343-344

    Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan

    No full text
    The quality of services applied in a hospital is close related with performance of medical personnel. Their performance as employee is influenced by quality rate of internal communication upon improving quality in serving public. The performance of medical personnel on Rumah Sakit Umum Herna Medan Hospital has influenced of the total admittance rate of patient, it is surely that bed occupancy rate is still under 60%. The objective of this study is to know the influence of internal communication upon the performance of medical personnel in the hospital. This study adopted the explanatory survey. The population of this research involved those medical personnel and some non medical personnel comprised 324 personnel. Total sample in this case included 77 persons, to take them with a stratified sampling technique. The data collected by questionnaire, interview and by documentation. In analyzing the data by using a multiple linear regression technique. The result of study showed that in vertical communication is (p=0.013) and horizontal communication of (p=0.029), have significant influence toward the medical personnel who serve the hospital. Diagonal communication in this research is not influenced to those medical personal who served to Rumah Sakit Umum Herna Medan. Re-building the internal communication amongst those medical personnel is a demanded especially to improve their performance who serve the Rumah Sakit Umum Herna Medan Hospital, the service in this case should be provided to patients.Kualitas pelayanan di rumah sakit berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan. Kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal terhadap peningkatan kinerja tenaga kesehatan rumah sakit. Rendahnya kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Herna Medan berdampak pada jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit atau bed occupancy rate, masih di bawah 60%. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Survey Explanatory. Populasi dalam penelitian ini petugas medis dan non medis sebanyak 342 orang, dengan jumlah sampel 77 orang, yang diambil dengan teknik stratified sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal (p =0,013) dan komunikasi horizontal (p =0,029) mempunyai pengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan. Komunikasi diagonal dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Herna Medan. Disarankan kepada pimpinan Rumah Sakit Umum Herna Medan supaya memperbaiki komunikasi internal untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Herna Medan dalam memberi pelayanan terhadap pasien.152 HalamanTesis Magiste

    Analisis Mutu Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Kepmenpan No. 25 Tahun 2004 Di RSU Herna Medan Tahun 2017

    No full text
    All hospitals had been advised to use or apply Kepmenpan for service reference in hospital. To see how far hospital services apply Kepmenpan No. 25 year 2004 hence researcher want to research about "Quality Analysis Of Inpatient Service Based Kepmenpan No. 25 year 2004 at Herna General Hospital Medan Year 2017 " This study aimed to determine empirically Community Satisfaction Level (IKM) based on Kepmenpan No. 25 year 2004 at Herna Medan General Hospital (RSU), quality of health service at HERNA MEDAN General Hospital (RSU) based on Kepmenpan No. 25, 2004 with elements of Service Procedure, Service Requirements, Clarity of Service Officer, Responsibility of Service Officer, Service Officer Capability, Environmental Comfort, Discipline of Service Officer, Service Speed, Courtesy and Friendliness of Officer, Fairness of service cost, Service cost assurance, Service Security and Justice Getting the Service. The sample used in this research is 70 people, using simple random sampling technique. The results of this study indicated Community Satisfaction Index which refers to KEPMENPAN Number KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 is in good category. Quality of Health Services at HERNA MEDAN General Hospital (RSU) based on Kepmenpan No. 25 Service Value, Service Officer, Service Officer, Environmental Comfort, Discipline of Service Officer, Speed of Service, Courtesy and Friendliness of Officer, Fairness of service cost, Certainty of service charge, Certainty of service schedule, Service Security and Justice Getting the Service is in either category. The conclusion of the research was the value of health service index at HERNA General Hospital Medan is 2,9586 with Satisfaction Index (IKM) equal to 73,97, so service quality was at level "B". This showed that the performance of Inpatient General Hospital Herna Medan as a whole was included in either category. Suggestion of research was HERNA General Hospital Management of Medan needs to make improvement on some aspect of health services, such as: Clarity of responsibility of officer in giving service, discipline officer giving service, Courtesy and hospitality officer in giving service, Availability of support service facility. Relates to the public expectation that health problems can be handled in basic services and reduce referrals.Seluruh rumah sakit sudah dianjurkan menggunakan atau menerapkan Kepmenpan untuk acuan pelayanan dirumah sakit. Untuk melihat sejauh mana pelayanan rumah sakit menerapkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004 maka peneliti ingin meneliti tentang “ Analisis Mutu Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004 di Rumah Sakit Umum Herna Medan Tahun 2017” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004 di Rumah Sakit Umum (RSU) Herna Medan, mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) HERNA MEDAN berdasarkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004 dengan unsur Prosedur pelayanan, Persyaratan pelayanan, Kejelasan petugas pelayanan, Tanggungjawab Petugas Pelayanan, Kemampuan Petugas Pelayanan, Kenyamanan lingkungan, Kedisiplinan Petugas Pelayanan, Kecepatan Pelayanan, Kesopanan dan Keramahan Petugas, Kewajaran biaya pelayanan, Kepastian biaya pelayanan, Kepastian jadwal pelayanan, Keamanan pelayanan dan Keadilan Mendapatkan Pelayanan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 70 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel random sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat yang mengacu pada KEPMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 berada dalam kategori baik. Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) HERNA MEDAN berdasarkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004 yaitu unsur Prosedur pelayanan, Persyaratan pelayanan, Kejelasan petugas pelayanan, Tanggungjawab Petugas Pelayanan, Kemampuan Petugas Pelayanan, Kenyamanan lingkungan, Kedisiplinan Petugas Pelayanan, Kecepatan Pelayanan, Kesopanan dan Keramahan Petugas, Kewajaran biaya pelayanan, Kepastian biaya pelayanan, Kepastian jadwal pelayanan, Keamanan pelayanan dan Keadilan Mendapatkan Pelayanan berada pada kategori baik. Kesimpulan penelitian adalah Nilai Indeks pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum HERNA Medan adalah 2,9586 dengan Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM ) sebesar 73,97, sehingga kualitas pelayanan berada pada tingkat “B”. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Herna Medan secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik. Saran penelitian adalah Manajemen Rumah Sakit Umum HERNA Medan perlu melakukan perbaikan pada beberapa aspek pelayanan kesehatan, diantaranya : Kejelasan tanggung jawab petugas dalam memberikan pelayanan, Kedisiplinan petugas yang memberikan pelayanan, Kesopanan dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan, Ketersediaan fasilitas pendukung pelayanan. Berkaitan dengan harapan masyarakat agar masalah kesehatan dapat ditangani dipelayanan dasar dan mengurangi rujukan. Kata kunci: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan Kepmenpan No. 25 tahun 2004.Skripsi Sarjan

    Hubungan Penyajian dan Cita Rasa Makanan di Instalasi Gizi dengan Sisa Makanan Pasien di Rumah Sakit Herna Medan Tahun 2016

    No full text
    Implementation of activities in nutrition installation hospital should be managed through integrated management system that all channels and stages, so that the entire workflow and phases of activities from raw food to cook food that is ready to be served can be implemented properly Installation nutrition Herna Hospital terrain face constraints with their food food leftovers patients suspected for the serving of the food is not good. This objective of the research was to find the correlation of the serving and taste of food with food leftovers of patients at the Hospital Herna Medan in 2016. Quantitative research with through interviews with 30 patients. Data were analyzed by logistic regression. The results of the research showed the statistical analysis found the food serving and taste of food from plant nutrients associated with food leftovers of patients, with OR = 13.000 make food taste factors have a strong correlation with the rest of the food the patient. Observation showed of management of the food in the Installation Nutrition Herna Hospital Medan (planning, reception, storage and processing) has been many problem in food management. It is recommended to management Herna Hospital Medan create guidelines and procedures for the serving of the food shows that better suit the needs of the patient. Installation head of nutrition to develop guidelines for the use seasonings and menu variations for the patient, so that the flavor of meals can be improved to reduce the patient's food leftovers, and nutrition officer at the Hospital Herna sought to implement nutrition guidelines properly.Pelaksanaan kegiatan di instalasi gizi rumah sakit perlu dikelola melalui suatu sistem manajemen yang terpadu, sehingga seluruh alur dan tahapan kegiatan dari makanan mentah sampai makanan masak yang siap disajikan dapat terlaksana dengan baik Instalasi gizi RS Herna Medan menghadapi kendala dengan adanya sisa makanan pasien yang diduga karena penyajian makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyajian dan citarasa makanan dengan sisa makanan pasien di Rumah Sakit Herna Medan tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap sampel sebanyak 30 orang pasien dengan syarat inklusi. Data dianalisis dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian makanan dan citarasa makanan dari instalasi gizi berhubungan dengan sisa makanan pasien di Rumah Sakit Herna Medan, dengan nilai OR=13,000 menjadikan faktor citarasa makanan mempunyai hubungan kuat dengan sisa makanan pasien. Hasil observasi tentang manajemen pengelolaan makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Herna Medan (perencanaan, penerimaan, penyimpanan dan pengolahan) masih ditemukan berbagai kelemahan dalam pengelolaan makanan pasien. Disarankan kepada manajemen RS Herna Medan membuat pedoman kerja dan tata acara penyajian makanan sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pasien. Kepala instalasi gizi mengembangkan pedoman penggunaan bumbu serta variasi menu untuk pasien, sehingga citarasa makan dapat ditingkatkan untuk mengurangi sisa makanan pasien, dan petugas gizi di Rumah Sakit Herna berupaya mengimplementasikan pedoman gizi rumah sakit dengan baik.129 HalamanTesis Magiste

    On polar Legendre polynomials

    Full text link
    10 pages, no figures.-- MSC2000 codes: Primary 42C05; Secondary 33C25.-- ArXiv pre-print available at: http://arxiv.org/abs/0709.4537Accepted in Rocky Mountain Journal of Mathematics.We introduce a new class of polynomials {Pn}, that we call polar Legendre polynomials, they appear as solutions of an inverse Gauss problem of equilibrium position of a field of forces with n + 1 unit masses. We study algebraic, differential and asymptotic properties of this class of polynomials, that are simultaneously orthogonal with respect to a differential operator and a discrete-continuous Sobolev type inner product.Research by first author (H.P.) was partially supported by Dirección General de Investigación, Ministerio de Ciencia y Tecnología de España, under grant MTM2006-13000-C03-02, by Comunidad de Madrid-Universidad Carlos III de Madrid, under grant CCG06-UC3M/EST-0690 and by Centro de Investigación Matemática de Canarias (CIMAC). Research by second author (J.Y.B.) was supported by CNPq-TWAS. Research by third author (W.U.) was partially supported by Centro de Investigación Matemática de Canarias (CIMAC).En prens

    PENGARUH PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN MENINGGAL TERHADAP PENGKLAIMAN ASURANSI DI RSU HERNA MEDAN TAHUN 2015

    Full text link
    Surat keterangan kematian adalah surat yang menerangkan bahwa seseorang telah meninggal dunia. Surat keterangan kematian ini berisikan identitas, saat kematian, dan sebab kematian. Kewenangan penerbit surat kematian adalah Dokter yang telah diambil sumpahnya dan memenuhi syarat administrasif untuk menjalankan praktek kedokteran. Kegunaan mengapa surat kematian perlu untuk diterbitkan adalah untuk kepentingan asuransi. Ada batasan informasi dalam pengklaiman asuransi, tidak semua data kerahasian paien bisa di beri kan kepihak lain tanpa izin resmi. Yang menjadi populasi dan sampel adalah seluruh staf rekam medis yang yang berjumlah 6 orang di RSU. Herna Medan.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh surat kematian terhadap pengklaiman asuransi, populasi dan sekaligus menjadi sampel berjumlah 6 orang. Metode yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan uji kolerasi. Hasil pengaruh (r) sebesar 0,996 r determinasi, (r2) = 0,996 ,yang berarti surat kematian mempengaruhi pengklaiman asuransi di RSU Herna Medan

    PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI PERAWAT GAWAT DARURAT DI RSU HERNA MEDAN

    Full text link
    Beberapa Rumah Sakit Umum (RSU) di Medan masih ada yang belum memenuhi standar Key Performance Indicator (KPI) IGD, salah satunya adalah RSU Herna Medan. Dibutuhkan sistem penilaian kinerja perawat gawat darurat yang disusun berdasarkan kompetensi, agar mampu memberikan kinerja yang baik. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan studi dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Bertujuan merancang sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan. 8 orang partisipan terpilih untuk mengikuti FGD tanggal 11 Mei 2015.  Analisis isi digunakan untuk data dokumen dan analisis tematik untuk data FGD. Hasil analisa data dokumen, tidak tercantum tujuan penilaian kinerja, penilaian kinerja disusun berdasarkan Task-focused Performance Dimension, cara penilaian dan hasilnya tidak diberitahukan pada perawat yang dinilai. Hasil analisa data FGD, kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan adalah dampak dan pengaruh, mengembangkan orang lain, empati, percaya diri, pengendalian diri, komitmen terhadap organisasi, keahlian teknikal, berorientasi kepada pelanggan, kerja sama kelompok, berfikir analitis, berfikir konseptual, inisiatif, fleksibilitas, kemampuan mengarahkan perintah dan semangat untuk berprestasi. Disarankan pihak manajemen agar menggunakan lembar penilaian kinerja yang telah disusun minimal satu kali dalam 6 bulan.Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Kompetensi, Perawat Gawat Darura

    Pengaruh Faktor Personal dan Situasional terhadap Komunikasi Terapeutik antara Perawat Pelaksana dan Pasien di Rumah Sakit Umum Herna Medan

    No full text
    Therapeutic communication is a process in which the working nurses consciously influence the patients or help the patients to understand more about their health. This is one of the factors influencing the indicators of performance of health service. Based on the result of the preliminary survey conducted at Herna General Hospital Medan, it was found out that therapeutic communication has not yet fully implemented by the nurses and this brought an impact to the indicator of performance of Herna General Hospital Medan where its BOR (Bed Occupancy Rate) in 2011 was only 52,71%. This BOR is still far from the national standard of 80%. The purpose of this explanatory survey study was to analyze the influence of personal and situational factors on the therapeutic communication between the patients and the nurses working at Herna General Hospital Medan. The population of this study was all of the 241 nurses working at this hospital and the samples for this study were 91 nurses working in the in-patient wards with more than 5-year length of service. The data for this study were obtained through observation and questionnaire-based interviews. The data obtained were then analyzed through multiple linear regression tests at a = 0,05. The result of bivariate correlation showed that statistically personal factor had influence on the therapeutic communication between the nurses and the patients at Herna General Hospital Medan with r = 0,489 andp = 0,000. The correlation between situational factor and therapeutic communication through bivariate correlation was insignificant, but, simultaneously, in the multiple linear regression analysis with personal factor, the influence of situational factor on therapeutic communication was seen with p = 0,045. Personal factor in fact had a bigger influence than situational factor in terms of therapeutic communication between the nurses and the patients at Herna General Hospital Medan. The management of Herna General Hospital Medan is suggested to allocate the fund to improve the quality of its human resources by providing a better education in the field of therapeutic communication especially for the nurses working in the in-patient wards and to find the ways that can be applied in nursing practice to improve the quality of therapeutic communication.Komunikasi terapeutik adalah suatu proses dimana perawat pelaksana secara sadar memengaruhi pasien atau menolong pasien untuk lebih mengerti tentang kesehatannya. Ini adalah salah satu faktor yang memengaruhi indikator kinerja pelayanan kesehatan. Berdasarkan survey pendahuluan di Rumah Sakit Umum Herna Medan ditemukan bahwa komunikasi terapeutik belum dilaksanakan sepenuhnya oleh perawat pelaksana dan ini berdampak kepada indikator kinerja Rumah Sakit Umum Herna Medan yang rendah dimana BOR (Bed Occupancy Rate) untuk tahun 2011 hanya 52.71% yang berarti belum mencapai standard nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor personal dan faktor situasional terhadap komunikasi terapeutik antara perawat pelaksana dengan pasien di Rumah Sakit Umum Herna Medan. Jenis penelitian adalah survey explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang berjumlah 241 orang dan yang menjadi sampel adalah perawat pelaksana yang bertugas diruang rawat inap dengan masa kerja lebih dari lima tahun yang berjumlah 91 orang. Data diperoleh dengan wawancara langsung dan observasi melalui kuesioner yang sudah disiapkan yang kemudian dilakukan analisis regresi linier berganda pada a = 0,05. Hasil penelitian korelasi bivariat menunjukkan bahwa secara statistik ada pengaruh faktor personal terhadap komunikasi terapeutik antara perawat pelaksana dengan pasien di Rumah Sakit Umum Herna Medan dengan korelasi r = 0,489 dengan p = 0.000. Korelasi antara faktor situasional terhadap komunikasi terapeutik melalui korelasi bivariat diketahui tidak signifikan, tetapi dalam analisis regresi linier berganda (secara serempak) dengan faktor personal maka terlihat ada pengaruh faktor situasional terhadap komunikasi terapeutik dengan p = 0,045. Faktor personal ternyata mempunyai pengaruh lebih besar dari faktor situasional terhadap komunikasi terapeutik antara perawatan pelaksana dengan pasien di Rumah Sakit Umum Herna Medan. Disarankan kepada Manajemen Rumah Sakit Umum Herna Medan supaya mengalokasikan dana untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia dengan memberikan pendidikan lebih baik dibidang komunikasi terapeutik terutama bagi perawat pelaksana yang bertugas diruang rawat inap. Juga dicari cara-cara yang dapat diterapkan dalam praktek keperawatan untuk meningkatkan mutu komunikasi terapeutik.143 HalamanTesis Magiste
    corecore