31 research outputs found
Studi Kasus: Keberhasilan Terapi Pada Kasus Intoksikasi Kucing Kunkun
Latar belakang: Intoksikasi adalah suatu keadaan gangguan yang disebabkan karena tertelannya suatu agen toksik. Studi kasus : Kucing Kunkun betina, domestic, berwarna putih, mengalami lemas, kejang-kejang, muntah, dikarenakan kucing menelan cairan wipol dan kucing belum divaksin. Hasil pemeriksaan dan Terapi : Berat badan kucing 2 kg dengan suhu tubuh 35°C, frekuensi nafas 28 kali/menit, frekuensi pulsus 100 kali/menit, turgor lebih dari 2 detik, membrane mukosa pucat. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dengan hematologi, dari hasil hematologi menunjukkan Leukositosis, Limfositosis, Anemia mikrositik hipokromik. Dari hasil anamnesa, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diganosa pada kasus ini adalah Intoksikasi. Terapi pada kasus ini diberikan terapi cairan, dan juga pemberian obat diazepam, atropine, glucortin, neokaolana dan transfer factor. Kesimpulam : Setelah empat hari terapi, pasien mengalami perubahan yang signifikan sehingga diperbolehkan rawat jalan
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn) TERHADAP NEKROSIS GLOMERULUS DAN TUBULUS GINJAL MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DI PAPAR ASAP ROKOK
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.) terhadap nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar asap rokok. Penelitian ini memakai 6 kelompok mencit jantan yang terdiri dari (K-) diberi pelarut obat 0,5 ml/ekor, (K+1) dipapar asap rokok 1 batang per hari dan pelarut obat 0,5 ml/ekor, (K+2)dipapar asap rokok 1 batang per hari dan diberi vitamin E 0,2 mg/g bb, (P1) dipapar asap rokok 1 batang per hari dan diberi ekstrak kulit manggis 50 mg/kg BB, (P2) dipapar asap rokok 1 batang per hari dan diberi ekstrak kulit manggis 100 mg/kg BB,(P3) dipapar asap rokok 1 batang per hari dan diberi ekstrak kulit manggis 200 mg/kg BB. Semua kelompok perlakuan dilakukan 14 hari. Hasil analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji HSD 5% apabila terdapat perbedaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kg BB (P3) paling banyak menurunkan jumlah nekrosis, tetapi tidak signifikan terhadap nekrosis tubulus
DETEKSI ANTIMICROBIAL RESISTANCE PADA BAKTERI CITROBACTER FREUNDII YANG DIISOLASI DARI SWAB HEWAN PENGHASIL PANGAN PENELITIAN EKSPLORATIF LABORATORIS
The aim of this study was to detect blaTEM gene which the agent of
antibiotic resistance in Citrobacter freundii isolated from rectal swab in dairy
cattle, beef cattle, broiler chicken, catfish and milkfish. A total samples were 45
samples which rectal swab taken from 9 locations and 5 samples taken per
location. Rectal swab beef cattles from Krian, dairy cattles from Kaliwaron and
Bendul Merisi, broilers from Wonokromo, Keputran, Pacar Keling, catfishes
(Pangasius hypophthalmus) from Sedati and Pabean and milkfish (Chanos
chanos) from Sidoarjo. Then, samples were isolated with selective media and
biochemical tests. Antibiotic Resistance test was using the disc diffusion against
20 μg amoxycillin, 20/10 μg amoxycillin-clavulanic acid, 10/10 μg ampicillinsulbactam,
30 μg cefotaxime, 30 μg ceftazidime, 23.75/1,25 ug sulfametaxoletrimethoprim,
and 30 μg tetracycline and then detection of blaTEM gene used PCR.
The Result showed that seven samples were positive Citrobacter freundii of
broiler from Keputran (AK-5), broiler from Wonokromo (AW-1), dairy cattle
from Bendul Merisi (SB-3 ), dairy cattle from Krian (SPT.K-1) and milkfish from
Sidoarjo (IBS-1, IBS-2, IBS-4). Samples code AK-5, AW-1, SB-3 resistant to
ampicillin-sulbactam and tetracycline but SPT.K-1, IBS-1, IBS-2, IBS-4 resistant
to amoxicillin and ampicillin-sulbactam. Those seven samples were positive
blaTEM gene with 445 bp size used PCR
HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
ABSTRAK
HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT
DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
Oleh
Cut Ma’rifa Nanda Permatasari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
empati dan parental attachment dengan perilaku prososial pada
remaja. Perilaku prososial merupakan tindakan sukarela yang
dilakukan individu untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan
imbalan. Empati dan parental attachment dipandang sebagai dua
faktor penting yang dapat memengaruhi kecenderungan remaja
dalam berperilaku prososial.
Populasi dalam penelitian ini adalah Remaja dengan
Rentang Usia 15 – 17 tahun, sampel yang digunakan sebanyak 150
responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
simple random sampling. Penelitian ini menggunakan teknik
analisis data regresi berganda yaitu suatu metode analisis data untuk
menguji hipotesis dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel
terikat dengan bantuan software JASP 0.18.1
Hasil penelitian menunukan bahwa Terdapat hubungan
yang signifikan antara Empati dan Parental Attachment dengan
Perilaku Prososial pada remaja. Nilai koefisien kolerasi (R) sebesar
0,880 dengan F hitung sebesar 252.092 dan taraf siginifikasi sebesar
0,001 (p<.001) dengan nilai (R2) 0,774 artinya variabel empati dan
parental attachment memberikan sumbangan efektif sebesar 77,4%
terhadap variabel perilaku prososial.
Kata Kunci : Perilaku Prososial, Empati, Kelekatan Orangtua
ii
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN EMPATHY AND PARENTAL
ATTACHMENT WITH PROSOCIAL BEHAVIOR IN
ADOLESCENTS
Author
Cut Ma’rifa Nanda Permatasari
This study aims to determine the relationship between
empathy and parental attachment with prosocial behavior in
adolescents. Prosocial behavior is a voluntary action taken by
individuals to help others without expecting anything in return.
Empathy and parental attachment are seen as two important factors
that can influence adolescents' tendencies to behave prosocially.
The population in this study were adolescents aged 15-17
years, the sample used was 150 respondents and the sampling
technique used was simple random sampling. This study used
multiple regression data analysis techniques, namely a data analysis
method to test the hypothesis of two or more independent variables
with one dependent variable with the help of JASP 0.18.1 software.
The results of the study showed that there was a significant
relationship between Empathy and Parental Attachment with
Prosocial Behavior in adolescents. The correlation coefficient (R)
value is 0.880 with a calculated F of 252,092 and a significance
level of 0.001 (p<.001) with a value (R2) of 0.774, meaning that the
empathy and parental attachment variables provide an effective
contribution of 77.4% to the prosocial behavior variable.
Keywords: Prosocial Behavior, Empathy, Parental Attachmen
Clinical insights on severe dilated cardiomyopathy and atrial fibrillation in a young Pomeranian
Kardiomiopati dilatasi (DCM) dan fibrilasi atrium merupakan kondisi jantung yang parah pada anjing ras kecil yang sering dikaitkan dengan defisiensi karnitin dan taurin. Studi kasus ini menilai efektivitas suplementasi karnitin dan diet khusus jantung pada anjing Pomeranian berusia 4 tahun seberat 3,8 kg bernama Boxy, yang menunjukkan gejala-gejala termasuk kehilangan nafsu makan, muntah, intoleransi olahraga, dan dispnea. Diagnosis awal menunjukkan pembesaran jantung yang parah (VHS 16.2V), tonjolan daun telinga kanan, kolaps trakea, dan fibrilasi atrium. Pengobatan dengan Cardi-B, sirup Capritazine, dan diet jantung Royal Canin membaik secara signifikan setelah 30 hari, dengan tekanan darah yang normal (103/59 mmHg) dan VHS yang berkurang sebesar 13,7V. Ekokardiografi tidak menunjukkan tamponade. Boxy tetap mengonsumsi Cardi-B dan Royal Canin Cardiac setiap hari untuk evaluasi berkelanjutan hingga ukuran jantung dan pembacaan EKG kembali normal.Dilated cardiomyopathy (DCM) and atrial fibrillation are severe cardiac conditions in small-breed dogs that are often linked to carnitine and taurine deficiencies. This case study assesses the effectiveness of carnitine supplementation and a cardiac-specific diet in a 4-year-old, 3.8 kg Pomeranian named Boxy, who presented with symptoms including appetite loss, vomiting, exercise intolerance, and dyspnea. Initial diagnosis revealed severe heart enlargement (VHS 16.2V), right auricular bulging, tracheal collapse, and atrial fibrillation. Treatment with Cardi-B, Capritazine syrup, and Royal Canin cardiac diet significantly improved after 30 days, with normalised blood pressure (103/59 mmHg) and a reduced VHS of 13.7V. Echocardiography revealed no tamponade. Boxy remains on daily Cardi-B and Royal Canin Cardiac for ongoing evaluation until the heart size and ECG readings normalis
Feline Calicivirus Infection with Chronic Stomatitis, Rhinitis and Otitis in a Bengal Cat in Indonesia
The purpose of this case study was to describes the infection with feline calicivirus manifested as chronic stomatitis, rhinitis and otitis in a Bengal cat. A cat was presented to the clinic due to inappetence, weakness, and frequent vomiting. It had never been vaccinated, and never been given anthelmintic. It had an open wound on its back, and purulent discharge was appearing in the ear and nose. Using an antigen test kit, Feline Calicivirus was tested positive for infection with Feline calicivirus. Therapies were given to relieve clinical signs however, the patient could not be saved. Prevention of feline calicivirus could be done by vaccination, as well as maintaining cleanliness of housing and equipment
Nilai Total Protein Pada Kucing Liar (Stray Cats) Dan Kucing Peliharaan (Domestic Pet Cats) Di Surabaya
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai total protein pada kucing liar (stray cats) dan kucing peliharaan (domestic pet cats) di wilayah Surabaya. Total sampel darah yang diambil 28 darah kucing liar dan 28 kucing peliharaan. Kemudian dilaksanakan pemeriksaan total protein dari serum darah yang telah diambil di Laboratorium Pacar Surabaya. Dari hasil pemeriksaan total protein ditemukan 11 (39%) sampel darah kucing liar mengalami nilai abnormalitas yang teridentifikasi 7 mengalami penurunan dan 4 sampel mengalami peningkatan. Sedangkan pada kucing peliharaan ditemukan 7 (25 %) sampel darah yang mengalami abnormalitas total protein yang teridentifikasi 4 mengalami penurunan dan 3 sampel mengalami peningkatan. Kemudian dilakukan uji T independent terhadap nilai total protein yang abnormal antara kucing liar dan peliharaan. Hasil analisis data uji T independent menunjukkan bahwa nilai total protein yang abnormal antara kucing liar dan peliharaan tidak berbeda nyata (nilai Sig. (2tailed) > 0,05) sehingga disimpulkan baik kucing liar dan peliharaan beresiko mengalami penurunan dan peningkatan total protein yang mengindikasikan suatu penyakit tertentu.The purpose of this research was to identify the protein value of stray cats and domestic pet cats in Surabaya. In this study blood samples were collected from 28 stray cats and 28 domestic pet ctas. Total protein value were determined by Pacar Laboratory Surabaya. The result showed that 11 samples stray cats (39%) were abnormal which 7 samples were 4,5-4,7 (hipo) and 4 samples were 9,1-10,1 g/dL (hiper). Total protein value from domestic pet cats were 7 samples (25%) abnormal which 4 samples were 5,3-5,8 g/dL (decreasing) and 3 samples were 8,9-9,4 g/dL (Increasing). Data analysis used independent sample t-test with SPSS for Windows with significant level 0.05. The results of data analysis showed not significantly. In conclusion between stray cats and domestic pet cats had risk of hipo and hiper total protein value that indication of any disease
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI HOTEL BUDGET KOTA BANDUNG
Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh electronic word of mouth (e-WOM) terhadap keputusan menginap di hotel budget Kota Bandung. Objek yag diambil dalam penelitian ini ialah hotel budget yang ada di Kota Bandung, karena jumlah hotel budget di Kota Bandung yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan persaingan antar hotel budget semakin meningkat, agen perjalanan online juga menjadi sarana untuk menyederhanakan reservasi hotel, hal ini yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah total 150 responden yang pernah menginap di hotel budget Kota Bandung melalui online travel agent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis linier berganda. Data yang dibutuhkan oleh penulis diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan diolah menggunakan software SPSS versi 25. Berdasarkan hasil penelitian, electronic word of mouth (e-WOM) menunjukan adanya pengaruh yang signifikan terhadap keputusan tamu dalam memilih hotel budget di Kota Bandung, dengan nilai R square 0.676 (67,6%), kemudian sisa 47.5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian ini.
The aim of this research is to analyze the influence of electronic word of mouth (e-WOM) on the decision to stay at a budget hotel in Bandung City. The object taken in this research is budget hotels in Bandung City, because the number of budget hotels in Bandung City has increased in recent years, causing competition between budget hotels to increase, online travel agents have also become a means to request for hotel reservations, this is the background for the author to conduct this research. This research used a survey method with a total of 150 respondents who had stayed at budget hotels in Bandung City through online travel agents. The method used in this research is a quantitative method using multiple linear analysis techniques. The data required by the author was obtained through distributing questionnaires and processed using SPSS version 25 software. Based on the research results, Electronic Word of Mouth shows that there is a significant influence on guests' decisions in choosing a budget hotel in the city of Bandung, with an R square value of 0.676 (67.6 %), then the remaining 47.5% is influenced by other variables not included in this study
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PENDINGIN PRODUKSI EDAMAME DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silakan menghubungi author melalui email [email protected] atau [email protected]
