1,721,003 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KIRTIS MAHASISWA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa pada mata kuliah Fisika Statistik Model pembelajaran yang digunakan adalah Cooerative Model . Sebagai sebuah model pengajaran, pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada Pembelajaran di semua level. Pada model pembelajaran ini, kelas diatur ke dalam kelompok-kelompok kecil dan dosen memberikan petunjuk berkenaan dengan tujuan yang hendak dicapai. Kelompok kecil ini bekerja melalui tugas hingga semua kelompok berhasil memahami dan menyelesaikan tugas tersebut. Pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada semua tugas dalam berbagai macam bentuk kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang dapat dikembangkan pada model pembelajaran ini adalah: mengklasifikasi, mengasumsi, memprediksi, menghipotesis, mengevaluasi, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Dengan nilai rata-rata tiap siklus I, siklus II dan siklus III, berturut-turut: 77,06; 81,54; dan 83,64. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang termasuk kategori lebih kritis dalam hierarki kategori kemampuan berpikir kritis

    INTERVENSI PENERAPAN TEKNIK TARI BAMBU PADA STRATEGI GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA

    Full text link
    Penelitian ini didasarkan pada kesulitan peserta didik dalam memahami materi pelajaran fisika sehingga menghasilkan hasil belajar yang rendah dari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Pemberian Pertanyaan dan Mendapatkan Jawaban dengan Tari Bambu Hasil Fisika Siswa. Strategi Memberikan Pertanyaan dan Mendapatkan Jawaban adalah strategi yang mampu mengoptimalkan peran siswa selama proses pembelajaran. Dalam ranah kognitif pengumpulan data menggunakan deskripsi masalah sebanyak 10 item, dalam ranah afektif menggunakan lembar observasi. Hasil pembelajaran dalam domain kognitif diperoleh, nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 80,03 dan kelas kontrol adalah 70,62. Dalam domain afektif rata-rata aktivitas eksperimen kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu di kelas eksperimen 71 dan kelas kontrol 63. Selanjutnya, dengan analisis uji-t, tct = 3,63 lebih besar dari t- = 1,675 (pada real tingkat 0,05), dengan demikian hipotesis alternatif diterima. Jadi memberi pertanyaan dan mendapatkan jawaban dengan tarian bambu lebih baik pada hasil belajar

    RELATIONSHIP BETWEEN THE CLAY COMPOSITION AND THE SOIL SOURCE IN WEST SUMATERA

    Full text link
    Clay mineral is widely used in ceramic materials, building materials, paper coating materials, catalyst support, and an alternative material for zeolite. This paper reports the study on the relationship between the position of soil (low and highland) and its mineral composition in Bukit Tinggi, West Sumatera, Indonesia. It was found that the lowland area indicates the existence of dominant kaolinite and mikasaite. Meanwhile the highland is characterized with dominant illite and kaolinite.Illite is the main component for ceramic. This due to the alkaline condition and high content of Al and K as well as high hydrothermal activity at high land presumably by volcanic activity.Keywords: clay mineral, XRD, XRF, kaolinite, illite-smectit

    VALIDITAS MODUL KERJA DENGAN METODE STUDENT CENTRE LEARNING (SCL) UNTUK MATA KULIAH FISIKA DASAR DI KAMPUS STKIP PGRI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Suatu permasalahan yang mendasar yang dialami dosen sewaktu mengajar mata kuliah fisika dasar di kampus STKIP PGRI SUMBAR adalah tidak terjalinnya interaksi timbal balik antara mahasiswa dengan dosen tersebut. Mahasiswa merasa komunikasi perkuliahan hanya satu arah. Fenomena inilah yang bisa memicu mahasiswa cepat bosan dan jenuh belajar, sehingga perkuliahan menjadi tidak optimal.Suatu modul kerja yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang mengikuti pola coopereative learning  tervalidasi dan siap untuk diujicobakan ke mahasiswa. Suatu system pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini merancang bagaimana supaya mahasiswa itu bisa ikut berperan aktif dalam proses belajar mengajar itu. Suatu solusi yang bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan ini adalah dengan membuatkan suatu modul kerja dengan berbasis metode student centre learning ( SCL ). Dengan metode SCL ini mahasiswa dituntut berperan aktif selama perkuliahan, dilatih untuk mengemukakan pendapat sehingga terasahnya kemampuan mahasiswa untuk bisa mengeksplorasi lebih dalam tingkat pengetahuannya. Salah satu model pembelajaran SCL ini adalah Cooperative Learning. Yaitu tipe SCL yang arahannya untuk bekerja sama dalam kelompok. Kata Kunci : Modul kerja, Metode SCL, Cooperative

    Perancangan Sensor Pergeseran Rentang Panjang Menggunakan Serat Optik Berstruktur Singlemode-Multimode-Singlemode ( SMS )

    Full text link
    Pergeseran struktur bangunan seperti gedung dan jembatan terjadi akibat getaran dan pelapukan bahan. Untuk pengawasan pergeseran perlu diciptakan sensor pergeseran serat optik berstruktur SMS. Sensor SMS merupakan salah satu sensor yang memiliki sensitivitas tinggi. Untuk mendeteksi pergeseran gedung dan jembatan diperlukan sensor optik yang  memiliki rentang  panjang. Untuk mendapatkan rentang pergeseran yang lebih panjang sumbu sensor dimiringkan membentuk konfigurasi sudut. Pemberian sudut pada sensor akan memperkecil regangan dan membuat  sensor  menjadi  kurang sensitif. Perubahan respon daya optik  akibat pergeseran diukur oleh optical power meter JDSU OLP 38 dan laser dengan panjang gelombang 1550 nm  serta 1310 nm. Dalam penelitian ini, sensor optik dipengaruhi parameter kemiringan sensor dan panjang bagian multimode terhadap rentang pergeseran dan sensitivitas sensor. Rentang pergeseran yang terbaik terjadi pada sensor yang memiliki kemiringan 200 diperoleh rentang sepanjang 0 – 8 mm dan sensitivitas yang terbaik ketika sensor diberi gelombang cahaya 1550 nm terdapat pada sensor SMS yang memiliki panjang multimode 8 cm diperoleh  sensitivitas 0,033 dBm/mm dan jika diberi cahaya laser dengan panjang gelombang 1310 nm sensitivitas terbaik terdapat pada sensor SMS yang memiliki panjang multimode 10 cm diperoleh sensitivitas 0,038 dBm/mm. Kata Kunci : sensor pergeseran, serat optik SMS,   konfigurasi sudut pergeseran.

    Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Tingkat SMA: Literature Review

    No full text
    Model discovery learning adalah salah satu model yang berpusat pada peserta didik, peserta didik secara aktif melakukan eksplorasi mandiri, menganalisis, mengolah hingga menyimpulkan hasil temuan. Model ini dianggap relevan dan dapat meningkatkan kemampuan abad ke-21 yaitu kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kajian tentang model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang sesuai dengan topik pembahasan. Pencarian artikel dilakukan melalui google scholar. Artikel yang dijadikan referensi adalah artikel yang terbit pada rentang tahun 2021-2025. Terdapat 10 artikel yang direview dari 10 jurnal yang berbeda. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik tingkat SMA. Model discovery learning dapat dipadukan dengan bahan ajar dan media yang interaktif untuk membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis

    MARKETING IN THE AGE OF AI: HARNESSING TECHNOLOGY TO UNDERSTAND CONSUMER BEHAVIOR

    Full text link
    The integration of artificial intelligence (AI) in marketing has significantly altered how businesses understand and interact with consumers. This study aims to explore how AI can enhance consumer behavior analysis and optimize marketing strategies through advanced predictive and personalization technologies. Employing a qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews with marketing professionals and secondary data from industry reports. Thematic analysis was used to analyze findings, revealing that AI enables marketers to predict consumer needs, segment audiences more effectively, and provide highly personalized interactions. The results indicate that AI-driven personalization not only increases customer engagement but also fosters long-term loyalty. Furthermore, this research highlights the need for ethical considerations in AI use, such as data privacy, to maintain consumer trust. These findings offer valuable insights for businesses aiming to leverage AI for more effective and consumer-centered marketing strategies. Future research is suggested to examine the ethical implications of AI in marketing across diverse industries

    PEMANFAATAN CARBON AMPAS TEBU SEBAGAI CAMPURAN PENGUAT BATA BETON DITINJAU TERHADAP UJI KUAT TEKAN

    Full text link
    Bata beton adalah alternatif konstruksi bangunan penting sebagai penutup tanah. Digunakan ampas tebu karbon sebagai agregat campuran bata beton. Ampas tebu menggunakan mesin tungku pada 500 ° C selama 30 menit. Batu bata beton dibuat dengan rasio 1: 2: 1. Bagasi karbon agregat menggunakan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dari volume semen. Hasil uji kuat tekan menunjukkan semakin besar variasi ampas tebu, semakin kecil kekuatan tekannya. Kekuatan tekan sampel paling besar dalam sampel 5%, sedangkan nilai terkecil dalam sampel adalah 15%. Nilai kuat tekan yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 10% agregat agregat tebu menunjukkan bata beton memenuhi persyaratan mutu IV (Mutu Bata Beton Pejal B2), sesuai standar SNI 03-0349-1989 (1989)

    Pengembangan Handout Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Dinamika Rotasi Benda Tegar di Kelas XI MIPA SMAN 1 Sawahlunto

    No full text
    Bahan ajar adalah segala bentuk bahan atau materi yang disusun secara sistematis yang terdiri dari kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dikuasai oleh peserta didik, serta membantu pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan minat belajar serta kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Oleh karena itu peneliti bermaksud ingin mengembangkan bahan ajar berupa handout berbasis inkuiri terbimbing yang valid dan praktis. Model penelitian pengembangan ini menggunakan penelitian R&D model 4-D. Instrumen yang digunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis dengan teknis persentase. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa handout berbasis inkuiri terbimbing pada materi dinamika rotasi benda tegar ini tergolong sangat valid dengan nilai 90,22 %. Selanjutnya handout berbasis inkuiri terbimbing pada materi dinamika rotasi benda tegar ini tergolong praktis dengan nilai 71,93 %
    corecore