25 research outputs found
SEJARAH PERKEMBANGAN IKHWANUL MUSLIMIN DAN DAKWAHNYA
Hasan Albanna was the founding figure of the Muslim Brotherhood, he grew up in the city of Delta Egypt, Muhammadiyah. His father was a parasier, and the ulama, as was common in Egyptian society, Hasan followed in his father's footsteps. Hasan Albanna studied and received religious education from his father. At the age of 12, Hasan Albanna entered elementary school. Hasan Albanna then joined the group, namely the munkar prevention group. This association emphasizes explaining Islamic rituals and morality completely, and sends letters of threat to those found to violate Islamic standards.
The view of the Muslim Brotherhood of da'wah is compensitive and universal, Islamic da'wah is not limited to only one not just so that each side gets a balanced portion, but Islamic da'wah affirms all sides and tries to make it happen both mind, spiritually, heart and body . The aspects of Islamic da'wah that are of concern are thought, morals, jihad, social politics, and culture.Hasan Albanna was the founding figure of the Muslim Brotherhood, he grew up in the city of Delta Egypt, Muhammadiyah. His father was a parasier, and the ulama, as was common in Egyptian society, Hasan followed in his father's footsteps. Hasan Albanna studied and received religious education from his father. At the age of 12, Hasan Albanna entered elementary school. Hasan Albanna then joined the group, namely the munkar prevention group. This association emphasizes explaining Islamic rituals and morality completely, and sends letters of threat to those found to violate Islamic standards.
The view of the Muslim Brotherhood of da'wah is compensitive and universal, Islamic da'wah is not limited to only one not just so that each side gets a balanced portion, but Islamic da'wah affirms all sides and tries to make it happen both mind, spiritually, heart and body . The aspects of Islamic da'wah that are of concern are thought, morals, jihad, social politics, and culture
Penggunaan metode problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di Mts S Jabalul Madaniyah Sijungkang
Permasalahan dalam penelitian ini bahwa kegiatan belajar mengajar sebelum diterapkannya metode problem solving kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurang inisiatifnya siswa dalam mencari sumber informasi yang relevan dengan materi pembelajaran. Selain itu, siswa juga terlihat masih lemah dalam mengembangkan penadapatnya sendiri ketika diminta untuk mengemukakan pendapat akan suatu permasalahan khususnya pada mata pembelajaran fiqih. Maka untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tersebut, guru mencoba untuk menerapkan metode problem solving. Dalam penerapan metode ini, siswa akan diberikan suatu permasalahan yang harus mereka pecahkan. Penelitian ini mengupas tentang apakah dengan meggunakan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang, serta penelitian ini berfokus pada kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih dengan menggunakan metode problem solving. Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan penggunaan metode problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang. Sehubungan dengan ini pendekatan yang dikaukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa dan metode Problem solving pada pokok bahasan haji. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas secara kolaboratif bersama guru kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang berjumlah 32 siswa. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, maka digunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis datanya dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelejaran fiqih. Peningkatan ini dapat dilihat dari meningkatnya persentase jumlah nilai dan juga nilai rata-rata kelas terhadap materi yang disampaikan. Pada siklus I pertemuan I terlihat nilai rata-rata kelas pada pre-test 58,33 dengan 6 orang yang tuntas, persetase ketuntasan siswa sekitar 18,75% dan post- test 66,40 persentase ketuntasan 46,875% yakni sebanyak 15 siswa. Siklus I pertemuan II nilai rata siswa pada pre-test 67,18 dan pos test 75,60, persentase ketuntasan 68,75% yakni sebnayan 22 siswa. Siklus II pertemuan I nilai rata-rata pada pre-test 71,88 dan post-test 78,64 nilai ini telah melebihi nilai standar yang ditetapkan, persentase ketuntasan 84,375% yakni sebanyak 26 siswa. Siklus II pertemuan II nilai rata-rata pada pre-test 72,109 dan posttest 88,48 nilai ini telah melebihi nilai standar yang ditetapkan, pertentase ketuntasan 95,75 dalam kategori sangat baik yakni sebanyak 30 orang siswa
Strategi guru memotivasi siswa kelas vi menghafal Juz ‘Amma di MIN 2 Padangsidimpuan
Penelitian ini di latarbelakangi masalah kemampuan menghafal Juz ‘Amma siswa kelas VI di MIN 2 Padangsidimpuan. Dengan menciptakan motivasi dan inovasi yang menyenangkan sekaligus mempermudah dalam menghafal Juz ‘Amma. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi guru memotivasi siswa kelas VI menghafal juz ‘amma di MIN 2 Padangsidimpuan, dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat pada siswa kelas VI menghafal juz ‘amma di MIN 2 Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini: Strategi Motivasi dari guru ini berupa penguatan atau nasehat kepada siswanya agar hafalannya ditingkatkan, menggunakan metode percontohan kemudian siswa mendengarkan suatu bacaan untuk dihafalkan. Pada program hafalan juz ‘amma ini guru menggunakan strategi penyetoran. Yaitu dengan cara siswa dipanggil kedepan satu persatu bergiliran untuk menyetorkan hafalan Juz ‘Amma kepada guru setiap hari jam 07:00 pagi. Faktor pendukung siswa di MIN 2 Padangsidimpuan yaitu: dilihat dari segi usia siswa kelas 6 yang berumur 12 tahun, manajemen waktu, tempat menghafal. Dan faktor penghambat siswa di MIN 2 Padangsidimpuan yaitu: latar belakang siswa yang berbeda-beda, belum adanya kesadaran penuh untuk menghafa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X.IPA. 2 SEMESTER I SMA NEGERI I BENGKALIS TAHUN PELAJARAN 2016/2017
This research was conducted in class X IPA semester II 2016/2017 school year at SMA Negeri I Bengkalis. This Classroom Action Research (CAR) was carried out in two cycles, where each cycle consisted of four steps: planning, action, observation and reflection. Research data were collected through student activity observation sheets, student learning achievement improvement sheets, and teacher and peer activity observation sheets. The teaching and learning process uses Student Activity Sheet. At the end of this research, it can be concluded that the application of the Discovery Learning model to the SPLTV material can improve the learning outcomes of students of Class X Science 2 of SMA Negeri I Bengkalis.Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPA semester II tahun pelajaran 2016/2017 di SMA Negeri I Bengkalis. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari empat langkah: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian dikumpul melalui lembar observasi aktivitas siswa, lembar peningkatan hasil belajar siswa, dan lembar observasi aktivitas guru, dan teman sebaya. Proses belajar mengajar ini menggunakan media LAS (Lembaran Aktivitas Siswa). Pada akhir penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi SPLTV dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri I Bengkalis.___________________Keywords: Classroom Action Research, Discovery Learning, Learning Outcomes
Upaya guru meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri 087 Panyabungan
Latar belakang penelitian ini kurangnya fasilitas yang memadai menunjang pembelajaran menyebabkan peserta didik tidak tertarik untuk belajar bahasa Indonesia sehingga proses pembelajaran tidak optimal. Ketidakmampuan peserta didik menuangkan gagasan, serta idenya kedalam bentuk pembelajaran bahasa Indonesia menyebabkan peserta didik lebih banyak berpIikir sehingga peserta didik pasif dan malas untuk belajar bahasa Indonesia dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri 087 Panyabungan.
Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deksriptif yang berlandaskan dengan filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru kelas, peserta didik keaIs IV dan V Sekolah Dasar 087 Panyabungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar 087 Panyabungan, sudah melaksanakan terkait memberikan dorongan, memberikan reward, membuat suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan, menggunakan metode belajar yang bervariasi dengan mengajak peserta didik bermain sebagai selingan supaya keinginan untuk belajar itu besar, mengadakan calistun
Pengaruh strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi di MTs GUPPI Simaninggir
Latar belakang penelitian ini adalah masih adanya siswa yang mengalami hasil belajar yang rendah atau belum mencapai hasil yang diharapkan, karena guru dan cara mengajarnya yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan startegi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi di MTs GUPPI Simaninggir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang berdesain pretest-postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dan berjumlah 64 siswa. Adapun sampel pada penelitian ini cluster sampling dimana kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk multiple choice. Adapun teknik analisis datanya yaitu menggunakan rumus chi-kuadrat, uji kesamaan dua rata-rata dan uji-t, serta uji normalitas dan homogenitas. Setelah adanya teknik analisis instrument dari hasil perhitungan r11 ditentukan bila r11 > rtabel dengan taraf signifikan 5% dan hasil meunjukkan 0,400 > 0,329 ternyata tes yang diberikan reliabel.Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen 76 dan nilai rata-rata pada kelas Kontrol 75. Dan berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas kedua kelas sampel berdistribusi normal dan homogeny. Pengujian uji-t diperoleh thitung = 2,631 dan ttabel = 1,996. Karena thitung > ttabel (2,631 > 1,996), maka H diterima yaitu rata-rata skor hasil belajar relasi dan fungsi matematika siswa dengan pembelajaran ekspositori lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar relsi dan fungsi matematika dengan pembelajaran yang tidak menggunakan ekspositori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan melalui strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa materi relasi dan fungsi di kelas VIII MTs GUPPI Simaninggir
Pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap loyalitas pelanggan pada Suru-Suru All Delivery Panyabungan
Suru-Suru All Delivery adalah perusahaan pelayanan jasa delivery online terlaris di Panyabungan, tetapi memiliki harga ongkos kirim yang lebih jika dibandingkan dengan perusahaan yang lain dan kualitas pelayanan yang masih kurang baik, namun Suru-Suru All Delivery masih memiliki loyalitas pelanggan yang tinggi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan harga secara parsial dan simultan terhadap loyalitas pelanggan pada Suru-Suru All Delivery Panyabungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap loyalitas pelanggan pada Suru-Suru All Delivery Panyabungan.
Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan bidang ekonomi manajemen. Pendekatan yang dilakukan berdasarkan teori-teori loyalitas pelanggan, kualitas pelayanan dan harga. Loyalitas pelanggan adalah kesetiaan pelanggan atas produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Kualitas pelayanan yang baik dan harga yang sesuai dengan manfaat yang diterima akan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linieritas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat bantuk berupa software SPSS versi 23.
Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada Suru-Suru All Delivery Panyabungan, terdapat pengaruh positif antara harga terhadap loyalitas pelanggan pada Suru-Suru All Delivery Panyabungan, dan terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan harga secara simultan terhadap loyalitas pelanggan Suru-Suru All Delivery Panyabungan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan harga secara bersama-sama menjadi hal yang dipertimbangkan oleh pelanggan dalam menggunakan pelayanan jasa Suru-Suru All Delivery Panyabungan
Pengaruh penerapan model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Panyabungan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, siswa kurang aktif dalam menyelesaikan soal-soak matematika disebabkan model yang digunakan guru kurang tepat dan belum dapat menarik perhatian siswa dalam belajar. Guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi salah satunya adalah model accelerated learning. Model accelerated learning ini melatih kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa dalam berdiskusi dengan belajar kelompok dan semua siswa berperan aktif dan membuat siswa focus dalam belajar. Dengan menggunakan model accelerated learning ini dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswakelas VIII SMP Negri 2 Panyabungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Panyabungan.
Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Populasinya adalah seluruh kelas VIII dan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes yang sudah divalidasi. Sampel kelas eksperimen diberi perlakuan khusus yaitu menggunakan model pembelajaran accelerated learning dan kelas kontrol tidak beri perlakuan khusus. Analisis data menggunakan uji t setelah data terpenuhi berdistribusi normal dan homogen hasil penelitian tersebut.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dengan perbedaan rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu kelas eksperimen sebesar 71,58 dan kelas kontrol sebesar 70,00. Hasil pengujian hipotesis diperoleh t_hitung>t_tabel yaitu 3,260 > 2,013 dengan taraf signifikan 5% maka H_0 ditolak dan H_a diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan menggunakan model pembelajaran accelerated learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Panyabungan
Akhlak guru dan siswa menurut perspektif al-Ghazali
Guru merupakan orang tua kedua bagi siswa yang bertugas mendidik, membimbing, melatih dan mengarahkan peserta didik, tetapi di sekolah guru lebih banyak menghukum daripada memberi reward kepada siswanya. Adapun yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana etika guru dan siswa menurut al-Ghazali. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akhlak guru dan siswa menurut al-Ghazali. Dan kegunaan penelitian ini adalah Secara teoritis, dapat menyumbangkan khazanah intelektual Islam khususnya dalam pendidikan Islam. Secara praktis, dapat memberi wawasan dan pedoman bagi para peserta didik, baik murid maupun guru dalam rangka mencari pola hubungan yang ideal berbasis adab Islami. Adapun pembahasan dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan akhlak guru dan siswa menurut al-Ghazali. Sehubungan dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah teori-teori yang erat hubungannya dengan permasalahan akhlak guru dan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi atau content analysis yakni pengolahan data dengan cara pemilahan tersendiri berkaitan dengan pembahasan dari beberapa gagasan atau pemikiran para tokoh pendidikan yang kemudian dideskripsikan, dibahas, dan dikritik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak guru menurut al-Ghazali adalah Guru harus memiliki kasih sayang kepada semua siswanya sebagaimana kasih sayangnya terhadap anaknya sendiri, mengikuti teladan Rasulullah SAW, menasihati dan mencegah siswa dari akhlak tercela, memperlakukan siswa sesuai dengan kesanggupannya, guru harus mengamalkan ilmunya. Akhlak siswa menurut alGhazali adalah jika bertemu dengan guru harus menghormatinya dengan mengucapkan salam, dan tidak banyak bicara ketika berada didepannya. Tidak berbicara dan bertanya sebelum minta izin terlebih dahulu. Tidak boleh menegur ucapan guru. Tidak mengucapkan sesuatu yang berbeda dengan ucapan guru. Tidak boleh bertanya kepada teman duduk ketika berada di depan guru. Tidak boleh menoleh kiri kanan, tetapi harus duduk sopan dan tenang sambil menundukkan kepala. Tidak banyak bertanya ketika guru kelihatan sedang lelah. Jika guru berdiri, ia harus memberi jalan. Tidak boleh berbicara yang menyela pembicaraan guru
Kontribusi dakwah dalam mengantisipasi perkembangan perilaku patologis di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas
Skripsi ini berjudul: “Kontribusi Dakwah Dalam Mengantisipasi Perkembangan Perilaku Patologis di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas”. Mengkonsumsi minuman keras akan menimbulkan penyakit sosial, serta melahirkan penyimpangan-penyipangan buruk dan perilaku, moral, agama, dan kesehatan. Tidak seorangpun yang berakal sehat bagi pengkonsumsi minuman keras. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) bagaimana kondisi perilaku patologis, 2) Bagaimana pelaksanaan dakwah dan 3) Bagaimana kontribusi dakwah dalam mengantisipasi perkembangan perilaku patologis di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas? Berdasarkan kepada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi perilaku patologis (minuman keras) di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas, untuk mengetahui pelaksanaan dakwah di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas, untuk mengetahui kontribusi dakwah dalam mengantisipasi perkembangan perilaku patologis (minuman keras) di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain yang mempunyai keinginan membahas pokok masalah yang sama dan untuk melengkapi tugas-0tugas dan memenuhi syarat-syarat mencapai gelar Sarjana Sosial (S.Sos.I) dalam Ilmu Dakwah IAIN Padangsidimpuan. Untuk mengetahui hasil penelitian, maka penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara dan kuisioner/ angket untuk mengetahui jawaban dari rumusan masalah. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka pelaksanaan dakwah di Desa Tanjung Siraisan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas di kategorikan kurang bagus. Karena Cuma ada beberapa pengajian saja yang di buat oleh para juru dakwah sehingga kurang mengenai sasaran
